Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
eps 74


__ADS_3

"sayang malam ini kita bikin ramen aja ya kayaknya enak "ucap Daren


"boleh juga" ucap Dasha yang sedang mengeringkan rambutnya..


Daren mendekat kan wajahnya pada perut Dasha lalu berkata


"maaf kan papa ya sayang tadi udah sodok-sodok Dedek ..."


"hus apaan si by kamu itu ngomong nya suka tanpa filter "ucap Dasha


"itu udah di filter sayang..masa aku harus bilang gem...."


"husttt "dasha membekap mulut suaminya


"diam sekarang ayo turun lapar,ingat ni ada 3 jadi mintanya agak banyak" ucap Dasha.


"yaudah ayo "ucap Daren nurut pada Dasha..


'sayang hati-hati turunnya pelan-pelan" ucap Daren


"by kalau pelan-pelan mah kapan sampai nya belum juga di belum lagi buat ramen "ucap Dasha


"ih gak papa sayang yang penting selamat,atau aku gendong" ucapnya..


dasha menghentikan langkahnya menuruni tangga ia menatap sang suami..Daren yang di tatap seperti itu nyalinya menciut.."astaga benar bumil itu jadi singa" batinnya


"aku itu hamil bukan sakit "ucap Dasha lanjut menuruni tangga


"pelan-pelan sayang" seru Daren pada Dasha..


padahal langkah Dasha tidak begitu cepat Daren saja yang posesif nya begitu amat...


"malam kak "ucap Valen membantu sang ibu menyiapkan makan malam..


"malam Valen gimana sekolah lanca"r ucap nya


"lancar kak ,"


"akhir-akhir ini kakak jarang liat kamu de "ucap Dasha


"Valen belajar di kamar kak karena 2 Minggu lagi Valen di pilih olimpiade antar sekolah "ucap Valen


"ohh bagus dong semoga menang ya "ucap Dasha


"iy...."


"sayang kamu cepat banget si jalannya nanti jatuh gimana nanti Dedek nya didalam perut keluar kalau cepat-cepat jalan" ucap Daren yang baru saja tiba di meja makan ..maklum saja Daren khawatir berlebihan baginya keselamatan Dasha dan ketiga anaknya nomor satu..


"by aku itu gak cepat jalannya udah ah ayo bikin ramen katanya mau ramen" ucap Dasha


"ayo aku bantu "ucap Daren..


"eh non silahkan makan "ucap bi Nunu sedangkan Valen masih mencerna pembicaraan suami kakak angkatnya itu .


"Dedek" batinnya


"keluar" ... jangan-jangan kakak ....


"Daren mau makan ramen bik jadi Valen sama bibi makan sekalian mubajir kalau gak habis "ucap Dasha


"kak" ucap Valen


"maksud tuan Daren Dedek itu apa....." tanyanya


"hmmm.."Dasha tersenyum memandang Daren...


"menurut kamu apa" ucap Dasha


"kakak hamil "ucapnya pelan


"betul .."bukan Dasha menjawab melainkan Daren...

__ADS_1


"what serius kak", ucap Valen..Dasha menggangguk..


Valen segera memeluk dasha ya dia sangat senang...setelah sekian lama kakaknya mengalami kesedihan sekarang sang kakak di berikan kebahagian yang di tiupkan Allah bayi kecil dirahimnya..


"selamat kak "ucap Valen


"selamat non,bibi ikut senang" ucap Dasha


"makasih Valen bibi tapi mau tau apa yang lebih mengejutkan" ucap Dasha..


"hmm" Valen menggeleng menatap ibunya...


"disini ada tiga" ucap Dasha mengelus perutnya yang masih rata


"ha...hebat banget "ucap Valen tak bisa berkata-kata


"ya Allah Gusti selamat sekali lagi non sekali hamil mah langsung tiga hebat atuh den Daren "ucap bi nunu


"bibit unggul bik "ucap Daren menyombong kan dirinya


Dasha hanya menggeleng kepala melihat tingkah suami


"yaudah bibi makan dulu aja kami masih ingin buat ramen" ucap Dasha.


tapi non..


"ets gak ada tapi-tapian Valen ajak ibumu makan "ucap Dasha


"siap kak" ucap Valen mengajak ibunya duduk dan segera menyedokkan beberapa lauk kedalam piring dan makan sedangkan Dasha dan Daren sudah berada di dapur ..


di saat mereka masak tiba-tiba handphone dan berdering..


"siapa by" ucap Dasha..


"Dekha.."


"tumben nelpon malam-malam "ucap Dasha..


"iya "ucap Dasha


"kamu harus perketat penjagaan Dasha aku tau dia kembali itu untuk apa..dasar perempuan licik...jangan sampai dia menggapai Dasha..kerahkan semua anak buah kita selalu standby apalagi dalam penjagaan Dasha..Jesi bisa saja menyelakai Dasha.."


"baik tuan sesuai perintah anda..tapi saya ingatkan jangan mudah terkecoh dengan nona Jesi saya yakin dia sudah menyiapkan rencana untuk kembali kepada anda" ucap Dekha


"aku paham itu kha dan aku tidak akan tertipu muka polos nya untuk yang kedua kali.. "ucap Daren lalu mematikan ponsel nya


Daren langsung mendekat pada Dasha memeluk nya dari belakang dan mengelus perut Dasha..


"gimana,ada apa kak Dekha" ucap Dasha


"biasa soal rapat tadi siang yang tertunda sedikit" ucap Daren


"hmm begitu.".ucap Dasha membalikan badannya menghadap Daren


"cobain dulu enak gak" ucap ya menyodorkan sendok


"ini sudah enak "ucap Daren setelah memakan kuah ramen..ayo kita bawa ke meja makan ucap Dasha..


"sini biar aku yang bawa baby" ucap Daren mencium pipi dasha sekilas...


sesampai di meja makan terlihat bi Nunu dan Valen membereskan meja makan..


"selamat makan kak,tuan Daren...saya ingin kembali ke kamar "ucap Valen..setelah membersihkan piring dengan ibunya..


"iya Valen jangan tidur jauh "malam ucap Dasha


"siap", ucap Valen tersenyum



dasha dan Daren mulai melahap makanan nya disertai ocehan gurauan mereka berdua..

__ADS_1


"Daren kamu menikah...apakah kamu sudah melupakan ku..aku tidak yakin kamu bisa melupakan diriku" ucap Jesi dengan bangga dan percaya diri


bagaimana hasil pengintaian mu ucap Jesi



"ini potret istri tuan Daren.."


Jesi mengambil foto itu.."cantik..tidak aku lebih cantik "batinnya


"informasi apa lagi yang kamu dapat"


"mereka tinggal di jalan xxxxxx...69"


"kini tuan Daren sudah resmi menjadi CEO Aryabatta"


"kapan itu terjadi ucap Jesi membolak balikan foto" Dasha


"sejak anda pergi.."


"woo Daren pasti menginginkan ku sehingga dia mentah-mentah ingin segera menjadi CEO" ucap Jesi tertawa


"baiklah terus pantau kalau ada berita baru segera beri tahu aku..ini uang mu "ucap Jesi melempar uang dalam amplop dan segera menyuruh pria itu keluar dari rumahnya


"Daren kau akan menjadi milikku...akan kurebut,karena dia memang miliki "ucap Jesi dengan wajah tak bisa di artikan


"kamu ingin pernikahan seperti apa" ucap Dekha


"entah lah kak aku bingung" ucap..ya mereka berdua berkencang sehabis makan mereka menuju pantai yang biasa tempat wisata orang di malam hari



Sisil duduk di pasir karena kakinya sudah lelah untuk melangkah lagi..


"lihat lah kak pantai ini indah ketika malam "


"ya berwarna biru" ucap Dekha.


"kak"


"sil"


mereka berbarengan seraya bertatap..


Sisil tersadar lalu" kakak duluan aja "


"kamu aja mau ngomong apa"


"hmm gak jadi "ucap Sisil gugup


"ya ampun Sil kenapa Lo jadi gugup gini,lagian jantung gue kenapa kayak mau keluar" kesalnya mendesah dalam hati


Dekha melihat wajah gugup Sisil tersenyum ia menangkap wajah Sisil tanpa aba-aba langsung saja meraup bibir tipis Sisil ..


Sisil kaget replek berontak tetapi Dekha menahan tengkuhnya sehingga mereka saling ******* dan bertukar Saliva ..Sisil dan Dekha terhanyut dalam pagutan mereka sehingga Dekha membaringkan Sisil di pasir tanpa melepaskan pagutan mereka ciuman Dekha turun keleher Sisil membuat tanda merah sehingga terdengar ******* halu Sisil..


Sisil yang terdengar tangan Dekha yang sudah berada di asetnya langsung saja membuka matanya dan mendorong Dekha


sehingga Dekha terjungkal kebelakang..ia langsung "bangun maaf kak aduhh "ucap Sisil membantu Dekha


"tidak papa aku yang minta maaf,hampir kelepasan" ucap Dekha tersenyum


Sisil tersenyum malu apa-apaan seharusnya dia marah tapii..ahh apakah daya sudah cinta begitulah kira-kira


"sebaiknya nya kita pulang" ucap Dekha


"udara di sini sejuk "ucap Dekha


Sisil mengangguk paham dan Dekha pun segera mengaitkan tangannya pada pinggul Sisil sehingga mereka rapat tanpa batas


bersambung

__ADS_1


terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya..


__ADS_2