
"letak disini aja pak ucap Dekha
"selamat siang "Tante ucap Daren menyalami gena
"siang ren,kamu buat apa bawa ini semua"tanya
"ini "ia memegang buket bunga
"ini buat Tante* ulurnya pada gena
hmm cantik nya makasih Daren"ucap gena
"dan yang ini untuk si cantik",ucap Daren memberikan buket pada Dasha
Dasha kaget mendengar penuturan Daren
"buat aku"ucapnya
"iya buat kamu"ucap Daren
"ma makasih"ucap Dasha gugup ia sangat senang buket yang diberi oleh Daren sangat cantik
"ya ampun so sweet"ucap Sisil
Dasha memandang Sisil lalu berkata
"kalau kamu mau minta sama kak Dekha"ucap Dasha
"sama dia"tunjuknya pada Dekha. "mending juga gak usah"sambungnya
"eh gak boleh gitu" ucap gena
"heheh canda Tante"ucap Sisil sedangkan Dekha memandang Sisil dengan tajam
"kebetulan Dasha masak banyak gimana kita makan siang bersama"ucap gena
"hmm Dasha yang masak"tanya Dila
"iya tan Dasha masak itu enak banget"ucap Sisil
Daren dan Dekha memandang Dasha sedangkan Dasha menunduk saja..
"yaudah ayo"
"mas Bram Dila ayo kita kemeja makan"ucap get
"sha ,sil ajak Daren dan temannya kemeja makan "ucap gena
kini mereka telah dimeja makan dan melahap makanan
"enak banget masakan kamu sayang"ucap Dila
"biasa aja ma menurut sha"ucapnya
"bener kan Tante masakan sha itu enak"ucap p Sisil
"iya ini sangat pas di lidah papa"sambung Bram mengangkat bicara
"syukur deh kalau pada suka" ucap Dasha
"ternyata selain cantik sha pandai masak"batin Dekha menyuap makanan kedalam mulut nya
"tidak salah kalau aku jatuh cinta pada Dasha"batin Daren memandang Dasha
gena senang melihat keakraban antara sang anak bersmaa temannya ia jadi mengambil kesimpulan bahwa Daren orang tepat untuk menjaga Dasha ketika ia tiada nanti
....
kini mereka duduk di ruang tamu Dasha dan Sisil membawakan cemilan
"gen kamu gak ada pembantu"?tanya Dila
__ADS_1
"ada Dil tapi lagi pulang kampung keluarga nya sakit,pembantu ku juga gak banyak kayak dirumah kamu,kalau rumah kamu mah gede jadi kalau cuma satu gak sanggup"ucap gena terkekeh
Dila menggangguk mengerti
"gen apa benar soal penyakit kamu"ucap Dila hati-hati
"iya Dil"jawab gena tersenyum
Dila memeluk teman lamanya itu lalu berkata
"kamu pasti sembuh,kamu wanita kuat"ucapnya
gena menggeleng
"gak dil dokter bilang penyakit ku sulit untuk disembuhkan nanti kalau aku pergi ....."
Dila menutup mulut teman nya dengan tangan
"kamu gak boleh ngomong gitu"
Dasha mendekati mommynya lalu berkata
"mommy harus kuat, mommy gak akan pergi kemana-mana mommy akan temani Dasha"ucapnya menahan tangis ruangan itu menjadi haru mendengar penuturan Dasha
"tapi suatu saat mommy harus pergi sha "
"gak mommy gak boleh pergi mommy janji bakal temani Dasha terus" ucapnya memeluk sang mama ia terisak dipelukan mamanya Sisil mengulus punggu sahabat nya
Bram angkat bicara
1 bulan lagi Dasha dan Daren melangsukan pertunangan
Dasha kaget sontak melepaskan pelukannya
"pa"ucap Dasha
"kalian sudah saling mengenal kenapa harus menunda"ucap Bram
Daren memang menginginkan pertunangan nya dengan Dasha dipercepat karena ia menyadari bahwa ia memang memiliki perasaan tehadap Dasha dan ia takut ada yang mendahului nya
"Daren tergantung Dasha pa"ucapnya
"kalau kamu gimana nak"tanya papa Bram
Dasha memandang mommynya
mommy gena mengangguk kepalanya
"yang baik nya aja pa"Jawab Dasha
" yaudah seminggu sebelum pertunangan kita akan bertemu lagi "ucap papa Bram
Dila memeluk lengan suaminya,ia merasa senang karena sang suami paham apa yang ia ingin kan
"yaudah gen kami pamit dulu ya"ucap Dila
"iya Dil"hati-hati
"kami pulang dulu gen"ucap papa nya Daren
"iya hati-hati mas Bram ucap gena
"Tante Daren pamit pulang buah nya jangan lupa dimakan ucap Daren
"iya ren hati"
"nyonya saya pamit juga"ucap Dekha
"
panggil Tante kayak Daren aja kha"ucap
"makasih Tante ucap Dekha menyalami
__ADS_1
"sayang ,aku pulang dulu"ucap Daren pada Dasha
Dasha mendengar itu melotot
"apa-apa an ni orang mentang-mentang mau tunangan batin Dasha
"pulang aja"ucap Dasha
Daren mendekatkan wajahnya, Dasha menjauhkan wajahnya
"
sampai jumpa besok"bisik Daren
Dasha menahan nafas nya ia sangat gugup berdekatan dengan Daren
Daren pun berjalan menjauh
"sha aku pamit dulu,ucap Dekha,
Dasha langsung tersadar
"ah iya kak hati-hati "ucapnya
tersisa Sisil,gena dan Dasha
"cie bisik-bisik" goda Sisil
"apa an sih "ucap Dasha duduk kesofa
"cie yang dia mau tunangan"ucap Sisil
"iya nih kamu kapan nyusul"celetuk Dasha kesal
"ehh aku,akuu nanti"ucapnya tersenyum
s"ha mommy mau naik dulu"ucap gena
"biar sha antar mom"
"gak usah sha mommy masih bisa sendiri"ucap nya
"yakin mom"tanya Dasha lagi
i"ya sayang mommy sehat "ucapnya
"yaudah hati-hati ya naik nya",ucap Dasha
gena tersenyum lalu pergi menuju kamarnya
"sil temani gue ketoko roti mommy gue yuk"
"ayok"ucap Sisil
mereka naik ke atas untuk mengambil tas sekalian untuk pamit dengan mommynya
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini,mohon dukungan like komen dan vote
visual
Daren
Dekha
Sisil
visual lainnya nanti ya guys
__ADS_1