Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
panik


__ADS_3

dikediaman Abercio


pa besok mama mau belanja 3 hari lagi orang tua dari Bima akan kesini jadi mama mau siapin semua kebutuhan dapur"ucapnya meletakan kopi untuk sang suami


"pelayan kita kan ada ma buat apa mama pergi sendiri untuk belanja "ucap Satrio


"iya mama tau tapi mama ingin belanja juga "


"yaudah terserah mama aja,tapi jangan lupa bawa salah satu pelayan kita untuk bantuin mama di supermarket nanti" ucapnya


gina mengangguk setuju


Satrio menghirup kopinya lalu berkata


"Bella kemana ma" ucapnya


"tadi dia bilang mau ketemu saya Bima sih pa "ucap gina


"gimana sih Bella ini bukan nya pria yang datangin perempuan " kesal Satrio


"gak papa pa biarkan aja Bella udah dewasa dia pasti tau apa yang terbaik buat dia ya" ucap gina mengelus lengan sang suami


"kamu begitu terlalu memanjakan nya ma"ucap Satrio


"dia kan putri kita satu-satunya pa,mama cuma curahin semua kasih sayang pada bella"ucapnya lembut


"papa naik dulu mandi udah sore nih"ucap Satrio


"mama juga mau masak" ucap gina tersenyum


Satrio tersenyum dan mencium kening istrinya


"yang ini aja sha bagus bajunya"ucap Sisil


"bagus si cuman kebuka banget" ucapnya


"iya tapi bagus ya gak Len"ucap Sisil


"iya kak "ucap Valen


"yaudah deh gue coba pakai " mereka bertiga menuju ruang ganti



Dasha keluar dari ruang ganti


"gimana" ucap Dasha


"ya ampun cantik banget kalau ada pak Daren auto gak kedip dia mah" ucap Sisil terkikik


"benar kakak cantik banget" ucap Valen


hehe makasih ya kalian yaudah gue ambil ini Lo beli apa ucap Dasha


"milih dulu" ucapnya keliling lagi mencari baju yang pas menurutnya


"Len kok diam aja kenapa gak milih "ucap Dasha


"eng..enggak kak kak barang disini mahal semua uang Valen gak cukup "ucapnya


"kan ada kakak mu ini"rangkulnya pada valen


Valen tersenyum


"tidak usah kak udah sekolah nya Valen di bayarin masak harus beli baju lagi" ucapnya tertawa kecil

__ADS_1


"pilih aja kalau enggak kakak ngambek sama Valen " ancam Dasha


"kok gitu sihh" ucap Valen


dahsa diam sambil mengsedakap dada ia memajukan bibirnya seperti orang anak kecil marah


"yaudah deh iya tapi Valen cuma ambil satu "ucapnya


"etss kamu harus ambil yang mana kamu mau karena kita pakai uang pacar kakak "ucapnya tertawa


"kamu harus ambil sepatu juga untuk sekolah "ucapnya


Valen mengangguk tersenyum ia beruntung mempunyai majikan seperti Dasha sekaligus yang menjadikannya seorang adik


"heii kalian siniii" seru sisil


"ayo kita kesana" tarik Dasha


"bagus gak we..." tanya Sisil


"cobain biar kelihatan bagus atau enggak nya "ucap dashaa


"Bena juga kalian pilih-pilih gue mau ganti cobain dulu "


"hmm "jawab Dasha


ini bajunya bagus deh " ucap dasha menempel pada pada tubuh Valen


Valen melihat harga nya melotot


"kak ini mahal banget "ucapnya


Dasha terkekeh "sekali-kali kita belanja gak tiap hari" ucapnya


ia pun tidak seperti gadis -gadis lainnya yang sering berbelanja


"tapi Kak"......


"ets....gak ada tapi-tapian, ambil ini dan kamu ganti di sana tuh tuh ruang ganti di dekat Sisil" ia membalikan tubuh Valen dan mendorong pelan punggung Valen


tak lama Sisil keluar



"bagus gak" tanya


Dasha mengacungkan 2 jempol nya


"gue ambil yang ini aja" ucap Sisil


"gak mau yang lain" ucap Dasha


"udah ini aja " ucap Sisil


"si Valen mana"tanya nya


"masih ruang ganti ucap Dasha sambil membolak balikan baju yang ada disana



Valen berjalan menuju Sisil dan Dasha


"tu kan bagus cantik cocok untuk anak yang bentar lagi mau mahasiswa" ucapnya


"bener andai aja gue masih kuliah" ucapnya

__ADS_1


"udah ah ber andai-andainya ,Lo langsung pakai ucap Dasha pada Sisil


"iya dong" jawab sisil


"Valen" ucapnya


"bungkus aja deh kak " ucap Valen


"yaudah kita bayar,kalian gak mau belanja apa-apa lagi "ucapnya


"gak usah cukup lah kali ini" ucap Sisil


mereka punya segera membayar belanjaan dan segera meninggalkan mall itu


"gak mampir "ucap Sisil


"lain kali aja deh ni udah sore banget "ucapnya


"yaudah hati-hati,see you sha valen..."lambai tangan Sisil


"see you" balas Dasha


Valen melambaikan tangan nya dan tersenyum


"besok udah mulai sekolah "ucap Dasha


"iya kak" ucapnya


mereka berbincang-bincang dan tertawa


tak terasa sudah sampai didepan rumah Dasha


"kakak duluan ya capek banget ni dan gerah mau mandi "ucap Dasha


"iya kak makasih ya udah aja Valen jalan-jalan "


ucapnya


dasha tersenyum dan berlalu menaiki tangga rumahnya menuju kamar


"sil lama sekali dari mana aja"ucap bi Nunu pada Sisil yang menyusulnya didapur


"tadi di ajak sama kak Dasha jalan-jalan Bu" ucap ya


"hei jangan panggil kakak nak gak sopan panggil dia non" ucapnya


"tapi kak Dasha yang minta sendiri Bu " ucapnya


"o alah yaudah kamu mandi habis itu bantu ibu siapin makan malam" ucapnya


"ya Bu", ucap Valen


"apa...."teriak Dasha


"pak mail cepat bawa mommy kerumah sakit terdekat ya nanti shareloc Dasha ", ucapnya


dia meletakan handphone nya ,dia baru saja masuk kedalam bathtub tetapi handphone nya tak henti-henti berdering..ia tak sengaja membawa handphone saking kebelet jadi langsung saja membawa handphone kedalam kamar mandi


ia keluar kamar mandi dan segera memakai bajunya tidak memakai make up apa pun ia mengikat rambut nya asal saat ini dia benar-benar panik


"tenang sha yakin mommy baik-baik aja "gumamnya dengan mata berkaca-kaca


bersambung


apa yang terjadi sama mommy Dasha tunggu cerita selanjutnya

__ADS_1


terimakasih yang sudah baca jangan lupa like komen dan vote ya dukung dengan klik bintang limanya ..


__ADS_2