Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
eps 75


__ADS_3

hari berganti hari Minggu berganti Minggu kini usia kandungan Dasha tepat 3 bulan..dan pada hari ini sahabat nya melangsungkan pernikahan siapa lagi kalau bukan Sisil dan Dekha


Daren membuka pintu walk-in closed terlihat istrinya mengambil baju ,diliat ,lalu di lempar kebawah..Daren melihat sudah banyak baju tergeletak di bawah sang istri..ia lalu mendekat pada Dasha


"hei kenapa dengan baju-baju ini" ucapnya


"baju-baju nya udah gak muat semua by lihat ketiga anak mu ini membuat baju ku tidak muat lagi "ucapnya murung memandang baju lamanya yang masih baru dan banyak belum di pakai


"ohh ternyata itu masalah"


"hmm aku harus pakai apa by lihat semua baju ku tidak ada yang muat ",


"kita pergi ke butik "ucap Daren


"no" ucapnya


"why" ucap Daren memandang istrinya


"ini acara Sisil dan sebentar lagi akan di mulai kalau singgah ke butik lagi itu akan memakan waktu "ucap Dasha memanyunkan bibirnya


"baiklah kalau begitu kamu duduk di sini dulu ya tunggu di sini sampai aku kembali" ucap nya


"kamu mau kemana "ucap Dasha mendongak melihat wajah Daren


"aku kebawah sebentar ,tunggu di sini ya sayang "ucap Daren lembut..


"hmm baiklah kalau gitu "ucap Dasha menyandarkan punggungnya pada sofa..


Daren mengecup kening Dasha dan keluar dari ruangan Walk-in closed


"kirimkan gaun yang indah untuk istri saya..untuk ukuran nya 2 kali lebih lebar biasa yang saya pesan ,istri saya sedang mengandung jadi saya tidak mau kalau baju itu terlalu mencekik perut nya karena disana ada 3 nyawa "ucap Daren tegas


"tidakk,,saya ingin dalam 10 menit sudah sampai disini" ucap Daren..


"saya tunggu" ucap Daren mematikan ponselnya


10 menit kemudian terlihat bi Nunu membawa tamu masuk kedalam...tunggu sebentar mbak saya panggilan den Daren


Daren yang sedang menunggu di di balkon lantai atas yang melihat langsung orang suruhannya langsung saja turun tepat berpapasan di tangga bi Nunu ingat berkata


"den ada orang nungg..."


"iya bi saya sudah tau bibi tolong bawakan jus alpukat untuk Dasha di kamar ganti "ucap Daren


"baik den" ucap bi Nunu segera menuju dapur


"ini tuan barangnya "ucap mbak itu..ia disuruh manager butiknya untuk mengantar ke alamat Daren


Daren langsung saja mengambil paperbag bag itu ..dia mengotak-ngatik handphone nya"..saya sudah kirim uang pada manager mu..."


"baik tuan.."


"berapa nomor mu "ucap Daren.


"deg deg" tuan Daren minta nomor ku" ucap nya ia memang mengagumi Daren ketika sering berkunjung ke butik dimana tempat nya bekerja


"nomor telepon tuan "ucapnya tersenyum


"tidak "ucap Daren


senyum di wajah perempuan itu pun luntur..

__ADS_1


"nomor rekening mu saya ingin memberikan tips "ucap Daren datar


"ah tidak perlu tuan itu sudah kewajiban saya untuk meng..."


"saya tidak suka penolakan silahkan isi nomor rekening anda saya tidak ada banyak waktu untuk meladeni mu "ucap Daren lagi


"baik-baik" ia pun menulis kan nomor rekening nya di handphone Daren..


dengan cepat Daren mengirim uang tips pada perempuan itu .


"sudah saya kirim ,anda silahkan pergi "ucapnya


"what gue di usir "ucap nya tapi hanya mampu di katakan di dalam hati


melihat perempuan itu tidak ada pergerakan Daren pun segera meninggalkan perempuan itu naik ke atas karena tidak ingin membuat istrinya terlalu menunggu


"yah di tinggal "ucap nya.. perempuan itu pun merasakan seorang diri disana langsung saja ia keluar dari rumah itu


"sayang" ucap daren ketika sudah membuka pintu..


bi Nunu yang mengerti arti tatapan dari Daren segera meninggalkan ruangan itu


"non bibi permisi dulu sudah ada den Daren "


"iya bi silahkan"


"lama banget "ucap Dasha


"maaf telat sedikit...lihat aku bawakan ini untuk kamu "ucap nya mendekat pada sang istri


"gaun,kapan kamu ..."


"tidak usah banyak tanya sekarang pakai lah aku ingin melihat istriku yang **** ini" ucap ya


"mana ada **** ini gendut "ucapnya


"aku menyukai nya kamu sangat cantik "ucap Daren mencium bibir Dasha sekilas


"baiklah tuan hentikan omongan mu dan menjauh dari ku karena aku ingin memakai gaun ini "ucap nya


"silahkan nyonya "ucap Daren


"keluar sana "ucap Dasha ketika masih melihat Daren berada di ruangan yang sama dengannya..


"untuk apa keluar aku akan menunggu di sini" ucap Daren mengerling matanya..


Dasha memutar bola matanya yang artinya dia malas sekali...


"ya ampun kenapa istri ku makin hari makin **** begitu ..lihat lah..astaga sayang kalau tidak ingin pergi ke acara itu sudah ku habisi kamu. diranjang gumam Daren tersenyum membayangkan pergulatan mereka


"pas juga gaunnya "ucap Dasha...


dasha memandang Daren yang juga sedang memandang nya..tetapi Dasha melihat Daren tersenyum seperti membayangkan sesuatu...


"by" serunya ketika sudah didepan wajah Daren


"ha.."Daren kaget sontak memandang sang istri..


"astaga.".ia langsung berdiri,Dasha kaget reflek mundur melihat tingkah suaminya..


"kamu cantik" ucap Daren membelai pipi Dasha..

__ADS_1


"ayo kita berangkat" ucap Dasha memeluk lengan Daren dengan mesra..


"baiklah baby marii ucapnya membawa Dasha.


"aku punya ide,habis acara ini...hmmm "ucap Daren tersenyum penuh arti...


beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di aula pernikahan Sisil dan Dekha terlihat banyak tamu yang berdatangan ...mulai dari teman Sisil dan banyak juga rekan bisnis Dekha..ya walaupun Dekha hanya asisten tapi siapa yang tidak tau dengan asisten Dekha Tirtayasa yang terkenal dengan dingin dan juga kepintaran nya..


"mewah ya by" ucap Dasha


"masihkan mewah kita" ucap Daren yang tak mau kalah...


Dasha hanya mengangguk lalu berjalan menuju dalam aula..


"ingat jangan terlalu lelah "ucap Daren


"hmm" balas Dasha


pada saat mereka mau masuk terlihat Bella dan juga Bima ingin masuk...


Bima menghentikan langkahnya melihat Dasha dan suaminya ingin masuk..


"kenapa" ucap Bella


Bella mengira arah pandangan Bima


"ohh ternyata kamu belum mo..."


"haii" ucap Dasha yang memotong gumaman Bella


"hai "ucap Bima terlihat Bima memperhatikan perut Dasha yang kelihatan bulat karena isi nya 3 jadi seperti kandungan 6 bulan ..Daren mengeratkan pelukannya pada pinggul Dasha ia sadar bahwa Bima memperhatikan istrinya


"apa kabar" ucap Bima


"baik "ucap Daren cepat


dasha memandang Daren,terlihat Daren hanya tersenyum kepada nya..


"berapa bulan "ucap Bima melihat perut Dasha


"3 bulan beberapa hari lagi akan masuk 4 bulan" ucap Dasha.


"yakin 3 bulan masak perutnya udah kayak besar gitu jangan-jangan keduluan" ucap Bella..


dasha memutar bola matanya malas...


"ini itu isi 3 jadi ya wajar kalau kelihatan besar "ucap Daren


"udah ah sayang ayo masuk pasti Sisil udah cariin kamu "ucap nya


Daren pun membawa Dasha berlalu dari Bima dan Bella ..


"ya ampun 3 "gumam Bella...


"pasti Daren sangat perkasa jadi ingin merasakan di bawah kukungan nya" gumam Bella tersenyum


"kamu kenapa senyum-senyum "ucap Bima


"siapa yang senyum,udah ayo masuk" ...kali ini yang di undang adalah bima karena saat ini Bima sedang berkerja sama pada perusahaan Aryabatta


bersambung

__ADS_1


terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote... dukung terus


__ADS_2