
"kita mau makan di mana "tanya dahsya memecah keheningan di dalam mobil
daren memandang dan mendekati Dasha lalu berbisik
" surprise "....
dan menjauhkan tubuhnya lagi
dasha mendengar itu sangat kaget sehingga refleks memejamkan matanya
memegangi dadanya jantungnya yang berdegup
"ini jantung apaan sih lompat-lompat kayak mau keluar aja, jangan-jangan aku sakit jantung lagi tapi nggak mungkin masa sakit jantung cuma bereaksi deket cowok ini" lanjut batinnya
menarik nafas dalam dan menghembuskan nafasnya kembali
Daren yang mendengar helaan nafas dahsha berkata
" kamu kenapa"
" hmm nggak"jawab singkat dasha dan cepat-cepat memalingkan wajahnya
hening didalam mobil Daren maupun Dasha tidak lagi bersuara
30 menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai di tepi pantai
"ngapain kita ke pantai malam-malam "tanya dasha
Daren yang mendengar pertanyaan dasha ia tidak menjawabnya tetapi ia keluar dari mobil tersebut dan kembali membuka pintu mobil di sebelah Dasha
Dasha yang merasa diacuhkan merasa kesal
"ayo turun" ucap Daren
dasha turun dari mobil dan duduk di sebuah kursi tidak jauh dari mobil mereka terhenti sedangkan Daren ia sedang berbicara kepada sopirnya entah apa yang ia bicarakan
tak lama kemudian mobil itu melenggang pergi meninggalkan dasha dan Daren
Daren mengeluarkan sehelai kain
"untuk apa" tanya Dasha
"nutup mata kamu sini"jawab Daren
"ih nggak mau nanti kamu macam-macam lagi"
"kamu ini bawel banget sih cepat nanti juga kamu pasti akan senang "gumamnya
"apa"..
"udah sini nanti kemalaman lagi" dan Daren pun menutup mata sha menggunakan kain itu
Daren menuntun Dasha menuju tempat dimana mereka makan malam
"nah hati-hati duduk sini"tuntun Daren mendudukkan Dasha
"udah boleh buka belom "tanya Dasha
"sudah sekarang buka"
Dasha membuka ikatan kain Dimatanya
"Dasha terpana melihat pemandangan yang telah disiapkan Daren
"astaga indah banget"ucap Dasha
"kamu suka"
"hmm"jawab Dasha mengangguk kepalanya dan tersenyum
Dasha tak henti-hentinya tersenyum seakan malam ini ia bisa melupakan masalahnya sejenak
sedangkan Daren masih saja memandang wajah cantik Dasha rambut nya yang berterbangan karena angin di pantai membuat Dasha sangat mempesona
tak lama kemudian datang beberapa pelayan memakai baju putih hitam menghidangkan makanan dan juga minuman
"makanan nya banyak banget"ucap Dasha setelah pelayan itu selesai menghidangkan makanan
"gak papa,ayo makan"ucap Daren
__ADS_1
mereka makan dengan tenang
"cheers"ajak Daren mengangkat gelas nya
Dasha tersenyum lalu mengangkat gelasnya menyatukan pada gelas Daren
saat ini mereka telah selesai makan dan duduk tak jauh dari meja yang ditempati makan tadi
"makasih"ucap Dasha memecahkan keheningan menatap Daren
Daren menatap Dasha kalau berkata
"untuk"
"untuk malam ini"jawabnya menunduk karena ia sangat gugup dipandang Daren
"tidak perlu berterima kasih karena kamu calon istri ku"jawab Daren
"ha"spontan Dasha menegakkan kepalanya memandang Daren
pandangan mereka bertemu
"ya kamu calon istri ku ucap Daren memegang pipi Dasha
deg deg deg detak jantung Dasha berdetak kencang
Daren mendekat kan wajahnya pada Dasha ia memiringkan kepalanya Dasha reflek memejamkan matanya dan kini hanya terasa benda kenyal yang menempel pada bibirnya
ya mereka berc***an 1 menit kemudian
Dasha memukul dada bidang Daren
Daren melepaskan tautan bibir mereka
"hah hah hah"...
Dasha ngos ngos seperti habis lari
kamu mau aku mati ya"ucap kesal Dasha
Daren tersenyum dan mengelap sudut bibir Dasha yang basah karena nya
"sangat manis"ucap Daren
"first kiss"gumamnya memegang bibir
"ihh bapak "dasha memukul bahu Daren
"sha mau pulang "ucap nya
"bentr dulu saya mau kasih kamu sesuatu
Dasha hanya diam
Daren mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang di atas meja
ini kontrak kerja kamu dan harus kamu tanda tangani dan yang ini kontrak nikah .
Dasha membaca kontrak itu satu persatu
kontrak kerja telah ia baca dan selanjutnya kontrak nikah
pihak satu Daren Prayoga Aryabatta
pihak kedua Dasha Lili dirgantara
- pihak kesatu memenuhi kebutuhan hidup pihak kedua
- pihak kesatu berhak untuk tau aktivitas pihak kedua
- pihak kesatu dan pihak kedua satu kamar
- pihak kedua harus melayani pihak kesatu dalam sehari-hari seperti makan, menyiapkan baju dan kebutuhan lainnya
- kedua belah pihak tidak di perbolehkan selingkuh atau bermain dibelakang
kira-kira itu lah isi dari kontrak nya
saya keberatan dengan isi yang ke 3 masa harus satu kamar"ucapnya
"harus Dasha karena kamu bakal jadi istri saya"jawab Daren santai menegak minuman nya
"tapiii saya mau tambah lagi isinya "ucap Dasha
"apa" tanya Daren
__ADS_1
kamu gak boleh sentuh saya sembarangan tanpa izin dari saya"
"hmm oke"jawab Daren cepat
"dan ini untuk kamu sebagai tanda kamu mau jadi istri saya"ucap Daren
Dasha terpana melihat sebuah gelang berlian yang sangat indah ia yakin harganya pasti mahal
"tidak pak ,cukup saya dapat kerjaan aja "ucapnya mendorong tangan Daren
Daren mengerutkan dahinya biasa ya perempuan sangat senang bila dikasih hadiah seperti ini tetapi kenapa dasha menolak batin Daren
"saya tidak suka penolakan"ucapnya meraih tangan Dasha lalu memakai kannya
"sangat cantik bukan"ucap Daren
"iya ini sangat cantik dan pasti sangat mahal ucap pelan Dasha memegang gelang yang ia pakai
"nanti uang bapak habis"ucapnya lagi
Daren tersenyum mendengar ucapan Dasha
"gelang ini tidak semahal kamu sha"ucap daren
Dasha tersenyum lalu berkata
"terimakasih pak malam ini,sangat spesial bagi saya"ucapnya tersenyum
Daren mengangguk dan menegak minuman nya
huuhhhh helaan nafas Dasha
"pulang"tanya Daren
Dasha mengangguk karena ia sudah merasa dingin
ia mengusap lengan nya dengan kedua tangannya
Daren melihat itu melepaskan Jasnya mendekati Dasha lalu memakai kannya pada Dasha
sedangkan Dasha hanya diam mengontrol detak jantungnya tidak karuan
ayo pulang"ajak Daren mengulurkan tangannya pada Dasha
Dasha menerima uluran itu
beberapa langkah kemudian Dasha terhenti lalu berkata
"itu yang beresin siapa"tanyanya
"nanti orang suruhan saya "ucap Daren
mereka menuju mobil dan memasuki mobil itu
30 menit kemudia mereka telah sampai didepan rumah Dasha
Daren memandang Dasha yang terlelap di bahunya
Daren menepuk-nepuk pelan pipi Dasha untuk membangun kannya tetapi sang empu tidak bangun
terpaksa Daren mengangkat Dasha kedalam rumah
"tuan"panggil pak Mamat yang masih terjaga
"non Dasha kenapa"tanyanya
"Dasha ketiduran,Tante gena masih bangun"?ucap Daren
"ohh nyonya udah naik tuan ,kalau tuan mau antar nona Dasha kamarnya diatas tidak jauh dari tangga tuan"jawab pak Mamat
"baiklah kalau begitu saya permisi"ucap Daren
"iya tuan"pak Mamat menundukkan dan kembali ketempat jaganya ia habis membuat kopi dari dapur
Daren menaiki tangga ketika sampai di depan kamar Dasha ia mendorong pelan pintu itu menggunakan kakinya untung saja kamar Dasha tidak terkunci hanya tertutup renggang
ia membaringkan Dasha dan menyelimuti nya
"good night sweety" ucap Daren lalu mengecup kening Dasha ia pun segera meninggalkan kamar Dasha
entah apa yang Daren rasakan tetapi ia sangat nyaman dan bahagia ketika bersama dashaa
bersambung
terimakasih yang telah baca novel saya dan terimakasih atas dukungan nya
__ADS_1
jangan bosan untuk tinggalkan jejak berupa like, komen, vote atau kasih hadiah nya ya supaya saya semangat update nya