Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
eps 79


__ADS_3

Matahari kini sudah terbit dari timur,cahayanya yang terang kini menembus celah-celah gorden sehingga menganggu tidur seseorang yang sedang pulas di rengkuhan tangan kekar seseorang.


"Hmmm " Dasha ke silauan akan cahaya yang menembus celah-celah gorden kamar nya


Ia tersenyum ketika pandangan nya pertama menangkap wajah tampan suaminya ia meraba wajah Daren,hidung,mata.Mata yang sedang tertutup begini membuat Daren sangat damai berbeda ketika membuka mata. al hasil sentuhan itu membangunkan seseorang dari alam sadarnya


"Kamu menganggu tidur ku sayang "suara serak Daren khas bangun tidur tetapi masih senantiasa menutup matanya.


"Kamu terganggu" tanya Dasha menatap Daren


Daren membuka matanya,bukannya menjawab pertanyaan sang istri malah ia memberikan kecupan singkat pada bibir Dasha


"Morning kiss "ucapnya tersenyum tipis.Ia bangun dan menyingkap baju Dasha sehingga terlihat lah perut Dasha yang membuncit


"Morning triplet" Daren memberikan kecupan pada perut Dasha yang membuat sang empu kegelian


"By hentikan itu membuat ku geli "ucapnya tersenyum


"Mari mandi bersama" ucap Daren


"Baiklah tuan "ucap Dasha yang menurut saja apa yang dikatakan oleh Daren toh cuma mandi bersama dan dia sangat menyukai itu mungkin bawaan hamil begitulah pikir nya.


Daren menggendong Dasha ala bridal style menuju kamar mandi ia meletakan Dasha di dalam bathtub dan segera mengisi dengan air hangat karena dokter lebih menyarankan air hangat ketika di pagi hari dan Dasha pun tidak ingin mandi air dingin padahal dulu ia sering beredam dengan air dingin.


Daren menggosok punggung dasha dengan lembut awalnya hanya menggosok punggu kini tangannya sudah bergerak menaiki gunung kembar Dasha al hasil mendapatkan tepukan pada tangannya,siapa lagi pelakunya kalau bukan Dasha


Dasha menatap tajam Daren sedangkan Daren hanya tersenyum sekali-kali mengerling kan matanya


"sayang dokter bilang harus sering di pijit jadi apa salahnya kan kalau aku...."Daren menaik nurun kan alis nya


"Enghhh" lenguh Dasha ketika pijatan Daren di sertai memainkan pucuk buah dada nya


"Satu ronde sayang "ucap Daren menatap wajah istrinya


Dasha langsung tersadar kalau berkata" bukannya hari ini kamu kekantor by kak Dekha kan masih cuit"


"Owhh ****" umpat Daren


"kamu lanjutkan gosoknya sayang aku akan mandi di sanak tunjuk" Daren pada shower


"Hmm baiklah "ucap Dasha tersenyum ia yakin pasti suaminya menahan hasrat


"Kak "lirih Sisil yang membuka matanya ketika melihat sang suami seperti anak kecil yang sedang menyusu.


Dekha masih saja memainkan buah dada Sisil dengan mulutnya


"Kak ih kau masih ngantuk nih "kesal Sisil


"Tidur aja sayang" ucap Dekha menatap Sisil

__ADS_1


"Bagaimana mau tidur kalau kakak gangguan Sisil terus "ucapnya


"Apa tidak mau mengganti panggilan untuk ku "ucap Dekha


"Hmm maksud nya" ucap Sisil


"Iya kita kan sudah menikah ya gak enak aja masih di panggil kakak" ucap Dekha


"Terus apa dong ucap Sisil


"Kamu yang pikirin apa" ucap Dekha


"Yaudah nanti,tapi sekarang kakak berhenti dulu udah 2 hari berturut-turut kakak menggempur ku tanpa ampun lihat lah untuk berjalan saja aku tidak bisa sungut Sisil "dengan bibir mengerucut


"Kamu candu sayang,lagi pula kamu menikmati nya" ucap Dekha


"Tapi biarkan aku tidur dulu badan ku remuk rasanya "ucap Sisil


"Gimana ya "Dekha menimbang-nimbang


"pliss "ucapnya


Dekha tersenyum lalu mencubit gemas pipi Sisil


"Tidur lah aku akan memesan makan untuk kita "ucap Dekha mengecup bibir Sisil sekilas


Sisil tersenyum dan menutup matanya benar saja selang beberapa menit ia pun tertidur pulas mungkin efek kurang tidur dan capek jadi membuat nya lebih mudah tidur,sedangkan Dekha ia memasuki kamar mandi membersihkan diri nya


Daren merengkuh pinggang Dasha lalu ia sedikit menundukkan wajahnya mengecup bibir sang istri Dasha pun merespon dengan segera mengalungkan tangannya pada leher suaminya setelah pasokan oksigen hampir habis mereka pun melepaskan pagutan mereka .


"pagi bi" ucap Dasha yang turun dengan mengandeng tangan suaminya


"Pagi non,den" ucap bi Nunu


"Pagi kak,tuan Daren "ucap Valen


"Hai va" ucap Dasha


"Ayo sarapan bareng "ucap Dasha pada bi Nunu dan juga Valen


BI Nunu memandang Daren seolah ingin meminta ijin.Daren pun mengangguk kepalanya


mereka semua duduk tenang dengan sedikit candaan momen seperti ini bisa mengalihkan ingatan Dasha pada sang mommy yang kini sudah 4 bulan lamanya meninggalkan mereka semua


"Hati-hati dijalan ya "ucap Bella mencium tangan suaminya


"Kamu juga hati-hati kalau gerak,jaga anak kita ucap Bima tersenyum ia mengecup kening Bella dan beranjak meninggalkan rumah mertuanya.


Bella dan Bima masih menempati rumah mertuanya bukan karena Bima tak mampu tetapi Bella masih ingin bersama orang tuanya dan Bima menyetujui itu tetapi dengan syarat setelah bayi mereka lahir mereka akan menempati rumah yang di beli oleh Bima.

__ADS_1


"Daa" Bella melambaikan tangannya sehingga mobil Bima tidak terlihat lagi di pekarangan rumahnya


"Mumpung gak ada mama dan papa ini kesempatan aku bisa pergi bersama Eko" ucapnya bahagia


"Kapan jadwal cek kandungan sayang? "tanya Daren


"Tiga hari lagi by"ucap Dasha mengelus perutnya


"Bagus deh kalau gitu berarti Dekha dan Sisil juga udah mulai masuk" ucap Daren


"Cuti mereka habis? "tanya Dasha


"Iya sayang walaupun mereka pengantin baru kalau waktunya kerja ya kerja" ucap Daren


Dasha hanya mengangguk kan kepalanya "Udah lama ya by aku gak kekantor" ucap Dasha


"Iya sayang" ucap Daren


Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai dan kini Daren sedang membukakan pintu untuk istrinya


"Silahkan tuan putri "ucap Daren


Dasha tersenyum melihat tingkah suaminya itu


"Terimakasih tuan" ucap Dasha tersenyum


"Jangan tersenyum seperti itu sayang,senyum mu itu bisa mengalihkan dunia" ucap Daren


Dasha tertawa mendengar ucapan suaminya itu


"Mana ada gitu by" ucap Dasha


"Rasanya aku ingin mengurung mu di kamar ,kamu sangat cantik semenjak hamil"ucap Daren



Pipi Dasha memerah mendengar ucapan Daren.


"Udah ah ayo masuk" ucap Dasha berjalan dulu dari pada Daren


"Tunggu sayang "seru Daren


mereka pun berjalan bergandengan tangan pasangan yang sangat serasi.


"Daren" seru seorang perempuan tak lupa senyumnya menghiasi wajahnya


bersambung


terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote..

__ADS_1


INI HARI SENIN LO VOTE KARYA INI SUPAYA BISA MASUK RANGKING DAN BISA CRAZY UP TIAP HARI 😊🤲


__ADS_2