Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
berangkat bersama


__ADS_3

"pagi ma ,pa "sapa Daren


"pagi boy" ucap Bram


"pagi ren" ucap mamanya yang sibuk mengoleskan selai pada roti


"mama dan papa kenapa pulang awal malam tadi "tanya Daren


"mama kamu capek katanya" jawab Bram sang papa


mendengar kata capek Daren langsung saja menanyai mamanya


"mama sakit" tanyanya


"enggak cuma malam tadi sedikit pusing mungkin kelelahan "ucap Dila


"enggak mau ke rumah sakit" ucap Daren khawatir


"ya ampun ren gak usah ni mama baik-baik aja sekarang ,nih makan roti kamu" ucap Dila meletakan roti dipiring Daren


"tumben ren jam segini Dekha belum jemput"ucap Bram setelah menyeruput kopi nya


"hmm hari ini Daren nyetir sendiri mau jemput Dasha "ucap nya


"bagus dong ingat loh ren hari pertunangan kamu udh dekat jadi kamu harus luangin waktu untuk menyiapkan semuanya "ucap sang mama


"ya ma soal baju Daren sudah mempersiapkan nya dan cincin malam itu sudah mama tunjukan dan Dasha sudah memilih kan " jawabnya


"yaudah syukur deh kalau bajunya udah siap ,hmm cincin yang dipilih Dasha desainnya bagus tetapi ia memilih tidak yang mahal ucap Dila


"Dasha orangnya memang gitu dia lebih menyukai bentukan bagus dari pada mahal "ucap Daren


"ren papa dengar kamu kerja sama dengan perusahaan Kusuma "ucap Bram


"iya pa " sahutnya


"kamu harus hati-hati Kusuma orang yang licik "ucap Bram menasihati anaknya


"ya pa Daren paham,yaudah Daren jalan dulu "ia menyalami papa dan mamanya


"hati-hati ya "ucap Dila


Daren beranjak dan segera memasuki mobilnya


"pagi bi "ucap Dasha setelah sampai pada meja makan disana telah tersaji nasi goreng seafood


"pagi non waduh non cantik kali" ucapnya


"ah bibi bisa aja "ucap Dasha


"benar atuh non" ucap bi Nunu


dasha tersenyum bik Valen udah berangkat ucapnya


"belum non masih dikamar bentar lagi kayaknya "ucap bi Nunu


"pagi kak "ucap Valen yang berjalan menuju mereka


"tuh baru aja disebut udah nongol "ucap bi Nunu Dasha tersenyum mendengar ucapan asisten rumah tangga nya


"kenapa bu" tanya Valen


"enggak, ni kotak makan kamu, sarapan mu ada di belakang sana dimakan dulu "ucap bi Nunu


"loh kok di simpen dibelakang bi biar Valen makan disini", jawab Dasha sebelum Valen menjawab


"gak enak non biar Valen makan di belakang aja " ucap bi Nunu


"gak papa bi temani sha Valen ambil makanan nya bawa sini temani kakak "ucapnya

__ADS_1


Valen memandang ibunya


dengan terpaksa bi Nunu menyetujui permintaan majikannya


"bi makan sini juga yuk" ucapnya


"gak usah non" tolak bi Nunu


"yaudah deh tapi bik bisa bantu sha gak" ucapnya


"iya non ada apa"


"tadi kan sha kekamar mommy jadi kayaknya mommy kecapean jadi tolong antarin sarapan ke kamar mommy ya bi "ucapnya


"siap atuh non" ucap bi Nunu segera kebelakang untuk menyiapkan makanan buat majikannya


"berangkat sama siapa' ucap Dasha disela-sela suapan nya


"angkot kak" ucapnya


"ih gak usah di antar pak mail aja ya "


"loh kakak gimana "ucapnya


"hari ini Daren jemput dan walaupun gak dijemput kakak kan masih punya mobil lain" ucapnya


"gak sudah deh kak gaya banget nanti macam orang kaya aja "ucap Valen lalu menyuapkan makanan kedalam mulut


"ih gak boleh ngomong gitu dan gak boleh nolak rejeki "ucap Dasha


"gak enak sama Nyonya sama kakak juga" ucapnya


"gak usah gak enak gitu ucap Dasha


"kamu tunggu sini "ucapnya lagi ia beranjak dari kursi makannya


"pak mail tolong antar Valen kesekolah sama jemputnya juga ya" ucap nya


"baik non" siap


Dasha masuk kembali kedalam rumah


"eh udah makan nya "ucap Dasha melihat piring Valen sudah kosong


"udah kak heheh takut telat" ucap nya


"pak mail udah nunggu berangkat gih "ucapnya


"pamit sama ibu dulu kak "ucap Valen


Valen segera mendatangi ibunya didapur untuk berpamitan setelah berpamitan sama ibunya kini ia berpamitan lagi sama Dasha


"kak Valen sekolah dulu" ucapnya meraih tangan Dasha


Dasha merasa tak enak walaupun ia di panggil kakak tapi umur mereka tidak terpaut jauh


"hati-hati belajar yang benarr jangan pacaran dulu "ucapnya


"siap tuan putri", ucapnya


Dasha terkekeh mendengar ucapan Valen


Valen pun berlari kecil untuk sampai di luar


Dasha kembali menikmati sarapannya seraya menunggu jemputan


tring tring


"hallo "

__ADS_1


"berangkat bareng" ucap Sisil


"maaf sil Daren jemput" soalnya


"yaudah kalau gitu gue duluan deh rencananya mau jemput sekalian kasih oleh-oleh dari mama gue "ucapnya


"yaudah nanti aja "ucap Dasha


"okeh deh gue matiin ya" ucap ya


"iya "balas Dasha


panggilan pun berakhir


tittt....suara klakson Dasha minum dan beranjak menuju luar


"pagi tuan putri" ucapnya


"pagi "balas Dasha tersenyum


"berangkat" tanyanya


Dasha tersenyum mengangguk..Daren pun membuka pintu untuk pujaan hati nya


ia menutup pintu mobil dengan pelan dia pun mengitari mobil memasuki kemudi


"kamu cantik" ucapnya setelah menjalan mobilnya


"hari ini doang nih "ucap Dasha


"engga bukan gitu,kamu itu setiap harinya cantik "ucap Daren


"gombal" ucapnya mencebik


"siapa yang gombal kamu cantik banget jadi takut deh kamu di ambil orang "ucap Daren


"kan ada singa mana bisa orang ambil "ucap Dasha


"eh kamu ngatain aku singa "ucap Daren


"iya tapi kalau didepan aku kucing" ucapnya tertawa


Daren mencubit gemas pipi dasha


"aww by sakit" ucap ya


"habis nya kamu gemes "ucap Daren


Dasha mengelus pipinya sebenarnya ia tersipu mendengar kata-kata Daren


pada saat di lampu merah Dasha melihat ke arah jendela terlihat Bella bergandengan dengan seorang laki-laki


"Bella?? pagi-pagi gini mau kemana dia,dan itu siapa pria itu " ada beberapa pertanyaan didalam benak Dasha


mobil Daren pun berjalan ketika lampu telah hijau Daren menatap Dasha sekilas


"kenapa sayang" ucap Daren memegang bahu Dasha


"ahh engga by "ucapnya


"siapa pria itu" batinnya


bersambung


jangan lupa like komen dan vote



Dasha minta dukungan nihhh hehehee

__ADS_1


__ADS_2