
tak terasa acara pun selesai kini banyak para tamu undangan sudah berpergian
"ayo pulang "ucap Bella
"kita pamit dulu sama Dasha dan Daren "ucap Bima
"hmm "jawab acuh Bella
mereka berjalan bak pasangan yang paling romantis Sisil yang melihat itu ingin memuntahkan makanan yang didalam Mulu
"selamat ya sha "ucap Bella seperti tak niat
"terimakasih"
"selamat Daren" ucap Bella dengan nada manja
Daren mengerutkan dahinya tanpa merespon
"bel" Tegur Bima
Bella mendelik Bima
"selamat ya sha semoga kamu dan Daren bahagia selalu dan maaf kalau dulu ak.."
"gak usah bahas yang lalu Bim aku udah lupain semuanya karena aku udah ada yang lebih baik "ucapnya memegang lengan Daren,sontak Daren tersenyum
Bima tersenyum masam mendengar penuturan Dasha "baik lah kami pamit pergi sekali lagi selamat "ucap Bima
mereka mengangguk
"ayo kita pulang" ucap Bima pada Bella
Bella segera mengandeng tangan Bima berjalan menuju pintu keluar
"sha gue pamit dulu ya" ucap Sisil tadi orang tuannya sudah duluan pulang karena ada hal penting
"cepat banget" ucap Dasha
"iya mama papa pasti udah nungguin ""ucapnya lagi
"yaudah kalau gitu " ucap Dasha
"pulang bareng saya "ucap Dekha
"ehhh.".Sisil menoleh pada Dekha
"engga deh kak aku pulang bareng mama papa aja "ucap Sisil
"kamu kan perginya bareng saya berarti pulangnya juga" ucap Dekha
"udah sil terima aja ucap Dasha mendorong Sisil "pada Dekha
"ih teman lucnut luu" tunjuk Sisil
"supaya jomblo nya kelar "ucap Dasha
Dekha yang mendengar penuturan Dasha berpikir "apakah dia jatuh cinta pada Sisil"
"yuk "ucap Dekha menarik tangan Sisil
"ihhh jangan tarik-tarik "seru sisil tapi tidak di hiraukan nya
"cieee" seru Dasha
"huss " tegur mommynya
"heheh habis seru mom ledekin Sisil." ucap Dasha
"mom sha mau kekamar dulu capek,mommy juga ya yuk "ucap nya
"kamu duluan aja sayang" ucap mommy
"mom ayolah nanti mommy kecapean Lo" ucapnya
"mommy mau ngomong dulu sama mama kamu jadi ,kamu duluan ya nanti nyusul kok ucap nya menyakinkan sang anak
"yaudah deh kalau gitu
"ren antar dasha kekamar" ucap Bram
"iya pa" ucap Dasha
"jangan curi kesempatan ya ucap mama Dila
sikit aja ma ucap Daren berlalu menarik tangan Dasha
"ya ampun anak ituuu", geram Dila
"biar aja ma Daren pasti tau batasan" ucap Bram
"yaudah kita bicara disana saja disini banyak orang membereskan sisa acara ini" ucap gena
__ADS_1
"dokter tidak bisa menjamin apapun "seru Dila
gena mengangguk tersenyum
Bram mengusap wajahnya
"kita keluar negeri gimana ",ide Dila
"engga bisa Dil dokter juga bilang waktu ku ngga banyak lagi" ucap gena
"dokter itu bukan tuhan gen kamu gak boleh dong nyerah gini ,kamu tega ninggalin Dasha" ucap Dila kesal
"aku harus gimana Dil penyakit ini , penyakit ini datang Dil" ucap gena meneteskan air mata
Dila sontak saja memeluk calon besan nya itu
gena melepaskan pelukannya pada Dila lalu berkata
"setelah aku pergi aku mohon jagakan anak ku Dil ,jangan buat di bersedih Dil mau kah kau berjanji akan hal itu" ucap gena
"hmm "angguk Dila menetes kan air mata
"apakah Dasha tau tentang hasil periksa mu kemarin" ucap Bram
"belum Dasha hanya tau waktu ada perubahan dan sekarang kondisi ku menurun,pantas saja kepala ku sering pusing" ucapnya
"Dasha pasti sangat sedih" ucap Bram
"susah banget sih buka nya" ucap Dasha
"mau di bantu gak "ucap Daren yang berdiri dari sofa
"tapi janji ya by kamu jangan macam-macam" ucap Dasha
Daren tertawa melihat kekasihnya ini waspada "cuma satu macam sayang "ucap Daren menggoda Dasha
"ihh mending kamu keluar aja deh by kalau kayak "gitu ucapnya
"ehh jangan dong ,yaudah sini aku bantu janji deh gak ngapa-ngapain" ucapnya
dasha pun mendekati Daren untuk meminta membantu membuka. resleting bajunya terpampang jelas punggu mulus Dasha siapa pun melihatnya pasti akan tergoda
"tahan ren tahan "batinnya
"sudah "ucap daren mengalihkan pandangannya
"makasih by "ucap tersenyum masuk ke kamar mandi
"sabar ya satu Minggu lagi" ucap nya mengelus adik kecilnya itu
"
"sekarang kamu balik kekamar saja jangan sampai Dasha khawatir" ucap Dila
"kalian menginap di hotel" juga ucap gena
"hemm" jawab Bram
"untuk malam ini ,besok pagi kita sarapan bersama" ucap Dila
gena pun berdiri menuju kamarnya
"mas, bentar lagi kita bertemu tetapi rasanya aku belum siap untuk meninggalkan putri kita "gumam gena yang duduk di tepi ranjang
"gak mampir nak "ucap mama Sisil
"gak usah ma udah malam" bukan Dekha yang menjawab tapi sisil
"sil gak boleh gitu "ucap mamanya
"benar Tante sudah malam lain kali saja saya mampir ucap" Dekha
"baiklah hati-hati" ucap Ajeng
Dekha menyalami Ajeng dan papa Sisil
"terimakasih ya sudah antar anak saya "ucap papa Sisil
"sama-sama om saya pamit" ucapnya meninggalkan rumah Sisil
setelah kepergian Dekha papa Sisil angkat bicara
"suka tu papa , cocok deh kayaknya sama kamu "ucap papanya
"ih papa apaan sih,udah ah Sisil mau kekamar "ucapnya
"merah pipinya ma "goda papa Sisil
"cie anak mama malu-malu" ucap Ajeng
""ih mama papa ah " Sisil pun segera meninggalkan ruang tamu
__ADS_1
sesampainya di kamar ia menggerutu
"apaan si orang tua gue ,lagian nih pipi ngapain merah-merah "kesalnya
"mending gue bersih-bersih habis itu tidur dan untung nya besok weekend" serunya bahagia dan segera masuk kamar mandi
"by kamu kok masih disini "ucap Dasha setelah bersih dan memakai piyama tidur
"nungguin kamu "ucap Daren
"kenapa "tanya Dasha
"sini", tepuk Daren pada sofa di sebelahnya
Dasha pun mendekat pada Daren
"Minggu depan kita halal nih..."
"apaan by jangan macam-macam" tegas dasha
"ya ampun sayang kamu ini gimana sih aku tu mau cerita bukannya mau ngapa-ngapain..ucap Daren
"kirain" ucap Dasha
"sayang "panggil nya memegang tangan Dasha mereka menatap mata satu sama lain
"hmm jawab Dasha
"aku itu punya mantan kekasih ,mantan kekasih yang menancapkan segala kesedihan dan kekecewaan "
"waktu itu...."
flashback off
"gak sabar ketemu sama Jesi lagi "ucap Daren yang masih di dalam apartemen nya
ia baru saja datang dari luar negeri tetapi tidak memberi tahu pada sang kekasih karena ingin memberikan kejutan,ia mengendarai mobilnya menuju apartemen sang kekasih
ia berniat untuk mengagetkan kekasih nya tetapi malah dia yang kaget dan mendapatkan kejutan yang luar biasa
ia masuk ke apartemen kekasihnya tentu saja ia bisa masuk karena tahu apa kata sandi apartemen Jesi karena apartemen itu adalah hadiah ulang tahun yang ia kasih untuk Jesi ia mengendap pelan sesampai di ruangan tengah tidak ada orang saat ia ingin membuka pintu kamar terdengar ******* di dalam kamar itu dia kaget dan sedikit-sedikit ia membuka pintu kamar itu terlihat baju berserakan dan kedua orang instan di atas ranjang tanpa sehelai benang pun Daren kaget bukan main kekasihnya yang ia cintai yang ia banggakan telah menghianatinya dengan teman bisnisnya sendiri
"Jessi "teriaknya
mereka berdua memandang Daren kaget tetapi nafsu yang sedang menjalar pada tubuh mereka sudah sangat ingin dilepaskan sang pria mempercepat gerakannya sehingga keluarlah kenikmatan dan yang melihat kejadian itu segera melayangkan bogem mentahnya pada sang pria
Jessie cepat-cepat menggulung dirinya dengan selimut menutup pintunya
"Daren kapan kamu datang kenapa nggak kabarin aku "
"dasar ****** kamu sudah berbuat seperti ini masih saja ingin menanyaiku seperti itu kamu sama saja sama ****** yang di luar sana dasar perempuan murahan boleh saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi"bentak Daren
"dan kamu bajingan aku telah salah menilai mu "ucapnya memukul pria itu sehingga tersungkur
daren meninggalkan mereka berdua Jessi ingin mengejar Daren tetapi pria itu terdahulu menahannya ia mengangkat tubuh Jessi dan mereka kembali melakukan pergulatan panas lagi
daren yang belum keluar dari apartemen Jessi tersenyum sinis mendengar suara laknat yang keluar dari mulut Jessi Daren pun segera meninggalkan apartemen Jessi
flashback off
"jadi sekarang dimana dia" ucap Dasha ia memeluk Daren ,ia sangat tau sakitnya di khianati
"ia kembali ke luar negeri ikut bersama kekasihnya itu tetapi baru-baru ini aku menerima laporan bahwa Jesi sudah tidak bersama Anton sekarang ia ingin kembali kesini" ucap Daren
dasha menarik nafas dalam-dalam lalu berkata
"apakah kamu akan kembali" ucapnya bergetar
"no sayang "ucap Daren dengan cepat
"aku hanya ingin kamu jangan mengkhianati ku seperti Jessi dan nanti pun ia kembali aku Takan kembali padanya lagi aku harap tidak ada gangguan apapun terhadap hubungan kita,aku hanya ingin jujur sebelum kita menikah" ucap daren lagi
"baiklah aku pun begitu meminta jangan sedikit pun mengkhianati ku apabila kamu tak cinta lagi tolong bicara baik-baik dengan ku dan lepaskan perlahan" ucapnya
Daren memeluk dasha dengan erat
"sampai kapan pun cinta ku untu kamu baby "ucapnya mencium pucuk kepala Dasha
Daren melepaskan pelukannya dan berkata
"sekarang istirahat lah aku akan kembali kekamar ku" ucapnya
Dasha mengangguk..Daren mengecup bibir Dasha sekilas dan beranjak meninggalkan kamar Dasha...
ke esok harinya
bersambung
terimakasih yang sudah vote..terus dukung ya follow akun author jangan lupa bintang limanya ..
dukung terus supaya banyak reader yang ikut membaca
__ADS_1