
Ting terdengar suara oven ya pertanda kue sudah matang
"hati-hati sayang "ucap Dila yang melihat Dasha mengeluarkan kue dari oven
"wah wangi banget" ucap Dila
"tunggu ademin bentar ma biar enak potongnya "ucap Dasha
"kamu pandai masak pandai bikin kue duhh menantu idaman" ucap Dila bangga
"kan di bantu mama juga" Dasha tersenyum
"Daren gimana" ucap Dila
"udah dijalan deh kayaknya ma "ucap Dasha
"gimana udah jadi "ucap Bram yang tiba di dapur
"papa 'ucap mereka berbarengan
"wanginya sampai keluar tau" ucap Bram tertawa
"udah ni kita bawa ke depan aja ya sha" ucap Dila
"iya ma...'"
"selamat datang sweety "ucap Eko
Bella langsung saja menerjang sang kekasih mereka menyatukan lidah mereka bertukar lidah dan ludah...mereka pun memasuki kamar dan mengulangi perbuatan bejat yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan
"biarkan malam ini aku menginap" ucap Bella yang masih berbaring di dada bidang Eko
"orang tua mu akan mencari" ucap Eko
"biarkan saja nanti aku akan menghubungi mereka "ucap Bella
"biarkan aku tidur dan terus peluk aku""
"baiklah sweety"Eko pun memeluk erat Bella..ya walaupun Bella hanya mengganggap nya sebagai partner ranjang tetapi Eko benar-benar mencintai Bella
"pa itu untuk ku,lihat kue nya tinggal dikit Daren kan baru datang" gerutu Daren yang hanya kebagian sedikit karena sang papa banyak menghabiskan kue buatan Dasha dan Dila
"kamu bisa minta buatkan lagi sama Dasha " ucap Bram segera memasukkan kue kedalam mulutnya
"sayang manja" Daren pada Dasha
"kita akan membuatnya lagi "ucap Dasha tersenyum
"terimakasih" ucap Daren
ia beralih memandang papanya
"lihat saja tidak akan kukasih lagi "kesalnya
"kalian ini apa-apaan sih cuma karena kue" kesal Dila yang melihat suami dan anaknya seperti tom & jeri
"papa yang duluan" ucap Daren
"kamu "ucap Bram..
"udah mending kita pulang pa,lihat Dasha pusing melihat kalian berdua ini "ucap Dila
__ADS_1
sontak Bram dan Daren memandang Dasha yang tersenyum tipis
"tidak menginap ma "ucap Dasha
"tidak sha lain kali saja" ucap nya
"baiklah hati-hati pa,ma "ucap ya menyalami kedua mertuanya begitu juga Daren menyalami kedua orang tuanya
ke esoknya
"jadi kamu terima tawaran Tante gina "ucap Daren
ya Dasha menceritakan tentang penawaran sang Tante terhadap nya
"menurut mu gimana by?"tanyanya
"tergantung kamu sayang,kalau kamu engga cape ya gak papa tapi kalau hanya buat kamu cape ya jangan" ucap Daren
"tapi aku ingin "ucapnya
"kamu tanya dulu sama karyawan sana" ucap Daren
"tapi ingat harus jaga kesehatan jangan lelah "ucapnya
"baik tuan suami "ucap Dasha tersenyum
.Daren mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Dasha sekilas
"kamu sedang menyetir by "ucap Dasha
"sedikit sayang" ucap tertawa
".ya kaya gini" ucap Dasha yang tidak tau arah pembicaraan suaminya
"apa mau mencoba "ucap Daren tersenyum genit
"mencoba apa "tanya Dasha tanya dasha memandang Daren penuh curiga
"mencoba goyangan,mencari sensasi berbeda sayang " ucap Daren santai
"astaga "ucap Dasha yang baru sadar pembicaraan suaminya
"ini jalanan by bahaya ih ,kan tadi malam juga sudah apa gak puas" ucap Dasha
"tidak akan sayang karena kamu candu "ucap nya menyentuh dagu Dasha
"gimana mau "ucap Daren
"apaan sih by" ucap Dasha
"sebentar aja sayang "ucapnya memelas
"bagaimana "tanya Dasha
"kamu tinggal naik ke Pakuan ku" ucap nya
"baiklah "ucap Dasha
saat ini Dasha menggunakan rok mini jadi memudahkan melakukan di dalam mobil
Dasha pun mulai menaiki suaminya dan Daren memperlambat jalan mobilnya
__ADS_1
"akhhh..."desah Daren dan Dasha bersama
"bergerak lah sayang "ucap daren
Dasha pun bergerak dengan pelan ,mobil mewah itu pun ikut bergoyang ulah tuan mereka
"ini nikmat sayang "ucap Daren
"ah by" desah Dasha..
Daren menepikan mobilnya
dia memegang pinggul Dasha menurun naikan sesuai ritme tak lama kemudian mereka pun mendapat kan pelepasan bersamaan
dengan cepat Dasha berpindah dan membaguskan pakaian nya yang berantakan.. terlihat tissue berserakan didalam mobil
"begitu nikmat kamu sayang" ucap Daren mengecup bibir Dasha
"by ayo jalan "ucap Dasha cepat mengalihkan pembicaraan karena ia sangat malu mungkin baru-baru untuk dirinya
"baiklah tuan putri "ucap Daren
"mbak Nina" ucap Dasha ...
"non Dasha "ucapnya
"gimana toko "ucap Dasha
"ramai non dan banyak juga yang ngucapin Bela sungkawa" ucap Nina
Dasha tersenyum tentu akan banyak orang yang berbela sungkawa karena baginya sang mommy orang yang sangat baik
"mbak tolong sampai pada seluruh karyawan 30 menit lagi kumpul diruangan saya ada hal yang ingin saya sampaikan "ucap nya
"baiklah nona "ucap Nina
"apakah toko ini akan tutup" setelah mendengar penjelasan dari Nina banyak karyawan mengira toko akan tutup
"kalau tutup bagaimana,aku masih sangat membutuhkan perkejaan disini"
"kamu benar disini sangat enak berkerja sama seperti keluar "ucap salah satu karyawan
"ya karena itu ajaran dari almarhum nyonya gena bukan "ucap mereka
"semoga nyonya gena mendapatkan tempat sisi" Allah ucapnya
"amiin "ucap mereka bersama
banyak dari mereka tidak menyangka bawah atasan nya memiliki penyakit yang mematikan terlihat dirinya yang begitu semangat dan terlihat tak lelah disaat meninjau toko membuat karyawan begitu kaget ketika mendengar informasi tentang atasan..
"mandi bareng..."ucap Daren
"hanya mandi ya by "ucapnya
heheh baik lah ucap Daren terkekeh
ya mereka membersihkan diri pada ruangan almarhum gena karena aktivitas mereka di mobil membuat tubuh mereka lengket ..
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote supaya author semangat untuk update
__ADS_1