Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
menjelang pertunangan


__ADS_3

tak terasa Dasha dan Daren sudah pulang ke kota mereka saat ini mereka disibukkan dengan acara pertunangan nya



Dasha sangat suka nuansa white baginya itu terlihat mewah


"disebelah sana dikasih meja juga" ucap gena bersemangat mempersiapkan hari pertunangan anaknya


"mom jangan terlalu capek ingat itu ucap Dasha


"iya kak benar apa yang dikatakan Dasha" ucap gina ..gina sudah tau penyakit kakaknya ia menangis sedih sebagai adik ia tidak tau penyakit sang kakak


"kalian tenang saja aku sudah sehat "ucapnya ya walaupun terkadang kepalanya berdenyut tetapi tetap saja ia membantu untuk mempersiapkan acara untuk sang putri


"fitting baju sudah "tanya gina


"sudah Tante bajunya sudah dikamar hotel "malam ini mereka akan menginap di hotel tempat diselenggarakannya acaranya


"sayang ""seru Daren membawa beberapa paperbag


"haii" ucap Dasha


"Tante", sapa Daren menyalami gena dan gina


"ini "ucap Daren memberikan paperbag


"apa "tanya dasha


"dari Mama katanya baju untuk tante gina sama untuk Tante gina dan baju yang lain juga kamu lihat aja " ucap Daren


mamanya mana ucap Dasha


"tuuu "tunjuk Daren kepada sang mama yang berjalan menuju mereka


"ma" sapa Dasha mencium tangan Dila


"pa "sapanya juga Bram mengelus rambut Dasha


"ma ini" tunjuknya pada paperbag


Dila tersenyum


"ini baju sengaja mama pesan supaya keluarga kita modelnya sama gitu untuk suami gina juga ada,untuk Bella juga ada ucapnya


gina mendengar itu langsung angkat bicara


"tapi maaf Dil kayaknya Bella udah ada baju soalnya dia samaan sama Bima" ucap gina tak enak .emang iya waktu itu Bella juga sangat sibuk untuk mempersiapkan baju apa yang harus ia pakai


"yaudah gak papa simpan aja gin " ucap Dila tersenyum


"makasih ma udah repot-repot ucap" Dasha menggenggam tangan Dila


"engga repot sayang" ucap Dila


"gimana suka dengan konsep ini" ucap Bram


"iya pa kelihatan mewah" ucapnya


"bagus kalau kamu suka" ucap Bram


"makasih ya pa udah sewain WO yang bagus kayak gini "ucap Dasha

__ADS_1


"gak boleh terimakasih gitu ini untuk hari kebahagiaan kamu dan Daren jadi apapun papa lakuin" ucap Bram .. Dasha memeluk calon mertua nya itu tiba-tiba ia menangis.


"kok sedih" ucap Bram


"ke ingat almarhum papa aja" ucapnya tersenyum tipis seraya menghapus air matanya


semua orang terdiam mendengar penuturan Dasha


Bram kembali memeluk Dasha mengelus rambut Dasha


"papa kamu pasti seneng deh lihat kamu bahagia gini ucapnya


dasha tersenyum mendengar ucapan calon mertua nya itu


"pa udah dong meluknya "ucap Daren


"kenapa" ucap Bram


"lelaki yang boleh peluk Dasha hanya Daren "ucapnya lagi


"ya ampun "ucap Dila memukul dahinya pelan anaknya ini benar-benar ya bisanya seposesif begitu.


gena dan gina hanya tersenyum melihat tingkah Daren


"ohh ya gin Satrio dimana" ucap Bram


"masih di kantor mas "ucap gina


"gara-gara Dasha tunangan gue jadi sibuk "gumamnya sambil membuka-buka berkas


"tapi syukur deh akhirnya Dasha bahagia juga "ucapnya lagi


ia mengambil laptop memindahkan beberapa berkas pada email,sambil mengetik mulutnya sambil berbicara komat kamit


"gue jangan kan dapat yang kaya,yang mau sama gue aja kagak ada padahal gue gak jelek cantik majalah walaupun cantikan Dasha ,tapi ni semoga aja pak Daren bisa bahagian Dasha "ucapnya


"Tek...".ia menekan tombol enter dengan kuat


"rusak itu laptop" seru seseorang


"eh"Sisil sontak mendongak kedepan Sisil kaget "kapan orang ini masuk kedalam ruangan nya jangan ia mendengar semua yang gue ucapkan tadi" batinnya


"eh pak Dekha ada apa "ucapnya cengengesan


"saya cuma mau bilang nanti pulang bareng saya "ucapnya


"tapi saya bawa mobil"


'tinggal disini saja gak bakal hilang kok "ucapnya


"yaudah deh "pasrah Sisil


"tadi kenapa kamu ngedumel sendiri "ucap Dekha


"ha,,,,siapa yang ngedumel" elak sisil


lagian bapak kenapa masuk keruangan saya gak ketuk-ketuk pintu dulu tanya nya


"disini saya atasan jadi kalau saya mau masuk gak ketuk pintu gak masalah "ucapnya


"bener juga" batin Sisil

__ADS_1


yaudah sekarang bapak kembali keruangan bapak aja deh" ucapnya kesal


"kamu ngusir saya "tanya Dekha kesal


Sisil menarik nafas lalu menghembuskan lagi


"bukan begitu pak bapak kan gak ada lagi tu yang ingin disampaikan dan saya juga sibuk jadi mending bapak balik keruangan" ucapnya pelan


"iya saya juga mau pergi gak perlu kamu usir "ucapnya keluar dari ruangan Sisil


"itu kenapa si dia marah-marah Mulu deh tadi ngomong-ngomong sama Didi dimarah sekarang ......ehhh pusing mending gue cepat beresin ni kerja "ucapnya lagi


"Bima kamu kok sekarang udah gak sering sentuh aku lagi "ucap Bella


"bel aku maunya nanti kita sudah menikah lagi"


"tapi aku ingin Bim" ucapnya


"bel .".ucap Bima memandang Bella dengan memegang wajah Bella


ia mengecup bibir Bella tetapi tidak lama ia lalu melepaskan lagi pagutannya


"dengar tidak lama lagi kita akan menikah jadi kamu yang sabar" ucapnya lembut


Bella yang tidak terima sontak langsung berdiri


"yaudah aku pulang dulu besok jemput aku untuk ke acar pertunangan dasha "ucapnya


Bima yang mendengar nama Dasha memejamkan matanya


Bella keluar dari apartemen Bima dan membanting pintu dengan kuat membuat Bima tersadar


ia kembali duduk di sofa ,ia merenungi kesalahan yang diperbuat pada Dasha dalam lubuk hatinya ingin sekali kembali bersama Dasha tetapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur


Bima pun bertekad memperbaiki diri dan menjaga Bella walaupun sudah terlambat


"kamu dimana "ucap Bella


"hey sayang kenapa suara mu seperti sedang kesal "ucap Eko di seberang telepon


"kamu dimana ulang "Bella


"aku ada di apartemen baru pulang dari kantor "ucapnya


"aku ingin kamu" ucap Bella


"kemari lah sayang" ucap Eko


Bella sontak tersenyum ia mematikan Telpon dan segera melajukan mobilnya menuju apartemen Eko


"jangan salahkan aku Bima mencari kepuasan dilain karena kamu tidak ingin memuaskan ku" gumam Bella


benar-benar gila Bima ingin menjaga ya tetapi dia sendiri yang ingin merusak


"sebenarnya kita mau kemana si kak "ucap Sisil ia memanggil kakak karena sudah di luar jam kantor terkadang walaupun didalam kantor kalau hanya berdua Dekha memintanya memanggil dengan sebutan kakak


"butik "jawab Dekha singkat


"ngapain "ucap Sisil


"udah kamu diam aja" ucap nya

__ADS_1


bersambung


terimakasih yang sudah baca like komen dan vote..terus dukung dengan klik bintang lima dan juga hadiahnya


__ADS_2