Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
makan malam


__ADS_3

Dekha membukakan pintu mobil untuk Daren,lalu ia memutari mobil ingin juga membukakan pintu mobil untuk Dasha tetapi sang gadis sudah dahulu membuka pintu tersebut


"sha seharusnya biar saya aja yang buka"ucap Dekha


"tidak apa kak cuma buka pintu doang gak berat"jawab Dasha


Daren yang sudah disamping Dasha melirik interaksi mereka dua merasa jengah tetapi dia tetap stay dengan wajah datar nya.


"sudah bicaranya"tanya Daren


"sekarang masuk papa dan mama saya pasti sudah menunggu,ingat yang saya bicarakan tadi di mobil"lanjut Daren


"iya iya bawel banget "celetuk Dasha


"sini"ucap Daren menunjukkan telapak tangannya


Dasha yang melihat itu berkata


"Apa" dengan wajah bingung nya


Daren menghela nafas"apa gak salah aku bawa dia"batin Daren


"tangan kamu itu,kita harus kelihatan mesra didepan orang tua saya"ucapnya menahan kesal


"ohh bilang dong dari tadi"ucap Dasha menerima tangan Daren dan menggandeng nya


"dasar kamu aja lemot"ucap Daren seraya menarik


Dasha mendengar itu hanya mendelik Daren dan mengikuti langkah pria tersebut


sedangkan Dekha kembali masuk kedalam mobil karena ia hanya di tugaskan untuk menjemput Dasha..


sekarang Daren dan Dasha sudah berada di teras mansion saat mereka masuk terlihat orang tua Daren mengobrol diruang tamu


"pa,ma"panggil Daren


orang tua Daren mengalihkan pandangan mereka pada pusat suara


mama Dila bangkit dari duduknya mendekati sang anak yang menggandeng seorang gadis cantik


"kamu sudah datang nak ayo masuk bawa calon mantu Mama ke dalam jangan berdiri terus kan capek "ujar Mama Dila


Dasha yang mendengar dirinya disebut calon mantu hanya tersenyum kikuk


"ayo nak masuk "ucap Mama Dila menggandeng tangan dasha


Mama Dila tersenyum bahagia dan berkata


" kamu sangat cantik nak "


Dasha hanya tersenyum karena ia bingung mau bicara apa


sedangkan Daren dan juga Papa Bram berjalan menyusul Mama Dila dan dasha yang sudah menuju meja makan


"cantik"puji papa bram menepuk pundak Daren


Daren hanya tersenyum tipis menanggapi yang dikatakan papanya


mereka berempat sudah duduk tenang di meja makan


mama Dila berkata


"ayo sayang kamu mau makan apa biar mama yang ambilkan"

__ADS_1


"hmm tidak usah Tante biar sha aja yang ambil sendiri" tolak Dasha halus


"ets kamu harus panggil mama karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantu rumah ini"ucap mama tersenyum


dasha tersenyum lalu beralih memandang daren yang duduk di sebelahnya


Daren yang paham akan yang dimaksud dasha lalu berkata pada mamanya


"sudah ma sekarang kita makan dulu nanti baru ngobrolnya"


"benar apa yang dikatakan Daren ma" sambung Papa Bram


"ah iya ya sudah mari makan sayang ayo makan jangan malu-malu anggap saja rumah sendiri ya ucap mama Dila pada Dasha


Dasha hanya tersenyum mereka semua makan dengan khidmat nya tanpa ada suara cuma terdengar dentingan sendok


tapi beberapa saat kemudian Mama Dila membuka suara


" oh ya nak Mama belum tahu nama kamu Daren belum kasih tahu siapa nama kamu"


" nama saya dasha tante dipanggil sha"ucap Dasha


"hmm begitu nama yang cantik seperti orangnya "puji Mama Dila


"terima kasih Tante atas pujiannya"ucap Dasha tersenyum


"sha sudah mama bilang panggil mama dan ini papa oke oke"ucap mama dila


" i iya mah panggil Dasha canggung


"nah gitu "ucap mama Dila tersenyum


sedangkan Daren dan papa Bram hanya menyimak


setelah beberapa saat kemudian mereka telah menyelesaikan acara makannya dan pada saat ini mereka duduk di ruang keluarga


"silah kan diminum nyonya tuan,tuan muda nona "ucap bi Ainun menunduk


"makasih bi ucap mama Dila


bi Ainun mengangguk dan berlalu pergi


"ayo sayang diminum "ucap mama Dila


Dasha tersenyum dan mengambil cangkir berisikan teh hangat


"jadi kapan melangsungkan pernikahan son"ucap papa Bram


pertanyaan dari papa Bram sontak membuat Dasha yang meminum langsung tersedak


uhuk uhuk


Dasha meletakan cangkir yang ia pegang


Daren yang melihat itu mendekati Dasha lalu berkata


"pelan-pelan sayang minum nya" ucap Daren sambil mengelus punggung Dasha


Dasha memejamkan mata nya menikmati Elisa. tangan Daren


"sudah baikan" ucap Daren lembut


Dasha membuka matanya menatap Daren sekilas lalu berkata

__ADS_1


"iya sha baik-baik aja"ucapnya gugup.. jangan tanya lagi detak jantung Dasha seperti apa karena jarak ia dan Daren sangat lah dekat sehingga napas Daren menerpa wajah Dasha


Dasha menggeser duduknya ia tau sha sedikit tidak nyaman dengan jarak mereka


papa mama Daren berpandangan lalu tersenyum melihat interaksi anaknya pada sha


"gimana son pertanyaan papa Tadi"


Daren menggenggam tangan Dasha lalu berkata


"pa ma kami baru mengenal 1 bulan berikan waktu untuk kami saling mengenal lagi,iya kan sayang" ucap Daren menatap Dasha


Dasha yang merasakan tangannya digenggam erat berkata


"iya pa" jawab Dasha mengingat ucapan mama Dila yang menyuruh nya memanggil sebutan papa dan mama


papa Bram yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya


"baiklah kami beri kalian waktu 2 bulan untuk lebih mengenal setelah itu kalian harus bertunangan,karena mama gak mau ada yang mengambil menantu cantik mama ini "ucap mama Dila yang berjalan ke arah Dasha lalu memegang dagu Dasha


lagi-lagi Dasha hanya bisa tersenyum tidak tau mau bicara apa


sedangkan Daren mendengar ucapan mamanya hanya menghela nafas lalu membatin


"terjebak permainan sendiri"ia memijit pelipisnya


"yaudah ma Daren mau antar Dasha pulang dulu gak enak sama orang rumahnya ini juga udah pukul 9 malam" ucap Daren menyudahi percakapan


Daren berdiri lalu berkata


" ayo sayang aku antar pulang" ucapnya formal


Dasha mama Dila dan papa Bram juga berdiri


"yaudah kamu hati-hati bawa menantu mama ini "ucap mama Dila pada Daren


Dasha menyalami mama Dila dan papa Bram


"ma sha pulang dulu,pa sha pulang dulu,terima kasih jamuan makan malam nya"ucap sha tersenyum


"sama-sama sayang, sering-sering main kesini ya"ucap mama Dila mengelus pucuk kepala Dasha


Dasha mengangguk tersenyum.


"pa Daren pergi dulu" ucap Daren.


"hati-hati son "ucap papa Bram


Daren mengangguk mengiyakan papa nya


Dasha dan Daren keluar dari mansion mewah itu dengan bergandengan tangan


mama Dila yang melihat itu mendekati suaminya dan memeluknya dan berkata


"semoga Daren bahagia ya pa" ucapnya


"iya ma ucap papa Bram lalu berbisik ayo kekamar satu Ron** aja" ucap papa Bram mengedipkan matanya


mama Dila mendengar itu memukul dada bidang suaminya lalu berkata


"aduh sakit ma"ucap papa Bram bohong


"papa mesum banget ih"ucap mama dila

__ADS_1


"tapi mama suka kan "ucap papa Bram menggoda istrinya


lalu mereka tertawa bersama


__ADS_2