
Hari ini adalah jadwal untuk pelatihan memanah bagi Carla dan Pangeran Harris. Mereka sedang melakukan pemanasan dan latihan sebelum dimulai pelatihannya.
Pelatihan memanah ini hanya di adakan di istana Rumpelstiltskin, tentu hanya Pangeran Harris dan Carla.
"Apa lukamu sudah sembuh?" Pangeran Harris
"Seperti yang kau lihat, aku sudah bisa memegang busur panah. Dan lagipula luka itu hanya goresan saja. Tak melukai bagian dalam tanganku, kenapa kau khawatir?" Carla melepas anak panahnya dengan baik dan menancap di bulls eye.
"Tentu saja jika berurusan dengan adikku aku khawatir" Pangeran Harris melepaskan anak panahnya dan tepat menancap di angka 9.
"Huu… sejak kapan kau jadi sepeduli ini padaku?" Carla mencolek Pangeran Harris
"Sejak kau lahir, kau saja yang tidak menyadarinya Putri Carla" Pangeran Harris
"Terima kasih Pangeran Harris" ucap Carla dan melakukan hormat dengan baik bermaksud menggoda Harris
"Salam pangeran… putri. Kita bertemu lagi di pelatihan memanah" pak Eberd
"Selamat pagi pak Eberd" ucap Carla dan Pangeran Harris bersamaan.
"Baiklah, kita bisa mulai pelatihan memanah hari ini. Siapkan busur kalian" pak Eberd.
...- - - - -...
Carla duduk di lapangan setelah pelatihan memanah selesai. Dia merasa kepanasan dan kegerahan tapi dia lelah untuk berjalan dan meneduh.
"Kau lelah?" Pangeran Harris
"Bisa ambilkan aku makanan dan minuman pangeran? Tolonglah..." Carla
"Kenapa harus aku?" Pangeran Harris memanggil pelayan istana lalu dia segera pergi setelah pelayan istana itu paham tugasnya.
"Ahh benar! Aku lupa ada mereka" Carla
Lalu tak lama kemudian pelayan tersebut datang dengan trolly yang berisikan makanan, minuman dan buah.
"Wahh… aku lapar" Carla mengambil buah pir dan memakannya.
"Hm? Bukankah kau sudah makan banyak tadi? Saat di meja makan aku melihat kau cukup makan banyak dari ketentuan" Pangeran Harris
"Yaa.. karena menjadi seorang putri butuh tenaga kan?" Carla
"Pangeran juga seperti itu, tapi kenapa makan mu seperti kuli pembangunan istana?" Pangeran Harris
"Kau mengejekku pangeran?" Carla menatap tajam mata Harris
"Aku tidak mengejek, hanya mengatakan yang sebenarnya dari apa yang aku lihat" Pangeran Harris tersenyum.
"Terserah lah…" Carla
Carla menggigit buahnya kembali dan mengunyahnya sambil melihat ke arah jalanan kerajaan yang telah dilalui oleh kereta kencana dan kuda. Tentu saja itu dari kerajaan Yellow Crysan.
"Hari ini adalah pelatihan Crown Princess bukan?" Pangeran Harris
"Iya, dan aku tidak akan ikut" Carla
"Kenapa?" Pangeran Harris
"Aku bukan seorang putri kerajaan" Carla
"Jangan berbohong Putri Carla" Pangeran Harris
"Apa aku terlihat berbohong? Aku sungguhan" Carla
"Siapa yang tidak ikut acara Crown Princess?"
Pangeran Aiden dan Carla menoleh pada suara tersebut dan memberikan hormat langsung pada Ratu Ellena.
"Salam Ratu Ellena" ucap Pangeran Harris dan Carla bersamaan.
__ADS_1
"Salam... Kalau kau sudah selesai latihan memanah silahkan mandi dan berganti baju putri. Putri dari semua kerajaan sudah menunggu" Ratu Ellena
"Ratu, bolehkah aku tidak mengikuti acara itu?" Carla
"Kau ingin tidak ikut?" Ratu Ellena dan Carla mengangguk
"Sebagai gantinya, kau akan mengikuti pelatihan perang selama 2 hari. Aku harap kau tidak lupa Putri Carla?" ratu tersenyum dengan elegan
"Baiklah... Aku akan bersiap siap" Carla berjalan mendahului Pangeran Harris dan Ratu Ellena.
"Ratu... Aku ingin membicarakan sesuatu padamu" Pangeran Harris
"Apa itu pangeran?" Ratu Ellena
"Beberapa hari lalu, aku mendatangi Putri Carla untuk mengajaknya sarapan. Ternyata dia ada di perpustakaan dan aku sempat mendengar dari luar kalau mereka membicarakan tentang dunia Digital. Aku berpikir kalau Putri Carla penasaran akan dunia Digital, dan ada niatan untuk memasuki dunia tersebut" Pangeran Harris
"Putri Carla melakukan itu?" Ratu Ellena
"Iya ratu, aku berbicara dengan pak Ian untuk tidak memberikan buku itu lagi pada Putri Carla" Pangeran Harris
"Putri Carla bukan orang yang akan menyerah jika keinginannya tidak terlaksana. Aku akan membicarakan ini dengan raja, terima kasih Pangeran Harris" Ratu Ellena
"Sama-sama ibu ratu" Pangeran Harris
...-----...
>> At, Istana Flower Dainty <<
Istana ini khusus untuk para putri kerajaan. Jadi, untuk pelatihan crown princess yang diadakan disini dan event lainnya yang khusus untuk para putri kerajaan.
"Selamat malam semuanya" ucap Ratu Valencia
"Selamat malam Ratu Valencia" ucap semua putri
Perlu diketahui Ratu Valencia itu dari kerajaan Catasthrope. Dia adalah ibu dari Putri Abella dan Putri Ivy.
"Hari ini aku akan memberikan kalian pelajaran tentang permasalahan dan aku ingin melihat bagaimana cara kalian menyelesaikan masalah itu jika kalian sebagai ratu. Nama yang aku panggil silahkan maju ke depan dan berdiri di mimbar ini" Ratu Valencia
Putri Aura maju ke depan, dan berdiri di mimbar dengan wajah tersenyum.
"Aku akan memulainya, kau siap?" Ratu Valencia
"Siap ibu ratu" Putri Aura
"Pertanyannya, wabah virus mematikan akan terjadi di kerajaanmu. Belum ada penawar untuk menyembuhkan rakyatmu, sedangkan makanan pokok dan pangan lainnya untuk rakyat bertahan hidup telah mengalami krisis. Apa yang akan kau lakukan Putri Aura?" Ratu Valencia
Disisi lain, Carla sedang duduk bersama dengan Putri Serena.
"Wah... Dia cantik yah, aku baru melihatnya" ucap Carla
"Kabarnya kerajaannya baru masuk ke dalam kelompok kita Putri Carla. Karena kerajaan mereka memenangkan perang melawan kerajaan Sadh di Utara" Putri Serena
"Wah begitu, mungkin akan ada perkenalan untuk dirinya. Apa dia anak tunggal putri?" Carla
"Tidak! Kau lihat yang duduk bersama dengan Putri Ivy? Itu adalah adiknya Putri Aura" Putri Serena
"Tak kalah cantik dari kakaknya, keren sekali" Carla
"Oh iya, untuk informasi mu. Putri Aura adalah salah satu putri yang pernah menyatakan cinta pada Pangeran Aiden. Sedangkan, adiknya pernah menyatakan cintanya pada Pangeran Sean." jelas Putri Serena
"Pangeran Sean? Kakakmu sendiri? Kau yakin?" Carla
"Iya, saat itu dia menuliskan surat cerita dan tidak sengaja aku membacanya sebelum Pangeran Sean menerima itu" Putri Serena
"Wah dia berani sekali... Patut diapresiasi keberaniannya" Carla
"Kau tidak ingin melakukan itu juga Putri Carla?" Putri Serena
"Aku? Melakukannya? Pada siapa Putri Serena?" Carla terkekeh kecil
__ADS_1
"Untuk Pangeran Aiden tentunya" Putri Serena
"Ku rasa tidak" Carla langsung kembali fokus ke pembelajaran crown princess dan Putri Serena terkekeh disampingnya yang berhasil menggoda Carla.
"Baiklah, setelah Putri Aura adalah Putri Carla" Ratu Valencia.
"Baik ibu ratu..." Ratu Valencia
...***...
Setelah selesai, semua putri menunggu untuk kembali pulang ke kerajaannya. Biasanya, para pangeran lah yang menjemput putri dari kerajaan mereka. Jika, kerajaan tersebut tidak mempunyai pangeran maka. Mereka akan di kawal oleh pengawal istana Flower Dainty.
Carla melihat bendera kerajaan Rumpelstiltskin langsung menghampiri kencana tersebut. Tapi, saat itu perjalanannya terhambat karena Putri Lily datang bersama dengan Pangeran Aiden.
"Salam Putri Carla dan Pangeran Harris..." Putri Lily dan Pangeran Aiden.
"Salam kembali Putri Lily dan Pangeran Aiden" ucap Pangeran Harris diikuti oleh Carla
"Malam yang indah bukan? Aku salut dengan mu malam ini. Kau luar biasa menjawab pertanyaan tadi" Putri Lily
"Itu bukan hal yang harus dibanggakan Putri Lily. Kau tau? Kau jauh lebih pintar dariku" Carla tersenyum
"Terima kasih, aku sedang mempelajari tentang dunia kerajaan" Putri Lily
"Aku pun juga begitu" Carla tersenyum kemudian mereka berpelukan sementara.
"Salam putri dan pangeran dari kerajaan Corvus dan Rumpelstiltskin" ucap Putri Aura dan Putri Hazel yang datang menimbrung.
"Salam Putri Aura dan Putri Hazel" sapa Pangeran Harris mewakili.
"Aku senang bisa menjadi bagian dari kalian, aku harap kalian menerimaku dan adikku dengan baik" Putri Aura.
"Harus putri" Carla tersenyum
Aura senyum senyum menatap Pangeran Aiden dan Pangeran Harris bergantian. Carla merasa jika Putri Aura berbeda menatap kedua pangeran ini.
"Selamat atas kemenangan kerajaan Yellow Crysan, aku senang mendengarnya" Pangeran Aiden.
"Prajurit kerajaan yang telah bekerja keras pangeran" jawab Putri Aura
"Tentunya hal tersebut tidak jauh dari pengetahuan Putri Hazel akan dunia kerajaan." Pangeran Aiden
"Aku dengar Putri Hazel yang meminta untuk masuk dalam circle kerajaan kami. Benarkah? Kau juga yang membuat pengajuan untuk bergabung" Pangeran Harris
"Iya, aku rasa setelah kemenangan itu kerajaan kami pantas untuk bergabung dengan kerajaan hebat di circle ini" Putri Hazel
"Kau pintar Putri Hazel" puji Putri Lily
"Tak sebanding denganmu Putri Lily dan Putri Carla" Putri Hazel
"Aku harap kita bisa berteman Putri Aura dan Putri Hazel. Salam kenal dariku" Carla memberi hormat dan dibalas oleh keduanya.
"Baiklah, kalau begitu… aku pamit dulu. Aku akan kembali pulang ke kerajaan" Carla
"Baiklah, hati-hati di jalan Putri Carla" Putri Aura
"Hati hati dijalan Putri Carla dan Pangeran Harris" Putri Lily
"Baiklah, tapi seharusnya kalian mengatakan itu pada kusir kencana bukan padaku ahaha. Aku pergi dulu" Carla masuk ke dalam kencana disusul Pangeran Harris lalu mereka kembali pulang di kerajaan Rumpelstiltskin.
"Kau cemburu?" Pangeran Harris
"Cemburu? Pada siapa?" Carla
"Tanpa ku beritahu… kau pasti sudah tahu Putri Carla" Pangeran Harris.
...•...
...•...
__ADS_1
.... to be continued ....