Putri Carla

Putri Carla
Part 65


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Aiden dilantik menjadi seorang raja oleh raja Maverick. Perlu diketahui pelantikan ini bersifat pribadi, mereka seperti private khusus mengenai dunia kerajaan, strategi yang dibuat dan planning ke depannya.


Agar tidak ada satupun yang bisa membocorkan semua yang direncakan oleh Aiden dan Raja Maverick. Sementara, Carla sedang bermain di taman istana bersama Elio.


Elio lari kesana-kemari sambil merentangkan tangan layaknya pesawat terbang, dia juga tersenyum dan mengeluarkan suara.


"Salam Carla.." Axain tiba dan langsung memberi hormat, hormat itu pun di alas oleh Carla.


"Salam Axain…" Carla


"Dimana Putri Lily?" Axain


"Aku rasa dia sedang menulis di kamarnya" Carla


Axain hanya mengangguk dan melihat Elio masih berlarian.


"Elio sangat tampan" Axain


"Iya, aku bersyukur. Semua orang berkata seperti itu saat melihat Elio" Carla


"Dia akan menjadi penerus Corvus dengan baik, aku jamin itu" Axain


"Banyak yang belum dia pelajari. Aku tidak mau membebani dia dengan banyak hal diusianya sekarang" Carla


"Benar, setidaknya dia bisa ikut bermain seperti anak-anak lainnya" Axain


"Benar, aku mengusulkan agar dia diberi banyak waktu senggang" Carla


"Carla... Ada yang ingin aku tanyakan" Axain


"Apa itu?" Carla


"Apa benar, dasar pernikahan kita hanya karena hukuman mu itu? Apakah sekarang hukumannya sudah selesai?" Axain


"Iya, mimpiku mengatakan kau lah orang yang harus aku nikahi. Dan hukuman ini belum usai" Carla seketika menunduk mengingat mimpinya saat di hutan.


"Kalau sudah selesai, apakah kita akan bercerai?" Axain


Carla spontan menoleh, dia menatap wajah Axain dan mencoba memahami perkataan Axain. Semoga dia tidak salah dengar.


"Entah, cerai atau tidak aku tidak bisa memastikan." Carla


"Jika memang cerai, apa kau akan menceraikan ku?" Axain


"Jika memang petunjuknya harus menceraikan mu. Pasti aku lakukan, lagipula kenapa kau bertanya soal perceraian?" Carla


"Karena aku tidak mau bercerai denganmu. Biarlah Aiden suami mu namun aku tidak mau kita bercerai" Axain


"Kenapa?" Carla


"Karena, aku mencintaimu murni dari hatiku. Bukan karena hukuman mu atau insiden lainnya" Axain


"Apa?" Carla


"Aku mencintaimu Carla, bahkan sebelum kau melahirkan Elio. Aku sudah mempunyai perasaan, saat kau memutuskan menikah denganku aku bahagia namun alasannya membuatku sedih. Dimana aku harus menikah karena sebuah hukuman mu bukan karena cinta murni dari mu" Axain.


"Axain... Tidak kah kau-" 

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Aku salah mencintai mu karena kau seorang putri kerajaan lebih tepatnya kau juga istri calon raja. Namun, saat itu aku tidak peduli dengan itu... Dan akhirnya aku memutuskan untuk diam saja" Axain.


"Kau sungguh punya perasaan padaku?" Carla, Axain langsung mengangguk


"Namun, melihat betapa posesif nya Aiden. Aku rasa aku memang tidak pantas bahkan untuk menggenggam tanganmu" Axain


"Jadi, apa maksudmu?" Carla


"Carla, aku ingin kita seperti pasangan sungguhan. Kau tau maksudku? Kau juga memperhatikan ku, kau juga bermain dan mengobrol atau bercerita denganku dan sebagainya" Axain


"Kau berhak mendapatkan itu semua" Carla


"Iya?" Axain terkejut


"Walaupun pernikahan ini terjadi karena sebuah hukuman. Kita juga mengucap janji pernikahan, janji itu sangatlah kuat dari sebuah pernikahan." Carla.


"Jadi, kau mengizinkan ku melakukan semua itu? Seperti pasangan pada umunya?" Axain


Carla mengangguk "Iya"


Axain kemudian tersenyum lebar, dia tidak menyangka kalau semua yang dia inginkan dan ia pendam berhasil dia keluarkan. Carla juga meresponnya dengan baik.


"Ibu... Aku ingin makan" Ucap Elio saat sudah sampai dihadapan Carla


"Kamu mau makan apa sayang?" Carla


"Makanan favorit ku ibu, tidak mungkin ibu tak tahu" Elio


Carla tersenyum dan mengelus kepala Elio dengan lembut.


Elio langsung berlari masuk ke istana bersamaan dengan Carla. Sedangkan Axain yang masih mengingat hal tadi langsung melompat dan tersenyum bahagia.


...🍁...


Axain mempersiapkan peralatan panah untuk dirinya dan Carla. Axain meminta agar Carla menemaninya berjalan-jalan di hutan, Carla sempat ingin menolak karena takut yang ada di mimpinya terjadi.


Namun dia terpaksa mengatakan iya, karena tidak tega melihat wajah Axain yang sudah bahagia lantas langsung sedih karena menolak ajakan tersebut. Carla tidak tega.


Axain langsung menghampiri Carla yang sedang duduk di saung dekat area pacuan kuda. Axain memberikan peralatan satunya yang dia siapkan untuk Carla.


"Baiklah, semua sudah siap. Bisa kita berangkat?" Axain


"Ba-baiklah" Carla gugup sementara, dia merasa terbebani.


Namun, mereka tetap pergi keluar istana Corvus menggunakan kuda masing-masing. Sesampainya di hutan, mereka menaruh kudanya ditempat yang banyak makanan lalu meninggalkan kuda itu untuk masuk menelusuri hutan.


"Ini pertama kalinya aku menjelajahi hutan bersama dengan seorang wanita" Axain


"Benarkah? Kau tidak pernah melakukan hal-hal apapun pada seorang wanita? Memanah? Makan bersama? Dan lainnya" Carla


"Iya, sejak perang melawan kerajaan Corvus saat masa jabatan Raja Maverick... Aku tidak pernah jalan-jalan dan melakukan hal semacam itu. Karena sejak kerajaan yang aku pihak kalah, Raja Maverick membawaku ke Corvus untuk dijadikan pelatih memanah, aku sempat mengira kalau akan mati di Corvus ternyata tidak." Ucap Axain


"Beruntunglah hidupmu saat itu" Carla


"Iya, Raja Maverick tidak jahat seperti yang orang lain pikirkan. Namun, dia sangat tegas dan bertanggung jawab dengan semua ucapannya" Axain.


"Benar, saat Aiden tidak menjagaku dengan benar dia hampir kehilangan nyawanya. Aiden mengatakan kalau dia berjanji pada Raja Maverick jika aku terluka sedikitpun dia akan siap menerima semua hukumannya. Untunglah aku datang tepat waktu saat itu." Carla

__ADS_1


"Iya, seperti itulah Raja Maverick yang ku kenal" Axain


"Tunggu..." Carla memberhentikan langkahnya dan mencari sumber suara


"Axain sudah bersiaga dengan senjata panahnya, lalu dia langsung menarik tali busurnya dan melesatkan anak panah tersebut.


"Seekor kancil" Axain


"Oh begitu" Carla mengangguk


"Kau mau membawanya ke Corvus? Untuk dimasak" Axain


"Kau suka daging kancil?" Carla


Axain mengangguk "Iya, aku sangat suka. Bagaimana denganmu?"


"Entah, aku belum pernah memakannya" Carla


"Apa kau ingin kita membakar dagingnya untuk makan malam bersama?" Axain


"Lakukanlah" Carla


Axain langsung mendatangi tempat dimana kancil itu mati. Lalu dia membawanya keluar hutan bersama dengan Carla.


Sampai di Corvus, pengawal istana langsung menghampiri Carla dan memberi salam.


"Salam Yang Mulia, ada yang bisa aku bantu?" Pengawal


"Bisa, kau bawa kancil itu ke dapur. Aku meminta tolong mereka untuk membersihkan kancil ini dan membawakan aku dagingnya untuk makan malam" Carla.


"Baik, saya mengerti Yang Mulia" Pengawal


Axain memberikan kancil itu dan pengawal istana langsung membawanya ke dapur istana.


"Terima kasih sudah setuju" Axain


"Tidak masalah, ini pertama kalinya aku mencoba" Carla


"Syukurlah, aku yang pertama" Axain


Carla hanya tersenyum tipis, kemudian Carla menatap Axain disampingnya yang tersenyum sambil menunduk.


"Bersihkan dirimu, lalu aku akan menyuruh pelayan untuk membawa semua peralatan untuk membakar daging kancil itu" Carla


"Baiklah" Axain langsung berjalan masuk istana untuk mandi begitu juga dengan Carla 


Mereka berdua tidak menyangka kalau hubungan yang mereka jalani sudah ada kemajuan walaupun baru belajar untuk saling mengerti satu sama lain.


...•...


...•...


.... to be continued ....


Maaf ya guys, aku lama update. Karena aku juga sekalian memikirkan alurnya. Oh iya gimana part ini? Jangan lupa komen dan vote.


Dukungan dan vote kalian itu moodku, aku gak pernah cape buat baca komennya satu-satunya. Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2