
Carla memasuki hutan membawa daging yang masih segar di dalam bungkusan kain merah. Dia mengunjungi anak harimau putih yang biasa dia temui, namun biasanya saat Carla sudah sampai harimau itu sudah menghampirinya. Berbeda dengan sekarang, harimau itu tidak ada di tempat biasanya, Carla duduk dengan susah payah di batang pohon besar yang memang tergeletak disana sudah lama.
Carla tak perlu menunggu lama suara kayu patah karena diinjak pun terdengar jelas, Carla berdiri dan bersiap menyambut bayi harimau itu. Namun, dia justru terkejut karena anak harimau itu sudah menjadi harimau sesungguhnya yang ditakuti orang-orang.
"Wah, apa aku meninggalkan mu begitu lama? Kenapa kau tumbuh cepat sekali?" Carla tersenyum memandang wajah harimau yang tenang di depannya.
Saat Carla hendak mendekat, harimau itu membuka lebar mulutnya dan mengaum di depan Carla. Carla terkejut bukan main, dia memegang perutnya yang membesar dan mengontrol nafasnya yang sempat memburu.
"Maaf, aku membawakan mu daging porsi kecil. Ini makanlah" Carla meyodorkan daging ditangannya setelah membuka bungkusan kain merah tersebut.
Harimau itu mendekat dan saat membuka mulutnya Carla reflek menjatuhkan daging itu karena sudah mulai ketakutan, dia seketika memikirkan ucapan Aiden. Dia benar. Selucu-lucunya binatang buas, dia pasti masih punya insting liar.
"Baiklah, sepertinya aku perlu pergi dari sini. Mungkin aku akan mengunjungimu lain kali" Carla
Saat Carla hendak membalikkan badannya dia justru di aumi berkali-kali oleh harimau itu sehingga Carla terjatuh di tanah karena terkejut akan Auman yang begitu keras di telinganya.
"Akh…" Pekik Carla, perutnya terasa mulas dan sangat sakit
Carla mengontrol nafasnya dan memegang perutnya dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk berpegangan pada pohon dan membantu tubuhnya untuk berdiri.
Namun, saat sudah berjalan menjauh dari harimau itu. Carla tersentak karena di depannya sudah ada 3 harimau putih. Mereka seperti kelaparan dan siap menerkam Carla.
"Tidak! Tidak! Jangan makan aku, anakku harus aku lahirkan sebelum semua ini terjadi" Carla
Carla menoleh ke belakang dan melihat harimau yang dia beri makan sudah mati karena tertusuk anak panah, entah siapa yang memanahnya Carla pun tidak memikirkan hal itu.
Carla kembali menoleh ke depan dan saat itu juga ketiga harimau itu melompat.
"AAAAAAAKKKKKKKHHHHH!!" Teriak Carla
"Carla? Kau kenapa?"
"Aiden… Aiden, bayiku… Huh… Semua hanya mimpi" Carla menangis dipelukan Aiden yang sedang dalam posisi duduk karena teriakan Carla tadi.
"Yang mulia? Apa kau tidak apa-apa?" Tanya pelayan pribadi Carla yang langsung masuk
"Tidak apa-apa, dia hanya bermimpi" Jawab Aiden
"Baiklah yang mulia" Pelayan itupun keluar dan langsung menutup pintu kembali.
"Aku… Aku takut sekali" Carla meneteskan banyak air matanya dan memeluk Aiden dengan erat sampai Aiden bingung.
"Apa? Kenapa? Kau mimpi apa? Katakan padaku" Aiden melepas pelukan, menggenggam kedua tangan Carla dan mengelusnya dengan lembut.
"Aku bermimpi, ka..lau 3 harimau me..nerkam ku dan anak kita…" Ucap Carla sambil mengontrol isakannya
Aiden kembali memeluk Carla dan menenangkannya, dia menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang tenangkan dirimu. Sekarang kau bersamaku, kau aman. Itu hanya mimpi, tidak akan terjadi apa-apa pada anak kita. Kau mengerti? Tenanglah sayang…" Aiden kembali menenangkan Carla dalam pelukannya.
"Aku takut…" Carla
"Ada aku, para pengawal dan Raja Maverick tenang saja. Corvus aman" Ucap Aiden menenangkan istrinya.
"Tidur lagi?" Aiden
Carla menggeleng tipis, Aiden paham dan dia melepas pelukan istrinya dan bersandar pada punggung ranjang. Lalu mengisyaratkan agar Carla tidur di pangkuannya.
Carla menurut, dia bergerak perlahan dibantu Aiden dan meletakkan kepalanya di pangkuan Aiden.
"Tidurlah, tidak akan terjadi apapun" Aiden
Carla mengangguk dan mulai memejamkan matanya lagi.
...🍁...
Pagi telah tiba, Carla tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Usiamu sudah 8 bulan sayang… Ibu harap kau baik-baik saja ya, ibu akan melindungi mu walaupun nyawa ibu taruhannya." Carla
(Bagaimana bisa harimau itu tumbuh besar dengan sangat cepat? Padahal aku merasa dia belum lama aku kunjungi dan masih kecil) Batin Carla.
"Apa kah ini tanda?" Carla melepas kain di tangannya dan melihat tanda yang masih terpampang jelas di kulit tangannya itu.
Bahkan tidak memudar sedikitpun, Carla sedih dan menghela nafas sambil menatap keluar jendela kamarnya.
"Ibu menyayangimu" Carla
"Carla…" Aiden masuk kamar dan beberapa pelayan juga masuk membawakan sarapan atas perintah Aiden.
Karena Carla ingin sarapan di kamarnya, Aiden sempat izin pada Raja Maverick dan dia menyetujuinya.
"Ini dia sarapannya yang mulia putri... pangeran" Pelayan
"Baiklah, terima kasih banyak" Carla
Pelayan itu memberi salam dan pergi keluar kamar lalu menutup pintunya.
"Makanlah yang banyak" Aiden duduk di kursi dekat jendela dan Carla duduk di atas ranjang.
"Kenapa kau tidak makan bersamaku?" Carla
Aiden menggeleng tipis dan kemudian dia tersenyum manis "Kau makan dulu, nanti kalau sudah kenyang aku akan habiskan sisanya"
"Kenapa tidak makan bersama?" Carla
__ADS_1
"Selera makanmu besar, jadi aku paham kau pasti makan banyak. Aku bawakan porsi besar untukmu, istriku." Aiden
"Tapi aku ingin kita makan bersama, ayolah… Suamiku?" Goda Carla dan dia tertawa
"Ya ampun… Baiklah baiklah"
Aiden hanya menarik kursinya untuk dia tempatkan di pinggir ranjang, Carla menggeser duduknya mendekat pada Aiden dan mereka berdua mulai makan bersama, tepatnya Carla menyuapi Aiden.
"Apa kau sudah lebih baik?" Aiden, Carla mengangguk tipis
"Aku masih mencoba menenangkan diri sendiri" Carla
"Panggil aku jika butuh sesuatu, atau jangan menjauh dariku. Bagaimana?" Aiden
"Akan aku usahakan" Carla
"Harimau putih?" Aiden bergumam namun terdengar seperti bertanya
"Iya, aku bermimpi harimau itu adalah anak harimau yang pernah kita temui bersama di hutan" Jawab Carla
"Bukankah kau bilang ada 3 harimau?" Aiden
Carla mengangguk "Benar, memang ada 3. Namun, harimau kecil yang kita temui sudah mati karena anak panah"
"Siapa yang memanah harimau itu?" Aiden
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba dia sudah mati tergeletak begitu saja" Carla
Aiden mencoba mencerna mimpi Carla namun, Carla melepas sendok makannya dan menghela nafas sambil menunduk.
"Ada apa?" Aiden
"Ini semua salahku, dan inilah tandanya" Carla menaikkan tangan yang menampakkan tanda kalau dia telah menerobos portal dunia digital.
"Dengar, walaupun tanda ini adalah penyebab awal semua kejadian ini. Aku yakin pasti tanda ini bisa menghilang" Aiden
"Kau tidak marah denganku? Atau bahkan sekedar menjauhiku" Carla
"Tidak, aku sungguh mencintaimu apa adanya. Tidak peduli ada tanda ini, atau hukuman apapun. Tapi hati yang aku cintai masih ada di dalam dirimu" Aiden
"Hm… Ayolah jangan puitis begitu. Aku jadi kenyang" Carla
"Kalau begitu suapi aku saja. Aaaa" Aiden membuka lebar mulutnya.
Carla tersenyum dan menyuapi bayi besar kelaparan yang ada disampingnya.
...•...
__ADS_1
...•...
.... to be continued ....