Putri Carla

Putri Carla
Part 07


__ADS_3

Saat sampai dilingkungan rakyat, Carla tak menjauh sedikitpun dari Aiden. Begitu juga Aiden dia tidak akan membuat celah agar Carla aman bersamanya. Karena ini adalah tugas dan tanggungjawab jawab Aiden untuk selalu bersama dengan Carla.


"Kasian mereka, hm… apakah aku boleh bertanya pada mereka?" Carla


"Silahkan, aku akan menjagamu" Pangeran Aiden


Carla mengangguk dan menghampiri seorang bibi yang sedang membersihkan sayuran di depan rumahnya.


"Permisi bi.." Carla


"Iya, ada apa nak? Ada yang bisa bibi bantu?" bibi


"Tidak, aku hanya ingin bertanya soal desa ini apa boleh bi?" Carla


Bibi tersebut menoleh pada Aiden dan juga Carla bergantian.


"Apa kalian pengantin baru yang akan tinggal disini?" bibi


Aiden tersenyum dan Carla terkejut mendengar pernyataan bibi itu.


"Tidak bi, aku hanya bertanya seputar desa ini. Dan kami bukan pengantin baru, kami hanya teman." Carla


Bibi tersebut memegang tangan kanan Carla dan senyum lebar.


"Kalau begitu, bibi akan do'akan semoga kalian mengucapkan janji suci itu dan hidup bahagia selamanya" bibi


"Terima kasih bi" Pangeran Aiden senyum lebar


(Ahh kenapa jadi begini) batin Carla kesal.


"Bi, bisa aku lanjutkan?" Carla


"Apa nona cantik?" bibi


"Bagaimana kondisi ekonomi disini? Apakah menyulitkan kalian?" Carla


"Kami hanya sering kekurangan beras, untuk sayur kami bisa menanamnya walau hasilnya nanti tidak terlalu bagus. Hanya beras yang sulit dipanen disini. Bahkan warga disini sudah 3 hari tidak makan nasi, kami hanya memakan sayuran seadanya saja" jelas bibi itu


"Apa yang bibi inginkan jika bisa bertemu dengan keluarga kerajaan?" Carla


"Aku hanya ingin mereka memberikan kami beras yang melimpah. Itu saja nak bagi bibi karena bibi hanya tinggal sendiri" bibi


"Baiklah, aku hanya ingin bertanya itu saja bi. Aku pamit pergi" Carla


"Tunggu, pasti kalian bukan dari desa sini kan? Belilah makanan untuk kalian makan, jika sudah ada di desa ini jangan sampai kalian tidak mencoba makanan khas desa ini. Aku jamin sangat enak" bibi


"Apa namanya bi?" Pangeran Aiden


"Sao, makanan itu terbuat dari gandum. Cobalah nak.." bibi


"Terima kasih bi" Carla


Carla dan Aiden kembali berjalan menelusuri desa, lalu Aiden bertanya…


"Kau tertarik mencobanya?" Pangeran Aiden


"Kau yakin kita akan membeli itu?" Carla


"Kita coba saja" Pangeran Aiden


Saat sampai di pasar mereka mencari makanan itu, dan menemukannya. Harga makanan sao itu 2 keping perak saja.


Aiden mengambil makanan tersebut dan memakannya.


"Hmm… enak juga. Ini masih hangat, kau mau coba?" Pangeran Aiden


"Apakah sungguh enak?" tanya Carla dan Pangeran Aiden mengangguk pasti.


"Biar aku coba" Carla mengambil sao padahal Pangeran Aiden sudah menyodorkan yang baru saja dia ambil untuk menyuapi Carla, lalu dia menarik kembali tangannya.


"Hmm.. benar ini enak" Carla


"Pak… bisa aku bungkus makanan ini?" Carla


"Kau mau berapa nona?" penjual

__ADS_1


"Berikan aku 7 pak.." Carla


"Baik nona" penjual


"Kau akan makan sebanyak itu?" Pangeran Aiden


"Kau mengira aku makan sebanyak itu? Dan bagaimana dengan kau? Aku beli sebanyak itu untuk kita berdua" Carla


"Terima kasih" Pangeran Aiden tersenyum walau tak dilihat oleh Carla.


"Ini makanannya, oh iya! Aku ingin memberitahu kalian agar berhati-hati di pasar ini banyak perampok yang sedang mengincar emas dan perak. Aku yakin kalian bukan dari desa ini, wajah kalian terlihat asing" ucap sang penjual


"Terima kasih pak atas info nya" Carla


"Baik, kau jagalah perempuan ini" ucapnya lagi


"Baik pak" Pangeran Aiden mengangguk


Setelah membeli makanan mereka memutuskan untuk duduk dan menyantap makanan mereka.


"Kalau ada perampok apa yang akan kita lakukan?" Carla


"Melawannya, kita sudah membawa senjata kan?" Pangeran Aiden


"Sudah, tetapi aku tidak terlalu terlatih seperti mu" Carla mengambil sao dan memakannya


"Tugasku melindungi mu dan bertanggung jawab selama kau masih berada diluar" Pangeran Aiden


"Tunggu… ayahku tidak akan semudah itu untuk memilih siapa yang akan mendampingi ku. Hanya orang yang berani saja yang mau melakukan itu dan… pasti! Kau dan ayahku telah melakukan perjanjian bukan?" Carla


"Kenapa kau ingin tau segalanya?" Pangeran Aiden


"Aku ingin tau, apa yang kau dan ayahku janjikan pangeran" Carla


"Kau ingin tau?" Pangeran Aiden dan Carla mengangguk


"Nanti kau akan tau jawabannya, semoga saja kita tidak apa apa" Pangeran Aiden mengambil sao yang ke sekian kalinya.


"Habis, ayo kita pulang" Carla dan Aiden kembali berjalan menuju tempat dimana mereka menitipkan kudanya.


"Hei… kalian mau kemana? Aku rasa pedagang itu sudah memberitahu kalian soal kami ya kan?" ucapnya


"Apa yang kau inginkan?" Pangeran Aiden


"Emas tentunya" ucapnya


"Dan perak" tambah yang lainnya


"Kau pasti punya banyak kan?" imbuhnya


"Punya, tapi kau harus membiarkan kami berbicara dulu. Tanpa pedang ini" Pangeran Aiden


"Apa yang akan kau lakukan?" bisik Carla


Setelah 2 perampok menjauhkan pedangnya, Carla dan Aiden berbalik serempak. Bukan karna respek, tapi tangan kiri Aiden menarik Carla bersembunyi dibelakang nya dan tangan kanan Aiden mengambil senjata yang dia bawa lalu menodongnya bersamaan dengan 4 perampok itu.


"Ternyata kau cukup pintar" ucap perampok 1


Carla melepaskan tangannya dari genggaman Aiden secara perlahan, walaupun Aiden merasa resah saat Carla melakukan itu.


"Kau tenang saja" bisik Carla


"Serahkan emas dan perak mu!" ucap perampok 2


"Boleh, tapi tak akan semudah itu. Kami juga berhak melawan dan mempertahankan" Pangeran Aiden


"Baiklah kalau begitu" perampok 1


Perampok itu mulai melakukan perlawanan sedangkan Carla berlari berusaha bersembunyi. Tapi, dia bisa di temukan oleh 2 perampok itu.


"Mau kemana nona? Serahkanlah harta mu!" perampok itu sudah menebaskan pedangnya tapi berhasil dihalau Pangeran Aiden.


Carla langsung berdiri dan mengambil senjata yang dia bawa, lalu mencoba melakukan perlawanan yang dia pelajari selama pelantikan ratu di kerajaan.


Dia mulai menusuk, menghindar, menghalau dan melakukan beladiri lain yang sering putri pelajari. Tapi, dia terlambat untuk menghalau dan tangannya pun tergores pedang cukup panjang.

__ADS_1


Yang membuat pakaiannya robek dan mengeluarkan darah di tempat goresan tersebut.


"Aah…" rintih Carla


Tanpa berpikir panjang, Carla kembali melawan sebisanya dibantu dengan Aiden yang sudah selesai bergulat dengan 3 perampok itu.


Saat kalah, perampok itu segera pergi. Mereka mengatur nafas karna kelelahan sehabis bertarung, Carla terduduk lemas di tanah dan darahnya terus bercucuran.


Saat menoleh ke arah Pangeran Aiden. Dia terkejut dan langsung berdiri saat melihat lengan dan perutnya mengeluarkan darah.


"Kau terluka pangeran" Carla


"Jangan khawatir kan aku, lihat dirimu. Ini salahku" Pangeran Aiden


"Tidak, ini salahku yang tadi tidak berlindung di belakang mu" Carla


"Aku minta maaf putri" Pangeran Aiden


"Jangan banyak bicara aku, akan mencari tempat untuk mengobati mu. Ayo!" Carla menuntun Pangeran Aiden menemukan sebuah pemukiman yang bisa membantu mereka.


Tapi, seseorang menghampiri mereka seorang kakek yang menggendong jerami di punggungnya.


"Ikuti aku nak.." ucapnya


Carla awalnya ragu, tapi karna dia sudah khawatir dengan Pangeran Aiden dia mengikuti kakek itu.


...-----...


Mereka tiba di rumah kakek itu, dan Aiden diletakkan diatas bale bambu atas perintah kakek itu.


Kakek tersebut mulai mengobati pangeran Aiden dahulu, setelahnya Putri Carla. Setelah selesai mengobati mereka ber3 hanya diam tak memulai sesuatu pembicaraan. Dan tak lama sang kakek membuka suara.


"Apa luka ini karna para perampok?" kakek


"Iya kek" Carla


"Kalian kuat, masih bisa bertahan terutama lelaki ini" kakek itu


"Beruntung mereka tidak membunuh kalian" kakek


"Iya kek, aku bersyukur" Carla mengangguk


"Apa kau merasa sudah baikan?" Carla


"Lebih baik, terima kasih kek atas bantuannya" pangeran Aiden


Carla memberikan 10 keping uang emas pada kakek itu dan berdiri dari duduknya.


"Tidak perlu nak… aku rela membantu kalian" kakek itu


"Tak apa kek, aku ingin memberikannya pada kakek" Carla dan kakek itu menerima lalu membungkuk sebagai tanda terima kasih.


"Kami pamit kek" Pangeran Aiden


Carla menuntun Pangeran Aiden, dan berjalan untuk mengambil kuda mereka.


"Berapa yang harus aku bayar pak?" Carla


"5 keping perak, untuk 2 kuda" ucapnya


"Apa kau memberinya makan dan minum? Juga merawat nya?" Carla


"Iya, aku memberinya makan, minum dan merawatnya tadi" ucapnya


Carla memberikan 10 keping emas dan bapak itu terkejut.


"10 keping emas? Ini terlalu banyak nona.." ucapnya


"Terima saja pak, ini hadiah untukmu. Terima kasih sudah mau menjaga kuda kami" Carla


"Baik, hati-hatilah dijalan nak.." ucapnya


"Terima kasih pak, kami pergi" Pangeran Aiden


mereka menaiki kuda dan berjalan kembali ke kerajaan Rumpelstiltskin.

__ADS_1


.... to be continued ....


__ADS_2