
Semua putri dan pangeran terkejut mendengar ucapan Carla dengan menyebut nama Putri Aura.
"Tidak! Putri Carla sedang berbohong, dia hanya ingin agar kalian menjauhi ku" Putri Aura
"Lagipula Putri Aura itu orang yang sangat baik, Putri Carla" Ucap Putri Serena.
"Benarkah? Kau akan merasakan sifat aslinya jika menjadi diriku tuan Putri Serena" Carla
"Katakan kenapa dia bermuka dua" Pangeran Gary
"Sejak awal, dia sudah berterus terang denganku kalau dia ingin mendekati Pangeran Aiden hanya untuk merebut hartanya" Carla
"Tidak, kau justru mengancam ku untuk menjauhi Pangeran Aiden" Putri Aura
"Salahkah saat itu kalau aku memintamu menjauhi Pangeran Aiden?" Carla menaikkan satu alisnya ke atas
"Aku saat ini setuju dengan Putri Carla, karena saat Putri Aura datang ke kelompok kita Pangeran Aiden dan Putri Carla memang sedang dekat bukan?" Putri Ivy
"Tapi, apakah Putri Aura bersalah hanya karena mendekati Pangeran Aiden?" Pangeran Declan
"Tentu saja salah, menurutku hal itu jelas tidak bisa dilakukan. Begini… Kalian sedang mendekati seseorang dan bahkan mungkin kalian berencana menikahinya nanti, dan orang baru datang dengan niat jahat apalagi menikah dengan orang yang kau cintai hanya untuk mendapatkan hartanya. Menurutku itu bukan hal yang bisa di anggap wajar." Putri Karen
"Benar, aku juga sependapat dengan Putri Karen. Kalau memang ucapan Putri Carla benar, Putri Aura memang sudah kelewat batas" Putri Abella
"Kalian semua percaya dengan ucapan Putri Carla?" Putri Aura
"Kalau kalian tidak percaya silahkan tanyakan pada Pangeran Gavin dan Pangeran Lynx" Carla menyandar di bahu kursi lalu melihat Pangeran Gavin dan Pangeran Lynx bergantian.
"Apa hubungannya dengan kakakku?" Pangeran Gary
"Tanyakan padanya" Carla meneguk minuman yang ada dihadapannya dengan santai.
"Jelaskan semua situasi ini" Ucap Putri Lily
"Bagaimana bisa kakakku berbuat seperti itu? Putri Carla pasti berbual" Putri Hazel
"Bukankah selama ini Putri Aura dekat denganmu tuan Putri Carla?" Pangeran Sean
"Hmm… Kau salah menilai kami" Carla
__ADS_1
"Kak… Kau hanya diam? Pangeran Lynx? Kau juga akan diam?" Pangeran Gary
"Lalu kau Putri Aura? Kenapa kau punya niat sejahat itu pada Pangeran Aiden?" Tanya Pangeran Harris
"Dengar! Apa yang Carla katakan semuanya salah! Dia berbohong pada kalian! Aku, sifatku adalah yang selama ini kalian lihat, aku tidak seperti yang Carla katakan. Percayalah padaku, maksud kedatangan ku ke dalam kelompok ini hanya untuk menambah ilmu dan pertemanan dengan kalian.
Kelompok dan nama kerajaan kalian sudah terkenal, siapa yang tidak mengenal kerajaan kalian? Oleh karena itu aku memilih kelompok saat saat ayahku Raja Ronan bertanya padaku saat itu." Jelas Putri Aura panjang lebar
"Kalau memang benar niatmu untuk berteman dengan kami, lalu kenapa Putri Carla mengatakan yang sebaliknya?" Putri Lily
"Sudah ku katakan Putri Carla berbual!" Ucap Putri Aura dengan emosinya.
"Tunggu! Aku pusing mendengarkan mana yang benar dan mana yang harus ku bela! Kak! Pangeran Lynx! Kalian sungguh tidak ingin membuka suara?!" Tanya Pangeran Gary yang sudah berdiri karena tidak mengerti masalah ini.
"Percayalah, sebaik apapun kau menyembunyikan bangkai maka akan tercium juga" Carla menatap Putri Aura dengan tatapan tajam.
Aiden menggenggam tangan Carla dan mengelus punggung tangannya. Carla tersenyum saat melihat ekspresi wajah Aiden yang tampak khawatir.
"Tenang saja, aku Carla. Kau lupa?" Carla kembali menatap Putri Aura yang sudah mulai emosi di sebrang dia duduk.
"Pangeran Gavin, setidaknya berikan kami penjelasan walau sedikit." Putri Abella
"Alasannya apa?" Pangeran Gary
"Dengar, sebelum Putri Carla menikah dengan Pangeran Aiden aku sudah mulai mencintai Putri Carla bahkan sampai saat ini, dan saat itu aku terobsesi untuk mendapatkan Putri Carla namun Pangeran Aiden musuh murni ku. Kedatangan Putri Aura membuatku mengikuti semua rencananya, aku juga tau kalau kedatangannya kesini memang untuk mengambil semua harta Pangeran Aiden, awalnya aku tidak ingin mengikuti semua rencana itu.
Namun… Setelah tau dia menyukai Aiden juga bukan hanya hartanya aku langsung menyetujui ajakan itu demi merebut Putri Carla dari Pangeran Aiden. Namun, setelah semuanya aku lakukan Putri Aura tidak berperilaku baik pada Putri Carla, dia memang sering bercerita tentang semua rencana dan hasilnya dari situ aku berpikir kalau Putri Aura berniat buruk pada Putri Carla juga sampai saat itu dia berniat untuk membuat kehamilan palsu demi merebut Pangeran Aiden.
Seperti yang kalian ketahui, Putri Carla tidak sebodoh dan selemah itu. Dia mengatasi semuanya tanpa diriku." Jelas Pangeran Gavin
Pangeran Gary terduduk mendengar semuanya, dia terkejut. Disatu sisi dia tidak percaya kalau kakaknya bekerja sama demi hal yang tidak baik disisi lain juga Pangeran Gary menyukai Putri Aura yang ternyata sifatnya tidak sebaik yang dia pikirkan.
"Tidak! Pangeran Gavin! Apa yang kau lakukan? Bukankah kau ingin menikah dengan Putri Carla?! Kau yang punya rencana jahat itu bukan aku!" Putri Aura berdiri dari kursinya dan mencengkram kuat bahu Pangeran Gavin yang masih duduk di kursinya.
"Tunggu… Bukan kau tapi Pangeran Gavin? Maksudmu Pangeran Gavin hamil? Yang benar saja" Putri Ivy rolling eyes
"Kalian sudah di cuci otak oleh ucapan Carla dan Gavin! Aku tidak seperti itu, kalian salah paham! Gavin! Katakan pada mereka yang sebenarnya!!!" Teriak Putri Aura sambil mencengkram kedua pipi Pangeran Gavin.
Pangeran Lynx berdiri dari kursinya dan menjauhkan tangan Putri Aura yang mencengkram kedua pipi Pangeran Gavin dengan kuat.
__ADS_1
"Sudahlah! Akui saja perbuatan mu! Kehadiranmu dikelompok kami pun tidak akan berguna dengan niat jahat mu itu." Ucap Pangeran Lynx dengan tegas.
Putri Aura mendekat kearah Pangeran Lynx dan mencekik lehernya, semua orang berdiri dari kursinya dan Carla berlari mendekati Putri Aura lalu mendorong Putri Aura menjauh dari Pangeran Lynx.
"Apa yang kau lakukan?! Apa kau mencoba menjadi pembunuh?!!" Tegas Carla
"Kau! Kau sungguh tidak tau malu! Kau sudah membentak ku! Kau juga sudah kasar denganku, ucapan, ancaman dan kebohongan mu membuat mereka percaya padamu Carla bukan padaku!" Putri Aura
"Kau itu memang salah!! Kenapa kau bertingkah seperti korban?!" Teriak Putri Lily
"Kami tidak menerima orang dengan niat jahat seperti itu" Putri Karen
"Putri Aura, mungkin lebih pantas di panggil Aura si penyihir" Putri Serena
"Lihat saja! Akan aku buktikan kalau Carla itu berbohong!" Putri Aura mencekik leher Carla seketika.
"Lepas.. kan!" Carla
"Tidak, lenyapnya kau akan membuat semua yang aku inginkan terjadi!" Putri Aura
Saat semua orang hendak memisahkan Putri Aura dan Carla, Aiden beranjak lebih cepat dari mereka. Aiden tidak segan mendorong Putri Aura dan mencengkram kedua pipinya dengan kuat lalu dia pojokkan di tembok.
"Diam, kau sudah menebar suasana buruk disini. Kau memanglah penyihir, kau bukanlah orang yang pantas di panggil putri, beruntung Carla tidak membongkar sejak awal, kau seharusnya malu bukan malah memperlakukan kami dengan buruk seakan kau tidak bersalah. Yang kau cekik dan kau kasuari tadi adalah temanku, dan perempuan yang kau cekik barusan adalah istriku. Panggil dia Putri Carla, kau siapa bisa memanggil namanya seenak itu? Kau salah mengambil lawan. Pergilah sebelum kau meninggal tidak, mati disini." Aiden melepas cengkraman tangannya dan mundur beberapa langkah kebelakang sambil memperhatikan Putri Aura yang terduduk di lantai.
Putri Aura menatap ke arah para putri dengan tatapan meminta tolong namun, para putri dengan serempak menghela nafas, membuang muka, duduk kembali di kursi mereka dan menikmati jamuan di atas meja.
Begitu juga dengan para pangeran, mereka langsung duduk mengabaikan Putri Aura seakan dirinya tidak ada. Pangeran Lynx, Carla dan Aiden masih ditempat mereka, sedangkan Putri Hazel tidak berani mengatakan satu kata pun. Dia malu dengan kelakuan kakaknya yang tentu saja mempermalukan dirinya, keluarga serta nama kerjaan nya, Yellow Crysan.
Karena semuanya sudah kacau, Putri Aura berdiri dan berlari keluar dari ruang kumpul disusul Putri Hazel di belakangnya. Mereka tidak mengatakan satu patah atau dua patah kata perpisahan pada semua orang. Saat pintu sudah tertutup, Pangeran Lynx, Carla dan Aiden kembali duduk di kursinya.
"Orang seperti dia tidak pantas menampakkan wajahnya di depanku" Kesal Carla.
...•...
...•...
.... to be continued ....
hai hai... gimana part kali ini? Please komen yah, aku mau tau gimana penilaian kalian tentang cerita atau di part ini. Terima kasih banyak 😘
__ADS_1