Putri Carla

Putri Carla
Part 29


__ADS_3

"Apa itu? Katakan saja sekarang" ibu


"Aku akan menyatakan nya didepan kalian semua, jadi bolehkah kita semua berkumpul di ruang singgasana, bu?" Putri Abella


"Baiklah, ayo kita ke ruang singgasana sekarang" ibu


Kami semua berjalan menuju ruang singgasana dan tak lama raja dan Pangeran Harris datang.


"Ada apa ini? Apa yang ingin kau katakan putri?" ayah


"Kabar baik untuk kerajaan ini raja, ratu..." Putri Abella


"Kabar baik soal apa?" Pangeran Harris


"Aku... Hamil" Putri Abella


Aku senyum bahagia melihat pengakuan Putri Abella yang aku kira dia masih akan menundanya.


"Sungguh? Kau hamil anakku sayang?" Pangeran Harris mendekati istrinya, kemudian Putri Abella mengangguk


Aku menghampiri Putri Abella dan memeluknya lalu tersenyum.


"Akhirnya kau mengakuinya, selamat sekali lagi. Akhirnya aku punya keponakan." jawabku


"Kau sudah tau Carla?" Pangeran Harris


"Tentu saja, kau ini bagaimana? Sebagai suami harusnya kau tau lebih dulu bukan aku" ledekku


"Sungguh, kenapa kau tidak bilang langsung padaku?" Pangeran Harris


"Harris! Bagaimana bisa kau memarahi menantu ibu yang sedang mengandung itu hah? Ya ampun nak~ ibu sangat bahagia. Selamat atas kehamilan mu saat ini" ibu memeluk Putri Abella kemudian ayah turun dari kursinya dan mengelus kepala Putri Abella.


"Ayah senang mendengar hal ini nak, selamat ya. Jaga dirimu jangan terlalu banyak gerak yang membuatmu kelelahan" saran ayah


"Terima kasih ayah" Putri Abella


"Terima kasih, terima kasih. Aku sangat senang" Pangeran Harris memeluk istrinya sendiri


(Hahh... Jadi seperti ini ya kehidupan rumah tangga bersama dengan orang tua. Mereka sangat bahagia saat ini, karena bayi yang ada dikandungan Putri Abella) batin ku


Aku perlahan melangkah keluar ruangan dan berjalan perlahan di koridor untuk pergi menemui Ofish ikan-ikan kesayanganku.


Tapi, aku melihat ada seseorang yang berdiri didekat kolam dengan gagahnya disana, dia memunggungi ku. Aku mendekati orang itu dan ternyata dia adalah...


"Pangeran Aiden? Sejak kapan kau disini?" tanyaku


"Salam putri, belum lama aku ada disini" Aiden


"Kenapa tidak bilang pada pengawal atau siapapun jika kau menunggu disini" ucapku


"Tidak, aku tidak mau menganggu kalian" Aiden


"Bagaimana jika tidak seorang pun tau kau disini? Sampai kapan mau menunggu?" tanyaku


Pangeran Aiden beralih berdiri menghadap ke arah ku dan tersenyum.


"Tak mungkin kau tidak kesini kan?" Aiden


(Kau sudah tau tempat mana yang akan aku kunjungi) batinku


"Tapi aku tidak setiap hari kesini" ucapku


"Aku hanya yakin kalau hari ini kau akan kesini. Ngomong-ngomong kau cantik sekali" Aiden


"Biasa saja, aku memang setiap hari seperti ini. Kau yang tidak menyadari" aku


"Aku selalu menyadari kalau wanita yang akan menikah denganku adalah wanita cantik" Aiden


"Sudah pintar gombal rupanya" aku


"Hanya menyampaikan kebenaran" Aiden


"Baiklah, ada apa kau kesini? Ada kepentingan dengan raja? Ratu? Atau Pangeran Harris?" aku


"Aku ada kepentingan dengan calon istriku" Aiden menoleh ke arahku dan tersenyum manis


Deg


(Hm... Wajahku memerah lagiii) batinku


"Menyebalkan" gumamku


"Kau masih menganggap ku menyebalkan?" Aiden, aku hanya mengangguk


"Sebentar lagi kau tidak akan mengatakan hal itu" Aiden


"Bagaimana mungkin? Sekalinya menyebalkan akan terus sama" aku


"Baiklah baiklah, terserah kau mau mengatakan apa tentang ku" Aiden

__ADS_1


Aku mengambil makanan dan menyebarkannya ke kolam, untuk Ofish makan.


"Tumbuh dengan baik ya, kalian harus tumbuh menjadi lebih besar lagi" ucapku


"Jangan ada yang mati lagi ya" imbuh ku


"Aku menyayangimu" Aiden


Aku seketika membeku di tempat kemudian membalikkan badan dan menatap kedua matanya yang kebetulan dia juga sudah menatap mataku lebih dulu.


Deg


(Santai Carla, tenang jangan seperti udang rebus) batinku


"Kau sudah mengatakan itu berkali-kali" ucapku


"Aku mencintaimu" Aiden


"Kau sudah mengatakan itu juga" jawabku


"Biar jelas" Aiden kemudian pergi begitu saja meninggalkan aku


"Lihat! Dia pergi begitu saja setelah menggombali seorang putri, dia tidak sadar kalau menyebalkan itu memang melekat didalam dirinya sejak lahir" gerutu ku pelan


"Jangan berbicara begitu putri, aku mendengar nya" Aiden


"Biarlah dia mendengar nya" gumam ku


Selesai memberi makan Ofish, aku hendak menuju meja makan untuk mengambil buah dan cemilan karena lapar.


Greb


"Aiden?"


Aku terkejut, karena saat berbelok menuju tangga Pangeran Aiden menarik pinggangku dan mendekatkan diriku pada dirinya yang bersandar ditembok.


"Terkejut?" Aiden


Aku hanya diam, dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menutup mataku dan berdoa agar tidak terjadi apapun.


Dug


"Akhh! Sakitt!!"


Aku langsung menjauh dari Pangeran Aiden karena dia mengadu kepalaku dengan kepalanya.


"Ishh... menyebalkan" aku langsung pergi meninggalkannya dan berjalan sesuai tujuan awal yaitu mengambil makanan.


"Kenapa aku berfikir dia akan mencium ku? Hei Carla! Sadarlah!!! Kemana otak mu saat ini?" gumam ku saat menaiki tangga


...- - -...


Saat sampai di ruang makan, aku langsung duduk dan minum air lebih dulu untuk menenangkan pikiranku.


(Santai Carla) batinku, kemudian kembali meneguk air mineral lagi dan mengambil pir untuk dimakan.


Aku mendengar pintu istana terbuka, aku tidak ada niatan untuk menoleh dan berharap yang datang bukanlah Aiden.


"Wahh~ Putri Carla.."


Aku menoleh karena kedatangan Putri Abella dan dia duduk juga.


"Aku lapar" ucapnya


"Makan putri, jangan sampai kau sakit" aku


"Tidak, santai saja. Aku sudah tau apa yang harus dilakukan saat hamil. Ibuku yang memberitahu" Putri Abella


"Lebih baik, jadi kau bisa menjaga dirimu sendiri. Katakan padaku kalau kak Harris menjagamu. Iya kan?" tanyaku, Putri Abella mengangguk


"Hmm... Sejak aku mengatakan kalau aku hamil setiap menit dia mengkhawatirkan apa akan aku lakukan" Putri Abella


"Beruntungnya kau menikah kakak ku, aku dulu sempat berpikir untuk menikahinya" ucapku


"Biasa, Putri Lily juga pernah berpikir untuk menikahi kakaknya sendiri. Sepetinya enak ya punya kakak lelaki" Putri Abella


"Tidak juga, kadang bisa menyebalkan sampai membuat naik darah" jawabku


"Tapi seru kan..." Putri Abella


"Bisa dibilang begitu" jawabku


"Oh iya, kira-kira anak ku laki- laki atau perempuan" Putri Abella


"Aku ingin anakmu perempuan" ucapku


"Kenapa?" Putri Abella


"Agar dia cantik seperti mu, dan pasti sifatnya menurun dari ayah nya" aku

__ADS_1


"Aku juga ingin anak perempuan, kalau kau ingin punya anak laki-laki atau perempuan?" Putri Abella


"Kenapa bertanya seperti itu??" tanyaku


"Kau kan pasti punya pemikiran untuk memiliki anak" Putri Abella


"Aku tidak belum tertarik untuk memikirkan anak ku laki-laki atau perempuan" jawabku


"Beritahu aku saat kau sudah tau jawabannya" Putri Abella berdiri dari duduknya dan pergi keluar ruang makan, kemudian suara pintu terbuka


"Beri tau aku ya?" Putri Abella


"Iya iya" aku tak menoleh sama sekali, lalu pintu kembali tertutup.


Putri Abella terus melakukan itu selama 3× sampai membuatku kesal.


(Jika pintu terbuka lagi aku akan berteriak) batinku


Benar saja, pintu terbuka dan aku berteriak.


"AKU AKAN MEMBERITAHU MU AKU INGIN ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN NANTI!" kesalku


"Apa?"


Suaranya sangatlah berat, aku menoleh dan ternyata dia adalah Pangeran Aiden.


"Tidak ada" jawabku


"Kau akan bilang mau anak laki-laki atau perempuan" Aiden


"Bukan padamu! Tapi, pada Putri Abella" aku


"Kenapa dengan Putri Abella?" Aiden


"Memangnya kenapa? Daripada denganmu.." ketusku


"Kau kesal padaku?" Aiden


"Kesal? Kenapa?" aku


"Karena hal tadi" Aiden


"Tidak" jawabku


"Sungguh???" Aiden


"Sedikit" jawabku


"Aku hanya bercanda tadi" Aiden


"Sejak kapan kau suka bercanda? Kau sadar tidak? Entah sejak kapan sifat mu itu berubah drastis, kau seperti ini pada semua orang?" tanyaku


"Tidak, sepertinya hanya denganmu" Aiden


"Hmm... Kau ubahlah hal itu" aku


"Kenapa?" Aiden


"Tak tahu, yang jelas aku lebih suka sifat mu yang dulu" aku


"Tapi susah, apalagi aku akan menjadi suami mu" Aiden


"Hmm... Bisakah berhenti membahas suami dan istri??" aku


"Kenapa?" Apakah aneh membahas seperti itu?" Aiden


"Sedikit aneh bagiku" aku


"Karena kau baru merasakannya" Aiden


"Boleh aku bertanya 1 hal?" Aiden


"Apa itu?" tanyaku


"Apa kau mencintai ku?" Aiden


"Mungkin, aku tidak bisa memastikannya" aku


"Kelak kau akan mencintai ku" Aiden


(Iya, aku akan mencintai mu... Entah kapan hal itu bisa aku pastikan) batinku


"Baik, istirahat lah hari ini. Aku akan kembali ke Corvus. Salam Putri Carla. " Aiden


"Salam Pangeran Aiden" aku


Pangeran Aiden pergi keluar dan kembali ke Corvus.


.... to be continued . ...

__ADS_1


__ADS_2