Putri Carla

Putri Carla
Part 40


__ADS_3

**haii, maaf ya aku baru bisa update sekarang. karena aku udah mulai bingung alurnya semakin kesini nyambung gak sih? tolong komen ya aku mau tau pendapat kalian ☺️


...× × ×**...


Carla menelusuri hutan dan berhenti ditempat yang sama dengan perkemahan bersama Aiden hari lalu. Dia bertemu dengan orang itu serta serigala yang sama, Carla mengejarnya tapi dia justru berhenti dipinggir sungai yang mengalir deras. Serigala itu ada diseberang sungai menatap Carla dengan tatapan akan menerkam.


Carla mundur perlahan untuk antisipasi berlari, serigala itu maju langkah demi langkah mendekati Carla. Carla berbalik dan dia menemukan orang yang berjubah hitam seperti yang dia mimpikan. Ini pertemuan ketiga kalinya walau yang pertama kali lewat mimpi.


Carla menatap ke belakang dan depan bergantian dengan cepat untuk mengetahui bahwa posisinya aman saat ini. Orang itu mendekat dan mengulurkan tangannya, saat orang itu membuka telapak tangannya dia membawa kain yang sama persis dengan yang ada ditangan Carla untuk menutup tanda hukuman itu.


Carla mengernyitkan dahi menatap itu, saat dia berbalik serigalanya sudah mendekat dengan Carla bahkan jika serigala itu maju 1 langkah lagi Carla akan habis. Carla mundur perlahan dan hendak berlari tapi dia tersandung gaunnya sendiri dan saat itulah serigala itu membuka mulutnya dan


"Hah.." 


Carla terbangun dari mimpinya dan mengatur nafasnya sambil memegang keningnya.


"Siapa kau sebenarnya?? Kau sangat mengganggu, sungguh" gumam Carla


Dia bangkit dari tidur, Carla mengganti pakaiannya dengan gaun simpel dan mengambil busur panah serta anak panahnya. Carla merasa geram dan dia langsung pergi ke hutan tanpa rencana apapun.


"Aku akan menangkap mu dengan tanganku sendiri. Lihat saja"


Carla berjalan menuju kandang kuda dan menungganginya untuk mengantar sampai di depan hutan. Setelah turun dari kuda, Carla berjalan masuk kedalam hutan dengan panah yang siap dia lucuti jika tiba-tiba bahaya mendekat.


Carla terus mengedarkan pandangan dan melangkah ke arah yang sama di mimpinya tadi. Dan saat sudah sampai di pinggir sungai, Carla menarik nafas panjang dan fokus ke seberang sungai di hadapannya.


Saat suara ranting terdengar Carla menarik busur panahnya lalu membidiknya. Betapa terkejutnya Carla karena serigala yang datang ada 3, bukan 1. Carla mundur perlahan saat serigala itu mendekat dan dia siap melepaskan anak panahnya.


Tapi serigala itu lari begitu saja, Carla menghadap ke belakang dan dia bertemu dengan manusia jubah itu.


"Apa yang kau inginkan??" Carla


Dia hanya diam dan mengulurkan tangannya, Carla menerima secarik kertas. Carla dengan ragunya mengambilnya dan orang itu langsung pergi bahkan Carla belum sempat mengejarnya.


Dia bukanlah orang yang ditakdirkan menikahi mu, sejak kau melanggar portal digital. Semua berubah, kalau kau mau semua ini menghilang lakukan apa yang ada di dalam mimpi mu. Ini adalah pertunjuk pertama, mungkin kau tidak akan bertemu lagi denganku. Selama kau belum menikahi orang itu kau akan terus dalam bahaya.


Itulah takdir dan hukuman mu, Carla.


"Apa? Aku menikahi orang yang salah maksudnya?? Bagaimana bisaaaa??!" kesal Carla

__ADS_1


Carla menghadap ke belakang dan 3 serigala itu kembali lagi, Carla melucuti panahnya dan mengenai kaki salah satu serigala itu dan dia mengaum lalu mengejar Carla. Carla berlari dan mencari tempat persembunyian untuk melucuti anak panahnya kembali tapi terus melesat selama 3×.


Anak panah yang dia bawa sisa 2, jika meleset lagi Carla tidak siap untuk meninggal disini dia terus berdiri dan berpikir untuk membunuh 3 serigala itu. Sampai Carla menaiki pohon dengan nekatnya. Dia membidik serigala yang oaling besar dan melepas anak panahnya, betapa senangnya anak panah itu menusuk tepat di punggung serigala besar itu.


Dan saat ingin melepas anak panah terkahir justru ada anak panah lain dan telat mengenai sasaran selama beberapa kali dan serigala itu mati begitu saja. 


Carla turun dari pohon dan mencari siapa yang membunuh serigala itu. Carla terkejut bukan main 3 orang berjubah ada dihadapannya, tutup kepala 3 orang itu dibuka dan Carla tambah terkejut lagi.


"Bibi Aiv? Pak Horach? Pak Ian?" Carla


"Tuan putri…" Bibi Aiv berlari mendekati Carla dan memeluknya


"Bagaimana bisa bibi disini? Bersama mereka juga" Carla


"Bibi mendapatkan mimpi kau meninggal terbunuh 3 serigala sejak sore tadi. Aku kira kau akan mengunjungi ku, aku dan lainnya berencana mengikutimu saat kau keluar malam ke hutan ini." Bibi Aiv


"Jadi, sejak kapan kalian ada di sekitar Corvus?" Carla


"Sejak sore kami sudah bersembunyi putri, dan saat melihatmu keluar istana kami langsung ikut. Walaupun awalnya kami tidak tahu kalau kau akan keluar" pak Ian


"Semua hanyalah insting dari Aiv" pak Horach


"Aku lega kau selamat putri" bibi Aiv memeluk Carla yang disambut pelukan hangat dari Carla.


"Terima kasih bi, dan pak Ian juga pak Horach" Carla


Semuanya mengangguk sambil tersenyum menatap Putri Carla.


"Sebaiknya kita keluar dari hutan ini, sebelum banyak yang melihat" pak Ian


"Baiklah" pak Horach


Carla serta bibi Aiv, pak Horach dan pak Ian keluar dari hutan Carla menawarkan agar mereka masuk ke dalam istana tapi mereka bertiga menolak dan langsung kembali menuju ke istana Rumpelstiltskin.


Carla diam-diam seperti biasa masuk ke dalam Corvus, selama Carla keluar larut malam para penjaga tidak ada yang bertanya bahkan seorang pelayan pribadi Carla juga tidak bertanya kenapa semalam ini dia masuk berjalan-jalan.


Saat sampai dia menutup pintu kamar, seseorang menggenggam tangan kanannya kuat dan mengunci tubuhnya agar tidak bisa kabur. Siapa lagi kalau bukan Aiden.


"Habis darimana?" Aiden

__ADS_1


"Aku hanya… m-mencari udara segar diluar karena… aku mimpi buruk. Iya begitu" Carla


"Mencari udara ya? Tapi kenapa kau membawa busur panah sayang?" Aiden


"Hmm… sekalian aku mau latihan, jadi aku bawa busur panah" Carla sudah mulai gugup


"Latihan bersama 3 orang lainnya?" Aiden


Carla berpikir cepat untuk menjawab sampai dia menatap jendela kamar yang sudah terbuka jendelanya. Menandakan kalau Aiden mungkin sudah tau yang sebenarnya dan saatnya dia jujur pada suaminya itu.


"Kau sudah tau?" Tanya Carla dengan suara yang serak sambil menunduk


"Hm" jawab Aiden


"Aku sering mimpi buruk akhir-akhir ini" Carla


"Kenapa kau tidak bercerita padaku?" Aiden


(Kalau aku cerita, kau akan kecewa ketika tau kalau orang yang selama ini kau sayangi sudah melanggar portal itu. Kau akan kecewa) batin Carla.


"T-tidak bisa" Carla mencari celah untuk pergi tetapi Aiden justru menahannya dan membalikkan tubuh Carla.


Bibir mereka bertemu, dan Aiden ********** dengan lembut. Seakan menyalurkan perasaan pada Carla bahwa dia aman selama berada di sisinya. Dan dia tidak perlu takut dengan apapun.


Carla tidak melawan sama sekali, membalas saja tidak karena sekarang dia hanya ingin istirahat dengan tenang. Aiden menjauhkan wajahnya dan mengangkat dagu istrinya agar tatapan mereka bisa bertemu.


"Ceritakan padaku kalau kau sudah siap, sekarang tidurlah" Aiden


Carla memeluk Aiden dengan erat dan tangisannya pecah di pelukan Aiden. Aiden yang merasa Carla sedang memiliki masalah mengusap kepala Carla dengan lembut dan mencium puncak kepalanya beberapa kali untuk menenangkan istrinya.


(Bagaimana perasaan mu nantinya ketika tau kalau aku harus menikahi orang lain menurut takdir baru yang ditentukan untukku? Rasanya aku tidak siap menerima ini) batin Carla


"Tak apa aku disini" Aiden.


...•...


...•...


.... to be continued ....

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya terima kasih 💜


__ADS_2