
Inilah waktu yang ditunggu Carla, saat sedang bersantai Carla dan Pangeran Gavin bertemu di perpustakaan dan disinilah Carla menanyakan semuanya.
"Langsung saja, apa Putri Aura hamil sungguhan?" Carla
"Hamil? Memangnya dia hamil?" Pangeran Gavin
"Kau tidak lihat perutnya?" Carla
"Aku tidak punya waktu melihat itu" Pangeran Gavin
"Jujurlah, kau dan Putri Aura bekerja sama untuk menjauhkan aku dan Aiden?" Carla
"Haha, bagaimana bisa aku melakukan itu? Kalian sudah menikah" Pangeran Gavin
"Justru karena aku dan Aiden menikah, kalian berdua mau menjauhkan kami" Carla
"Bukan seperti itu" Pangeran Gavin
"Lalu bagaimana ceritakan" Carla
"Baiklah, aku akan jujur. Aku… Memang menyukaimu Putri Carla, bahkan aku dan Aiden membuat taruhan siapa yang bisa mendapatkan mu lebih dulu namun… Aku kalah, kau menerima perjodohanmu dengan Aiden. Aku memang tidak terima karena sampai sekarang, sampai detik ini pun aku masih menyukaimu tapi aku tidak bisa berbuat apapun, aku mencoba melupakanmu namun berbeda dengan Putri Aura…
Dia memang bercerita semua rencananya padaku, dia memang ingin menjauhkan mu dari Aiden. Soal kehamilannya itu memang palsu, dia mungkin menggunakan barang yang ditaruh diperutnya agar terlihat seperti hamil namun kenyataannya tidak. Dia bilang cara ini akan membuatmu dengan Aiden menjauh. Itu inti dari semuanya, jelas bukan?" Pangeran Gavin
"Kau menyukaiku?" Carla, dan Pangeran Gavin mengangguk
"Itulah kenapa disaat hari pernikahan pun aku sempat datang untuk menemui mu saja" Pangeran Gavin
"Kenapa kau tidak mencoba meyakinkan Putri Aura?" Carla
"Dia keras kepala, hatinya busuk. Aku harap kau bisa membuatnya berhenti melakukan ini semua" Pangeran Gavin
"Bukankah dia akan dijodohkan dengan Pangeran Lynx?" Carla
"Benar, namun dia menolak karena masih menyukai Aiden dan bersikeras mendapatkan apa yang dia mau. Yang harus kau tahu adalah adikku juga menyukai perempuan itu" Pangeran Gavin
"Pangeran Gary?" Carla, dan Pangeran Gavin mengangguk
"Tidak ku sangka perempuan seperti itu disukai oleh adikmu" Carla
__ADS_1
"Dia juga tidak percaya dengan ucapanku tentang Putri Aura" Pangeran Gavin
"Aku akan menghentikan Putri Aura sebisaku" Carla
"Akan ku bantu" Pangeran Gavin
"Terima kasih, tapi kau tidak perlu melakukan tiu. Akan ku lakukan sendiri, aku sudah paham dengan apa yang Aura rencanakan. Setidaknya sekarang aku percaya pada Aiden." Carla
"Kau harus tau, Aiden bukan tipe yang suka mengkhianati pasangannya. Kalau Aiden sudah menyukai wanitanya dia tidak akan pernah melepaskannya walaupun nyawa menjadi taruhan" Pangeran Gavin
"Kau lebih mengenal dia daripada aku" Carla
"Berhubungan baik lah padanya, setidaknya dengan hal itu aku bisa melupakan perasaanku padamu." Pangeran Gavin
"Aku yakin kau akan menemukan yang lebih baik dariku" Carla
"Ku harap" Pangeran Gavin
"Sebaiknya kita kembali ke aula, atau semuanya akan curiga dengan kita" Carla
Mereka berdua langsung keluar dari perpustakaan dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Sementara Aiden yang duduk di samping Carla mengontrol emosinya karena istrinya baru saja berduaan dengan Pangeran Gavin.
Seperti biasanya setelah waktu jamuan dan santai berlalu, pesta dansa dimulai. Mereka menggulir pasangan sesuai dengan kemauan para putri. Namun entah kenapa saat berdansa dengan Pangeran Declan, karena merasa pusing dikepalanya.
"Kau tidak apa-apa putri?" Pangeran Declan
"I-iya, aku tidak apa-apa" Carla berusaha tersenyum
Sampai sesi berdansa selesai semua tamu keluar istana Black Cart karena acara telah usai malam ini. Carla langsung menyeret Putri Aura dan mereka mengobrol di dekat arena pacuan kuda tepatnya di halaman depan istana.
"Lepaskan! Mau apa kau?" Putri Aura
"Puas kau berdansa dengan suamiku?" Carla
"Suamimu? Yang benar saja!" Putri Aura
Carla sudah emosi, namun dia tetap harus mengontrolnya.
"Hentikan semua rencana busukmu! Aku sudah tau semuanya!" Carla
__ADS_1
"Apa hubunganmu denganku? Siapa kau? Berani sekali berkata seperti itu padaku?!" Putri Aura
"Dengar! Kau dan kehamilan palsumu itu! Kau tidak akan pernah hamil anak dari Aiden, jangan berharap itu bisa terjadi! Aku tau ini palsu. Untuk apa kau membuat rencana seperti ini? Agar saat semua ketauan aku bisa membongkarnya didepan semua orang?" Carla
"Dengar! Aiden tidak pernah mencintaimu, dia hanya mempermainkan mu. Kau adalah peran pengganti dan aku peran utamanya, bayimu itu hanyalah hasil dari permainan hatinya." Putri Aura
Plak
Carla menampar pipi Putri Aura dengan keras
"Lancang sekali kau berkata seperti itu! Kau kira walaupun aku hamil aku tidak bisa mengancam dan melakukan hal apapun? Aku masih sayang dengan wajah cantikmu itu, entah apa yang kau perbuat dengan memanfaatkan kecantikan mu. Namun, aku tidak akan pernah terlena dengan semua kata-kata bohong yang keluar dari bibirmu!
Dengar… Ini peringatan terakhir, aku tidak akan segan untuk meluncurkan anak panahku kesini kalau kau berani menghancurkan hubunganku dengan Aiden. Apalagi? Aku juga akan melaporkan semua ini pada Raja Ronan, biar aku lihat bagaimana reaksi nya ketika putri sulungnya berbuat hal memalukan seperti ini. Putri Aura? Kau tidak pantas mendapatkan julukan seperti itu, ku harap kau tidak melupakan kisah Putri Elylia." Carla meninggalkan Putri Aura dan masuk ke dalam kereta kencana bersama Aiden.
"Kau sudah selesai?" Aiden
"Sudah" Jawab Carla datar
Aiden hanya diam mengetahui situasi saat ini, dia membiarkan Carla tenang agar dia tidak kena masalah juga.
Putri Vernia Aseralda Elylia Endemith. Dia anak dari pasangan Raja Howl dan Ratu Elia. Dia lahir di istana Endeminth. Kisahnya terkenal di seluruh kerajaan sejak tragedi terjadi sampai saat ini, dia dieksekusi mati karena cintanya.
Putri Elylia mencintai seorang pangeran yang bernama Oland Xyber Exberdy Faols atau di kenal dengan nama Pangeran Xyber dari kerajaan Faols. Namun, yang membuat dia dieksekusi mati saat itu adalah karena perasannya itu tidak wajar dia mencintai Pangeran Xyber berlebihan.
Pangeran Xyber ini sudah memiliki 4 anak, 2 perempuan dan 2 laki-laki. Namun, dia punya banyak rencana jahat untuk menjauhkan Pangeran Xyber dari istrinya Putri Belina. Putri Elylia pun sempat meracuni Putri Belina saat sedang berburu di hutan lepas seminggu sebelum pernikahannya dengan Pangeran Xyber.
Kemudian mencoba meracuninya lagi sampai 3× namun Putri Belina sempat selamat. Kala itu, rencana jahat Putri Elylia tidak pernah ketahuan oleh raja dan ratu karena memang Putri Elylia adalah anak satu-satunya dari kerajaan Endemith. Dia terlalu disayang, namun aturan kerajaannya yang dibuat saat itu juga sangat ketat.
Dia tidak suka dengan perjodohan nya bersama Pangeran Jason. Namun, dia kehilangan akal saat mengetahui Putri Belina sedang hamil, dia akhirnya menyetujui pernikahan itu dengan tujuan jika dia hamil dia akan mengaku kalau itu adalah anak dari Pangeran Xyber.
Pangeran Jason dibungkam untuk tidak mengatakan apapun dan mengiyakan semua yang dikatakan Putri Elylia sampai suatu saat rencananya terbongkar dan setelah melahirkan dia dieksekusi mati. Karena sudah merencanakan pembunuhan tiga kali.
Itulah kisah Putri Elylia yang dikenal para pangeran dan ratu sampai saat ini, dia yang terlalu berharap agar cintanya terbalaskan namun tidak sesuai kenyataan.
Perasaan itu tidak bisa sepihak, lupakanlah perasaanmu jika dia tidak mencintai dan melirikmu sama sekali. Atau kau akan terus mengalami kesedihan yang terlalu dalam karena hanyut dalam perasaan yang tak terbalaskan.
...•...
...•...
__ADS_1
.... to be continued ....