
"Ibu… Ibu! Aku mau bermain dengan ayah" Seru Elio menarik tangan Carla sejak 5 menit yang lalu
"Sayang, ayah mu sedang belajar" Carla
"Tidak mau, kemarin aku juga tidak bermain dengan ayah. Masa sekarang ayah gak main lagi sama aku" Elio
"Tidak bisa sayang, ayahmu sedang belajar. Dia tidak bisa diganggu" Carla
"Aku mau main sama ayah" tegas Elio
"Tidak bisa sayang" Carla
"Salam Yang Mulia" Pelayan istana
"Salam… Ada apa?" Carla
"Yang Mulia Raja Maverick menyuruh saya agar Putri Carla dan Pangeran Elio menemui Yang Mulia Pangeran Aiden" Pelayan
"Ada dimana Aiden?" Carla
"Beliau ada diruang singgasana putri…" Pelayan
"Baiklah, terima kasih" Carla
"Salam Yang Mulia" Pelayan itupun pergi
"Elio kau tau apa maksudnya?" Carla
"Aku bisa bertemu ayah?" Elio, dan Carla mengangguk
"Yuhuuu!!! Ayo Bu, cepat! Ayah sudah menunggu" Elio melompat
"Baiklah, ayo! Ayah ada diruang singgasana." Carla membiarkan Elio berjalan duluan
Sesampainya didepan pintu, pengawal membukakan pintu besar tersebut. Saat terbuka lebar, terlihatlah sosok Aiden di tengah ruangan sedang tersenyum menghadap ke pintu.
Elio langsung berlari pada Aiden dan Carla berjalan cepat menyusul Elio.
"Ayah!" Seru Elio
"Elio, apa kau sudah makan?" Aiden
"Sudah ayah, aku rindu makan bersama ayah lagi" Elio
"Besok kalau ayah sudah selesai pelatihan, kita makan bersama ya?" Aiden
"Tentu ayah! Kita akan makan yang banyak hahaha" tawa Elio disusul tawa Aiden
Carla yang melihat itu hanya tersenyum lebar, lalu mata Aiden tertuju pada sosok orang yang dia sayang dan sangat dia rindukan, Carla.
"Kau tidak ingin memeluk ku?" Aiden
"Tentu saja aku mau" Carla langsung berjalan mendekati Aiden dan memeluknya.
"Aku rindu wangi ini" Aiden
"Apa semuanya berjalan lancar?" Carla
"Iya, semuanya berjalan lancar" Aiden
Mereka melepaskan pelukan, kemudian Carla menangkap tidak ada siapapun di ruangan ini. Bahkan tidak ada Raja Maverick.
"Dimana ayah?" Carla
"Dia keluar sebentar, itu sebabnya aku di izinkan untuk memanggil kalian berdua kesini" Aiden
"Syukurlah.." Carla
"Apa akhir-akhir ini ada masalah?" Aiden
"Iya? Ku rasa tidak" Carla
"Antara kau Dan Axain?" Aiden
Carla langsung menatap wajah Aiden, dia terkejut. Kenapa tiba-tiba Aiden menanyakan soal Axain.
"Ada yang ingin aku katakan padamu" Carla
__ADS_1
"Katakanlah" Aiden
"Kemarin, setelah makan dengan Axain. Dia mencium ku. Maaf, aku tidak meminta izin darimu" Carla
Aiden menghela nafas kemudian dia mendekati Carla. Tangan kanannya menangkup wajah Carla dan tangan kirinya dia gunakan untuk menutup mata Elio.
Aiden langsung mengecup, mencium dan mengisap bibir Carla dengan perlahan dan dia lakukan berkali-kali.
Disela Aiden melakukan itu dia mengatakan apa yang dirasakan saat mendengar apa yang Carla katakan barusan.
"Kau tau.." Aiden mengecup bibir Carla
"Aku orangnya pencemburu" Aiden mengecupnya lagi
"Aku tidak mau.." Aiden mengecup dengan lembut
"Milikku dibagi-bagi" Aiden mengecup lagi
"Kau.." Aiden menghisap bibir Carla
"Milikku" Aiden menghisapnya lagi
"Mengerti?" Aiden menghisapnya lagi dan lagi
Carla hanya diam namun dia pun tersenyum saat Aiden melakukan ini, dia suka Aiden cemburu.
"Biar aku hilangkan dulu jejaknya" Aiden kemudian mencium bibir Carla cukup lama dan setelah selesai ciuman itu menjadi kecupan yang bertubi-tubi.
"Berarti kau mencium Axain?" Ucap Carla saat Aiden selesai melakukan ciumannya
"Memang terdengar gila namun, aku tidak mau ada yang meninggalkan jejak di bibirmu selain bibirku. Kau paham?" Aiden
Carla menunduk melihat Elio yang hanya diam saja saat matanya ditutup.
"Kasian Elio.." Carla menggendong nya
"Elio ayah yang tampan… Apa yang mau kau lakukan saat ayah selesai pelatihan?" Aiden
"Bagaimana kalau kita berburu ayah?" Elio
"Berburu?" Carla
"Iya, bersama ayah dan ibu. Bagaimana?" Elio
"Baiklah! Ayah setuju, persiapkan dirimu dengan baik pangeran" Aiden memberikan gestur penghormatan pada Elio
"Baik Yang Mulia!" Elio pun menundukkan kepalanya.
"Apakah pertemuan keluarga kecil ini sudah selesai?" Raja Maverick
"Kakek!" Elio meminta Raja Maverick untuk mengendong nya
"Cucu kakek yang paling tampan" Puji Raja Maverick
"Apa kakek mengurung ayah begitu lama?" Elio
"Kakek tidak mengurungnya, kakek belajar dengan ayahmu. Hanya kakek dan ayahmu saja" Raja Maverick.
"Kenapa hanya berdua?" Elio
"Karena ini rahasia" Raja Maverick
"Baiklah, tapi kakek janji akan memberitahukannya padaku?" Elio
Semuanya tertawa, Raja Maverick hanya menganggukkan kepala saja.
"Baiklah, saat kau sudah besar kakek akan memberitahu ya?" Raja Maverick
"Baik kakek" Elio
"Kami pamit dulu, salam Yang Mulia" Carla memberi salam penghormatan
"Salam" Raja Maverick
Carla menggandeng Elio untuk keluar dari ruang singgasana. Sesampainya diluar, Elio melepaskan genggaman tangan Carla.
"Ibu.. Ayo menunggangi kuda" Ajak Elio
__ADS_1
"Ayo, kita balapan bagaimana?" Carla
"Setuju, ibu, siapa yang sampai di area kuda lebih dahulu dia mendapatkan poin kemenangan pertama. Siap?" Elio
"Elio, jangan lari" Carla
"1… 2… 3!!" Elio langsung berlari begitu saja meninggalkan Carla.
Mau tak mau, Carla harus mengejar Elio dia pun ikut berlari sampai ke area pacuan kuda. Sesampainya disana, Carla mengatur nafasnya sambil memegang kayu pembatas area kuda.
"Ibu kalah" Sorak Elio
"Baiklah, 1 : 0 ya?" Carla
"Iya! Elio 1 dan ibu 0. Ayo Bu, kita bersiap untuk balapan" Elio
"Baiklah, ayo" Carla masih mencoba mengatur nafasnya dan menyusul Elio untuk bersiap menunggangi kuda.
Elio dengan kuda kesayangannya sudah siap didalam area pacuan kuda.
"Berapa putaran?" Carla
"Bagaimana kalau 3 Bu?" Elio
"Baiklah, ibu setuju" Carla
"Baik, ibu yang menghitung" Elio
"1… 2… 3!!" Carla
Mereka melajukan kudanya dan berbalapan. Elio yang tertinggal di belakang maish berusaha menambah kecepatan kudanya. Sedangkan, Carla fokus pada dirinya sendiri serta kecepatan kuda tersebut.
Saat finish, Carla langsung melajukan kudanya santai dan menunggu Elio.
"Ibu menang!!" Sorak Carla
"Kenapa ibu cepat sekali?" Elio
"Kau tahu? Ibu memang balapan kuda melawan beberapa pangeran dan putri" Carla
"Benarkah?" Elio
"Benar" Carla
"Ibu hebat!!" Elio bertepuk tangan
"Ibu membicarakan ini bukan untuk sombong sayang. Tapi, kau bisa ambil contoh dari cerita ibu atau ayah. Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi itu hal biasa, jadi jangan pernah kecewa jika kalah, teruslah berlatih. Mengerti?" Carla
Elio mengangguk "Mengerti Bu!"
"Baiklah, mau balapan lagi?" Carla
"Boleh! Kali ini aku akan berusaha menang" Sorak Elio dan dia langsung mengarahkan kudanya ke garis start disusul Carla.
"Baiklah, ibu hitung ya.." Carla
"Baik Bu" Elio
"1… 2… 3!" Carla melajukan kudanya bersama dengan Elio.
Dan mereka memulai balapan untuk yang kedua kalinya.
...🍁...
Langit malam yang gelap diisi bintang yang bertaburan membuat suasana malam ini terasa indah. Terlebih, Carla sedang memangku Elio yang sudah tidur terlelap setengah jam yang lalu.
Carla meletakkan Elio ke atas ranjang, kemudian dia membuka jendela kamar. Carla duduk di jendela tersebut sambil menatap bintang-bintang.
"Apakah aku harus pergi ke hutan?… Kalau aku pergi kesana, itu sama saja aku sudah siap menjual nyawaku… Bagaimana aku bisa kesana? Apa aku harus mengajak Axain? Huh… Sepertinya, aku akan memikirkan hal ini besok" Carla turun dari jendela kemudian menutupnya dan ikut tidur disamping Elio.
(Kuharap mimpi itu tidak akan datang lagi) batin Carla.
...•...
...•...
.... to be continued ....
__ADS_1