
"Putri Carla? Kakak? Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku?" Lily
"Salam pangeran, putri..! Waktu istirahat sudah selesai mari kita lanjutkan" ucap pelatih perang setelah kembali dari istirahat nya.
"Kami latihan dulu ya Putri Carla" Lily
"Kalau kau bosan, tunggu saja di dalam istana atau dimana pun kau mau. Karena pasti aku akan menemukan mu" ucapku lalu tersenyum
"Jelas saja kau bisa menemukan ku. Ini kan istana mu, yang benar saja..." jawab Putri Carla dengan raut wajah kesal
Aku hanya tersenyum kemudian bersiap untuk berlatih perang yang kedua.
...- - - ...
Setelah selesai, aku duduk di rerumputan kembali untuk mengatur nafas.
"Kak! Aku langsung masuk istana duluan ya.." Lily
"Iya, masuk saja duluan" jawabku
Saat Lily pergi, ada orang yang duduk di sampingku.
"Putri Carla?" aku
"Jangan panggil aku putri, panggil saja Carla" Carla tersenyum kemudian
(Manis) batinku
"Kenapa tiba-tiba begitu?" tanyaku
"Salahkah? Lihat! Disini hanya kita berdua saja tidak ada putri atau pangeran disini selain kau dan aku. Kenapa harus formal sekali." kesal Carla
"Jadi, kalau seorang putri dan pangeran hanya berdua tidak perlu sebut tahtanya?" tanyaku memastikan, Carla langsung mengangguk
"Kau pasti lelah kan? Ini, lap keringatmu" Carla menyodorkan sapu tangan padaku
"Terima kasih" jawabku, aku mengelap kemudian setelah selesai aku meminum air mineral yang ada di tanganku.
"Kau masih marah padaku?" Carla
"Tidak! Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanyaku
"Entah, sejak kau marah padaku aku jadi... Kepikiran akan dirimu terus" Carla menunduk
Aku menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya pelan .
"Kenapa memikirkan aku?" tanyaku dengan lembut sambil menatap matanya
"A-aku tidak tahu, itu terlintas begitu saja" Carla
"Biar aku lap kan keringatmu, sini sapu tangannya" Carla menyodorkan tangannya padaku, lalu aku memberikan sapu tangannya.
Dia mengelap keringat di dahiku dengan perlahan, kemudian dia juga mengelap sekitar leherku.
(Andai saja kau sudah jadi ratu ku, Putri Carla) batinku
Dia kembali duduk setelah selesai mengelap keringatku.
"Menikahlah denganku" ucapku
"Hm?" Carla terkejut
"Kenapa? Apa kau baru mendengar nya seumur hidup?" tanyaku, kemudian dia mengangguk aku langsung bertanya.
"Kenapa? Kau tidak pernah mendengar pernyataan seperti itu?" tanyaku, kemudian dia menggeleng lagi.
"Aku memang tidak pernah, kau yang pertama mengatakan itu" Carla
"Menikahlah denganku, sebelum kau menjadi milik orang lain." ucapku
"Hm... Sudah panas. Ayo masuk kedalam" Carla berdiri kemudian melewati ku, aku langsung buru-buru berdiri dan menahan tangannya.
"Jawab pertanyaan adikku tadi" ucapku
Carla hanya diam tak berniat menjawab bahkan menoleh padaku. Aku menarik tangannya ke arahku kemudian dia berhenti tepat di depanku aku menahan tubuhnya dengan tangan kiriku, bahkan saat ini aku bisa mendengar nafasnya karena jarak yang sangat dekat.
"Pa-pangeran Aiden. Lepaskan, aku tidak enak kalau ada yang melihat" Carla menatap ke arah lain
"Kenapa? Lagipula dunia ini sudah tau kalau kau dan aku dijodohkan. Kau akan menjadi permaisuri ku jika kau menjawab pertanyaan adikku tadi" jawabku
"Aku akan menjawab nanti" Carla
"Aku butuh sekarang" jawabku
"Harus?" Carla
__ADS_1
"Harus!" jawabku
"Baiklah! Aku akan jawab! Dengarkan! Aku tidak akan mengulanginya. Sebelumnya lepaskan aku dulu." Carla
Aku melepaskan dia dari pelukanku, kemudian dia menarik nafas.
"Aku Ariel Carla Nataline Alexandrine Rumpelstiltskin dari kerajaan Rumpelstiltskin. Menyatakan kalau pernikahan antara aku dan pangeran Aiden akan dilaksanakan 4 hari lagi. Sudah, puas? Pastikan ayahmu tau!" Carla langsung berlari masuk ke istana sedangkan aku tersenyum melihatnya.
"AAAAAAA!!!! AKHIRNYAAA!!!" teriak ku
Bisa kalian bayangkan bagaimana senangnya aku saat ini. Dia menerima perjodohan ini dan menyetujui keputusan yang sempat keluarganya buat denganku kalau kami akan menikah 4 hari lagi.
(Akhirnya, kau akan menjadi milikku. Aku akan terus menjaga mu putri) batinku
Aku berjalan masuk istana dengan perasaan yang sangat bahagia. Aku mandi setelahnya aku akan menemui dimana calon istriku berada nanti.
...* * *...
Selesai mandi, aku hendak memberitahu ayahku tentang persetujuan dari Putri Carla sebelum aku menemuinya.
Saat pintu ruang tahta terbuka, ayah menatap ku. Aku juga menangkap sosok Putri Carla yang sedang berdiri anggun ditengah ruangan. Lily yang ada disamping Carla tak berhenti tersenyum menatapku.
"Masuklah nak..." Raja Maverick
Aku melangkahkan kaki memasuki ruang singgasana milik ayah. Kemudian berdiri disamping Putri Carla.
"Salam raja" sapaku
"Salam, siapkan dirimu sejak sekarang. Kalian akan menikah 4 hari lagi" Raja Maverick
Aku menoleh ke arah Putri Carla, dia tersenyum sambil menunduk disampingku.
"Baik raja! Aku akan mempersiapkan diriku" jawabku
"Boleh aku membawa Putri Carla pergi?" tanyaku
"Silahkan, rencanakan dengan baik" Raja Maverick
"Baik raja, salam..." aku
Aku mempersilahkan Putri Carla berjalan lebih dahulu, dan aku berjalan disampingnya.
"Kau mau mengajakku kemana??" Carla
"Perpustakaan" jawabku
Sampai di perpustakaan, aku menarik kursi untuk dia duduk lebih dahulu. Lalu, aku langsung duduk di depannya.
"Kenapa sejak tadi kau terus tersenyum?" Carla
"Aku?" tanyaku
"Iya! Siapa lagi yang aku tanya selain kau disini?!" kesal Carla
"Aku begini karena mu! Kau harus tanggung jawab" jawabku
"Aku akan tanggung jawab, buktinya aku menyetujui perjodohan ini" Carla
"Kalau boleh tau, kenapa kau menyetujui ini?" tanyaku
"Entah, aku merasa gimana ya... Berbeda! Aku rasa aku sudah mulai memiliki perasaan padamu." Carla
"Benarkah?" tanyaku lebih bahagia lagi
"Baru mulai, bukan sudah. Jangan terlalu bahagia dulu" Carla
"Terserah aku! Aku sangat-sangat bahagia" jawabku
"Ya ya ya, terserah kau saja" Carla
"Jangan pergi dariku ya..." ucapku
"Hei sejak kapan kau jadi seperti ini??" Carla
"Sejak hari ini" jawabku
"Kau terlalu berlebihan, ayolah biasa saja. Berbahagianya nanti setelah semua sudah selesai" Carla
"Kau melarang ku untuk bahagia hari ini?" tanyaku
"Tidak! Ya sudah, berbahagialah sepuasmu" Carla
"Terima kasih" jawabku
"Oh iya! Kau kesini ada perlu apa?" tanyaku
__ADS_1
"Perlu? Hm... Aku ada perlu dengan... Raja Maverick" Carla
"Ayahku? Kau serius?" tanyaku
"Kenapa tidak?" Carla
"Perlu soal apa?" tanyaku
"Untuk menyetujui perjodohan ini" Carla
"Jadi kau ingin mengatakan pada ayahku kalau kau menyetujui perjodohan ini? Kenapa tidak pakai surat? Kenapa harus jauh-jauh kesini?"tanyaku
"Ya selain itu, aku juga ingin melihat seseorang" Carla memalingkan wajahnya yang sejak awal selalu menatap mataku
"Siapa? Lily?" tanyaku
"Kau" Carla
Deg
"Tunggu, sebenarnya yang salah ini aku atau kau?" tanyaku
"Kenapa?" Carla
"Kau mau menemui ku?" tanyaku
"Kau ini kenapa sih? Kau memikirkan apa Pangeran Aiden?? Kau calon suamiku, aku kesini menerima perjodohan dan ingin melihat calonku masa aku ingin melihat prajurit disini?! Jangan buat aku kesal hanya karena hal ini" Carla
"Maaf, aku sangat sangat bahagia sampai sudah tidak fokus" jawabku
"Baiklah, aku paham saat ini" Carla
(Aku menunggu momen dimana pengucapan janji itu tiba, Carla) batinku
"Kau melamun?" Carla memiringkan kepalanya
"Tidak! Hanya berpikir" jawabku
"Kau siap menerima segala yang ada di dalam diriku?" Carla, aku mengangguk pasti
"Sekalipun saat itu dicakar harimau dan bekas lukanya tak hilang?" Carla, aku tetap mengangguk
"Dengar! Sejak perjodohan ditentukan aku sudah senang, aku berusaha sendiri menumbuhkan perasaan pada mu. Walaupun kau tidak melakukan hal yang sama denganku" jelasin
"Lagipula, kenapa kesan pertama tentang dirimu itu menyebalkan?" Carla
"Menyebalkan bagaimana?" tanyaku
"Kau meninggalkan aku di lapangan tanpa menjawab pertanyaan ku saat itu" Carla
"Kau masih kesal dengan itu?" tanyaku
"Sangat" Carla
"Tapi aku sudah menjawabnya" jawabku
"Tapi kau tidak bilang padaku kalau kau akan mengambilkan payung atau apa. Kau pergi begitu saja" Carla
"Hal sepele seperti itu masih kau pikirkan" jawabku
"Sepele? Tapi hal itu justru membuatku mengerti kalau kau adalah pangeran menyebalkan!" kesal Carla
"Menyebalkan pun akan menjadi suami mu. Dengar! Saat itu aku belum begitu berani untuk berdiri di sampingmu. Tapi saat ini aku sudah punya nyali" jawabku
"Baiklah, anggap saja masalah ini selesai" Carla
"Aku mau keluar" Carla berdiri dari duduknya
Aku mengikuti kemana Carla pergi saat ini, ternyata tak jauh dari tebakanku, dia pergi ke area pacuan kuda.
"Kenapa kesini?" tanyaku
"Aku suka saja" Carla
"Kalau gitu, maukah kau ku antar pulang menggunakan kuda nanti?" tanyaku
"Aku akan dijemput dengan kencana nanti. Tidak perlu repot" Carla
"Baiklah kalau gitu, tidak masalah" jawabku
"Persiapkan dirimu untuk acara itu" Carla
"Saat ini pun aku siap" jawabku
"Baguslah kalau begitu" Carla tersenyum kepadaku.
__ADS_1
(Walaupun kau keras kepala tapi tak masalah, ada sisi menarik yang aku suka darimu dibandingkan putri putri lainnya. Aku beruntung dijodohkan denganmu, Carla) batinku
.... to be continued ....