Putri Carla

Putri Carla
Part 18


__ADS_3

Matahari telah menyapa cahayanya sampai masuk ke dalam kamar bibi Aiv karena memang gorden yang ia buka dengan lebar agar Putri Carla bisa mendapatkan cahaya matahari dengan baik.


Bibi Aiv, tengah membuka perban di paha Putri Carla dan menggantinya dengan yang baru agar terus bersih. Kemudian dia juga melihat tanda ditangannya yang masih sama dan tidak berubah.


"Kejadian yang kau alami memang tidak masuk akal, kenapa kau tidak lari? Kenapa kau justru malah melawan putri?" bibi Aiv


Kriet...


Pintu kamar bibi Aiv terbuka dan menampakan wajah Ratu Ellena di baliknya. Raut wajahnya masih sama sejak kemarin khawatir dan bersedih bahkan hari ini terdapat kantung mata berwarna hitam yang menandakan kalau Ratu Ellena tidak bisa tidur.


"Bagaimana keadaan putri ku Aiv?" tanya Ratu Ellena


Bibi Aiv menunduk dan menatap Putri Carla yang menandakan kalau tidak ada perubahan sama sekali.


"Kenapa kau tidak kunjung sadar nak... Ibu mengkhawatirkan mu" Ratu Ellena meneteskan air mata dan mengelus kepala Putri Carla dengan lembut.


(Bertahan lah nak, kau anak yang kuat) batin Ratu Ellena


"Biarkan aku yang menjaganya Aiv" Ratu Ellena


Bibi Aiv berdiri dari duduknya dan mempersilahkan ratu Ellena untuk duduk di kursi dekat ranjang Putri Carla.


"Baiklah ibu ratu, kalau begitu saya ingin menemui pak Horach sebentar. Salam ibu ratu.. " bibi Aiv kemudian pergi meninggalkan Ratu Ellena bersama anaknya.


"Maafkan ibu nak, jika ibu tahu hal ini akan terjadi pasti tidak akan ibu izinkan" Ratu Ellena


Ratu Ellena menatap keluar jendela dan kembali menatap anaknya yang masih memejamkan mata dengan damai walaupun cahaya matahari menerpa wajahnya dengan sempurna.


Tak lama Putri Abella datang ke dalam kamar bibi Aiv.


"Salam ibu ratu.. " Putri Abella


"Salam Putri Abella" Ratu Ellena


"Ratu, mari kita sarapan lebih dahulu. Raja dan Pangeran Harris sudah menunggu ibu ratu di meja makan sekarang. " Putri Abella


"Ibu bukan saat yang tepat Abella, kau tau Putri Carla masih belum sadar juga. " Ratu Ellena


"Aku tahu ratu, tapi sebaiknya kau sarapan lebih dahulu baru kembali kesini lagi. Agar kau tidak sakit. " Putri Abella


Ratu Ellena menatap Putri Carla sebentar kemudian berdiri dari duduknya dan menutup pintu kamar bibi Aiv untuk pergi sarapan sementara.


"Hah..."


"Akh! Kenapa sakit sekali?! " pekik seseorang


Putri Carla membuka matanya dan mengganti posisi tidurnya menjadi duduk di atas ranjang sambil memegang perban di pahanya yang terasa begitu sakit dan nyeri. Carla sudah bangun beberapa menit lalu saat Ratu Ellena menunggunya hanya saja dia tidak ingin membuka matanya saat itu.


Carla menatap keluar jendela dan mengerutkan dahi. Lalu, dia beranjak berdiri walaupun kesulitan untuk mendekati jendela.


"Ternyata aku masih hidup, dan anggota tubuhku masih lengkap. Syukurlah, hidupku belum berakhir" Carla tersenyum lalu kembali duduk di bibir ranjang.


"Berapa lama aku berbaring di kasur ini" Carla mengatur nafasnya dan mencoba menggerakkan kaki dan tangannya perlahan agar terbiasa.


"Bagaimana bisa dengan keadaan seperti ini aku menggunakan gaun" ocehnya tak berhenti


Cklek


Kriet


Carla menoleh dan saat itulah bibi Aiv terkejut melihat Putri Carla yang sudah terduduk di bibir ranjang. Carla segera berdiri dan mengunci pintu kamar bibi Aiv.


"Putri? K-kau sudah siuman?" bibi Aiv


"Aku rasa itu pertanyaan yang tidak perlu di jawab" Carla


"Syukurlah, kau harus istirahat putri" bibi Aiv memegang kedua pundak Carla hnedak membantunya tertidur tapi ditahan oleh Carla.


"Sudah berapa lama aku tertidur di ranjang ini?" Carla


"1 hari Putri Carla" bibi Aiv


"Dan kau menyuruhku untuk istirahat lagi bi? Aku lelah maka dari itu aku duduk" Putri Carla


"Sepertinya dirimu masih tetap sama" bibi Aiv tersenyum lebar


"Aku memang akan selalu sama" Carla tersenyum lebar


"Oh iya, biarkan yang tahu hal ini hanya aku dan bibi saja. Jangan beritahu yang lain kalau aku sudah sadar. " Carla


"Kenapa Putri? Seluruh anggota kerajaan menunggu mu sadar tapi kau malah mau merahasiakan nya?" bibi Aiv


"Bukan merahasiakan, aku hanya ingin ketenangan sampai aku ingin kembali ke peraturan kerajaan kembali. Jadi, jangan paksa aku" Carla


"Baiklah kalau begitu, istirahat dulu putri. Adakah yang mau kau makan? Biar aku buatkan untukmu" bibi Aiv.


"Bawakan semua makanan kesukaan ku kesini bi" jawab Carla dengan bahagia


"Baiklah, tunggu sebentar. Kau berbaringlah putri" bibi Aiv


Carla mengangguk dan kembali berbaring alih-alih jika ada yang masuk dia hanya tinggal memejamkan mata saja nantinya.


...* * *...


>> at, Istana Corvus <<


Sementara di istana Corvus ada yang sedang latihan memanah tapi terus melesat entah kemana karena tidak fokus sejak awal.

__ADS_1


"Ayolah, ada apa denganmu kak? Apa kau sakit?" tanya Putri Lily


"Tidak, hanya kurang tidur saja" jawab Pangeran Aiden


"Kenapa? Apa karena Putri Carla" Putri Lily


"Sepertinya" Pangeran Aiden


"Aku juga sedih tapi ayolah jangan sampai seperti ini, kau kemarin melewatkan makan malam dan tidak minum seharian. Bagaimana kalau nanti kau pingsan saat pelatihan perang?" Putri Lily


"Biarkan, aku juga ingin merasakan seperti apa rasanya pingsan." Pangeran Aiden


"Dasar aneh! Setidaknya kau makan sedikit" Putri Lily


"Tidak, bagaimana nasibku nanti saat pelatihan dia belum juga sadar" Pangeran Aiden


"Itu karena kau tidak mau makan, jadi Putri Carla tau dan tidak mau sadar. " Putri Lily


Pangeran Aiden mencubit hidung adiknya pelan dan menatap kedua matanya dengan lembut.


"Tarik perkataan mu kalau Putri Carla tidak mau sadar, cepatlah.. " Pangeran Aiden


"Baiklah! Aku menarik kata-kataku tadi. Jadi, kau mau makan ya Pangeran Aiden yang paling tampan?" Putri Lily


"Baiklah, aku akan makan sekarang. "


Pangeran Aiden langsung masuk istana dan pergi menuju meja makan, dan meminta pelayan istana membawakan makanan untuknya sarapan.


(Apa nanti akan tetap seru kalau Putri Carla tidak ikut serta dalam acara pelatihan perang?) batin Aiden.


"Tetap saja tidak, yang aku butuhkan dia sadar hari ini juga. " gumam Pangeran Aiden


...* * *...


>> At, Istana Corvus <<


[Pukul 12.00]


"Pangeran Aiden? Kau tidak apa-apa?" Pangeran Sean


"Iya, aku tidak apa-apa" Pangeran Aiden


"Kau tampak tak bersemangat" Pangeran Sean


"Tentu saja! Karena Putri Carla belum sadar sampai saat ini. Betul kan Pangeran?" Pangeran Lynx datang


"Yaa... Seperti itu kira-kira" Pangeran Aiden


"Jangan bersedih pangeran, kau pasti bisa!" Pangeran Sean


Pelatihan perang inti seluruh pangeran sudah dimulai, mereka semua fokus pada lawan sehingga berusaha menghindari serangan dan membalas sedangkan Pangeran Aiden tidak fokus yang menyebabkan lengannya tergores pedang dan terluka.


"Akh!" pekik Aiden


"Maaf, maafkan aku pangeran... Aku tidak tahu kalau pedangku mengenai lengan mu." ucap prajurit yang menjadi lawan Pangeran Aiden


"Tidak apa-apa, ini salahku karena tidak fokus" Aiden


"Tidak pangeran, ini salahku." prajurit


"Tidak apa, mari kita lanjutkan.. " Aiden


"Kau yakin pangeran?" prajurit


"Aku yang mengajakmu berarti aku sanggup menyelesaikan ini sampai akhir. " Aiden


"Baiklah pangeran" prajurit


Aiden kembali melakukan pelatihan sampai waktu yang ditentukan habis, setelah selesai seperti biasa para putri akan mendatangi pangeran setelah mendapatkan nama dari kertas yang dituliskan.


"Pangeran... Minumlah ini!" Putri Hazel


"Kau mendapatkan namaku? " Aiden


Putri Hazel mengangguk dan menyodorkan handuk kecil dan air mineral.


"Minumlah kau pasti dehidrasi" Putri Hazel


"Terima kasih" Aiden duduk dan meneguk minuman lalu mengelap keringatnya.


"Pangeran Aiden? Lenganmu terluka! " Putri Hazel terkejut melihat baju Aiden kena darah.


"Tidak apa, ini sudah biasa. " Aiden


"Tapi pangeran, ini harus diobati agar tidak menjadi luka yang serius. " Putri Hazel


"Tidak perlu, nanti juga sembuh" Aiden


"Ta-tapi pangeran.. " Putri Hazel


"Jangan khawatir" sela Aiden lalu tersenyum


"Baiklah" Putri Hazel


Selesai pelatihan mereka semua mengumpul di meja makan untuk makan siang bersama setelah pelatihan. Pangeran Aiden hanya menatap makanan di depannya tak ada nafsu sama sekali untuk memakannya apalagi menyentuh makanan itu.


Putri Aura yang sengaja duduk di samping Aiden, menyodorkan minuman ke depan piring makan lalu melambaikan tangan didepan wajah Aiden, berpikir kalau Aiden itu melamun sejak awal jamuan dimulai.

__ADS_1


"Pangeran? Kau tidak makan?" Putri Aura


"... "


"Pangeran? " Putri Aura


"... "


"Pangeran Aiden??" Putri Aura


Barulah Aiden menoleh


"Ada apa Putri Aura?" Aiden


"Kenapa kau tidak makan? " Putri Aura


"Aku tidak berselera makan. Aku pergi dulu.. " Aiden berdiri dari duduknya dan mencari Raja Maverick.


Sampai di singgasana raja tersebut dia memberi salam penghormatan dan berdiri tegak.


"Ada apa pangeran? Sampai-sampai kau datang kesini saat jamuan sedang berlangsung." Raja Maverick


"Aku izin raja" Aiden


"Ingin kemana?" raja


"Istana Rumpelstiltskin" Aiden


"Kenapa kau ingin kesana secara mendadak seperti ini?" raja


"Aku... Ingin menemui Putri Carla" Aiden


"Kenapa tidak nanti setelah acara selesai?" raja


"Maaf raja, aku tidak bisa menunda hal yang satu ini. Aku pergi" Aiden memberi salam dan langsung keluar dari ruangan singgasana raja Maverick.


Dia pergi menuju kandang kuda miliknya lalu menungganginya sampai ke istana Rumpelstiltskin.


...* * *...


Sesampainya di istana Rumpelstiltskin, Aiden langsung menemui Raja Vincent dan Ratu Ellena.


"Salam raja... Ratu.. " Aiden


"Salam Pangeran Aiden" Ratu Ellena


"Salam Pangeran Aiden, ada apa kau kesini? Apakah acaranya sudah selesai?" Raja Vincent


"Acaranya belum selesai raja, kedatangan ku kesini untuk menemui Putri Carla." Aiden


"Baiklah kalau begitu silahkan.. " raja


"Tapi dia belum siuman pangeran, tidak kah kau kembali kesini setelah dia siuman saja?" ratu


"Aku tidak bisa ratu, aku sudah menahan diriku sejak acara jamuan untuk segera kesini dan menemui Putri Carla. " Aiden


Raja dan ratu saling menatap lalu mereka tersenyum.


"Silahkan pangeran... Putri Carla ada di ruangan bibi Aiv. Minta pelayan istana untuk mengantarmu. " raja


"Baiklah, terima kasih raja... Ratu" Aiden memberi salam dan keluar dari ruangan.


Aiden meminta tolong pada pelayan istana untuk menuju ke ruangan bibi Aiv. Setelah di ketuk pintunya bibi Aiv menampakkan wajahnya sedikit lalu dia keluar dari pintu dan menutupnya kembali.


Pangeran Aiden bingung dan dia hanya menunggu saja diluar ruangan bibi Aiv.


"Pangeran Aiden datang putri" Bibi Aiv


"Hah? Apakan acara pelatihan perang sudah selesai? Kenapa dia kesini?" gumam Carla


"Pasti dia ingin menemui mu. Jadi, kau harus bagaimana?" bibi Aiv


"Baiklah, biarkan dia masuk" Carla


"Kenapa kau tidak kembali berbaring?" bibi Aiv


"Sebaiknya aku mengungkapkan saja kalau aku sudah siuman. Semakin lama aku berbaring maka musuhku semakin senang, biarkan semua orang tau kalau aku sudah sadar. Dan aku sendiri yang akan menampakkan diri bibi" Carla


"Baiklah, kau berhutang penjelasan padaku siapa musuh mu putri. Sedangkan saat ini aku akan membiarkan Pangeran Aiden menjenguk mu" bibi Aiv berdiri dan keluar ruangan setelah menutup pintu


"Salam pangeran, maaf membuatmu menunggu. Kau ingin menjenguk Putri Carla bukan?" bibi Aiv


"Iya bi, bolehkah aku masuk?" Aiden


"Silahkan pangeran tapi, jangan sampai kau menggangu dia ya" bibi Aiv tersenyum


"Iya, terima kasih bibi Aiv" Aiden


"Salam pangeran.. " bibi Aiv pergi meninggalkan Aiden


Kriet...


Pintu terbuka dan menampakkan wajah Pangeran Aiden dibalik pintu, Pangeran Aiden terkejut dan mereka saling tatap selama beberapa detik.


"Putri Carla... "


.... to be continued. ...

__ADS_1


__ADS_2