
Hari ini adalah dimana Pangeran Harris dan Putri Abella menikah. Pernikahan ini di selenggarakan di kerajaan Rumpelstiltskin, para tamu berdatangan kedalam istana dan sudah penuh dengan keramaian walaupun belum semua tamu hadir.
Putri Carla sudah sadar dari pingsannya, bibi Aiv berencana memberitahukan hal yang terjadi kemarin saat acara pernikahan selesai agar tidak terjadi kericuhan di hari berbahagia ini.
Putri Carla bersiap di kamarnya dengan mengenakan gaun berwarna biru langit yang sangat cantik. Bahkan dirinya tak berhenti tersenyum lebar saat ini.
Setelah selesai berdandan putri Carla mendatangi aula istana dan menatap seluruh dekorasi yang dipersiapkan saat ini.
Putri Carla melihat para pelayan kerajaan mulai untuk menaikkan bendera kerajaan-kerajaan lain untuk tempat mereka duduk.
Setelah itu dia datang ke gerbang kerajaan dan bertanya pada penjaga tamu disana yang selalu mengecek siapa saja yang sudah datang.
"Pak, kerajaan mana saja yang sudah datang?" tanya Carla
"Saat ini sudah ada keluarga kerajaan Black Cart, White Eagle, Blue Stone dan Catasthrope putri" jawab sang penjaga
"Baiklah, aku akan menunggu disini" jawab Carla dan menunggu di depan pintu.
Dimana dia akan menepati janjinya untuk menunggu Pangeran Aiden hari itu.
10 menit dia menunggu orang itu datang di depannya, Carla langsung tersenyum dan menyambut Pangeran Aiden beserta anggota lainnya.
"Salam Raja Maverick" Carla
"Putri Carla? Kenapa kau ada disini? Siapa yang kau tunggu sampai menyempatkan waktu didepan pintu masuk istana?" Raja Maverick
"Aku menyempatkan waktu dan menepati janjiku menunggu di depan pintu masuk istana ini demi seorang pangeran yang ada di depanku saat ini, Raja." Carla tersenyum pada Pangeran Aiden lalu senyum pada Raja Maverick.
Raja Maverick sempat bingung kemudian dia tersenyum dan tertawa kecil tanda dia paham betul apa yang dikatakan Putri Carla barusan.
"Baiklah, sepertinya kalian butuh waktu berdua. Aiden! Jangan sia-siakan putri yang sudah rela menunggumu di depan sini. Ayah masuk dulu" Raja Maverick masuk ke dalam istana.
"Selamat datang!" sapa Carla yang membuat Pangeran Aiden tersipu malu kemudian menunduk.
"Kau sudah lama menunggu?" Pangeran Aiden
"Baru 10 menit pangeran" Carla
"Itu sudah cukup lama, bagaimana kalau kita langsung masuk ke dalam saja?" Pangeran Aiden
"Dengan senang hati" Carla
"Kau berjalanlah terlebih dahulu" Pangeran Aiden
"Baik" Carla membalikkan badannya lalu berjalan masuk ke dalam istana menuju tempat acara pernikahan Pangeran Harris dan Putri Abella.
Sesampainya di aula istana, Putri Carla sempat menyapa dan mengobrol dengan putri lain sebelum acara dimulai. Posisi duduk saat ini berdasarkan nama kerajaan.
Di bagian kiri ada keluarga kerajaan Rumpelstiltskin lalu sebelah kanannya keluarga kerajaan Corvus. Sedangkan, paling ujung adalah White Eagle.
Putri Aura sedang kesal saat ini, bagaimana tidak? Jarak antara dia dan Pangeran Aiden sangatlah jauh mana mungkin dia bisa balas dendam sesuai kesepakatan antara dirinya dan Putri Carla.
Putri Carla yang sedang duduk ini menoleh ke arah Putri Aura yang sedang menatapnya juga. Dia tersenyum dan meminum jamuannya sambil mengangkat gelasnya setinggi leher seakan mengajak Putri Aura bersenang-senang padahal dia tau suasana Putri Aura sedang tidak baik-baik saja.
(Aku tau kau kesal melihat ini, tentu saja untuk memenangkan nya butuh suatu strategi yang tepat) batin Putri Carla tersenyum puas setelah dia meminum.
"Kau tampak bahagia putri" bibi Aiv
"Sangat bahagia bi, tanpa kau tanya pasti sudah tau kan?" Carla.
__ADS_1
- Flashback On-
Saat melihat pelayan kerajaan ingin menaikkan bendera kerajaan-kerajaan dia menghampiri salah satu pelayan dan mengumpulkan mereka semua.
"Apa bendera ini akan kalian naikkan sesuai tata letak yang diatur ratu?" Carla
"Sebenarnya seperti itu putri, hanya saja ratu sibuk mengurus rencana lain. Jadi, ratu menyerahkan ini pada kami." jawab salah satu pelayan
"Bagaimana kalau aku yang memberikan tata letak nya? Bisa?" Carla
"Dengan senang hati putri, kami akan melakukannya sesuai perintah mu" ucap pelayan lain
"Baiklah, karena tempat acara ada disebelah kiri aku mau paling kiri sana Catasthrope, Rumpelstiltskin, Corvus, Blue Stone, Black Cart, Three Scale, Yellow Crysan dan White Eagle." Carla
"Baik Putri Carla, kami akan melakukannya!" ucap para pelayan
"Terima kasih" Carla senyum bahagia sementara para pelayan mulai melanjutkan tugasnya kembali.
(Kau mengambil lawan yang salah Putri Aura, aku kira kau tidak suka kompetisi, aku kira kau orang yang baik ternyata tidak. Kau mau melakukan hal jahat.) batin Carla
Putri Carla menarik nafas kemudian dia membalikkan badan, saat sampai di pintu aula dia bertemu Ratu Ellena.
"Carla, bisa bantu ibu untuk mengatur urutan tempat duduknya nak?" Ratu Ellena
"Aku sudah mengaturnya ratu, jangan khawatir" Carla tersenyum
"Wah kalau begitu terima kasih nak.. silahkan persiapkan dirimu ya" Ratu Ellena tersenyum dan meninggalkan putri Carla.
Carla kembali berjalan menuju pintu istana untuk menepati janjinya.
- Flashback Off -
"Tentu saja, kenapa bibi bertanya seperti itu?" Carla
"Kau masih ingat kejadian kemarin malam?" bibi Aiv
"Kemarin? Tentu saja aku membaca buku di perpustakaan bi. Ada apa?" Carla
"Tidak apa-apa putri..." bibi Aiv
(Sepertinya hukuman mu sudah dimulai perlahan putri, aku khawatir dengan itu) batin bibi Aiv.
Acara inti telah selesai saat ini adalah acara jamuan, semua menikmati makannya. Kecuali Carla, dia pergi menuju tempat dimana kedua insan pengantin tengah tersenyum bersama.
"Putri Carla?" Putri Abella
"Salam pangeran dan putri..." sapa Carla
"Ada apa?" Pangeran Harris
"Aku ingin mengucapkan selamat atas kebahagiaan kalian saat ini. Hadiahku akan menyambut mu setelah acara ini Putri Abella. Dan Pangeran Harris jangan hanya karena kau sudah menikah kau bisa memerintah ku seenaknya, aku masih adikmu dan kau masih aku anggap pangeran sampai kau menemukan jabatan mu disini" Carla
"Kalau tak mau diperintah lalu apa?" Pangeran Harris
"Maksudku jangan memerintah aku dengan perintah yang terlalu berat" Carla
"Lihat saja nanti" ledek Pangeran Harris
"Ishh... Dan pesanku jangan lukai Putri Abella! Dia sudah bagai kakak untukku" Carla
__ADS_1
"Uu~ aku merasa punya adik baru disini" Putri Abella berdiri dan memeluk Putri Carla dengan hangat.
"Kalau Pangeran Harris melakukan hal-hal yang tidak baik katakan padaku putri, aku akan memberinya hukuman" ancam Carla justru menurut Pangeran Harris itu hal lucu sehingga dia tertawa kecil.
"Baiklah sepertinya aku harus pergi disini, salam pangeran... Putri." Carla kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan acara jamuannya.
"Putri Carla, bisa kau ikut aku?" Bibi Aiv
"Tentu saja bi" Carla
Putri Carla dan bibi Aiv keluar dari aula dan mereka masuk ke dalam kamar bibi Aiv.
"Kenapa bi?" Carla
"Putri, kau sungguh tidak ingat apa yang kau lakukan kemarin?" bibi Aiv
"Tidak, memangnya kenapa bi?" Carla
"Untuk hal lain ada yang kau lupakan?" bibi Aiv
"Sepetinya tidak, aku ingat semuanya dengan baik" Carla
Bibi Aiv meraih tangan kiri Putri Carla dan melepas kain yang ada dipergelangan nya. Bahkan sang pemilik tangan tidak menyadari ada kain ditangannya.
"Apa ini bi?" Carla
"Semalam kau mencoba memasuki portal dunia digital. Karena energi mu tidak kuat kau terpental jauh dan terluka, garis ini adalah sebuah hukuman fisik butuh waktu sangat lama untuk menghilangkan ini agar semuanya tidak menyadari kalau kau berusaha menerobos portal itu. Tidak hanya ini, kakimu pun terluka dan aku tak tau hukuman apa yang akan kau dapatkan setelah ini semua. Hukumannya akan terlihat secara perlahan" bibi Aiv
"Apa salahku?" Carla
"Kau memang tidak ingat, semua orang yang berusaha masuk ke portal itu memang akan dibuat melupakan kejadian itu." bibi Aiv
"Bi..."
"Putri! Aku ingin kau tidak melepaskan kain ini didepan orang, hanya kau dan aku yang boleh melihatnya." bibi Aiv
"Memangnya kalau semua tau kenapa bi?" Carla
"Semua orang akan menjauh darimu, kecuali orang yang sudah digariskan untuk mu. Entah itu kakak, ayah, ibu, atau calon pendamping hidupmu. Hanya orang yang digariskan lah yang bisa menyelamatkan mu dari hukuman ini. Berbuat baik lah.." bibi Aiv
(Bagaimana jika orang itu Pangeran Aiden? Aku tidak menyukainya, aku melakukan ini semua hanya untuk membantunya agar tidak kena jebakan Putri Aura) batin Carla
"Sekalipun itu Pangeran Aiden atau orang yang kau benci. Kau harus menerima orang yang telah digariskan untukmu itu" bibi Aiv
"Tidak! Aku tidak bisa menerima ini!" Carla
"Ini kesalahanmu sendiri putri, kau harus menerimanya. Harus." tekan bibi Aiv lalu memakaikan kembali kain itu ke tangan putri Carla.
Putri Carla langsung pergi begitu saja, tidak kembali ke aula istana dia justru pergi ke area halaman depan istana. Berjalan-jalan tak menentu yang dia inginkan hanya memahami semua yang dikatakan bibi Aiv padanya.
"Kenapa aku harus menerima hukuman? Portal apa? Aku bahkan tidak mengetahui semuanya! Kenapa aku dihukum?" Carla
"Putri Carla?"
Putri Carla menoleh, ekspresi wajahnya langsung berubah setelah dia berbicara sendiri tadi.
"Kau? Ada apa?"
.... to be continued ....
__ADS_1