Putri Carla

Putri Carla
Part 60


__ADS_3

Putri Carla sibuk dengan urusannya, dia sedari tadi mondar-mandir di area memanah. Tempat biasa Axain mengajar pelajaran memanah.


Namun dia tidak ada area ini sejak awal Carla datang. Carla duduk di tempat dia berdiri dan menundukkan wajahnya.


(Hah... Bagaimana ini? Haruskah aku memberitahu Axain atau Raja Maverick? Aku sudah tahu semua resikonya) batin Carla.


Namun tak berlangsung lama, ada seseorang yang tengah hormat di depannya dan terlihat dari sepatu serta bayangan orang tersebut.


Carla mendongak dan mendapatkan sosok Axain, orang yang sejak tadi dia cari. Carla berdiri dan menatap wajah Axain.


"Ada yang bisa aku bantu tuan putri?" Tanya Axain


"Ada... Aku ada perlu denganmu. Ini penting, jadi dimana kita harus berbicara?" Carla


"Kau mau masuk ke dalam aula itu Yang Mulia? Kalau kau tidak keberatan" Tunjuk Axain pada saung dekat peralatan memanah diletakkan.


"Baiklah, disana saja" Carla


Mereka duduk di sana dan memulai obrolan.


"Baiklah, aku hanya akan menjelaskan dan mengutarakan niatku. Kalau boleh bertanya diakhir, anggap saja aku temanmu. Bukan seorang putri kerajaan. Kamu mengerti?" Carla.


Axain mengangguk dan bersiap menyimak perkataan Carla. Carla mulai menjelaskan semua, dari awal dia menerobos portal itu sampai hukuman-hukuman yang dia dapatkan, mimpi serta petunjuk dari orang berjubah hitam yang tidak dia kenal. Lalu dia mengutarakan tujuannya untuk menikahi Axain.


"Kau yakin Yang Mulia?" Axain


"Iya, aku yakin" Carla


"Ta-tapi aku hanyalah... Seorang pelatih memanah istana. Aku tidak punya banyak uang dan harta untuk menikahi mu" Axain


"Dengar... Kau tidak perlu khawatir dengan hal itu. Yang penting kau menikahi ku dan hukuman ini akan berakhir" Carla


"Hanya menikahi mu saja?" Axain


"Iya" Carla


"Apakah harus denganku Yang Mulia? Aku merasa tidak enak dengan Yang Mulia Pangeran Aiden" Axain


"Aku akan menjelaskan hal itu kepadanya" Carla


"Bagaimana kalau dia marah padaku?" Axain


"Kalau dia marah, laporkan padaku. Biar aku dan Aiden yang mengurus hal itu. Kau mengerti?" Tanya Carla dan Axain mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Aku akan mengatur tanggal pernikahan nya" Carla berdiri dan hendak pergi namun, Axain menahannya dengan sebuah pertanyaan.


"Bagaimana dengan Pangeran Elio?" Axain


"Dia tidak akan mengerti soal ini" Jawab Carla masih di posisinya tidak menoleh sama sekali.


(Menikah dengan seorang putri kerajaan? Itu seperti mimpi bagiku. Namun... Aku juga menyukaimu Yang Mulia, andai kau tahu perasaanku) batin Axain kemudian dia kembali duduk di saung tersebut.


...šŸ...


(Akankah semua berakhir hari ini? Aku sudah mengatakan hal ini pada Axain. Kemudian, aku akan jujur pada Raja Maverick, namun sebelumnya aku harus memberitahu hal ini juga pada bibi Aiv dan kedua orang tuaku)Ā batin Carla.


Sebelum melaporkan apa yang dia alami pada Raja Maverick, Carla menulis surat untuk kedua orang tuanya dan bibi Aiv. Kalau mulai hari ini semua akan berubah, semua akan tahu bahwa dia telah melanggar peraturan seluruh kerajaan.


Setelah surat dikirim, Carla berjalan menuju ruang singgasana. Namun, dia bertemu dengan Aiden dan Elio, suami dan anaknya.


"Kau mau kemana ibu? Elio


"Aku ingin menemui kakek sayang, kau bersama ayah yaa..." Carla tersenyum saat menangkap wajah Elio.


"Kau tampak tergesa-gesa, ada apa? Apa ada hal buruk?" Aiden


Carla menegakkan tubuhnya dan menatap kedua mata milik suaminya, Aiden.


"Tolong jaga Elio, buat dia mengerti dengan semua keadaan ini. Bantu dia, ku mohon." Carla


"Kau mengerti apa yang aku maksud Aiden" CarlaĀ 


"Prajurit!" Panggil Aiden


Salah satu dari mereka datang menghadap Aiden.


"Bawa Pangeran Elio bermain, jangan biarkan dia kesini." Ucap Aiden, prajurit itu mengerti dan mengajak Elio menjauh, dan Elio tidak memberontak sama sekali.


Aiden menarik Carla menuju sudut koridor, dan menatap kedua mata milik istrinya yang tampak risau dan sedih dibaliknya.


"Jangan katakan kalau kau akan memulai semuanya" Aiden


Carla mengangguk "Aku akan memulai semuanya mulai hari ini"


"Kau tidak serius bukan?" Aiden


"Aku serius, tolong jaga Elio dan beri dia pemahaman ketika kekacauan terjadi" Carla

__ADS_1


"Tidak sekarang" Jawab Aiden dengan tegas


"Lalu kapan? Kau ingin aku menahan semua hukuman ini? Ini salahku dan aku harus menyelesaikan ini semua, aku khawatir Elio akan menanggung semua perbuatanku. Kapan lagi aku menebus semua ini? Menunggu Elio besar dan paham keadaan? Bagaimana dengan seiring pertumbuhan otaknya dia jadi semakin paham dan malah menjadi orang yang membenciku? Lebih baik saat ini, agar saat besar dia bisa menjadi kuat atas semua kejadian dan ulahku nantinya." Jelas Carla.


"Kenapa harus sekarang? Aku, tidak ingin kalau semua nya terjadi mulai dari sekarang" Aiden


"Ku percayakan Elio padamu" Carla langsung pergi begitu saja dan dia masuk ke dalam ruang singgasana. Aiden menghela nafas dan mengontrol emosinya.


Saat sudah masuk ruang singgasana, Carla memberi hormat kemudian dia langsung berlutut dihadapan Raja Maverick sambil memejamkan kedua matanya.


"Ada apa Putri Carla? Kenapa kau berlutut?" Raja Maverick


"Aku telah membuat kesalahan besar Yang Mulia Raja" Carla


"Apa itu? Kau baik-baik saja selama ini" Raja Maverick


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Yang Mulia. Sebelum menikah dengan Pangeran Aiden, aku telah menerobos portal digital. Dan sampai saat ini aku mendapatkan hukuman dari portal itu" Carla


"Apa yang baru saja kau katakan?!" Raja Maverick


"Benar Yang Mulia! Yang tidak berbohong. Saya sungguh melakukan nya" Carla melepas tali yang mengikat tangannya untuk menutupi tanda itu, kemudian dia tunjukkan pada Raja Maverick.


"Ini adalah bukti yang nyata, aku bertanggung jawab atas perbuatanku Yang Mulia" Carla


Raja Maverick berdiri dari duduknya dan mendekati Carla yang sedang berlutut. Kemudian Carla dipaksa berdiri dan raja Maverick terus menatapnya.


"Dan perintah terakhir dari hukuman itu adalah... Menikahi Axain, pelatih memanah istana" Lanjut Carla


"Jadi selama ini kau hidup bersama semua hukuman itu?" Raja Maverick


"Iya Yang Mulia, hukumlah aku. Aku telah membuat malu kerajaan Corvus" Carla


Tidak disangka, semua berbalik terbalik dengan apa yang Carla bayangkan, bisa saja Raja Maverick melenyapkannya saat ini juga. Namun, Carla terkejut ketika Raja Maverick memeluknya saat ini.


"Kau pasti kesulitan, terlebih kau dan Aiden sudah memiliki Elio. Aku tidak akan tega untuk menghukum mu, kau sudah menjadi seorang ibu, kau juga sudah mendapatkan hukuman dari portal itu. Lalu bagaimana bisa aku menghukum mu juga? Aku akan merahasiakan hal ini sampai kapanpun, dan aku juga yakin kedua orang tua mu akan merahasiakan ini" Raja Maverick


"Hukum saja diriku Yang Mulia. Aku pantas untuk dihukum." Carla


"Tidak... Kau menantuku satu-satunya sebelum Putri Lily menikah. Lalu, Elio pasti akan shock ketika kakeknya menghukum ibunya. Akan aku maafkan semua kesalahanmu itu, tenang saja Putri Carla." Raja Maverick menepuk pundak Carla dan saat itu juga Carla menangis dipelukan Raja Maverick untuk pertama kalinya.


Dia tidak menyangka kalau Raja Maverick akan sebaik ini padanya, walaupun dia sudah berbuat kesalahan fatal. Dia bersyukur untuk hal itu.


•

__ADS_1


•


. to be continued .


__ADS_2