Putri Carla

Putri Carla
Part 28


__ADS_3

"Terima kasih" ucap Aiden


"Untuk apa?" tanyaku


"Karena kau sudah menerima ku" Aiden


"Kalau aku tidak segera menerimanya kau akan terus mendesak ku untuk menjawab, seperti kemarin" ucapku


"Setidaknya sudah dijawab, benar kan Putri Carla?"


Aku menoleh kebelakang ternyata yang menyahut adalah Pangeran Gavin.


"Iya seperti itu setidaknya" jawabku


"Selamat Pangeran Aiden, kalian akan menikah dan memiliki generasi selanjutnya" Pangeran Gavin


"Masih lama, kenapa membicarakan itu?" tanyaku


"Yaa aku kan tidak tau apa yang akan terjadi nanti" Pangeran Gavin


"Sudahlah, aku ingin masuk ke istana sebentar. Lalu kembali lagi kesini" jawabku


Aku berjalan masuk ke dalam istana dan berhenti sejenak, untuk menahan senyumanku. Aku masuk ke dalam istana dan Putri Abella datang menghampiri ku.


"Waah... Lihat! Kau sangaaaaat bahagia hari ini. Terlihat dari wajahmu" Putri Abella


"Jangan seperti itu padaku!" kesalku


"Benar kan? Jangan membenci orang berlebihan, bisa saja nanti dia menjadi suami mu. Dan saat ini terjadi" Putri Abella


"Iya iya, jadi ini semacam hukuman bagiku?" tanyaku


"Tidak hanya dihukum, tapi sepertinya kau harus melakukannya" Putri Abella


"Semua putri pasti akan menikah, Putri Abella lebih baik kau ikut bahagia jangan meledekku. Dan berikan aku keponakan yang cantik atau tampan. Aku sudah tidak sabar memiliki keponakan" ucapku menggoda Putri Abella


Putri Abella mendekat ke arahku dan membisikkan aku sesuatu setelah dia menoleh kanan kiri memastikan tidak ada orang disekitar kami.


"Aku hamil" bisik Putri Abella


Aku terkejut dan menahan senyumku.


"Benarkah? Sungguh? Ka-kau hamil?" tanyaku, Putri Abella hanya mengangguk sambil tersenyum


"Wahh, aku ikut senang!!" ucapku


"Sssttt! Jangan keras-keras, nanti semuanya tahu" Putri Abella


"Memangnya kenapa? Kau kan hamil, kenapa harus dirahasiakan?" tanyaku


"Hmm... Aku mau saat sudah 3 bulan nanti baru ku beritahu semua orang" Putri Abella


"Ya ampun... Terserah kau saja putri. Kalau aku jadi dirimu pasti aku tidak bisa menahan kabar gembira ini." ucapku


"Turut bahagia untuk kita berdua, oh ya! Aku ingin mengambilkan makanan dan minuman untuk 2 pangeran disana, mereka pasti menunggu karena aku juga lapar. Aku duluan yaa.." imbuhku


"Kalau gitu ayo bareng, aku juga mau makan buah sirsak" Putri Abella menggandeng tanganku sambil tersenyum


"Aku menunggu mu ponakan ku" ucapku


"Sstt..." Putri Abella menahan tawanya


...* * *...


Setelah membawa pelayan dengan nampan yang berisikan makanan, aku berjalan menuju tempat pacuan kuda tempat Pangeran Aiden dan Pangeran Gavin berada.


Sampai disana, aku terkejut melihat jarak mereka berdua yang sangat dekat. Bahkan, tangan Pangeran Aiden sudah mengepal keras terlihat dari mataku.


Aku berjalan cepat dan mendatangi mereka tanpa mereka sadari.


"Ada apa ini?" tanyaku

__ADS_1


"Putri Carla? Kau sudah kembali?" Pangeran Gavin


"Kenapa kalian seperti itu?" tanyaku


"Kami hanya mengobrol tidak lebih" jawab Aiden


(Mengobrol dengan tangan mengepal, mengobrol apa??) batinku


"Ya sudah, kalau gitu aku mau makan. Kalian mau ikut? Tidak makan di istana tapi disini"


Aku langsung duduk di rerumputan dan pelayan menata makanan yang mereka bawa lalu pergi setelah selesai.


Aku mengambil makanan dan mulai memasukkan nya ke dalam mulut. Aku menatap mereka berdua yang masih berdiri ditempat tidak bergerak sedikit pun.


"Kenapa? Kalau kalian tidak mau tak apa, aku makan sendiri. Kalian bisa masuk ke dalam" aku


"Tidak, aku akan ikut bergabung" Pangeran Gavin


"Aku juga" Aiden


Aku mengangguk kemudian kembali fokus kepada makanan, mereka berdua duduk di hadapanku sambil mengambil makanan dengan gerakan yang aneh.


(Sepertinya sesuatu terjadi pada kalian selama aku pergi, aku akan cari tau sendiri.) batinku


...* * *...


[Malam hari]


Malam telah tiba, aku duduk dipinggir kolam melihat Ofish kesayanganku. Mereka berenang sana sini dengan gesit.


"Maafkan aku jika setelah aku menikah kalian jadi jarang aku kunjungi yah... Aku sebisa mungkin terus menengok kalian" gumam ku


"Jangan ada yang mati lagi" imbuh ku


Tiba-tiba kepalaku sakit, dan semuanya terasa berbayang. Aku memegang kedua kepalaku dan berusaha untuk menjauh dari kolam.


"Kenapa tiba-tiba aku pusing?" gumam ku


"Putri Carla? Kau tidak apa-apa?"


"Kepalaku pusing bi..." aku


"Biar aku antar ke kamar mu" bibi Aiv membantuku berdiri, saat itu juga aku terhuyung dan semuanya menjadi gelap.


...- - -...


Aku membuka mataku, dan melihat langit-langit kamar. Aku berusaha untuk duduk dan seseorang membantuku.


"Bibi Aiv? Aku kenapa bi?" tanyaku


"Kau pingsan Putri Carla, aku panik semalam" bibi Aiv


"Aku tidak apa-apa kan bi?" tanyaku


"Iya, tabib bilang. Kau hanya butuh istirahat, jangan terlalu lelah" bibi Aiv


"Padahal kemarin aku sama sekali tidak melakukan apapun" ucapku


"Bisa saja pikiranmu yang lelah" bibi Aiv


(Ini tidak masuk akal) batinku


"Minum ini putri" bibi Aiv memberiku air mineral.


Aku menuruti semua yang bibi Aiv katakan, lalu bibi Aiv duduk di sampingku dan tersenyum.


"3 hari lagi kau akan menikah... Jangan lupa untuk main ke istana mu sendiri" bibi Aiv


"Huh... Bagaimana aku bisa lupa dengan istana dimana aku lahir bi. Pukul aku jika lupa" ucapku kemudian tertawa kecil bersama bibi Aiv


"Bibi berharap kalau kau sudah tinggal bersama Pangeran Aiden, kalian senantiasa akur, romantis, menjaga hubungan kalian. Selesaikan masalah dengan baik." bibi Aiv

__ADS_1


"Iya bibi Aiv" aku memeluk bibi Aiv dan bibi Aiv membalas pelukan ku.


"Sekarang kau kembali ke kamar mu dan tidur putri. Ini sudah larut malam" bibi Aiv


"Baiklah, aku akan tidur bi. Sampai jumpa besok" aku


"Salam Putri Carla" bibi Aiv


"Salam bi" jawabku


...* * *...


[Pagi hari]


3 hari lagi Carla akan menikah, saat ini dia tengah didandani oleh para pelayan dengan menggunakan gaun-gaun yang bagus yang belum pernah dia liat sebelumnya.


"Kenapa aku tidak pernah melihat gaun seperti ini?" tanyaku


"Saya juga tidak tau, ibu ratu yang menyuruh kami untuk memakaikan ini padamu, putri" jawab pelayan


"Sepertinya ibu menyimpan banyak gaun cantik" ucapku


"Sepertinya begitu putri" pelayan


Tak lama pintu kamarku terbuka dan menampakkan wajah ibu disana.


"Wahh~ cantiknya anak ibu" ibu


"Cantikku menurun dari ibu" jawabku dan tersenyum


"Melihatmu seperti ini aku melupakan kejadian mengerikan itu nak... Ibu masih merasa bersalah padamu" ibu


"Tak apa bu, aku sudah baik baik saja kan sekarang? Tidak perlu merasa bersalah lagi padaku" jawabku


"Yang penting, kekhawatiran ibu akan berakhir saat ada seorang pangeran di sampingmu setiap hari" ibu


"Masih 3 hari lagi bu, jangan seperti itu" jawabku berjalan keluar karena wajahku memerah


Ibu sudah ada di sampingku, dan kami berdua berjalan santai disepanjang koridor.


"Apa yang membuat mu tertarik menerima perjodohan ini? Bukankah sejak awal kau tidak mau dan terus mengulur" ibu


"Entah lah ibu, aku rasa sejak ayah memintaku untuk mengikuti kegiatan Aiden kemarin aku merasa ada hal aneh dalam diriku. Jadi, aku berpikir untuk menerima ini dan mencoba mencintai nya perlahan" jawabku


"Kau tidak pernah menyukai 1 pangeran?" ibu


"Belum, aku tidak fokus ke sana ibu. Aku lebih memilih mencoba mencintai orang yang lebih dahulu mencintai ku. Bukan mengejar orang yang tidak punya perasaaan padaku bahkan melirik padaku saja dia tidak mau." jawabku


"Banyak putri diluar sana yang mengincar Pangeran Aiden, kau tidak?" ibu


"Aku tidak tau tujuan mereka mengejar Pangeran Aiden karena sifatnya atau kekayaan nya. Karena setauku mereka hanya mengincar harta dari kerajaan Corvus saja" aku tersenyum sinis saat mengenang dimana Putri Aura mengancam ku saat itu.


"Yang penting, kau akan menikah. Dan kerajaan kita akan memiliki penerus" ibu


"Bukankah penerus kerajaan kita nanti anak dari Putri Abella?" tanyaku


"Tapi, anak darimu juga bagian dari keluarga Rumpelstiltskin sayang..." ibu


"Benar sih, walaupun nanti dia akan memimpin Corvus yah" ucapku


"Benar! Jadi jaga dirimu baik-baik sampai hari pernikahan tiba. Ibu mau menemui Putri Abella lebih dulu" ibu


"Baiklah bu" jawabku


Tak lama Putri Abella datang dihadapan ku, ibu tidak jadi melangkah pergi.


"Salam ibu ratu, salam Putri Carla" Putri Abella


"Salam Putri Abella" jawabku


"Salam putri, aku baru saja ingin menemui mu" ibu

__ADS_1


"Hm... ada yang ingin ku beritau pada ibu, ayah, dan Pangeran Harris." Putri Abella menatapku.


.... to be continued ....


__ADS_2