Putri Carla

Putri Carla
Part 23


__ADS_3

Hari telah berganti saat ini Carla terpaksa harus meninggalkan agenda istana nya yaitu memanah. Dan hari ini pun, Pangeran Harris dan Putri Abella pergi ke istana Catasthrope karena keinginan ibu Putri Abella.


Jadilah, jika hari ini dia tidak ikut Pangeran Aiden dia akan memanah sendirian tanpa Pangeran Harris.


Carla saat ini datang dengan berkuda, dia memaksa Ratu Ellena dan Raja Vincent untuk pergi menunggangi kuda menuju istana Corvus.


Dengan berat hati mereka mengizinkannya tapi yang tidak disukai Carla adalah, saat ini dia dikawal 10 prajurit berkuda. Karena biasanya 2 saja sudah cukup bahkan tidak sama sekali karena Carla tidak terlalu suka dikawal.


Akhirnya demi membuat ayah dan ibunya merasa aman dia mengiyakan keputusan saat ini dan pergi dikawal dengan 10 prajurit berkuda yang terlatih khusus di istana Rumpelstiltskin.


Sampai di sana gerbang depan istana Corvus terbuka, Carla masuk bersama yang lainnya kemudian dia turun dari kudanya.


"Kalian tunggulah disini" Carla


"Baik putri!" jawab pengawal Carla


Carla langsung masuk ke dalam untuk mencari Pangeran Aiden. Karena dia terlalu malas mencari 1 manusia yang entah berada dimana di istana besar ini. Akhirnya dia pergi ke ruang singgasana Raja Maverick.


"Salam raja, aku Putri Carla dari kerajaan Rumpelstiltskin." Carla membungkuk memberi salam


"Salam kembali Putri Carla, kau kemari ingin menemui Pangeran Aiden?" Raja Maverick


"Benar raja, karena aku tidak tahu dia dimana" Carla


"Baiklah tunggu sebentar. Pengawal!!" Raja Maverick


"Iya raja" pengawal


"Antar Putri Carla ke tempat Aiden. Jika kalian tidak menemukan nya, biarkan Putri Carla menunggu di perpustakaan atau aula istana." Raja Maverick


"Baik raja! Silahkan ikuti aku tuan putri" pengawal


Carla membungkuk pada Raja Maverick dan mengikuti pengawal itu menghampiri Pangeran Aiden.


"Sebelumnya dia kemana?" Carla


"Beberapa menit lalu, saya melihat dia ada sedang bermain kuda putri" pengawal


Carla hanya mengangguk, sampailah mereka di area pacuan kuda. Kemudian, Carla melihat jam besar yang tertera diluar istana yang menunjukan pukul 06.15 pagi.


"Itu Pangeran Aiden, tuan putri" pengawal


"Baiklah terima kasih" Carla tersenyum, pengawal kembali ke tempatnya.


Carla tak ada niatan untuk memanggil Pangeran Aiden, jadi dia memutuskan untuk melihat Pangeran Aiden berkuda dan membiarkan pangeran itu merasakan kehadiran Carla sendiri.


"Huh... Ternyata pangeran menyebalkan seperti dia bisa berkuda lebih handal daripada aku. Huh! Sepertinya sulit untuk menyanyi kemampuan pangeran, tapi aku tidak putus asa. Aku tidak mau pangeran lain menganggap aku putri lemah yang harus selalu dikawal." gumam Carla


Dia masih terus melihat Pangeran Aiden yang masih sibuk dengan kegiatan nya itu. Karena dia merasa bosan akhirnya dia memanjat pembatas area berkuda dan masuk ke dalamnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Pangeran Aiden yang menyadari kehadiran Carla sejak tadi memilih diam dan tidak peduli sengaja dia lakukan hal itu.


Saat tau Carla memasuki area berkuda dia punya sedikit niat jahil dengan mengarahkan kudanya ke depan Carla berdiri angkuh saat ini.


"Hei! Kau tidak lihat ada orang disini? Bisa-bisanya kau ingin menabrak ku?!" ketus Carla


Pangeran Aiden tersenyum diatas kudanya, kemudian menjawab.


"Lihat siapa yang sudah marah pagi ini?!" Pangeran Aiden turun dari kudanya dan berdiri tepat di depan Carla


"Kenapa kau menerobos masuk area ini? Bukankah sudah ku beri pagar pembatas?" ucap Pangeran Aiden sambil melihat pagar yang terpasang kokoh disekitarnya


"Aku tidak mau menjadi lumut disana, lagipula kau tidak melihatku berdiri disana?" Carla


"Belum ada 10 menit kau menunggu disana, sudah bilang lelah?" Pangeran Aiden


"Jadi, kedatangan ku kesini hanya untuk berdebat denganmu? Baiklah.." Carla hendak pergi namun tangannya ditahan dan ditarik pelan untuk kembali berdiri di depan Pangeran Aiden.


Carla yang semula menatap tajam mata Pangeran Aiden menjadi sayu karena yang ditatap mengeluarkan tatapan dingin yang tidak bisa dimengerti.


"Tunggu aku di perpustakaan" Pangeran Aiden melepaskan tangan Carla kemudian kembali menunggangi kudanya meninggal kan Carla.


(Wah.. barusan dia kenapa? Seperti ingin menikam ku. Tatapan yang belum pernah aku lihat sebelumnya) batin Carla


Kemudian dia berjalan kembali memanjat pagar untuk pergi menuju perpustakaan dan menunggu disana sesuai dengan perkataan Pangeran Aiden.


...- - - -...


Pangeran Aiden tiba di perpustakaan dan langsung menarik kursi untuk duduk berhadapan dengan Carla.

__ADS_1


"Kau yakin untuk ikut denganku?" Pangeran Aiden


"Kehadiran ku kesini untuk ikut, kalau aku tidak yakin tidak mungkin saat ini aku ada disini kan?" Carla


"Benar, kalau begitu kau sudah mempersiapkan semuanya dengan baik bukan?" Pangeran Aiden


"Ini bukan kemah selama 3 hari kan? Hanya 2 jam saja" Carla


"Iya benar, hanya 2 jam. Dan hanya kita berdua" Pangeran Aiden


"Berdua saja? Kenapa?" Carla


"Karena kau ikut, kalau kau tidak ikut aku sendirian seperti biasanya" Pangeran Aiden


"Jadi, Putri Lily??" Carla


"Dia ada acara sendiri hari ini. Kami membuat jadwal berbeda" Pangeran Aiden


"Kenapa sejak awal kau tidak mengatakan nya??" Carla


"Ku kira kau sudah tau" Pangeran Aiden


"Baiklah, terserah kau saja" Carla


Pangeran Aiden tersenyum kemudian, dia tak sengaja melihat ada tembaga dan melingkar di leher Carla tidak seperti biasanya, polos tanpa menggunakan apapun di lehernya.


(Kalung? Apakah itu kalung?) batin Pangeran Aiden


"Kapan kita berangkat?" Carla


"Hm? Sekarang, ayo!" Pangeran Aiden menahan pertanyaan nya dan keluar perpustakaan mendahului Carla.


Carla kembali menemui kudanya dan menyuruh pengawalnya untuk pergi. Sedangkan dari arah Selatan Pangeran Aiden tiba dengan kudanya.


"Apa perlu aku bantu?" Pangeran Aiden


"Tidak, terima kasih. Aku bisa" Carla menaiki kudanya kemudian mereka jalan bersama.


Ditempat lain ada yang memperhatikan mereka berdua yaitu Putri Lily.


"Siapa pangeran yang akan dijodohkan oleh ku? Jika aku sudah tau pasti dia akan bersikap romantis padaku. Aku harap dia pangeran yang baik" Putri Lily kembali melanjutkan kegiatannya setelah melihat 2 insan itu menghilang dari pandangan.


...* * *...


"Kau lelah?" Pangeran Aiden


"Tidak" jawab Carla seadanya


"Butuh istirahat?" Pangeran Aiden


"Tidak" jawab Carla


"Hari ini kau bahagia?" Pangeran Aiden


"Kenapa bertanya begitu?" Carla


"Salah kah aku bertanya?" Pangeran Aiden


"Tidak" Carla


"Ya sudah, jawab lah pertanyaan ku" Pangeran Aiden berhenti mendadak alhasil Carla menabrak punggung Pangeran Aiden.


"Aduh! Kenapa berhenti?" Carla


Pangeran Aiden membalikkan badan menghadap Putri Carla.


"Jawab saja, kau hari ini bahagia atau tidak?" Pangeran Aiden


"Setengah setengah" Carla


"Kenapa?" Pangeran Aiden


"Aku pun tidak tau" Carla


Pangeran Aiden melanjutkan perjalanan nya lalu Carla juga ikut menyusul di samping Pangeran Aiden karena takut tertinggal.


"Boleh aku bertanya sesuatu putri?" Pangeran Aiden


"Apa?" Carla

__ADS_1


"Kalung itu... Aku tidak pernah melihatnya" Pangeran Aiden


"Oh ini?" Carla mengeluarkan kalungnya sehingga Pangeran Aiden melihat liontin kalung itu.


"Iya, itu pemberian bibi Aiv?" Pangeran Aiden


"Tidak, ini dari Pangeran Gavin" Carla


"Pangeran Gavin? Kapan dia memberikan itu?" Pangeran Aiden


"Kemarin" Carla


"Lewat pengiriman barang?" Pangeran Aiden


"Tidak! Dia datang ke istana sendiri" Carla


"Kau suka itu?" Pangeran Aiden


"Bagaimana tidak? Kau tidak lihat ini indah sekali" Carla tersenyum lebar saat melihat kalung nya kemudian kembali fokus ke perjalanan.


Pangeran Aiden hanya diam sampai mereka sudah menemukan tempat untuk mendirikan tenda.


"Disini saja" Pangeran Aiden bersiap untuk mendirikan tendanya diikuti Carla yang mendirikan tendanya tak jauh dari tenda Pangeran Aiden.


Saat sudah selesai Pangeran Aiden menyalakan api unggun untuk membakar ubi yang dia bawa.


"Kau mau makan sekarang?" Carla


"Hm.. seperti yang kau lihat" Pangeran Aiden


"Bisakah aku bakar kan ubi ku juga?" Carla senyum lebar untuk membujuk Pangeran Aiden tapi justru yang dibujuk tidak melihat tapi mengambil ubi nya lalu membakarnya sekalian.


(Kenapa dia seperti itu? Apa karena kalung ini? Biarlah nanti juga dia kembali seperti biasanya) batin Carla


"Ini" Carla mengambil ubi yang diberikan Pangeran Aiden


"Terima kasih" Carla


"Aw panas sekali" gumam Carla


Aiden mengambil kain yang ada di sakunya kemudian dia mengambil ubi Carla untuk dialasi agar tidak panas.


"Ini" Pangeran Aiden mengembalikan ubinya kemudian dia kembali duduk dan memakan ubi.


"Kau... baik baik saja?" Carla


"Iya, aku baik baik saja" Pangeran Aiden


"Sepertinya tidak" gumam kecil Carla


Pangeran Aiden menoleh pada Carla tapi tak lama dia kembali fokus memakan ubinya.


"Habis ini, apa yang akan kita lakukan?" Carla


"Berburu, kau tidak suka kan? Tidak apa kau tinggal disini saja" Pangeran Aiden langsung pergi tanpa mendengar jawaban Carla.


"Haish! Apa dia marah? Atau cemburu karena kalung ini?" gumam Carla sambil mengejar Pangeran Aiden


Saat sudah ada disamping Pangeran Aiden, dia mengamati dengan sangat baik mulai dari cara dia membidik melepaskan anak panah dan mencari mangsa, semua Carla ikuti walaupun dia tidak membantu memburu.


Tapi justru dia merasa kesal, karena Pangeran Aiden cuek dan tidak mengajaknya berbicara sejak dia mulai berburu.


"Hei! Aku datang kesini bukan untuk di diamkan seperti ini!!" kesal Carla


Pangeran Aiden masih tetap berburu dengan tenang karena berkali-kali dia selalu meleset atau binatangnya kabur.


"Bisakah kau diam? Binatangnya lari mendengar suara mu" ucap Pangeran Aiden dengan nada datar


"Apa yang membuatmu seperti ini?!" kesal Carla


Carla buru-buru melepas ikatan kalung yang dia pakai kemudian menunjukkannya didepan wajah Pangeran Aiden yang menghalangi pandang tapi tetap tepat sasaran mengenai kijang disana.


"Ini? Ini yang membuat kau diam sejak tadi?!" ketus Carla


Pangeran Aiden menoleh kemudian menatap Carla dengan tatapan dingin.


(Hm? Tatapan seperti ini lagi, apa yang akan dia lakukan?) batin Carla.


Pangeran Aiden mendekat ke arah Carla masih dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Ini kan? Ini yang membuat mu marah padaku?!" Carla


.... to be continued ....


__ADS_2