
Saat ini, semua pangeran bersiap di tempat mereka karena di jam ini semua pangeran akan melangsungkan pelatihan mahkota istana dan perang inti kerajaan.
Para putri duduk menonton di tempat yang sudah disiapkan, raja dan ratu yang menonton pun berbeda tempatnya dengan putri-putri.
Pelatihan pun dimulai, para prajurit yang telah dilatih memasuki area dimana pangeran bersiap dan mereka melakukan pelatihan perang. Saat melihat Aiden latihan Carla tak berhenti menatapnya.
(Dulu, aku tidak menatap mu sama sekali. Tapi sekarang, aku menatapku dan memperhatikan setiap gerakan mu. Dulu aku memang belum mencintaimu tetapi sekarang, aku telah belajar untuk mencintaimu. Terima kasih sudah meyakinkan ku tentang perasaan mu itu) batin Carla
Tatapan yang lama membuat orang yang duduk disampingnya menyadari dan berbisik di telinganya.
"Kau sangat bahagia menatapnya"
Carla menoleh dan dia tersenyum pada, Putri Aura.
"Kau menganggu kebahagiaan seorang istri" ledek Carla
"Kebahagiaan itu hanya sementara, karena nanti aku yang akan bahagia dan bertukar posisi denganmu" ancam Putri Aura
"Apakah itu sebuah ancaman? Kau tidak belajar dari ancaman mu yang lalu? Kau telah gagal karena mengancam ku saat itu, dan sekarang kau mengancam ku lagi?" Carla
"Perlu kau ketahui, Yellow Crysan tidak pernah main halus." Putri Aura
"Kau lupa bagaimana kejamnya Rumpelstiltskin? Bagaimana bisa sebuah kerajaan yang baru memenangi perang 1× sudah mengancam yang lebih dulu?" Carla
"Kau membawa-bawa kerajaan sekarang" Putri Aura
"Kau yang memulai, aku hanya menanggapi. Kalau kau mau melaporkan ku silahkan… Akan aku katakan pada semua orang niat busuk mu! Aku tidak tau apakah raja mengetahui hal ini atau tidak, kalau memang ini adalah rencana pribadimu… Jangan harap bisa selamat" Carla berbisik di akhir katanya
Putri Aura membeku seketika, sedangkan Carla tersenyum melihat reaksi di wajah Putri Aura dan dia kembali menatap suaminya disana.
Memang benar. Bisa dibilang setelah White Eagle, Rumpelstiltskin dan Corvus ada di level yang sama untuk tingkat kekejaman saat itu. Entah apa yang membuat 2 kerajaan ini menjadi kejam tapi yang pasti sekarang sudah tidak terlalu kejam.
Bahkan bisa dibilang kalau sekarang sangat leluasa bahkan tidak memperlihatkan kalau 2 kerajaan ini kejam. Putri Carla bersyukur dia tidak hidup didalam kekangan, lambat laun menjadi lebih leluasa untuk bernafas.
...~ ~ ~...
Saat selesai latihan seperti biasa, para putri memberi pangeran minuman dan handuk kecil. Bagi yang sudah menikah mereka tidak mengambil kertas nama, sedangkan yang belum mereka mengambil kertas nama pangeran siapa yang harus dia berikan minuman.
Ini sudah dilakukan sejak zaman kakek Carla dahulu, tujuannya agar pangeran dan putri bisa berbaur dan tidak terus-menerus dengan orang yang sama. Dan lebih baik dengan kertas nama jika tidak nanti akan terjadi kericuhan karena kejadian memilih pangeran yang sama dan yang lainnya diacuhkan.
"Kau membawa untuk ku?" Aiden
"Jangan berlagak seperti orang pelupa, peraturannya memang begini. Kau ingin dengan siapa? Aura?" kesal Carla
"Kenapa kau jadi marah denganku?" Aiden, Carla sadar kemudian dia menurunkan amarahnya sejak tadi.
__ADS_1
"Maaf, aku merasa kesal saja." Carla berusaha tersenyum
"Baiklah tidak apa-apa" Aiden menatap wajah istrinya dengan perasaan senang.
Carla mengelap keringat yang ada di bagian leher Aiden sampai di wajahnya, Aiden yang terus menatapnya sambil beberapa kali minum menyadari kalau wajah istrinya masih kesal walaupun Carla berusaha menyembunyikan perasaan itu.
Carla yang merasa terus ditatap dia berusaha bertanya agar suasananya tidak canggung.
"Kau cape kan? Apakah perlu duduk?" Carla masih fokus tak menatap Aiden sama sekali.
Aiden memberhentikan tangan Carla dan menggenggamnya.
"Ada apa denganmu? Siapa membuat wajah mu menjadi kesal seperti itu?" Aiden
"Tidak ada" aku
"Lalu, kalau tidak ada yang membuatmu kesal kenapa wajahmu begitu?" Aiden
"Aku hanya merasa kepanasan dan rasanya seperti kesal saat ini" Carla
"Sungguh? Tidak ada yang membuatmu kesal?" Aiden
"I-iya sungguh" jawab Carla dengan gugup
"Kau harus cerita dengan ku, sayang." Aiden menarik dagu Carla yang melamun tak karuan.
Carla tersenyum "Tidak, tidak ada yang perlu di ceritakan. Aku tidak apa-apa"
"Jangan berbohong, aku tidak suka." Aiden
"Aku tidak berbohong" Carla tersenyum lebar dan mencolek hidung Aiden
"Baiklah" Aiden tersenyum setelah wajah ceria Carla kembali.
(Maaf, aku belum siap menceritakan semuanya) batin Carla
Saat seorang prajurit datang memberi kabar kalau mereka disuruh masuk untuk makan siang. Mereka semua berjalan masuk ke dalam istana dan bersiap di ruang makan kecuali para pangeran karena mereka harus mengganti pakaian lebih dahulu.
Raja dan ratu berada di meja yang sama menjadi 1, seorang putri sudah bersiap duduk ditempat yang berbeda dan mereka semua menunggu para pangeran datang agar bisa langsung makan bersama.
(Bukankah yang seharusnya merenung dan sedih itu Aura? Bukan aku, tapi aku tidak bisa berbohong dengan perasaan dan pikiranku. Sungguh! Aku benar-benar kepikiran akan hal ini) batin Carla sambil menatap meja makan dengan tatapan kosong sampai sebuah kursi berbunyi saat ditarik yang menyebabkan dirinya sadar dari lamunan.
"Hai…" sapa Aiden dengan senyumnya
"Hai" sapa Carla pada Aiden dan membalas senyumnya.
__ADS_1
Ting Ting Ting
Gelas diketuk menggunakan sendok oleh raja Jacob, White Eagle.
"Baiklah semuanya! Karena pelatihan telah selesai kita makan siang lebih dahulu. Silahkan…" Raja Jacob
Semua riuh seketika karena makanan yang disajikan sudah ada di atas meja makan. Semua ricuh sekalipun itu meja raja dan ratu. Tapi, Aiden tampak lebih tenang dari yang lainnya.
"Kau mau buah?" Carla, Aiden hanya menggeleng
"Kalau gitu, kau mau tambahan minum?" Carla
"Tidak perlu" Aiden, dia masih menikmati makannya dengan tenang tanpa terburu-buru bahkan terlihat seperti kurang semangat.
"Kau kenapa?" Carla
"Aku hanya memikirkan soal tadi" Aiden
"Soal tadi apa?" Carla bingung
"Saat selesai pelatihan tadi" Aiden, Carla kemudian tersenyum.
"Kenapa kau pikirkan? Lihat! Aku sudah tidak murung lagi, kenapa jadi kau yang murung?" Carla
"Aku masih ingin tahu apa penyebab istriku kesal tadi" Aiden
"Tidak perlu di pikirkan, lebih baik makan sekarang. Kau lapar kan?" Carla
"Baiklah, aku akan makan. Tapi janji kalau kau akan memberitahu ku?" Aiden
Carla terdiam, pasalnya Carla belum siap membongkar apa yang dia sembunyikan.
"Kenapa aku harus berjanji?" Carla
"Baiklah, ganti! Berjanjilah kau tidak kesal lagi?"Aiden, dan dibalas anggukan kepala oleh Carla.
(Entah kapan aku bisa memberitahumu, aku harap kau tidak kecewa setelah tahu yang sebenarnya) batin Carla, kemudian dia melanjutkan makannya.
...•...
...•...
.... to be continued ....
jangan lupa untuk vote ya, terima kasih 💜
__ADS_1