Putri Carla

Putri Carla
Part 66


__ADS_3

Malam ini setelah Elio tidur, Carla dan Axain langsung mulai membakar daging kancil. Dari mulai memberi bumbu sampai memakannya mereka lakukan sendiri tanpa ada pelayan satupun.


"Kau suka?" Carla


Axain mengangguk "Jadi bergini rasanya melakukan hal-hal bersama ya"


"Iya… Kau pasti akan selalu merasa senang bersama dengan orang yang kau sayang saat melakukan hal bersama. Apapun itu" Carla


"Dan aku melakukannya" Axain


"Ya?" Carla terkejut dan mencoba mencerna apa yang Axain katakan. Otaknya blank seketika


"Iya, aku mendapatkannya. Aku mendapatkan rasa senang itu bersama orang yang aku sayang" Axain


"Oh iya, kau benar." Carla mengangguk sambil tersenyum kikuk


"Aku tahu mungkin bagimu ini sangatlah canggung tapi, bagiku ini sangat menyenangkan. Sejak kau mengatakan untuk tidak memanggilmu dengan kata putri… Aku langsung merasa seperti kau dan aku benar-benar menikah tanpa melihat kasta atau jabatan" Axain


"Kau benar, ini memang canggung sangat canggung bagiku. Karena aku tidak mengenalmu sama sekali berbeda seperti Aiden yang aku temui hampir setiap hari sebelum menikah. Kau ku temui hanya satu kali dalam seminggu dan itupun hanya untuk melatih memanah. Aku hanya tidak menyangka kalau kau dan aku akan menikah sampai mengucap janji pernikahan itu." Jelas Carla


Axain menoleh pada Carla, dia menatap wajah Carla yang terlihat remang karena tidak ada penerangan yang cukup saat ini.


"Kau kedinginan?" Axain


"Sedikit" Carla


Axain mengambil beberapa potong kayu bakar dan menyalakannya sejauh 100 cm didepan mereka duduk.


"Nah, setidaknya rasa dinginnya berkurang karena api unggun" Axain kembali duduk


"Terima kasih" Carla


"Kau mau daging nya lagi? Sisa sedikit" Axain


"Boleh" Carla mengangguk


Axain memberikan daging itu kepada Carla dan kemudian Carla menyantapnya.


"Apa sudah habis?" Carla


"Hanya itu yang tersisa" Tunjuk Axain pada daging yang sedang Carla pegang


"Kau mau?" Carla menawarkan pada Axain saat dia sudah menggigit nya dua kali


Axain sudah kenyang, tapi saat melihat Carla makan rasa laparnya datang kembali. Saat Carla menggigitnya menghadap ke Axain, dengan gerakan cepat Axain ikut menggigitnya disisi lain Carla begitu terkejut saat hidung mereka menempel.


"Maaf membuatmu terkejut" Ucap Axain dengan santainya sedangkan Carla masih diam membeku.


(Apa yang baru saja terjadi? Kenapa dia bisa begitu?) batin Carla


"Kau baik-baik saja?" Axain


Carla melanjutkan aksi gigit dagingnya dan mengunyahnya sambil mencoba mengatur jantungnya yang berdegup kencang karena aksi Axain.


"I-iya, aku baik-baik saja" Carla mengangguk


"Katakan padaku jika kau mengalami sesuatu" Axain


(Barusan aku mengalami sesuatu Axain. Itu karena dirimuuuuuu!!) Batin Carla seakan ingin teriak.


"Carla… Aku punya satu keinginan, setidaknya ini bisa aku lakukan sekali dalam hidupku" Axain

__ADS_1


Carla mengelap mulutnya setelah usai makan, kemudian dia melihat ke arah Axain duduk.


"Apa itu?" Carla


"Namun, itu tidak mudah diwujudkan. Hanya kau yang bisa melakukannya" Axain


"Hanya aku? Apa itu?" Carla


"Kau yakin mau membantuku mewujudkan itu?" Axain


"Kalau katamu hanya aku yang bisa, aku mungkin bisa membantumu" Carla


"Sungguh?" Axain


"Iya, apa itu?" Carla


Axain menghembus nafasnya, kemudian dia sedikit gugup untuk mengatakannya apakah Carla bisa membantunya atau tidak.


"Katakanlah" Carla


"Aku ingin mencium mu, sama seperti Aiden mencium mu juga" Axain


"Ya?" Carla


"Semua pasangan suami istri mungkin melakukan itu, termasuk kau dan Aiden. Aku juga bermimpi untuk bisa seperti itu kelak ketika bersama orang yang aku sayangi" Axain


"Seberapa ingin impian mu itu terwujud?" Carla


"1000% aku ingin itu terwujud" Axain


Carla langsung berdiri dan meninggalkan Axain, dia malah menjauhi Axain. Axain yang paham kalau Carla tidak mau melakukan itu dia menundukkan kepalanya merasa bersalah menanyakan hal itu pada istri calon raja.


Cukup lama Carla pergi, Axain tidak beranjak dari tempat duduknya. Dia terus menatap api unggun didepannya dan memijat pelipisnya.


"Wah… Segar" Ucap Carla


"Kau menungguku?" Carla


Axain mengunyah stroberinya sambil tertawa kecil dan kembali duduk.


"Kau ke dapur untuk membawa buah stroberi sebanyak itu kesini?" Axain


"Iya, kebeteluan yang pelayan bawa buah pir. Aku ingin stroberi" Carla


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku. Agar aku yang membawanya kesini" Axain


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri" Carla


Axain tertawa kecil dan mengambil buah stroberi lainnya untuk dia makan.


"Kau tidak sakit perut makan buah asem ini dimalam hari?" Axain


"Tidak, aku sudah biasa" Carla


Axain hanya mengangguk. Malam semakin larut dan mereka berdua memutuskan untuk tidur.


"Selamat tidur Carla" Axain


"Kau juga Axain" Carla


Namun saat baru beberapa langkah Carla kembali menghampiri Axain, dia tersenyum tipis sedangkan Axain bingung.

__ADS_1


"Ada apa?" Axain


"Soal permintaan mu, yang sekali seumur hidup" Carla


"Iya, apa ada masalah dengan itu?" Axain


Carla menggeleng tipis "Aku bisa mengabulkannya walau sekali"


"Kau yakin? Bukankah kau tidak mau?" Axain


"Aku tidak mengatakan kalau aku tidak mau" Carla


"Jadi, kau mengizinkan?" Axain


Carla mengangguk, Axain langsung mengurangi jarak diantara mereka berdua dan menatap kedua mata Carla.


"Aku tidak percaya ini" Axain


Kemudian dia menempelkan bibirnya pada bibi Carla dan menciumnya singkat. Kemudian, Axain kembali mundur.


"Sudah?" Carla


"Su-sudah" Axain


"Baiklah, katakan padaku jika kau butuh sesuatu" Carla memberi hormat dan membalikkan badannya untuk kembali ke kamarnya.


Axain memegangi bibirnya yang baru saja mencium Carla, kemudian dia menatap punggung Carla yang ada didepannya.


Kakinya langsung berlari mengejar Carla dan berhenti didepan Carla.


"A-aku membutuhkan sesuatu" Axain


"Ap-" 


Belum selesai Carla berbicara Axain langsung menempelkan bibirnya lagi untuk yang kedua kalinya. Bahkan dia ********** dengan lembut dan perlahan. Carla yang sempat terkejut berusaha untuk tetap tenang namun tidak bisa, jantungnya berdegup lebih cepat.


Tangan Axain menangkup wajah Carla, kemudian dia melepas tautan bibirnya.


"Maafkan aku, aku melakukan nya secara tiba-tiba" Axain


Carla hanya tersenyum tipis, kemudian Axain melakukannya lagi. Dia mengisap bibir Carla secara perlahan, bukan ciuman bukan kecupan dia mengisapnya berkali-kali kemudian dia mengakhirinya.


"Kau keberatan?" Axain


Carla mendengus pelan "Kalau aku keberatan pun kau sudah melakukan nya" 


"Aku tidak akan melakukannya lagi, aku berjanji" Axain


Carla tersenyum tipis "Tidurlah" 


Carla langsung masuk ke dalam istana dan masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat Elio yang masih terlelap pun ikut berbaring disampingnya.


Carla mengingat kejadian tadi saat Axain menciumnya, dia memegangi bibirnya dan menghela nafas.


"Aku akan mengatakan ini pada Aiden, bagaimanapun Aiden masih tetap suami pertama ku" Carla


Carla memiringkan badannya menatap Elio yang tidur dengan tenang, tangan Carla memainkan rambut anaknya, dan mengusap hidung Elio dengan lembut.


"Hidung mu mewarisi Aiden... Mata mu ini mewariskan mata ibu... Jadilah anak yang baik" Carla menarik tangannya menjauh kemudian dia pun ikut tertidur.


...•...

__ADS_1


...•...


.... to be continued ....


__ADS_2