Putri Carla

Putri Carla
Part 64


__ADS_3

Saat sedang berjalan ditengah hutan, Carla melihat ada permata hijau yang berkilau ditengah gelapnya malam. Carla merasa tertarik dengan permata itu dia langsung berjalan untuk mengambilnya.


Namun, entah kenapa dia merasa dejavu, dimana saat Carla mendatangi permata itu justru ada harimau besar yang berdiri disampingnya.


Carla menelan saliva nya secara paksa, dia meneliti bentuk wajah harimau itu. Dia seperti wajah harimau kecil yang ditemui di hutan saat sedang hamil Elio.


Lagipula, di punggungnya terdapat anak panah dan darah yang turun namun sepertinya ia sudah terpanah beberapa jam yang lalu karena darahnya sudah mengering.


Karena Carla takut ini akan menjadi akhir hidupnya dia berlari sekuat tenaga, namun akar pohon yang merambat membuat dia terjatuh.


Bugh…


"Hah…. Mimpi lagi" Carla


Dia terduduk dan menoleh ke arah kanan dimana Axain sedang memejamkan matanya. Iya, Carla memutuskan untuk tidur bersama dengan Axain walaupun Aiden tidak menyetujui nya. Carla berpikir jika dia tidak menemani Axain tidur walau sekali yang jelas pernikahan ini terlihat seperti tidak dijalankan dengan baik.


"Permata hijau? Harimau itu dan panahnya… Apa maksud dari semua itu? Kalau aku pergi kehutan untuk mencari tahu, apakah ada jawabannya? Atau aku akan menemui kematian ku?" Gumam Carla.


Axain yang ingin mengganti posisi tidurnya dia langsung terduduk ketika celah matanya menangkap Carla sedang duduk.


"Putri? Apa yang kau lakukan? Kau butuh sesuatu?" Axain


Carla menggeleng "Tidak, aku hanya terbangun sebentar"


"Kalau butuh sesuatu katakanlah, aku akan penuhi itu Tuan Putri" Axain


"Axain" Carla menoleh pada Axain


"Iya putri" Axain


"Bukankah aku sudah mengingatkan mu untuk memanggilku Carla saja? Walaupun ini pernikahan secara paksa, tapi ini tetap pernikahan yang dilakukan dengan mengucapkan janji. Kau tau?" Carla


"Maaf putri, Pangeran Aiden tidak akan suka jika aku melakukan itu" Axain


"Tapi… Aku yang menyuruhmu melakukan itu, bukan Aiden" Carla


"Baiklah… Akan aku coba" Axain


"Ya sudah, tidurlah kembali." Carla merebahkan dirinya kembali dan memulai memejamkan mata.


Axain menghela nafas, dan mengusap wajahnya. Dia merasa bahagia namun sebagian rasa sedihnya terus bermunculan bersamaan.


Axain menoleh menatap wajah Carla yang sedang tertidur, Axain merasa dirinya damai menatap wajah itu. Dia juga tidak bisa menyangka kalau perasaannya tertuju pada Carla seorang putri bahkan calon ratu istana.


Axain juga tidak percaya dia bisa menikahinya walaupun pernikahan ini tidak murni dari rasa cinta yang tumbuh dihati keduanya.


...🍁...


Pagi telah tiba, dan hari ini Elio ada pelajaran memanah Axain lah yang mengajari Elio memanah, serta Putri Lily, Aiden dan Carla yang ikut bersama berlatih memanah.

__ADS_1


Seperti biasa Putri Lily, Aiden dan Carla tidak butuh perlakuan khusus karena mereka dianggap sudah handal sedangkan Elio masih terus diajarkan oleh Axain bahkan mereka berdekatan.


Setelah pelajaran memanah itu selesai mereka semua bubar dari area memanah tanpa ada yang berbicara. Carla tidak ikut bersama yang lainnya dia justru menyusul Axain saat dia tengah memerintah bawahannya untuk merapikan peralatan setelah dipakai.


"Kau sudah makan?" Carla


Axain menggeleng tipis "Belum, bagaimana dengan kau?"


"Aku juga belum, ikutlah denganku. Kita makan bersama" Carla langsung berjalan mendahului Axain menuju ruang makan untuk makan siang bersama.


Sesampainya diruang makan, semua menatap ke arah Axain yang masih berdiri disamping meja makan. 


"Apa yang kau lakukan disana? Duduklah.." Carla


Axain langsung menarik kursinya dan duduk di sebelah Carla.


"Pak Axain? Apa dia ikut makan bersama kita bu?" Tanya Elio 


"Iya sayang" Carla


Saat makan sedang berlangsung Raja Maverick memberhentikan suapannya dan membuka suara.


"Aku kagum denganmu Putri Carla, selama ini aku belum pernah melihat Putri yang bersikap seperti dirimu" Raja Maverick


"Bagaimana raja?" Carla


"Terima kasih Yang Mulia, aku hanya mengikuti apa yang aku pikirkan soal Axain. Mungkin memang banyak yang tidak menyukainya, aku tau pernikahan ini memang terpaksa namun kami sudah mengucap janji dan dia tetaplah suamiku" Jelas Carla


Raja Maverick mengangguk "Kau tahu, itu membuatku kagum denganmu"


"Terima kasih Yang Mulia Raja Maverick" Carla


Aiden yang mendengar itu tentu saja tidak suka, bagaimanapun dia tidak ingin orang yang dia sayang harus dia bagi dengan orang lain. Milikku ya milikku bukan untuk dibagi, itulah pikiran Aiden.


Elio tidak menyadari pembicaraan ini karena dia sibuk dengan kue yang ada ditangannya, Elio jika sudah memegang makanan maka tidak akan dengar apapun, dia fokus dengan apa yang ada dihadapannya.


Beberapa menit berlalu, mereka semua keluar dari ruang makan. Namun, Raja Maverick menahan Aiden diruang makan. Aiden berpesan agar Carla menunggunya di perpustakaan sendirian, dia mengikuti dan saat ini Carla duduk di kursi perpustakaan.


Cukup lama pembicaraan Aiden dengan Raja Maverick, Carla akhirnya memutuskan untuk keluar namun, disaat itulah dia bertemu dengan Aiden.


"Mau kemana?" Aiden


"Aku kira kau masih lama berbicara dengan raja" Carla


"Sudah selesai, sini ikut aku" Aiden menggenggam tangan Carla dan duduk berdampingan.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Carla


"Ayah memutuskan 2 hari lagi adalah acara penobatan ku sebagai raja istana Corvus. Kemungkinan aku akan sibuk untuk pelatihan." Aiden menunduk kebawah serta nada bicaranya menjadi lirih.

__ADS_1


Carla meraih dagu Aiden dan membuatnya menghadap ke wajah Carla "Kenapa? Apa ada yang mengganggu?"


"Tidak hanya saja aku mengkhawatirkan Elio. Kau butuh bantuan untuk mengurusnya?" Aiden


"Kau lupa? Terkadang Elio suka main sendiri, dia bergaul dengan para pelayan dan prajurit istana. Itulah kenapa Elio tidak manja, jadi aku rasa dia tidak akan merepotkan aku. Kau tau hal itu kan?" Carla


"Iya aku paham, aku berharap Elio tidak rewel sampai dia merepotkan mu" Aiden 


"Walaupun dia rewel dan merepotkan, dia tetap anakku dan aku harus mengurus nya. Jangan khawatir" Carla


"Baguslah, setidaknya aku bisa tenang sedikit" Aiden


Carla mengangguk dan tersenyum. Aiden menatap kedua manik mata Carla dengan intens, tatapannya menjadi lembut dan sayu. Kemudian tangannya menyentuh pipi kiri Carla dan meremas tangan Carla perlahan.


"Ada apa? Apa yang ingin kau tanyakan?" Carla


"Carla kau tau? Sejak Axain menikah denganmu aku menjadi sedikit murung dan emosi tidak jelas. Aku merasa gelisah dan suasana hatiku tidak tenang" Aiden


"Apa yang membuatmu seperti itu?" Carla


"Entahlah, karena kau jauh dariku. Itulah yang aku pikirkan, aku merasa kah sekarang lebih sering memperhatikan Axain" Aiden


"Aku sedang mencoba mengenal dia, hanya itu saja" Carla


"Mengenalnya? Kau ingin mengenalnya?" Aiden


"Iya" Carla


"Bagaimana denganku? Kau tidak ingin bersama denganku lagi?" Aiden


"Apa maksudmu? Aku tetap istrimu dan tetap bersama mu" Carla


"Hari ini kau mau tidur bersama Axain lagi?" Aiden


"Kenapa? Kau mau aku tidur bersamamu dan Elio?" Carla


Aiden mengangguk


"Baiklah… Jadi ini yang bayi besarku inginkan" Carla tertawa kecil


"Bayi" Aiden menyandar kan kepalanya dibahu Carla sambil saling menggenggam tangan satu sama lain.


(Kau tau? Yang aku takutkan saat ini hanyalah kehilangan dirimu) batin Aiden.




. to be continued .

__ADS_1


__ADS_2