
Semua orang khawatir dengan keadaan Carla yang saat ini masih dalam proses pengobatan oleh tabib istana. Carla yang masih tak sadarkan diri di ranjang ini diam tak bergerak sejak dia terjatuh tadi. Tabib perempuan ini membersihkan luka yang ada di paha Carla dengan sangat perlahan.
"Wah, beruntung lukanya tidak terlalu dalam. Tapi, darahnya keluar cukup banyak... Aku berharap dia masih bisa hidup" gumam tabib
Saat membersihkan tangan, tabib melepas kain yang terikat di tangan Carla. Betapa terkejutnya dia saat melihat tanda garis yang ada di pergelangan tangan Putri kerajaan Rumpelstiltskin ini.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin Putri Carla melakukan hal ini, bukankah dia tahu kalau ini dilarang?" gumam tabib
"Aku rasa Aiv sudah tau akan hal ini, dan dia menutupinya dengan kain seperti ini" gumam tabib
"Jadi, inilah sebabnya dia melawan harimau. Ini adalah hukuman yang diberikan untuknya" gumam tabib
Seluruh tabib kerajaan di tahun ini sudah mengetahui tentang segala jenis penyakit dan mereka juga sudah tau makna dari garis-garis seperti itu karena portal itu sempat menjadi perbincangan semua orang di kerajaan. Lambat laun semuanya melupakan hal itu dan memilih bungkam mengenai portal itu.
"Sangat disayangkan putri sepertimu harus mendapatkan hukuman seperti ini" tabib
...- - - - -...
>> at, Istana Rumpelstiltskin <<
Sesampainya disana, Carla dirawat oleh bibi Aiv dan bibi Aiv juga sudah mendapatkan surat kalau tabib yang mengobatinya sudah mengetahui luka yang ada di tangan Putri Carla.
Karena tabib istana Pejasone adalah adik dari bibi Aiv, namanya Bean. Maka dari itu bibi Bean merasa jika kakaknya harus mengetahui kejadian yang dialami Putri Carla saat menjelajah alam tadi.
Karena kejadian ini, raja dan ratu tidak mengizinkan Carla untuk melakukan kegiatan jelajah alam, sampai mereka berdua yakin kalau Carla benar-benar sembuh total.
Ratu Ellena pingsan saat tahu kalau Putri Carla anak perempuannya terluka karena di serang harimau, sedangkan Raja Maverick bingung apa yang harus dia lakukan untuk membuat Carla sembuh. Pangeran Harris tak berhenti khawatir dan menanyakan keadaan Putri Carla sedangkan Putri Abella menangis karena tahu Carla belum sadar.
Sampai saat ini anggota kerajaan Rumpelstiltskin belum ada yang mengetahui kalau Carla pergi ke hutan terlarang untuk memasuki portal, rahasia ini masih di pegang oleh pak Horach, bibi Aiv dan pak Ian.
"Sepertinya kau butuh waktu yang lama untuk sembuh putri, karena kejadian tadi aku semakin yakin kalau ini adalah hukuman mu. Bukan karena guru Frek yang ingin membahayakan mu.." gumam bibi Aiv
__ADS_1
"Itulah mengapa aku melarang keras kau untuk pergi ke portal itu, tapi kau keras kepala dan terus ingin kesana." imbuh bibi Aiv
Kemudian bibi Aiv mengelus kepala Putri Carla dengan lembut dan tersenyum.
(Kau sudah seperti putri bagiku, Carla) batin bibi Aiv.
...***...
>> At, Istana Pejasone <<
[Pukul 16.00]
Malam ini adalah acara perkumpulan pangeran dan putri seluruh kerajaan yang masuk dalam circle ini. Tapi, malam ini Putri Carla tidak bisa hadir karena dia belum juga siuman sejak dia diobati tabib istana Pejasone.
Pangeran Aiden yang merasakan kesepian terus berada di area pacuan kuda, biasanya dia selalu berada dalam aula sampai acara dimulai tapi sejak Pangeran Aiden datang dia sudah berdiri di area pacuan kuda.
Putri Aura mendatangi Pangeran Aiden dan menyapanya.
"Silahkan... " jawab Pangeran Aiden
"Kenapa kau tidak masuk ke dalam istana pangeran? Apa kau merasa sedih karena Putri Carla belum siuman?" Putri Aura
"Tentu saja, karena aku mencintai nya. Pantas saja aku khawatir bukan?" Pangeran Aiden
(Oh, jadi kau sudah jatuh hati padanya.. Tak apa! Aku bisa mengambil kembali hatimu pangeran ku) batin Putri Aura
"Kenapa kau terus mengkhawatirkan nya? Yaa.. Aku tahu karena kau mencintai nya tapi, bukankah nanti dia juga akan siuman?" Putri Aura
Pangeran Aiden yang semula menghadap lurus ke depan setia menoleh ke arah Putri Aura karena ucapannya barusan.
"Bayangkan kalau orang yang kau cinta sedang tak sadarkan diri sejak tadi pagi sampai sekarang? Apa kau akan tetap bahagia atau sedih?" Pangeran Aiden
__ADS_1
"Tentu saja bersedih, tapi orang yang aku cintai saat ini masih sehat jadi aku bahagia" Putri Aura
"Ya memang, tapi apakah kau tidak ada rasa simpati Putri Aura? Kita semua sudah seperti keluarga, Putri Lily terus melamun karena putri Carla tapi kau? Tampak sangat bahagia" Pangeran Aiden
"Yaa.. Aku hanya terus berpikir positif kalau Putri Carla masih bisa bertahan, oleh karena itu aku terus bahagia agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. " Putri Aura
"Memang, kau benar! Kita tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan tapi, menurutku caramu itu berbeda. Lagipula, aku punya 1 pertanyaan untuk mu... Ini mengenai kau dan Putri Carla. " Pangeran Aiden
"Apa itu pangeran?" Putri Aura
"Apa yang sedang kalian permasalahkan?" Pangeran Aiden
"Tidak ada, kami akur kok. Kenapa kau bertanya begitu?" Putri Aura
"Semua jelas mendengar, tapi aku tidak tahu apakah mereka peduli atau tidak. Putri Carla bilang jika kejadian itu adalah rencana mu dia akan tetap bertahan hidup, itu berarti kau berencana untuk membunuhnya?" Pangeran Aiden
"T-tidak! Bukan begitu! Mungkin dia salah berbicara, itu bukan untukku mungkin untuk orang lain" Putri Aura
"Kalau dipikir, jika dia salah orang itu bisa jadi. Tapi, dia tak salah berbicara dengan ku... Lagipula sepertinya dari ucapanmu kalian berdua memang punya masalah. Sejak perkumpulan minggu lalu kalian berdua keluar paling akhir. " Pangeran Aiden
"Apakah keluar paling akhir bisa disimpulkan kalau aku dan Putri Carla ada masalah pangeran? Begitulah caramu menyimpulkan sebuah peristiwa?" Putri Aura
"Baiklah maaf, aku memang kurang bukti untuk menanyakan itu. Apapun masalah kalian, yang perlu kau ingat adalah.. Aku akan terus melindungi Putri Carla walaupun dengan nyawaku! Salam Putri Aura" tegas Pangeran Aiden lalu beranjak pergi
Namun langkahnya terhenti ketika Putri Aura buka suara.
"Baiklah jika memang kau menganggap aku akan membunuh Putri Carla! Tapi kau juga harus ingat 1 hal pangeran, aku tidak akan menyerah walaupun nyawaku taruhannya! Impas kan?! " teriak Putri Aura
Pangeran Aiden melanjutkan jalannya masuk ke istana dan langsung menuju ke aula tempat perkumpulan pangeran dan putri akan diadakan.
.... to be continued. ...
__ADS_1