Putri Carla

Putri Carla
Part 62


__ADS_3

“Ayah…” Gumam Carla


Tanpa banyak bicara, Vincent langsung menggandeng Carla keluar ruang singgasana. Lalu, Vincent membawa Carla menuju ruang bawah tanah.


“Kau masih berani datang kesini, setelah kau mengatakn semuanya sekarang? Kau sungguh tidak tahu malu. Raja Maverick pasti sangat malu menyetujui pernikahan Pangeran Aiden denganmu. Kenapa kau lakukan itu? Kenapa?!!” Teriak Vincent.


“Ayah… Aku mengakui kesalahanku karena melanggar portal dan aturan kerajaan. Namun, aku tidak berpikir sejauh ini tentang hukumannya” Ucap Carla sambil menangis.


“Tidak berpikir?” Vincent


Vincent langsung menampar pipi Carla dengan kencang, air mata Carla mengalir lebih deras lagi. Dia bahkan sesunggukan saat ini.


“Bagaimana bisa kau tidak berpikir? Sedangkan kau tahu apa saja aturan kerajaan. Tidak ada putri kerajaan yang melanggar portal itu karena mereka mengerti dan sudah tertera dalam peraturan istana. Tapi kau… Kau malah melanggarnya diam-diam!!! Bibi Aiv sudah berbicara semaunya, ayah paksa dia untuk berbicara, pak Ian dan pak Horach juga ternyata mengetahui semuanya. Lantas sekarang? Apa yang akan kau lakukan setelah semua ini terjadi?! Entah bagaimana anakmu dikucilkan karena perilaku mu!” Vincent.


“A-aku… Sudah mene-rima se-semua konsekuensi-nya a-yah. Hukumlah aku, ke-kehadiranku disini u-untuk meneri-ma hukum-an i-tu” Ucap Carla sambil menangis terisak.


Raja Vincent menghela nafas dan mengontrol nafasnya yang sejak tadi memburu.


“Kau merasa hebat saat ini? Kau datang untuk dihukum dan kau merasa jadi pemberani?! Namun bagaimana dengan nasib nama baik Rumpelstiltskin? Corvus? Berpikir Carla. BERPIKIR!!!” Vincent.


“Maaf-kan aku a-ayah” Carla berlutut sambil menagis kencang


Tidak ada yang bisa mendengar apalagi membantunya, Carla tidak tahu apakah dia akan meninggal disini karena dihukum ayah nya dan tidak jadi menikahi Axain atau dia masih tetap hidup.


“Salam Yang Mulia…”


“Aiden?”


Carla terkejut saat Aiden sudah berada dibelakang ayahnya, Vincent menoleh dan mengangguk menjawab salam hormat dari Aiden.


“Aku kemari untuk menjelaskan semua yang Putri Carla lakukan” Aiden


“Menjelaskan? Ini semua sudah jelas. Dia melanggar aturannya dan sekarang semua tampak buruk” Vincent


“Saya mengakui itu memang salah Tuan Putri Carla namun… ayah memaafkan Putri Carla dan mendukungnya menjalani hukuman itu.” Aiden


“Raja Maverick memaafkannya?” Vincent


“Iya Yang Mulia” Aiden

__ADS_1


“Namun, dia tetaplah salah” Vincent


“Biarkan dia dikurung disini” Vincent langsung memasukkan paksa Carla ke dalam penjara bawah tanah dan menguncinya kemudian dia bawa kunci itu di saku pakaiannya.


“Yang Mulia… Saya bisa jelaskan” Aiden menghalangi jalan Vincent


“Kau masih ingin menolongnya setelah semua ini terjadi??” Vincent dan Aiden mengangguk mantap


Sementara Carla menggeleng sambil menangis dibalik jeruji, matanya sembab dan merah dia mengeluarkan air mata terlalu banyak.


“Kenapa kau memaafkan wanita seperti dia? Dia mempermalukan mu, ayahmu dan kedua kerajaan.” Vincent


“Yang Mulia, mohon maaf. Bagaimana jika saat ini Yang Mulia ada diposisiku dan Carla sebagai Ratu Ellena? Apakah kau akan menyelamatkannya atau membiarkannya?” Aiden, Vincent terdiam.


Jelas saja apa yang ada dipikirannya dengan kejadian saat ini berbanding terbalik, jika Ellena dibalik jeruji itu dia tidak akan diam dia pasti akan menyelamatkannya.


“Aku rasa, aku sudah tahu jawabannya. Benar Yang Mulia! Aku memaafkannya karena aku mencintainya, dia memang salah namun dia betanggung jawab atas kesalahannya. Aku tidak akan pernah setuju kalau orang yang aku cintai tersiksa disana.” Jelas Aiden


“Karena aku mencintainya” Imbuh Aiden


“Lalu, apa yang kau inginkan?” Vincent


Dengan perasaan yang berat, Vincent memberikan kunci jeruji itu pada Aiden dan menatap kedua mata Aiden datar.


“Aku melepaskannya, namun tidak memaafkannya. Jangan pernah bawa dia ke istana ini lagi.” Vincent langsung pergi begitu saja meninggalkan Aiden dan Carla yang masih berada diruang bawah tanah.


Tanpa basa-basi, Aiden langsung membuka jeruji itu dan memeluk Carla yang masih sesunggukan didalam sana.


“Tidak apa, kau aman sekarang. Ada aku, kau masih punya aku, Elio dan ayahku” Aiden


“A-ayahku… Dia… Membenciku Aiden, dia membencikuuuu…” Carla memeluk Aiden lebih erat lagi.


“Ayahmu pasti akan memaafkanmu Carla. Aku jamin, dia hanya sedang termakan emosi sesaat. Semua ini akan berlalu.” Ucap Aiden sambil menepuk punggung Carla


“Ayo kita pulang sekarang” Aiden berdiri dan dia membantu Carla untuk berdiri dan pergi keluar istana Rumpelstiltskin.


“Kebetulan aku membawa kereta kencana kesini. Kau mau naik?” Tanya Aiden dan dijawab anggukan oleh Carla


Mereka masuk kereta kencana dan pulang kembali ke istana Corvus.

__ADS_1


...🍁...


Sesampainya di Istana Corvus, Carla langsung masuk ke dalam kamar tidur dan merebahkan dirinya diatas ranjang. Sejak pulang dari Rumpelstiltskin dia tidak berbicara sama sekali hanya diam dan berjalan lesu sampai semua pelayan dan prajurit istana menatapnya.


Kebetulan Elio sedang bermain dengan Putri Lily jadi dia tidak melihat mata ibunya yang merah dan sebab akibat terlalu lama menangis. Aiden hanya menatap Carla dari pintu kamar, dia tidak berani berbicara karena dia tahu Carla sedang sedih. 


Dia ingin menghiburnya namun menunggu sampai suasana hati Carla sedikit membaik, Aiden akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar dan menutup pintunya. Dia pergi ke tempat dimana Elio dan Putri Lily bermain.


Dan mereka ternyata sedang menunggangi kuda bersama-sama, hanya saja Elio menggunakan kuda kecil miliknya sendiri. Putri Lily yang menyadari kedatangan Aiden langsung turun dari kudanya tepat dihadapan Aiden.


“Elio kau lanjutkan dulu ya!” Teriak Putri Lily


“Baik kakak” Teriak Elio diatas kuda kecilnya.


“Apa Putri Carla baik-baik saja?” Tanya Putri Lily dan Aiden menggeleng samar.


“Apa yang terjadi?” Putri Lily


“Dia dihukum, namun aku berhasil melepaskannya” Aiden


“Syukurlah kalau begitu, Putri Carla pasti sangat sedih. Aku harap Elio tidak stress melihat kondisi ibunya” Putri Lily


“Aku akui dia sangat pemberani. Dia datang sendiri untuk meinta hukuman atas apa yang dia lakukan bukan lari dari tanggung jawab” Aiden


“Iya… Aku sejak dahulu mengakui kalau Putri Carla sangat bertanggung jawab. Dia putri yang hebat” Putri Lily


Aiden hanya diam sambil menunduk menatap rumput dibawah kakinya.


“Bagaimana kalau aku menghiburnya?” Putri Lily


“Jangan sekarang, aku rasa dia butuh menenangkan kondisi hatinya” Aiden


Mereka berdua menghela nafas pelan dan berpikir betapa malangnya Carla saat ini.




. to be continued .

__ADS_1


__ADS_2