
Hari mulai pagi, disaat semua bersiap siap untuk acara hari ini. Carla sudah berada didalam perpustakaan untuk mencari buku yang berjudul "Digital and Castle rule" sebenarnya pak Ian melarangnya membaca buku itu tapi Carla keras kepala. Pak Ian mengizinkannya secara terpaksa dan mengawasi Carla bahkan dia duduk di depan Carla saat ini yang sedang sibuk membaca.
"Jadi, dunia digital itu sangat maju? Semaju apa pak?" Carla
"Sangat maju, kau akan menemukan benda pipih yang bentuknya persegi panjang. Kau bisa berfoto, berbicara dan melakukan banyak hal" pak Ian
"Berfoto? Berbicara? Bagaimana cara melakukan nya?" Carla
"Ada caranya putri, dan aku tidak bisa memberi tahu mu" pak Ian
"Mengapa dunia digital sangat disembunyikan di negri kerajaan? Apa masalahnya?" Carla
"Putri Carla... Dunia digital dan kerajaan berbeda, kau ada di dunia kerajaan sedangkan mereka di dunia digital serba maju dan apapun mudah dilakukan. Orang kerajaan seperti kita berbahaya melanggar perbatasan, hukumannya pun fatal jika masuk ke dalam sana" pak Ian
"Itu sebabnya dunia digital sangat privasi di dunia kerajaan?" Carla
"Betul putri... Karena berbahaya" pak Ian
Brak...
Pak Ian dan Carla menoleh ke arah pintu perpustakaan yang terbuka lalu menampakkan sosok Pangeran Harris didepan pintu.
"Pantas saja kau tidak ada dikamar, ternyata di perpustakaan. Apa yang kau lakukan disini putri?" Pangeran Harris
"Hanya membaca" Carla
"Buku apa?" Pangeran Harris
"Rahasia" Carla menutup bukunya dan meletakkannya kembali di tempat semula lalu berjalan mendahului Pangeran Harris.
"Salam pangeran" pak Ian
"Salam pak.. tolong jaga Carla. Aku tau apa yang dia cari" Pangeran Harris
"Aku tidak bisa melarangnya dia bersikeras membacanya" pak Ian
"Sebisa mu saja pak" Pangeran Harris menyusul Carla yang sudah berjalan lebih dahulu.
Saat ini anggota kerajaan sedang menyantap makanan pagi mereka dan berbincang-bincang sedikit.
"Mengenai usulan mu untuk mengutamakan rakyat, aku mau kau mengunjungi rakyat setelah sarapan bersama Pangeran Aiden. Dia telah sampai saat ini dan sedang ada di aula tamu castle, setelah mengganti pakaian temui dia secepatnya" jelas Raja Vincent
"Baik raja, aku mengerti" jawab Carla
...- - - - -...
Setelah selesai sarapan, Carla mengganti gaun kerajaan dengan pakaian sederhana yang tidak terlalu bagus dan jelek. Dia mengunjungi aula tamu castle dan saat pintu terbuka pangeran Aiden terpampang sedang menatap keluar jendela tanpa menoleh sama sekali pada Carla. Carla mencoba mendekati Pangeran Aiden dan berdiri disampingnya.
"Maaf membuat mu menunggu pangeran" Carla
Pangeran Aiden menoleh lalu tersenyum pada Carla.
"Tak masalah, aku juga memutuskan menunggumu dari pagi. Kau sudah siap rupanya... Apa kita bisa berangkat sekarang?" Pangeran Aiden
"Baiklah, mari kita berangkat" Carla
Pangeran Aiden mempersilahkan Carla berjalan mendahului nya dengan menampilkan senyum andalannya.
Carla berjalan dahulu menuju gerbang utama kerajaan. Lalu menaiki kuda yang telah disediakan begitu juga Pangeran Aiden.
"Kita berangkat putri" Pangeran Aiden mendahului Carla memacu kudanya berjalan santai.
"Kalau kau lelah bilang saja putri, kita akan beristirahat. Jarak dari kerajaanmu ke lingkungan rakyat cukup jauh" Pangeran Aiden
"Baiklah aku mengerti, ada kau yang menjagaku aku menyerahkannya" ucap Carla membuat Pangeran Aiden tersenyum mendengarnya.
Carla yang sadar perkataan nya membuat Pangeran Aiden senang langsung menegaskan.
__ADS_1
"Jangan salah paham, kau diserahkan tugas pada Raja Vincent untuk menjagaku bukan? Aku menyerahkan tugas itu juga padamu" Carla
"Kalau begitu kau juga percaya padaku kalau aku akan menjagamu. Dengan senang hati putri Carla" Pangeran Aiden menahan senyumnya kali ini
"Terserah kau pangeran" Carla hanya menganggukkan kepalanya
Saat diperjalanan mereka berdua sesekali berbicara dan bercanda satu sama lain. Tak terasa mereka sudah mulai menjalin komunikasi yang sangat baik dari yang sebelumnya. Pangeran Aiden yang merasa sudah sangat dekat dengan Carla hari ini tak berhenti tersenyum.
(Aku akan mendapatkan hati mu putri, aku yakin itu. Kau sangat baik, peduli, dibalik sikap keras kepala mu itu) batin Pangeran Aiden.
"Pangeran, bisakah kita beristirahat? Aku lelah" Carla
"Dengan senang hati putri" Pangeran Aiden
Kebetulan pohon yang ada di samping mereka berhenti cukup rindang, sehingga Pangeran Aiden memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon ini.
Pangeran Aiden menuruni kudanya dan membantu Carla, bahkan saat tangannya terulurq Carla bisa turun sendiri dari kudanya yang tak tahu kalau pangeran Aiden ingin membantunya.
"Kita beristirahat di sini?" Carla
"Iya putri, disini cukup sejuk" Pangeran Aiden
"Baiklah, kalau kau lapar makan saja" Carla mengambil buah apel dari perbekalan yang dia bawa
"Kau dahulu saja putri, jika kau sudah selesai aku akan makan selanjutnya" Pangeran Aiden
"Kau terlalu peduli pada orang lain" Carla
"Tidak pada orang lain atau putri manapun. Hanya kepada mu saja putri Carla" Pangeran Aiden
"Aaah.. baiklah, jangan menggombal. Ada yang ingin aku tanyakan, kau kan pangeran cerdas aku yakin kau tau banyak soal ini" Carla
"Apa itu putri?" Pangeran Aiden
"Kau tau portal dunia digital?" Carla
"Aku tak memaksa kau untuk menjawab pangeran. Tapi, lebih baik kalau kau menjawabnya dengan jelas" Carla.
"Di hutan seperti ini, kita tidak bisa melakukan pembicaraan dengan bebas. Ini alam bebas, aku yakin kau tau putri" Pangeran Aiden
"Baiklah, bagaimana kalau sudah keluar dari hutan ini?" Carla
"Baik, ingatkan aku lagi putri" Pangeran Aiden mengambil buah apelnya dan memakannya
"Mustahil pangeran cerdas seperti mu melupakan hal hal seperti itu" Carla bergumam
"Kenapa kau ingin mengetahui tentang hal itu Putri Carla?" Pangeran Aiden
"Tak apa hanya saja ingin tahu" Carla
"Aku ingin memberitahu mu jangan pernah kau kes-" Pangeran Aiden
"Iya iya aku mengerti Pangeran Aiden, kau ternyata sungguh menyebalkan" ucap Carla pelan saat diakhir
"Kenapa aku menyebalkan?" Pangeran Aiden
"Kenapa? Kau tidak menyadari kalau dirimu itu menyebalkan?" Carla
"Apa itu putri? Katakan padaku" Pangeran Aiden
"Kau tidak langsung menjawab pertanyaan ku saat pelatihan pangeran kemarin, setelahnya kau meninggalkan ku begitu saja. Hanya itu" Carla
Pangeran Aiden mendekati Carla, menatap kedua matanya dalam. Lalu tersenyum yang langsung membuat Carla merasakan jantungnya berdegup kencang tak beraturan.
(Apa ini? Kenapa aku jadi deg-degan) batin Carla
"Kenapa melihatku seperti itu" Carla
__ADS_1
Pangeran Aiden berlutut dan membungkuk sambil berkata "Maafkan aku Putri Carla"
"Tidak usah minta maaf, lagipula sudah lewat. Ayo lanjutkan perjalanan" Carla langsung menaiki kudanya dan berjalan mendahului Pangeran Aiden yang saat ini menatap Carla yang sudah berjalan mendahului nya sambil tersenyum.
(Kau menarik putri) batin Pangeran Aiden
Mereka melanjutkan perjalanan ke lingkungan rakyat, dan setelah lama mereka menempuh perjalanan sampailah mereka di lingkungan rakyat pedesaan yang cukup jauh ditempuh dari kerajaan.
"Kita harus menitipkan kuda kita ke gubuk sana putri" Pangeran Aiden
"Yasudah, ayo titipkan" Carla
"Hai anak muda… sepertinya kalian bukan orang desa Hulo" ucap bapak itu
"Iya pak kami dari keluarga ke-" Carla
"Kami baru saja sampai di desa Hulo, karena sudah 1 harian ini kami menjelajah hutan Saba" potong Pangeran Aiden
"Ah baiklah, hati-hatilah jika menjelajah hutan Saba, akhir-akhir ini banyak binantang buas yang mengincar manusia" Ucapnya
"Baiklah pak, terima kasih" Pangeran Aiden
"Berapa lama kalian akan menitipkan kuda kalian?" Tanyanya
"Cukup lama, jadi bisakah kita kita menitipkannya dahulu sampai urusan kami selesai? Jika kami tidak kembali kau bisa mengambil kuda ini sebagai bayarannya" Carla
"Baik nona, saya akan menjaganya" ucapnya
"Terima kasih pak" Carla
"Kami pergi dulu" Pangeran Aiden
Setelah melangkah jauh dari penitipan kuda, Carla menatap Aiden dengan tatapan bertanya tanya.
"Kau pasti bertanya-tanya mengapa aku memotong perkataan mu tadi. Maaf soal itu.. tapi begitulah cara keluarga kerajaan melindungi identitas keluarga kerajaan mereka" Pangeran Aiden
"Kita keluarga kerajaan, untuk apa melindungi identitas diri?" Carla
"Karena kita tidak akan tau, mana rakyat yang setia dan mana rakyat yang berkhianat. Banyak yang ingin keluarga kerajaan mati karena mereka selalu terpuruk. Kau akan mengerti soal itu putri Carla" Pangeran Aiden
"Kalau harus merahasiakan identitas, kenapa menggunakan nama asli pangeran? Itu tidak apa?" Carla
"Benar!… (Pangeran Aiden menahan tangan putri Carla yang sedang berjalan lalu mereka saling menatap) kita harus mengganti nama sementara" Pangeran Aiden
"Apa?" Carla
"Nama yang unik" Pangeran Aiden
"Seperti apa?" Carla
"Satu huruf sudah cukup agar kita tidak terlihat asing" Pangeran Aiden
"Satu huruf? Kau bercanda?" Carla
"Baiklah, panggil aku N dan kau… L? Bagaimana?" Pangeran Aiden
"Kau yakin?" Carla
"Ikuti saja, itulah mengapa seorang putri harus selalu pergi bersama pangeran. Ini lah gunanya" ucap Pangeran Aiden melongos berjalan duluan sambil tersenyum bangga
"Kami juga bisa melakukannya sendiri tau, kalau saja ayahku tidak menyuruhmu untuk pergi denganku aku akan pergi sendiri!" gerutu Carla
"Ayo L, kau mau disana sendirian?" Pangeran Aiden terus berjalan dan Carla menyusul nya dari belakang.
...•...
...•...
__ADS_1
.... to be continued ....