Putri Carla

Putri Carla
Part 58


__ADS_3

Carla baru saja selesai menyusui Pangeran Elio, kemudian dia menatap anaknya tersebut dengan tatapan tulus.


"Sayang… Berjanjilah jangan pernah membenci ibu. Ibu menaruh harapan besar pada dirimu sayang" Carla mencium kening Pangeran Elio kemudian Aiden datang dan langsung berbaring di sisi kanan Pangeran Elio.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Aiden


"Aku hanya mengatakan pada Elio untuk tidak membenciku" Carla


"Kenapa begitu?" Carla


"Kau tau bagaimana kondisiku sekarang, aku takut Elio akan kena imbasnya juga" Carla


"Tenanglah… Percaya padaku semua akan baik-baik saja, kau, aku dan Elio." Aiden


Carla tersenyum dan menatap Elio yang memejamkan matanya itu.


"Apa dia akan setampan dirimu?" Carla


"Tentu saja! Kenapa kau meragukan hal itu?" Aiden


"Tanpa alasan, aku hanya ragu saja kalau sifatnya juga ikut sama denganmu. Semoga saja tidak." Carla


"Bagaimana bisa? Dia anakku, pasti dia punya sifatku juga" Aiden


"Dan kalau memang iya, aku berharap bukan sifat percaya diri yang terlalu berlebih seperti dirimu" Carla


"Biar begitu, kau menyukaiku kan?" Aiden


"Ishhh" Carla mendesis dan menghadap ke arah jendela kamar


(Banyak yang harus aku lakukan, aku belum mengungkapkan pada ayah dan ibu kalau aku mendapatkan hukuman karena melanggar portal digital, misteri tentang Axain dan aku juga lupa untuk menjenguk anak harimau itu. Semua membuatku pusing) batin Carla.


"Apa yang kau pikirkan Carla?" Aiden


Carla menoleh pada Aiden kemudian tersenyum "Tidak ada"


Aiden mengangguk kemudian dia beranjak dari ranjang lalu menarik tangan Carla keluar kamar. 


"Pelayan…"


"Salam Yang Mulia Pangeran Aiden… Yang Mulia Putri Carla" sapanya


"Bisa kau jaga Elio sebentar? Aku ada perlu dengan Carla" Aiden


"Baik Yang Mulia, saya akan menjaga Pangeran Elio dengan baik" Pelayan


"Terima kasih" Aiden langsung melongos pergi mengajak Carla menuju perpustakaan dan mereka duduk berhadapan.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kau membawaku ke perpustakaan?" Carla


"Sebelumnya aku meminta maaf kalau waktunya tidak pas namun, aku sudah tidak bisa menahannya. Apa hubungan Axain dengan mimpimu?" Aiden


"A-Apa maksudmu Aiden?" Carla


"Kurasa kau sudah tahu, katakan saja. Mungkin aku bisa membantumu" Aiden


(Membantu? Membantu katamu? Kau mendukung ku untuk menikah dengan Axain?) batin Carla.


"Aku tidak yakin, namun aku akan tetap memberitahumu. Aku bermimpi kalau aku seharusnya tidak menikah denganmu tapi Axain, dialah orangnya." Carla


Aiden diam, dia terkejut dan berpikir apakah maksud yang Carla katakan sama persis dengan apa yang ada di dalam otaknya saat ini.


"Menikah dengan Axain? Kau yakin? Untuk apa? Bagaimana dengan aku? Elio? Ini tidak masuk akal" Aiden


"Kau kira ini semua masuk akal bagiku? Aku pun berpikir kalau ini semua tidak mungkin aku lakukan" Carla


"Kalau begitu, jangan lakukan!" Aiden


Carla menggeleng tipis "Tidak, ini hukumanku. Kau tau? Semua harus aku jalani walau berat bagimu dan aku" 


"Jadi… Kau mau aku menjodohkan mu dengan Axain?" Aiden


"Akan aku lakukan sendiri, aku berencana menikah dengan Axain setelah Elio lepas dari ASI." Carla


"Aku pun tidak tahu, ini semua serasa sihir bagiku." Carla


"Bisakah kau menjaga Elio selama aku menjalani hukuman itu nanti?" Imbuh Carla


Aiden menatap Carla dengan tatapan sendu, dia tidak percaya istri yang sangat dia cinta dan sayangi dihadapannya ini harus menikah dengan Axain, pelatih memanah istana Corvus.


"Hanya menikah bukan?" Aiden


"Tidak tahu, yang aku tau Axain harus menikah denganku" Carla


"Iya! Aku berharap hanya menikah" Aiden


Carla menunduk ke bawah, pikirannya kacau balau. Dia memikirkan Aiden, anaknya dan kedua orang tuanya serta Raja Maverick dan Putri Lily pasti akan terkejut soal ini.


"Apakah Raja Maverick dan kedua orang tuaku akan menerima hal ini?" Carla


"Reaksi mereka pasti sama denganku. Aku yakin mereka akan bereaksi sama sepertiku" Aiden


"Dan aku berhadap mereka tidak marah denganku" Carla


Aiden menggenggam tangan Carla dan tersenyum manis "Aku akan tetap membantumu, sampai semua ini selesai." 

__ADS_1


"Ini masalahku, kau tidak perlu membantuku sampai akhir. Aku selalu merepotkan mu Aiden" Carla menunduk lagi melihat ujung gaunnya.


Aiden mengangkat dagu Carla untuk kembali menghadapnya "Urusanmu, urusanku juga" 


Saat itu juga Carla tersenyum lebar, dia merasa lega sedikit berkat bantuan dan ucapan Aiden untuk dirinya.


(Aku akan menyelesaikan semua ini dengan baik, aku yakin ini akan berakhir. Walaupun aku harus pergi sekalipun) batin Carla.


...🍁...


>> 5 tahun kemudian <<


"Pangeran Elio!!!" Seru Putri Quely saat mereka sudah sampai di halaman depan istana Corvus.


"Salam Putri Quely, kau terlihat cantik hari ini" Pangeran Elio


"Itu berarti hari sebelumnya dan setelahnya aku tidak cantik?" Tanya Putri Quely mengintimidasi


"Tidak bukan seperti itu maksudku, kau selalu cantik setiap hari" Pangeran Elio


"Tentu, akulah Quely" Jawab Putri Quely dengan senyuman yang lebar dan manis


"Salam Raja Harris... Ratu Abella" Sapa Pangeran Elio


"Salam Pangeran Elio, apakah kau sejak tadi menunggu disini?" Raja Harris


"Tentu! Aku menunggu raja dan ratu datang ke Corvus. Ibu dan ayahku meminta agar aku menyambut raja dan ratu. Jadi, silahkan masuk..." Pangeran Elio memberi akses jalan dengan salam hormatnya


Kemudian Raja Harris, Ratu Abella dan Putri Quely masuk ke istana Corvus. Carla dan Aiden mengajarkan tata krama menjadi pangeran diumur 2 tahun dan mereka juga mengajarkan pengucapan yang benar pada Pangeran Elio.


Dan hasilnya seperti tadi, bahkan kelebihannya adalah dia pandai memuji orang lain. Dan Pangeran Harris pun sudah mengganti gelarnya menjadi seorang Raja di Rumpelstiltskin menggantikan masa jabatan ayahnya Raja Vincent.


Sementara, masa pergantian jabatan Pangeran Aiden masih 1 tahun lagi. Hari ini Raja Harris dan keluarga berkunjung atas kemauan anak mereka Putri Quely yang terus merengek untuk bertemu dengan pangeran tampan Elio.


Mereka sangat akur dan mereka juga pandai berbicara seperti orang dewasa, memuji dan berbicara layaknya seorang pangeran dan putri yang usianya sudah beranjak dewasa.


Dan anak mereka juga sudah mulai ikut kelas pangeran dan putri. Pangeran Elio, Putri Quely dan Putri Deelia anak dari Putri Karen dan Pangeran Sean yang saat ini berumur 2 tahun.


Banyak hal yang sudah dilalui dari tahun ke tahun, namun Carla juga belum menyelesaikan masa hukumannya itu.


Menikah dengan Axain bukanlah hal yang Aiden dan Carla inginkan, terlebih saat Elio sudah sebesar ini. Dia sudah bisa mengerti apa yang terjadi di sekitarnya.


Keputusan untuk menikah setelah Elio lepas dari ASI ternyata belum terwujud karena kondisi yang tidak memungkinkan saat itu dan Carla masih berusaha mengambil waktu untuk menyelesaikan apa yang sudah dia perbuat di masa lalu.



__ADS_1


. to be continued .


__ADS_2