Putri Carla

Putri Carla
Part 68


__ADS_3

Sosok jubah hitam kembali muncul dan dia membawa sebuah busur panah lengkap dengan anak panahnya. Dia sudah mengambil anak panah itu dan siap membidik sasaran yang ada didekatnya.


"Apa yang ingin kau lakukan? Kenapa aku?" Ucap Carla gugup dan ketakutan.


"Kau, ini semua salahmu. Kau harus menerima ini semua" Ucapnya


"Aku? Apa salahku? Kenapa aku??" Carla


"Kau tidak menepati janjimu, kau tidak datang ke hutan saat itu. Aku tidak akan mengampuni mu. Kau harus bertanggung jawab" Ucapnya


Dia menarik busur panahnya tersebut dan membidik kearah jantung Carla berada. Carla berlari sekencang-kencangnya namun dia tersandung akar yang merambat dari pohon besar disampingnya.


Tangannya mengeluarkan darah serta di dahinya. Carla semakin ketakutan dan dia berusaha bangkit untuk kembali berlari menyelamatkan diri sebisa mungkin.


"Hah... Huh.. Huh.. Huh... Mimpi lagi, benar itu mimpi" Gumam Carla.


iya, dia baru saja bermimpi. Carla memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas masih dalam kondisi berbaring.


"Apa itu adalah sebuah ancaman? Karena aku tidak masuk ke dalam hutan" Carla


"Tidak! Aku tidak akan pergi ke hutan sampai kapanpun. Tidak! Aku belum siap untuk semua itu" Carla


Carla kembali memejamkan matanya lagi, namun mata itu kembali terbuka dan dia langsung duduk di kasurnya.


Dia melihat Elio yang masih tidur terlelap, Carla duduk di kursi untuk menuliskan sebuah surat untuk anaknya atau Aiden.


Setelah selesai, Carla meletakkan surat itu diatas meja dengan rapi dan mencium kening Elio.


"Sayang, ini salah ibu. Kau pasti akan membaca surat itu kan? Jangan nakal ya, biar ibu selesaikan semua ini. Ibu sayang kamu Elio" Carla mencium kening dan pipi Elio kemudian dia keluar kamar.


Carla mengambil perlengkapan memanah dan pedang. Dia langsung menuju ke dalam hutan sambil berlari. Namun, seseorang menyaksikan dari dalam istana.


Carla was-was masuk ke dalam hutan, dia sudah menyiapkan alat panah di tangannya dan siap membidik apapun yang membahayakan dirinya.


"Di dalam mimpiku, ada permata hijau yang dijaga harimau namun dia sudah sekarat. Aku bisa memprediksi sekarang. Aku tidak akan terluka" Gumam Carla sambil terus berjalan


Dan benar saja, dari jarak 2 meter dia berjalan didepan sana ada cahaya hijau yang berkilau. Carla berjalan sambil menarik busur panahnya terus membidik ke arah sinar hijau itu.


Namun, saat jaraknya sudah dekat. Carla tidak melihat harimau itu, dia masih tetap berjaga-jaga.


(Apa itu artinya pertama hijau ini menyelamatkan hidupku dan semuanya berakhir?) batin Carla.


Carla hendak mengambil permata itu namun harimau itu muncul, Carla mundur spontan dengan cepat. Dia tidak melihat ada panah ditubuh harimau itu.


"Kau tidak sekarat" Carla


Carla membidiknya namun bidikannya meleset karena dia gugup dan sudah ketakutan itu membuat sasarannya meleset.


"Tidak! Aku tidak akan berlari" Carla


Dengan segera harimau itu mengejar Carla dan dia berlari sekuat mungkin.


(Aku tidak boleh terjatuh) batin Carla


Carla berhenti sejenak dan saat harimau itu melompat untuk menerkamnya Carla menunduk dan berlari lawan arah dan segera memanah harimau itu.


Panahnya hanya menggores perut harimau itu namun tidak menancap di tubuhnya. Hal itu membuat Carla kesal, dia mencoba membidiknya lagi namun harimau itu sudah kembali mengejarnya.


Carla terus berlari dan melakukan hal yang sama, namun harimau itu tidak melompat dia justru mendekati Carla. Carla sudah panik, dia mengeluarkan pedangnya dan siap bertarung.


Harimau itu melompat dan saat Carla menghindar punggungnya terkena cakaran tersebut.


Walaupun harimau itu hanya menggunakan ujung cakarnya namun bagi Carla dia rasanya sudah seperti dipedang.


Carla memaksa tubuhnya untuk berbalik, dia berlari ke arah lain dan harimau itu mengejarnya. Carla bersembunyi dibalik pohon besar sambil bersiap dengan 2 anak panahnya sekaligus.


Saat harimau itu kehilangan jejak Carla, dia langsung melangkah perlahan ke belakang harimau itu dan membidik nya. Kali ini kedua panah itu berhasil menusuk ke dalam tubuh.


Harimau itu mengamuk sejadi-jadinya dia melompat dan mengaum berkali-kali menandakan dia merasa kesakitan.


Carla terus mengontrol nafasnya dan sudah merasakan pening karena punggung sudah mengeluarkan darah banyak, bahkan Carla merasakan kalau badannya perih.

__ADS_1


Carla berlari sebisa mungkin menjauhi harimau itu namun tubuhnya lemas dia terjatuh dan tangannya mengenai tanaman berduri sehingga banyak goresan di tangan bahkan kakinya.


Gaunnya sudah tidak rapi lagi dan kotor, wajahnya penuh keringat dan tanah.


(Jika seperti ini yang diinginkan jubah hitam, aku akan melakukannya. Dulu aku bahkan pernah melawan harimau juga) batin Carla menyemangati dirinya.


Terdengar bunyi ranting panah dan derap langkah, Carla bangkit sambil mengontrol rasa lelah dan perih di punggungnya.


"Kau datang rupanya" Carla


"Baguslah kau datang" Ucapnya


"Sudah selesai bukan?" Carla


Jubah hitam tidak mengatakan apapun, dia bahkan menarik busur panahnya yang dia bawa ke arah Carla.


Seseorang mengamati Carla dan terkejut dengan kondisinya, namun saat mendengarkan berbicara dia mengurungkan diri untuk menghampiri Carla dan memutuskan untuk bersembunyi sambil membawa alat panah juga.


"Kau akan memanah ku sama seperti yang aku lakukan pada harimau itu? Baiklah" Carla juga menarik busur panahnya dan membidik jubah tersebut.


Mereka melepas anak panah bersamaan, Carla menghindar dengan cepat namun saat badannya memutar untuk menghindari hal itu justru harimau tadi datang dan menerkam Carla.


Tubuh bagian depannya kena cakaran harimau itu, dan bersamaan dengan hal itu juga 3 anak panah menancap di tubuh harimau itu bersamaan.


Carla meneteskan air mata karena rasa perih dan sakit menghantam seluruh tubuhnya. Dia sudah tidak sanggup menahan semuanya bahkan darahnya sudah keluar terlalu banyak


Carla merasa pusing dan semuanya menjadi redup. Bahkan matahari yang sudah bersinar diatasnya pun terlihat redup di matanya.


Iya, matahari sudah bersinar beberapa menit yang lalu. Bahkan Carla tidak tahu kalau mentari sudah menyinari hutan.


"Carla!!"


"Carla bangunlah! Kumohon jangan seperti ini. Kau kuat!"


"Axain... Kau menolongku?" Carla


Axain hanya mengangguk dan air matanya mengalir melihat kondisi Carla. Iya, orang yang melihat Carla berlari keluar istana sampai mengikutinya ke dalam hutan adalah Axain.


Carla menggelengkan kepala.


"Tidak perlu, kau pergilah. Tinggalkan aku" Carla


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan mu disini" Axain


"Lakukanlah" Carla


Air mata Axain keluar lebih banyak dan dia menggelengkan kepala.


"Bertahanlah aku akan membawamu ke istana" Axain membawa Carla ke istana.


Namun, saat baru baru beberapa langkah Carla mengucapkan kata-kata terakhirnya.


"Sampaikan pada Elio dan Aiden kalau aku mencintai mereka. Jagalah dirimu"


Tubuh Carla langsung lemas dan kaki Axain langsung lemas tak berdaya. Dia terduduk sambil menggendong Carla.


"CARLLAAAAAAAAAAAA!!" Teriak Axain membuat semua burung dihutan berterbangan.


"Kau masih hidup kan? Pasti! Bertahanlah aku akan berusaha membawamu ke istana. Bertahanlah Carla" Axain


Axain berusaha untuk berdiri kembali walaupun kakinya sempat ingin terjatuh berkali-kali. Sambil menangis Axain membawa jasad Carla menuju ke istana Corvus.


...🍁...


Sementara itu, sekarang adalah hari dimana Aiden menerima mahkota dan tahta nya di Corvus.


Semua anggota kerajaan berkumpul di lapangan depan Corvus. Sementara Raja Maverick, Aiden, Elio dan Putri Lily ada di atas mendampingi Aiden.


"Dimana Carla?" Tanya Aiden


"Aku juga tidak tahu, tadi aku menyuruh beberapa pelayan mencarinya namun dia tidak ditemukan di istana" Jawab Putri Lily

__ADS_1


"Ayah, ibu sudah pergi. Saat aku bangun dari tidur dia tidak ada disampingku" Ucap Elio


"Baiklah, kita akan mulai sekarang saja ayah" Aiden


"Baiklah" Raja Maverick mengangguk


"Hari ini, adalah hari yang sangat membahagiakan untukku. Dimana anakku, Pangeran Zachary Aiden Gideon Maverick Corvus menjadi raja di istana ini. Dan aku berharap kalian bisa setia pada Aiden dan menjalankan semua yang diperintahkan." Seru Raja Maverick.


Seorang prajurit membawa baki yang diatasnya terdapat dekrit. Raja Maverick melepas mahkotanya dan memasangkannya pada Aiden.


Aiden memegang dekrit itu dan membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke seluruh prajurit dan pelayan istana.


"SEJAHTERA RAJA AIDEN! MAKMUR RAJA AIDEN! HIDUP RAJA AIDEN!!!" seru semua yang berkumpul di lapangan.


"Dan tibalah saatnya untuk Raja Aiden menyampaikan semua tujuan, visi dan misinya sebagai raja baru di istana Corvus" Raja Maverick


Namun, Putri Lily menangkap kehadiran Axain dan Carla. Dia mempertajam penglihatannya saat Axain tampak menggendong seorang wanita.


Dan saat penglihatannya sudah meyakini bahwa yang Axain gendong adalah Carla dia langsung berteriak Carla melihat darah di seluruh badan Carla.


"Putri Carla!!" Teriak Putri Lily


Semua orang langsung menatap Axain dan Carla yang sudah tiba didalam istana. Tanpa basa-basi Aiden, Raja Maverick dan Elio langsung berlari menghampiri Axain di tengah lapangan.


Semua prajurit menoleh dan membulatkan matanya saat melihat kondisi Putri Carla.


"Putri Carla, a- apa yang terjadi padanya Axain? Katakan padaku! Dia kenapa??!" Putri Lily menangis deras dan disusul tangisan Elio begitu menyaksikan ibunya memejamkan mata dan berdarah.


"Ibu..." Elio


"Carla? Carla, bangunlah. Carla? Sayang? Carla..." Aiden terus menggoyangkan badan Carla dan menepuk pipinya


"Axain! Apa yang terjadi pada Carla?" Tanya Raja Maverick


Axain meletakkan Carla di atas rumput dan mengelap air matanya yang menetes.


"Putri Carla sudah meninggalkan kita semua" Axain menangis tersedu-sedu


"Tidak! Putri Carla! Kau mendengarku? Jangan tinggalkan aku" Putri Lily memeluk Carla begitu juga dengan Elio yang sudah memeluk ibunya


"Ibu sayang Elio kan? Kenapa ibu meninggalkan Elio? Bagaimana dengan Elio Bu? Ayah? Kakek dan Bibi??" Elio


Putri Lily memeluk Elio yang terus menangis. Tidak jauh beda, bahkan Aiden sesunggukan. Dia tidak menyangka hari penobatan nya ini justru menjadi hari buruknya karena meninggalnya Carla.


"Kau tidak sesuai dengan janjimu Carla. Kenapa kau meninggalkan aku dan Elio? Kenapa kau tidak mengajakku? Aku bisa membantumu dan kita akan pergi bersama" Aiden


Raja Maverick sudah terduduk dan tidak bisa berkata apapun. Mereka semua menangis dan suasana istana seketika menjadi berkabung.


"Kembalilah Carla. Kembalilah!!!" Teriak Aiden


Karena shock Elio sampai pingsan di pelukan Putri Lily. Putri Lily berteriak agar ada yang membantunya.


"Panggilkan aku tabib!! Cepat!!" Putri Lily berdiri dari duduknya dan menggendong Elio.


"Elio? Sadarlah sayang..." Putri Lily berlari menuju ke dalam istana untuk mengantarkan Elio menghampiri tabib.


"Carla..." Aiden terus menangis dan memeluk Carla


Pakaian "kebesarannya" hari ini berlumuran darah dan tidak memperdulikan itu. Melihat Carla penuh dengan darah, dengan wajah pucat dan memejamkan mata dia sudah frustasi.


(Kenapa kau? Kenapa harus kau Carla? Kenapa bukan orang lain?) batin Aiden.


...•...


...•...


.... to be continued ....


menuju ending ya readers, jangan sedih-sedih ya malam ini 🌼✨


aku boleh tau gimana perasaan kalian baca part ini? komen yaa... see u di ending cerita Putri Carla 💜

__ADS_1


__ADS_2