Putri Carla

Putri Carla
Part 52


__ADS_3

Hari ini, Carla hanya menatap Aiden dan Putri Lily dari tepi lapangan memanah. Carla sebenarnya ingin ikut latihan memanah tetapi, Raja Maverick menolak karena perut Carla yang semakin besar.


Bisa di bilang Carla tidak di izinkan untuk kegiatan kerajaan sampai dia melahirkan.


Sama halnya seperti Putri Abella saat dia hamil tua. Namun, Carla meminta pengecualian, dia masih ingin ikut acara Crown Princess dan pertemuan lainnya jika kegiatan itu tidak memberatkan dirinya sendiri dan Raja Maverick menyetujui hal itu.


Carla memutuskan untuk mendekati Putri Lily dan berdiri disamping sana melihat Putri Lily sedang menarik busur panahnya dengan tatapan serius. Setelah melepas anak panahnya, Putri Lily menoleh pada Carla dan tersenyum.


"Kenapa ibu hamil disini? Lebih baik kau berteduh dibawah pohon sana" Putri Lily


"Tidak, duduk disana membosankan. Biar aku mencoba hal itu" Carla merebut busur panah dan mengambil anak panah 1 dari tempatnya.


"Tuan Putri Carla, sebaiknya kau duduk saja. Kalau raja tahu bisa dimarahi aku karena busurku kau ambil" Putri Lily


"Tidak tidak, Raja Maverick akan mengikuti apa kata ibu hamil ini. Biarkan aku mencoba… Walau hanya sekali." Carla menaruh anak panahnya dan mencoba membidiknya


Aiden hanya mengamati adik dan istrinya di samping kirinya itu sambil tersenyum, kemudian saat anak panah itu meluncur dia mendarat tepat di warna merah dan membuat Carla kesal.


"Kan sudah ku bilang, kau duduk saja tuan putri" Putri Lily


"Bagaimana bisa dia mendarat di warna merah?" Kesal Carla


"Ini pasti karena perut besarku, dia mengenai busur panah sehingga agak bergeser." Gerutu Carla


"Carla… Jangan marahi anak kita, dia tidak salah" Sahut Aiden


"Yaa… Kurasa" Carla hanya mengangkat bahunya dan berjalan mendekati Axain.


"Aku menyadari kalau kau cukup tampan Axain" Puji Carla


"Terima kasih banyak tuan Putri Carla" Axain


"Hei Axain! Jangan terlalu mengambil hati ucapan istriku, dia hanya bercanda" Ucap Aiden dengan nada penekanan


"Aku tau kau cemburu pangeran" Sahut Putri Lily


"Tentu saja! Bagaimana bisa istriku memuji pelatih panah Corvus, sedangkan suaminya ada di hadapannya" Aiden


Carla tersenyum dan mendekati Aiden sambil tersenyum. Carla mencium pipi Aiden sekilas dan berjalan pergi.


"Latihan yang benar…" Carla


Putri Lily menggelengkan kepalanya dan berdecak "Wah… Apa yang barusan aku lihat?"


Axain hanya tersenyum melihat adegan itu, perlu kalian tahu Axain masih muda dan belum menikah. Dia termasuk pelatih paling muda dari pelatih-pelatih lainnya di Istana Corvus. Axain diambil Raja Maverick saat perang di usia ke 18 tahunnya dulu.


Karena Axain adalah pemanah handal dari istana musuhnya, raja Maverick kala itu membawa Axain ke istananya tanpa ada desakan. Sampai sekarang Axain masih bertahan sebagai pelatih memanah khusus Putri Lily dan Aiden, di tambah Carla saat ini.


...🍁...


Saat ini Carla sedang duduk tenang di kursi makan dan memakan banyak buah. Aiden masuk ke dalam ruang makan dan duduk di depan Carla yang masih melahap buah apel ke 5 nya.


"Jadi kau kabur untuk makan?" Aiden


"Kau sudah mandi?" Carla


"Belum, aku lapar" Aiden


"Cuci tangan??" Carla


Aiden berdiri dan mencuci tangannya lalu kembali duduk.


"Lebih baik kau mandi" Carla


"Kenapa?" Aiden


"Kau bau matahari, aku dan anakku rasanya ingin muntah" Carla


"Setidaknya biarkan aku makan dahulu" Aiden


Carla menggelengkan kepalanya "Tidak tidak, nanti akan aku bawakan ke dalam kamar ketika aku sudah selesai makan disini. Jadi kau… Mandilah"


"Benar ya, kau bawakan makanan ini ke kamar? Jangan di makan di tengah jalan." Aiden


"Iya iya, kapan aku melakukan itu?" Carla


"Siapa tau, sejak hamil nafsu makan mu besar sekali" Aiden


"Mandi atau.."


"Iya iya, aku akan mandi sekarang" Aiden membawa 1 buah apel yang sudah dia gigit untuk pergi mandi


"Hm.. Apa yang harus aku bawa untuknya ya? Apel satu, pear setengah, kue ini satu dan air mineral. Sepertinya itu cukup" Carla meletakkan semua makanan itu diatas nampan.


Setelah dia menata semua buah itu Carla membawa nampan tersebut ke dalam kamar Aiden. Carla tidak serius dengan ucapannya yang membawakan apel satu, pear setengah dan yang lainnya. Justru dia malah membawa banyak makanan sampai pelayan istana hendak membantu tidak diizinkan olehnya.


Carla menaruh nampan makanan diatas meja, lalu keluar dari kamar karena Aiden masih mandi. Dia hendak mengambil beberapa buah lagi namun niatnya terhenti ketika dia berpikir kalau sudah banyak yang dia bawa.


Carla kembali ke dalam kamar dan mengambil satu buah dan melahapnya sambil duduk di kursi dekat jendela. Aiden keluar dengan pakaian mandinya dan mengambil pakaian untuk dia kenakan.


Carla masih sibuk mengunyah sampai tak sadar Aiden sudah berada di belakangnya duduk di pinggir ranjang sambil memakan buah pear.

__ADS_1


"Enak?" Tanya Aiden


Carla menoleh dan tersenyum, Aiden menggelengkan kepalanya karena melihat beberapa sampah buah didekat Carla sudah menumpuk.


"Kau membawakan aku makanan atau membawakan untuk dirimu?" Aiden


"Untuk aku dan anakku" Carla


"Lalu aku?" Aiden


"Tinggal makan saja, aku kan bawa untuk kau makan juga. Tapi yang di prioritaskan itu aku dan anakku" Carla


Aiden menggeleng dan menarik kursi yang diduduki Carla lalu menghadapkannya ke arah Aiden.


"Lihat wajahmu, tubuhmu dan tangan ini." Aiden menggenggam tangan Carla


"Wah, dulu saat menikah jarimu tidak sebesar ini. Sekarang lebih berisi" Goda Aiden


"Hei! Kau meledek anakmu sendiri?" Carla


"Ini kan tanganmu" Aiden


"Tapi aku punya tangan gemuk seperti ini karena mu dan anak ku" Carla


"Tidak apa, dia akan menjadi calon raja" Aiden


Aiden beralih mengusap perut Carla dan tersenyum.


"Seperti apa wajahnya ya? Pasti tampan seperti ku" Aiden


"Iya, karena dia laki-laki" Carla


"Kau mengakui aku tampan?" Aiden


Carla mengangguk


"Mungkin karena hormon kehamilan, jadi aku mengakui kau tampan. Kalau tidak biasa saja tuh" Ledek Carla


"Baiklah, aku terima" Aiden mengangguk


Carla tersenyum, dan keheningan melanda mereka berdua. Aiden terus mengamati Carla dari bawah sampai atas kemudian dia tersenyum.


"Jadi seperti ini ya melihat istri hamil besar" Aiden


Carla hanya diam dan membuang bonggol apel ke atas meja.


"Kenapa? Kau tidak pernah melihat Putri Abella saat hamil?" Carla


"Benar juga, karena umur 7 bulan keatas kita tidak menemui dia" Carla


Aiden mengangguk, kemudian dia mengelus perut Carla dan menciumnya.


"Jadi anak yang baik dan tampan yaa" Aiden


"Tampan saja yang kau tau" Carla


"Oh iya, aku punya 1 permintaan sebelum tertidur" Aiden


"Apa itu?" Aiden


"Anggap saja ini hukumanmu" Aiden


"Hukuman apa?" Carla


"Tadi siang, kenapa kau mengatakan Axain tampan? Aku tidak suka" Aiden


"Oh itu, tapi dia memang tampan" Carla


"Kalau denganku?" Aiden


"Kalian berdua sama tampannya" Carla


"Kenapa bisa begitu?" Aiden


"Dengar, Axain itu seperti tokoh dongeng yang masuk ke dunia kehidupan. Dia terlalu tampan untuk menjadi pelatih memanah" Jelas Carla


"Jadi menurutmu Axain pantas menjadi pangeran?" Aiden


"Aku berharap dia bisa ikut agenda kerajaan walau sekali" Carla


"Untuk apa? Keahliannya itu memanah" Aiden


"Aiden ku sayang... Kau tidak boleh menilai orang dari luarnya. Aku yakin Axain itu pintar" Carla


"Ya sudah, kau saja sama Axain" Aiden


"Kenapa kau jadi marah?" Carla mengerutkan dahi


"Aku tidak suka kalau kau memuji Axain, aku cemburu" Aiden


Carla mengacak-acak rambut Aiden asal dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Oh. Ada yang cemburu" Carla tertawa kecil


"Ingat ya ibu hamil, kau itu istriku bukan istri Axain atau semacamnya. Kau paham?" Tanya Aiden dengan nada datar karena cemburu yang sudah membara


Carla tersenyum, dia mencium bibir Aiden selama beberapa detik dan melepasnya lalu mengangguk.


"Aku mengerti Yang Mulia Aiden" Carla


"Baguslah kalau begitu" Aiden


"Baiklah, jadi apa permintaan mu? Kau malah membahas Axain" Carla


"Permintaanku?" Aiden, dan Carla mengangguk mantap


Tanpa menjawab, Aiden langsung memeluk Carla dengan susah payah karena terhalang perut. Akhirnya Aiden berdiri dan memeluk Carla sambil berdiri.


Lalu Aiden kembali duduk dan memajukan wajahnya mengurangi jarak antara wajah Carla dan dirinya. Namun, Carla menepuk wajah Aiden dengan tangan gemuknya.


"Berhenti! Mau apa?" Carla


"Mencium mu, tidak boleh?" Aiden


"Ti. Dak! Aku tidak menyetujui itu" Carla menggeleng


Wajah Aiden kembali mundur dan menampakkan ekspresi murung dan sedih.


"Ya sudah, aku tidur saja" Aiden hendak membalikkan badannya namun, Carla menarik tangan Aiden agar dia kembali duduk.


"Siapa suruh kau tidur?" Carla


"Terus aku harus apa? Aku saja tidak boleh mencium mu, ya sudah aku memilih tidur. Biar aku mencium mu di mimpi saja" Aiden


"Kenapa harus di mimpi?" Carla


"Karena kau tidak mengizinkan aku kan?" Aiden


"Dengar, aku memang tidak mengizinkanmu. Karena apa? Karena aku tidak mau kau mencium ku lebih dulu, biar aku saja" Carla


"Maksudmu?" Aiden


Carla mengurangi jarak diantara mereka berdua dan mulai mencium bibir Aiden, awalnya dia hanya mengecupnya saja selama tiga kali, namun yang ke empat kalinya dia ******* bibir Aiden dengan sangat lembut.


Aiden tersenyum bahagia, inilah yang dia sukai ketika Carla hamil di umur 7 bulan ke atas. Dia tidak akan menjauh dari Aiden bahkan terus bersama Aiden, dan Carla juga dalam mood yang baik, ini salah satunya.


Ketika Aiden meminta Carla memberinya, itulah alasan kenapa Aiden ingin Carla jangan melahirkan lebih dahulu. Namun, itu tidak masuk akal.


"Aduh.." Carla menjauhkan wajahnya dan memegang pinggang bagian belakang.


"Ada apa?" Aiden mulai panik


"Pinggangku sakit, terlalu lama duduk dan miring ke depan tadi" Carla


Aiden mengeluarkan nafasnya lega dia pikir Carla kesakitan karena bayi di perutnya, ternyata hanya sakit pinggang.


"Tidurlah disini, jangan duduk terlalu lama" Aiden mengulurkan tangannya untuk membantu Carla berdiri dan beralih duduk di kasur.


"Nah lebih baik, ini kan empuk. Kalau kursi itu keras" Carla


"Ya sudah, ayo tidur" Aiden


Carla menggeleng dan tersenyum "Tidak, aku belum mau tidur"


"Lalu?" Aiden


"Bisa aku melanjutkan yang tadi?" Carla


Aiden tersenyum lebar "Tentu saja, lakukan apa yang kau mau ibu hamil"


Carla tidak merasa marah, justru dia tersenyum dan kembali mencium bibir Aiden dengan lembut.


"Rasa apel" Ucap Carla saat bibirnya terlepas sementara


Aiden hanya tersenyum, dia terus tersenyum, Aiden mengikuti permainan Carla dan melingkarkan tangannya di pinggang besar Carla sedangkan tangan Carla melingkar dipundak Aiden.


"Bukan aku yang meminta, tapi bayi ini" Ucap Carla lagi saat dia sedang mengatur nafasnya


"Tak apa, aku senang" Aiden


Carla tersenyum, dia menjatuhi ciuman di kening Aiden dan Aiden juga melakukan hal yang sama.


"Boleh aku yang lakukan?" Tanya Aiden dan Carla mengangguk


Aiden menggantikan posisi Carla untuk menciumnya, dan mereka menikmati suasana malam ini.


Rasanya Aiden tidak akan pernah mau melepaskan Carla walaupun nyawa yang dia taruhkan, dia sangat bahagia sejak awal menikah dengan Carla. Justru Aiden senang Carla mau mencoba mencintainya dikala dia membenci Aiden saat itu.


Bahkan dia sempat tidak percaya, kalau dia akan memiliki penerus dari rahim istrinya, Carla. Dan mereka sebentar lagi akan memiliki keluarga kecil yang akan membuat suasana istana sedikit lebih ramai dan berwarna.


...•...


...•...

__ADS_1


.... to be continued ....


__ADS_2