
Carla POV
"Salam Putri Carla.. " sapanya
"Salam Putri Ivy" jawabku
"Ternyata kau disini" Putri Ivy
"Hanya mencari udara segar" jawabku
"Oh begitu, ada yang mencari mu.. Aku mencegahnya jadi aku yang mencari mu" Putri Ivy
"Siapa yang mencari ku? " tanya ku
"Aku Putri Carla! "
Aku menoleh dan langsung menemukan pemilik suara tersebut, Pangeran Gavin.
"Ada apa mencari ku? " tanyaku
"Ingin memastikan, kau tidak lupa dengan kesepakatan kita... " Pangeran Gavin
"Tentu saja, apakah perlu saat ini juga pangeran? " tawar ku
"Tidak, acara hari pernikahan Pangeran Harris belum selesai. " Pangeran Gavin
"Baiklah, setelah acara kita langsung pergi" jawabku
"Sepertinya acara pesta dansa akan dimulai putri, bisakah kita masuk ke dalam sekarang?" tawar Pangeran Gavin sambil menyodorkan tangannya padaku, aku menyambutnya dan kami masuk ke aula kembali.
Sampai disana, semua sedang berbincang-bincang langsung saja aku bergabung dengan Putri Serena, Karen dan Lily. Dan ternyata Pangeran Gavin masih mengikuti ku.
"Boleh aku bergabung?" tanyaku
"Tentu Putri Carla" Putri Lily
"Kalian sedang membahas apa?" tanyaku
"Pangeran tampan yang selalu kita jodoh-jodoh kan dengan Putri Lily." jawab Putri Serena
"Pangeran Declan?" tanyaku
"Iya betul sekali!" jawab Putri Karen
"Ada apa dengannya? Apa kau ada masalah dengannya Putri Lily?" tanyaku
"Tidak, hanya saja mereka terus menyuruhku untuk mendekati pangeran menyebalkan seperti Declan" ketus Putri Lily
"Hei! Pangeran Declan tidak seburuk itu, kalian cocok bersama" sahut Pangeran Gavin langsung
"Kenapa kau menyetujui? Aku tidak suka!" Putri Lily
"Kau tahu? Banyak raja dan ratu yang berawal dari benci menjadi suka. Siapa tau kisah mu dengan Pangeran Declan seperti itu" Pangeran Gary
"Aku berharap dia bukan jodohku!" Putri Lily
"Hai! Ada apa ini? Sepertinya seru sekali"
__ADS_1
Aku menoleh dan ternyata suara itu berasal dari Putri Aura disusul Pangeran Aiden di belakangnya.
"Sangat seru! Kau harus bergabung" Putri Karen
"Oh ya? Kalian bahas apa?" Putri Aura
"Membahas Pangeran Declan dengan Putri Lily" jawab putri Serena
"Wow... Apakah pernikahan selanjutnya kalian berdua??" tanya Putri Aura
"Jangan seperti itu! Jika itu terjadi percayalah bahwa teman kalian ini akan membuat sejarah, kalau seorang putri kabur saat pernikahan berlangsung" ucap Putri Lily yang membuat semuanya tertawa
"Jika kau kabur, dengan senang hati aku akan membantunya putri. Jangan khawatir" goda Pangeran Gavin.
Aku menyenggol perutnya dengan sikut ku secara pelan pada Pangeran Gavin karena aku merasa kalau Putri Lily sudah mulai bosan.
"Oh iya! Lupakan soal Lily dan Pangeran Declan. Hubungan mu bagaimana Putri Carla?" tanya Putri Karen.
"Aku? Dengan siapa?" tanya ku
"Hm? Kau lupa atau sengaja melupakannya?" tanya Putri Lily
"Tentu saja Pangeran Aiden" ucap Putri Serena
"Oh... Bisa kau tanyakan langsung pada Pangeran Aiden" jawabku santai
"Woo~ sepertinya sudah ada perkembangan" ledek Pangeran Gavin
"Sepertinya kalian akan cepat melaksanakan pernikahan kalau begitu" Putri Aura
"Kalian memang cocok!" seru Putri Lily
Aku menoleh pada Putri Aura, dia menatapku sinis lalu tak lama dia tersenyum padaku. Aku hanya bisa senyum saja lalu kembali menatap ke arah lain.
Tak lama, raja memberitahu kalau pesta dansa akan segera dimulai. Para pangeran dan putri harus mencari pasangan karena acara pesta dansa ini tidak bertukar pasangan.
Pasangan pertama yang berdansa adalah putri Abella dengan Pangeran Harris. Disusul para raja dan ratu kemudian para pangeran dan putri. Kebetulan sejak awal pemilihan pasangan Putri Ivy mendorongku mendekat dengan kakaknya Pangeran Aiden.
Lalu dia mengedipkan sebelah matanya ke arahku setelah mendorongku. Jadilah pasanganku dengan Pangeran Aiden.
Saat tiba giliran aku dan Pangeran Aiden berdansa, awalnya aku dan dia hanya diam setelah itu dia mulai bertanya padaku.
"Mengenai hal tadi, apa kau sungguhan mengatakan hal seperti itu?" Pangeran Aiden
"Yang mana?" tanyaku sungguh tak tahu
"Kalau kau berharap pernikahan kita berdua secepatnya diadakan?" Pangeran Aiden
"Mengapa tidak?" tanyaku
"Bisakah kau jujur putri? Sebelum aku mengajukan 1 pertanyaan ini." Pangeran Aiden
"Katakan saja, akan aku jawab jujur" jawabku
"Apa kau sungguh mencintaiku?" Pangeran Aiden
"Kau tahu, perasaan seperti ini tidak bisa dibuat permainan. Jadi, aku akan menjawab belum" jawab ku
__ADS_1
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar kau mencintaiku?" Pangeran Aiden
"Kenapa bertanya padaku pangeran? Lakukanlah seperti apa yang kau lakukan pada putri-putri lainnya sebelum aku" jawab ku
"Tapi, kalau itu bukan aku yang membuat mereka jatuh hati padaku." Pangeran Aiden
"Lalu siapa?" tanyaku
"Mereka sendiri lah yang jatuh hati pada diriku" Pangeran Aiden
"Kalau gitu, jadilah dirimu sendiri. Jangan karena orang lain memintamu menjadi seperti yang dia mau, mereka menyukaimu karena kau punya ketertarikan sendiri bukan karena ingin menjadi orang lain." jawab ku
"Akan aku usahakan putri, agar kau mencintaiku. Dan, jika gagal aku tidak memaksa… bagaimana jika sebelum kau memiliki perasaan padaku kita sudah harus menikah?" Pangeran Aiden
"Katakanlah saat itu juga aku sudah mencintai mu" jawabku lalu tersenyum
Pangeran Aiden tersenyum kemudian dia mencium punggung tanganku bertepatan dengan pesta dansa yang sudah selesai. Kemudian dia mengucapkan..
"Terima kasih, aku mencintaimu Putri Carla." ucap Pangeran Aiden
Deg!
(Hah? Dia bilang apa barusan? Kupingku tidak salah kan? Kenapa aku merasakan hawa panas di sekitarku saat ini) batinku.
Aku hanya tersenyum padanya dan sebisa mungkin menahan diriku agar tetap tenang.
...- - - - -...
Saat ini pesta sudah selesai, semua sudah kembali ke kerajaan mereka kecuali Pangeran Gary. Dia bahkan sudah bersiap di halaman depan istana bersama dengan kuda miliknya. Aku menghampirinya membawa kuda milikku.
"Wah... Cantik sekali" puji Pangeran Gavin
"Terima kasih Pangeran Gavin, kau juga tampan" jawab ku
"Sudah siap? Bisa kita berangkat?" Pangeran Gavin
"Tentu, mari kita berangkat!" jawab ku.
Aku dan Pangeran Gavin pergi bersama menunggangi kuda menelusuri hutan dan berhenti di pinggir sungai untuk beristirahat setelah lama menunggangi kuda.
"Wah... Aku baru tahu ternyata kau handal juga" Pangeran Gavin
"Tak se handal dirimu, jelas karena kau seorang pangeran." jawab ku
"Kita beristirahat dulu sebentar putri, sebelum melanjutkan lagi" Pangeran Gavin
"Baiklah." jawab ku
Aku dan Pangeran Gavin duduk di bebatuan pinggir sungai sambil memakan perbekalan yang kamu bawa.
"Bolehkah aku bertanya 1 hal putri?" Pangeran Gavin
"Tentu! Tanyakan saja. " jawab ku
"Apa kau mencintai Pangeran Aiden?" Pangeran Gavin.
.... to be continued....
__ADS_1