Putri Carla

Putri Carla
Part 08


__ADS_3

Saat sudah sampai di istana Rumpelstiltskin, Carla dan Pangeran Aiden disambut baik oleh bibi Aiv, karena perintah raja. Tapi, saat tau kalau Pangeran Aiden dan Carla terluka.


Mereka masuk ke ruang diskusi dan banyak di beri pertanyaan atau interogasi oleh raja dan ratu. Setelahnya, Pangeran Aiden kembali ke istana Corvus dan Carla saat ini sedang duduk di mejanya sambil menatap keluar jendela yang langsung mengarah ke danau dan hutan.


"Pangeran Aiden tidak memberitahu ku apa perjanjian antara raja dan dirinya. Tentu kesepakatan itu di setujui oleh kerajaan Rumpelstiltskin dan Corvus. Apa ya.. aku tanya saja pada raja" Carla


Carla keluar kamarnya dan berjalan menuju ruang singgasana Ratu Ellena dan Raja Vincent. Sampai disana, dia membungkuk dan memberi hormat pada raja dan ratu.


"Ada apa sampai kau datang ke sini Putri Carla?" Raja Vincent


"Aku ingin bertanya satu hal" Carla


"Apa itu? Katakanlah.." Ratu Ellena


"Apa perjanjian yang Rumpelstiltskin dan Corvus setujui saat Pangeran Aiden pergi bersamaku?" Carla


"Sesuatu yang sangat berat untuk dijadikan perjanjian. Bahkan dia mengambil resiko yang terlalu tinggi" Raja Vincent


"Apa itu raja?" Carla


"Dia mengatakan, setiap darah yang kau keluarkan dia akan menggantinya. Sebanding, darah dengan darah, nyawa dengan nyawa dan luka dengan luka. Itu yang dia katakan" Raja Vincent


"Tidak mungkin!" Carla


"Kenapa? Itulah yang dia katakan putri" Ratu Ellena


"Tidak… apa mungkin Raja Maverick akan menyiksanya? Atau membuat luka ditangan Pangeran Aiden? Sama seperti ku?" Carla dan Ratu Ellena menjawab dengan anggukan.


Carla berbalik, dan berjalan cepat menuju keluar ruang singgasana. Tapi, langkahnya terhenti mendengan ucapan ratu.


"Putri tidak bisa menyelamatkan pangeran yang sudah membuat perjanjian itu. Dia menanggung semuanya" Ratu Ellena


Carla melanjutkan jalannya tak mendengar apa yang dikatakan Ratu Ellena tadi.


"Dia keras kepala, sama seperti mu" Ratu Ellena


"Kita lihat apa yang putri kita lakukan untuk Pangeran Aiden yang dia anggap menyebalkan" Raja Vincent


Carla menyuruh pengawal untuk menyiapkan kuda di depan gerbang istana secepatnya. Dia bahkan berlari kencang saat sudah keluar dari gerbang masuk.


"Aku kesal membela pangeran, tapi dia terluka hanya untuk menanggung luka ku. Walau terlihat hanya goresan tapi itu dilakukan sengaja. Bagiku, itu sudah termasuk penyiksaan… ahh.. kenapa gerbangnya banyak sekali!" gerutu Carla.


Saat sampai di gerbang utama, dia langsung memijakkan kakinya lalu menaiki kuda dan langsung memacunya.

__ADS_1


...-----...


Carla sudah berhasil masuk di istana Corvus. Dia berlari setelah bertanya dimana ruang singgasana Raja Maverick. Ya.. walaupun dia sudah tau dimana ruangan itu sebenarnya kepanikan lah yang membuat dirinya tak bisa berpikir.


Saat membuka gerbang singgasana, Carla berlari dan membungkuk di depan Pangeran Aiden saat raja sudah menodongkan pedangnya untuk bersiap memberikan hukuman.


"Jangan raja!!" teriak Carla sambil memohon dan menunduk


"Putri Carla?" Raja Maverick kebingungan


"Jangan raja, tolong jangan lakukan itu pada Pangeran Aiden. Aku yang salah bukan dia" Carla


"Tapi putri, dia sudah membuat janji" Raja Maverick


"Aku mohon jangan raja…" ucap Carla dengan pelan.


Raja Maverick menjauhkan pedangnya dan mundur 3 langkah dari hadapan Carla dan Pangeran Aiden.


Carla mendongak dan menatap Raja Maverick di hadapannya. Lalu memberikan hormat padanya.


"Maaf telah lancang masuk ke dalam ruang singgasana mu yang mulia Raja Maverick dari kerajaan Corvus. Ada yang ingin aku perjelas mengapa aku melakukan ini" Carla


"Jelaskan Putri Carla, aku akan mendengar nya" Raja Maverick


"Tapi Pangeran Aiden mengatakan kalau ini salahnya" Raja Maverick


"Tapi aku yang melakukannya bukan Pangeran Aiden, jangan percaya padanya raja" Carla


Pangeran Aiden tersenyum di belakang Carla yang sedang membelanya.


"Putri Carla, maupun itu salah Pangeran Aiden atau salah Putri Carla. Dia sudah berjanji dan dia tidak bisa melanggarnya.. lagipula calon seorang raja yang berpergian dengan calon ratu tidak bisa membiarkan calon ratunya terluka" Raja Maverick.


"Apakah aku bisa meminta kekuasan atas hak seorang putri, Raja Maverick?" Carla


"Apa itu putri Carla?" Raja Maverick


"Atas nama Ariel Carla Nataline Alexandrine Rumpelstiltskin dari kerajaan Rumpelstiltskin aku memohon pada Raja Chris Jonathan Maverick Ventee Max Corvus dari kerajaan Corvus untuk tidak menghukum Pangeran Zachary Aiden Gideon Maverick Corvus." ucap Carla dengan lancar dan tegas


Pangeran Aiden menoleh pada Carla dan Raja Maverick tersenyum.


"Baiklah, kau sendiri yang menghapus hukuman Pangeran Aiden. Sekarang kau bebas" Raja Maverick


"Terima kasih raja" Carla keluar dari ruang singgasana setelah melakukan salam penghormatan pada Raja Maverick.

__ADS_1


Pangeran Aiden menyusulnya dan berdiri di depan Carla.


"Kenapa menyelamatkan ku?" Aiden


"Apakah salah menyelamatkan teman?" Carla


"Tidak! Hanya kaget saja saat tau kau menyelamatkan aku" Aiden


"Jangan terlalu bangga, aku melakukan ini karena ingin membantu mu" Carla


"Aku paham, tetapi. Putri Serena yang baik pada semua orang pun tidak berusaha seperti itu untuk menyelamatkan pangeran yang mendampingi nya" Aiden


"Berbeda, aku dan Putri Serena berbeda" Carla


"Baiklah, sekali lagi terima kasih. Aku harap lukamu cepat sembuh" Aiden


"Aku juga begitu, aku pergi dulu" Carla pergi setelah memberikan salam penghormatan pada Pangeran Aiden.


Dan kembali menunggangi kudanya untuk pulang ke istana Rumpelstiltskin. Setelah sampai di istana, dia terduduk di gerbang masuk. Karena kewalahan, Pangeran Harris datang dan langsung berjongkok di depan Carla.


"Perjuangan yang bagus, bahkan terlalu berani untuk dilakukan oleh seorang putri kerajaan. Adikku pemberani" Harris


"Oh ayolah… semua putri banyak yang pemberani! Jangan memujiku!" Carla


"Coba pikirkan, seperti apa keamanan kerajaan Corvus? Kau ingat pertama kali kita masuk disana sudah diikuti pengawal bahkan kita di cek" Pangeran Harris


"Karena dulu mereka tidak kenal kalau kita putri dan pangeran dari kerajaan Rumpelstiltskin" Carla


"Bagaimana dengan Pangeran Lynx? Yang kabar kelahirannya sudah di ketahui seluruh kerajaan? Apa dia diperlakukan spesial? Tidak! Dia diperlakukan sama saat itu. Tapi, apakah saat kau masuk perlakuan sama masih terjadi? Aku rasa tidak" Pangeran Harris


"Ini hanya hari keberuntungan ku saja Pangeran Harris" Carla


"Bukan hari keberuntungan mu Putri Carla. Tapi, seluruh kerajaan Corvus dan Rumpelstiltskin sudah tau kalian adalah calon raja dan ratu nantinya. Lagipula, jika kau berkata semua calon ratu pasti melakukan hal sama pada pangeran. Tidak! Karena dalam sejarah calon ratu tidak akan membela pangerannya saat dia sedang melakukan hukuman. Dia membiarkan mu masuk walau dengan cara lancang. Kau tau bagaimana sikap kerajaan Corvus saat ada calon ratu datang.. dan itu kau yang lakukan untuk pertama kalinya, Putri Carla." Pangeran Harris


"Sudahlah kak, aku lelah jangan memberiku penjelasan yang terlalu berbelit. Aku ingin tidur" Carla berdiri dan berjalan menuju kamarnya


Sedangkan Pangeran Harris tersenyum melihat tingkah adiknya itu.


"Kalian memang cocok dijadikan raja dan ratu" Pangeran Harris.


...•...


...•...

__ADS_1


.... to be continued ....


__ADS_2