
Tujuh bulan setelah anak Carla lahir, Corvus sering mengadakan perayaan dan ini pun kemauan Raja Maverick, padahal Carla sudah mencoba menolak namun Raja Maverick kekeh dengan keputusannya.
Dan saat ini sifat Carla sudah kembali seperti semula Aiden merasa sedih namun dia tidak bisa berbuat apapun walaupun Carla adalah istrinya.
Namun, disamping semua itu Carla juga sering melamun di halaman depan istana sambil terus menatap ke arah ujung pohon yang sangat tinggi. Carla yakin pohon itu ada di hutan.
Melihat atau mendengar kata hutan Carla langsung teringat dengan harimau itu dan Axain. Dia belum berani mengunjungi bayi harimau itu saat ini, dia takut terjadi sesuatu seperti yang ada di mimpinya.
Carla berpikir akan mengunjungi harimau itu ketika anaknya sudah lepas dari ASI. Iya, itulah keputusan Carla.
Lalu Axain? Carla sudah ada rencana untuk mengunjungi Axain setelah 1 Minggu melahirkan namun, dia tidak mungkin melakukan itu disaat Aiden sedang bahagia dengan buah hatinya yang sudah lahir di dunia ini.
Aiden lebih baik lagi pada Carla, dia bahkan terus menyuruh Carla makan untuk menambah tenaga, Aiden juga sering menyuapi Carla dan membantu hal lain. Carla menyukai perlakuan Aiden itu, namun dia juga sedih saat tahu kalau Axain harus menjadi suaminya, bukan karena cinta tapi karena hukuman.
"Carla? Apa yang kau lakukan disini? Apalagi yang kau pikirkan?" Tanya Aiden yang baru saja tiba di samping Carla berdiri
"Tidak ada, aku hanya suka melihat rumput yang hijau di halaman ini" Carla
"Kau sering sekali kesini akhir-akhir ini, kalau kau punya banyak masalah katakan saja padaku, iya?" Aiden
Carla mengangguk dan memeluk Aiden, kemudian Carla melepas pelukan itu dan menatap kedua mata Aiden dengan intens.
"Kau tinggalkan anak kita sendiri?" Carla
Aiden menggeleng "Tidak, ayah baru saja menggendongnya saat aku hendak kemari"
Carla membuang nafas lega "Ku kira kau meninggalkan nya sendiri"
Aiden tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Aiden memberi saran pada Carla untuk memiliki pengasuh untuk anak mereka, namun Carla tidak setuju. Dia ingin mengurus anaknya sendiri, dengan alasan Carla mau merasakan bagaimana sulitnya menjadi istri dan ibu, Aiden pun setuju dan mereka bekerja sama untuk mengasuh anak mereka.
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu" Aiden
"Tanyakan saja" Carla tersenyum manis
(Aku ingin menanyakan soal Axain dan mimpimu, tapi apakah harus sekarang? Aku ragu akan hal itu) batin Aiden.
Dia menatap kedua manik mata Carla yang tampak bersinar menandakan kalau dia sedang bahagia hari ini.
"Kau mau makan?" Aiden
Carla tertawa kecil "Kau selalu bertanya apakah aku ingin makan atau tidak, dengar ya sayangku Aiden… Kalau aku ingin makan aku pasti ke ruang makan, tanpa kau tanya dan tanpa kau suruh. Tenang saja…" Carla menepuk pundak kiri Aiden dan masuk ke dalam istana.
"Huh… Aku takut, sebenarnya aku tidak ingin menanyakan soal ini sampai kapanpun namun aku penasaran dengan mimpimu dan Axain" Aiden menarik nafas dalam sambil memejamkan mata.
...🍁...
Carla menggendong anaknya dan duduk di singgasana bersama Aiden, Raja Maverick dan Putri Lily.
"Lihat lah keponakan ku yang sangat tampan ini" Ucap Putri Lily sambil mengelus pipi anak Carla
__ADS_1
"Tentu saja, tidak ada yang bisa menandingi ketampanan Khrysaor Elio Xander Shazad Alastair Corvus." Ucap Aiden dengan tegas
"Iya iya Pangeran Aiden, lihat Elio ayahmu sangat percaya diri." Sahut Putri Lily
"Kalian semua luar biasa, aku sempat berencana akan membuat peraturan yang lebih ketat dan rinci lagi setelah Aiden menikah dengan Putri Carla. Namun, melihat bagaimana Putri Carla datang dengan sifatnya dan kejadian lalu membuat aku membiarkan kalian melakukan hal sesuka hati dengan batas wajar yang masih berlaku di Corvus." Jelas Raja Maverick
"Aku pun tidak akan menyetujui, karena Corvus saat itu sudah ketat dan akan diperketat lagi peraturannya maka akan jadi seperti apa saat ini" Putri Lily
"Oleh karena itu, bebaslah kalian saat ini. Selagi kalian masih aktif di kegiatan kerajaan" Raja Maverick
"Iya Yang Mulia" Sahut Aiden, Carla dan Putri Lily bersamaan.
"Dan khusus untuk kau Putri Carla. Kau sudah diizinkan untuk mengikuti kegiatan kerajaan seperti biasa kembali, namun pahami dirimu sendiri jangan sampai kau kelelahan." Raja Maverick
"Baik Yang Mulia Raja" Jawab Carla
...🍁...
Seperti biasanya, Aiden dan Carla sudah bersiap untuk acara pagi ini. Elio di titipkan pada pelayan istana sementara.
"Bagaimana penampilan ku?" Tanya Carla
"Sangat cantik" Aiden
"Tunggu, aku akan menambahkan ini" Carla meletakkan hiasan bunga di atas kepalanya yang sudah tertata rapi.
"Jangan terlalu cantik" Aiden
"Iya, namun jangan terlalu cantik. Bagaimana jika pangeran lain melirikmu??" Aiden
"Lalu kau berpikir kalau aku akan menikahi atau menyukai mereka? Sedangkan aku sudah punya Elio?" Carla
"Siapa tau" jawab Aiden
"Aku hanya ingin tampak cantik di depan Putri Aura, aku rindu dengan wanita penyihir itu. Bagaimana kabarnya saat ini? Setelah aku mengancamnya" Ucap Carla sambil tersenyum miring.
"Kau mengancamnya? Kapan kau melakukan itu??" Tanya Aiden
"Saat aku sedang hamil, kau tidak tahu." Carla
"Kau tega sekali" Aiden
"Aku tega karena orang itu sudah berani mendekati suamiku dan mengatakan bahwa dia hamil anak mu. Untuk wanita penyihir seperti dia tidak ada kata kasihan. Yang benar saja." Carla keluar dari kamarnya dan berjalan menuju gerbang istana untuk memulai perjalanan.
Sesampainya di Istana Pejasone, para putri dan pangeran duduk di kursi yang sudah di sediakan. Mereka saling diam dan menatap satu sama lain.
"Baiklah… Pertama, aku ucapkan selamat untuk Pangeran Aiden dan Putri Carla atas kelahiran anak pertama kalian setelah Pangeran Harris dan Putri Abella." Ucap Pangeran Gavin.
"Terima kasih banyak Pangeran Gavin" Carla tersenyum manis.
__ADS_1
"Baiklah, aku mau mengatakan sesuatu sebelumnya. Apakah kalian merasakan ini juga atau tidak tapi aku merasa kalau hubungan diantara kita seperti mulai memudar tidak seperti dulu lagi. Apakah kalian menyimpan masalah berat masing-masing? Atau kalian memiliki musuh masing-masing saat ini?" Tanya Pangeran Lynx
"Yang diamlah yang seharusnya kau tanyakan hal seperti itu" Sahut Putri Aura dan menatap Carla tajam
(Apa yang akan kau mulai lagi disini? Apakah kau mencoba membalas dendam lagi? Mari kita lihat apa yang akan kau lakukan disini) batin Carla.
Carla tersenyum lebar dia memajukan tubuhnya mendekati meja sambil menopang dagu menatap Putri Aura di seberang dia duduk.
"Diam? Siapa yang kau maksud Putri Aura?" Tanya Pangeran Lynx
"Kalian semua mengenalnya" Putri Aura
"Kalau bicara masalah diam, Putri Ivy juga pendiam." Sahut Pangeran Sean
"Katakan saja siapa yang kau maksud" Pangeran Gary
"Aku tidak mau ada petengkaran disini" Putri Aura
"Katakan saja, agar masalahnya cepat selesai" Sahut Carla
Aiden yang mengerti arah pembicaraan ini menggenggam tangan kiri Carla mengisyaratkan agar dia diam saja.
"Baiklah, sesi pertemuan kali ini aku rasa kita saling bercerita tentang masalah masing-masing. Termasuk masalah diantara kita satu sama lain" Pangeran Harris.
"Benar! Aku setuju" Putri Karen
"Putri Aura, kau mulai saja duluan" Pangeran Gavin
"Kenapa aku? Kenapa tidak Putri Carla saja duluan?" Putri Aura
Semua langsung memandang Carla dan Putri Aura bergantian.
"Oh baiklah, aku rasa aku paham. Katakan saja" Pangeran Gary
"Aku saja! Kalian tahu, diantara kita itu ada orang yang katakan saja dua muka." Ucap Carla langsung
"Carla…" Bisik Aiden di telinga Carla namun dia tidak membalas tindakan Aiden.
"Bermuka dua? Siapa itu tuan Putri Carla?" Tanya Putri Karen
"Putri Aura" Carla.
...•...
...•...
.... to be continued ....
halo readers... maaf nih aku suka telat updatenya. oh iya aku mau minta komentar kalian di part ini berantakan gak sih? Entah spasi, kata-katanya dsb.
__ADS_1
tolong komen ya, biar bisa aku benarkan. terima kasih banyak ✨