
Carla POV
[Pukul 09.00 pagi]
Setelah selesai sarapan pagi, aku dan pangeran Harris pergi menuju istana Pejasone. Karena pada jam ini seluruh pangeran dan putri kerajaan ada acara kelas formal.
Di kelas ini semua bercampur menjadi 1 antara pangeran dan putri dari 8 kerajaan. Dengan duduk terpisah jadi pangeran dan putri tidak jadi 1 duduknya. Hanya 1 ruangan saja.
"Salam pangeran dan putri dari kerajaan Catasthrope, Rumpelstiltskin, Corvus, Yellow Crysan, Black Cart, White Eagle, Three Scale, Blue Stone." ucap sang guru.
"Salam pak Guh" jawab semuanya
"Selamat bergabung di pelajaran pertama dan hari pertama kalian di kelas formal ini Putri Aura dan Putri Hazel dari kerajaan Yellow Crysan. Salam kenal dari saya putri" pak Guh.
"Baiklah, pertama kita akan mempelajari tentang sejarah hutan Cerest, kelanjutan kemarin dengarkan…" jelas pak Guh
...-----...
Saat pelajaran sejarah sudah selesai saat ini waktunya istirahat, di seluruh area Pejasone yang aku suka adalah perpustakaan, mengapa? Karena selain luas disini juga sepi, sunyi dan bisa melihat ke halaman istana langsung.
Aku bisa melihat Putri Ivy yang membaca buku ditepi danau, Putri Aura sedang berbicara dengan Putri Hazel dan Putri Karen. Putri Serena yang sedang tertawa bersama dengan Putri Lily. Aku hanya tersenyum menatap mereka semua.
"Apa aku bisa seperti mereka? Aku berpikiran kalau aku itu seperti tidak punya kegiatan atau aku sendiri yang tidak mencari kesibukan. Mereka sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri sedangkan aku hanya termenung gak jelas seperti ini" gumam ku
Aku mengelilingi perpustakaan ini dan saat sampai di sela rak ke 5 dan ke 6 aku melihat Pangeran Harris sedang berdua bermesraan dengan Putri Abella bahkan menciumnya.
Aku berbalik dan duduk kembali di tempat tadi, tak lama kursi di hadapanku di tarik dan dialah Pangeran Aiden.
(Dia selalu menemukan aku dimana pun) batinku
"Kenapa kau tidak bersama putri putri lain, Putri Carla?" Pangeran Aiden
"Aku sendiri bertanya, kenapa kau tidak bersama pangeran pangeran lainnya, Pangeran Aiden?" tanyaku kembali
"Aku baru saja berbincang-bincang dengan Pangeran Gary dan Pangeran Lynx. Lalu, aku melihatmu disini di sela pintu" Pangeran Aiden
"Lalu apa yang membuatmu ingin duduk di depanku? Bukannya pergi bersama Pangeran Lynx dan Gary?" tanyaku
Pangeran Aiden tersenyum di depanku dan aku berusaha tetap menatapnya tapi tidak bisa, aku menoleh keluar jendela karena aku rasa mukaku telah bersemu.
"Simpel jawabannya putri, hanya ingin menemani mu saja" Pangeran Aiden
(Apa? Dia ingin menemani aku? Yakin?) batinku
"Menemaniku itu tidak asyik" jawabku singkat untuk mengontrol kegugupan ku saat ini.
"Kalau tidak asyik, aku tentu tidak akan melangkahkan kaki ku disini putri dan jika tidak asyik pula aku tidak akan membuang tenagaku untuk menarik kursi dan duduk disini" Pangeran Aiden
"Jadi, menurut mu kau duduk disini itu membuang tenaga? Baiklah..." aku sensi mendengar itu dan beranjak pergi keluar perpus.
__ADS_1
"Aku rela membuang tenagaku, jika itu demi kau Putri Carla!" tegas Pangeran Aiden.
Deg..
(Apa yang baru saja dia katakan? Apa dia sudah terang-terangan soal perasannya? Tidak! Dia hanya mengatakan yang sejujurnya bukan berarti dia menyukai aku) batinku
Aku terus melangkah keluar perpustakaan dan berhenti di koridor beberapa langkah dari perpustakaan.
"Apa dia sungguh menyukai ku? Tidak mungkin" gumam ku
"Putri Carla!"
Aku menoleh dan melihat Pangeran Aiden berdiri di sampingku saat ini.
"Mohon maaf atas perkataan ku tadi jika membuatmu marah. Mohon maafkan aku" Pangeran Aiden
"Aku yang seharusnya minta maaf, sepertinya aku terlalu sensi dan mudah tersinggung oleh ucapan mu pangeran. Maafkan aku" ucapku
"Baiklah, mari saling memaafkan" Pangeran Aiden tersenyum lagi padaku
"Baiklah, aku sudah memaafkan mu lebih dulu" ucapku
"Terima kasih, waktu tinggal 15 menit lagi untuk istirahat putri. Kau ingin kemana?" Pangeran Aiden
"Hm… aku rasa kembali ke kelas saja" jawabku
Aku ragu-ragu karena aku tidak pernah melakukan ini pada pangeran lain selain Pangeran Harris. Kakak ku sendiri.. lalu aku harus bagaimana?
"Aku tau kau malu, karena tidak pernah melakukan ini pada pangeran lain. Lakukan saja putri" Pangeran Aiden meyakinkan
"Ba.. baiklah pangeran" ucapku gugup
Aku menggandeng lengannya dan berjalan menuju ke ruang kelas kami kembali. Ternyata disana sudah ada Pangeran Gary, Pangeran Lynx, Putri Ivy, Putri Lily, dan Putri Aura.
"Wah... Liat siapa yang datang...!" sorak Pangeran Gary
"Kalian sudah cocok, aku mendukung cinta kalian!" Putri Ivy
"Semangat kawanku!" Pangeran Lynx
Pangeran Aiden hanya tersenyum sejak pernyataan itu terdengar di ruangan ini. Bahkan, aku pun tak tau dimana bisa menyembunyikan wajah meraihku saat ini.
Pangeran Aiden mengantarku sampai aku duduk di kursi ku, dan dia duduk di kursinya sendiri.
"Woo... kalian masih malu-malu ternyata" Putri Lily
Semua terus meledekku dengan Pangeran Aiden. Membuatku semakin ingin bersembunyi sekarang juga.
Akhirnya semua masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya kembali, aku berharap kejadian tadi tidak mereka ingat kembali.
__ADS_1
Dan pelajaran selanjutnya adalah, perekonomian kerajaan.
...-----...
Selesai kelas, kami semua membereskan buku yang dibawa dan meletakkannya di loker yang sudah disediakan di belakang kelas. Agar tidak perlu repot membawanya, hanya buku tulisnya saja.
"Hai Putri Carla.." sapa Putri Aura padaku
"Hai Putri Aura, ada apa?" jawabku
"Selamat!" ucap Putri Aura
"Untuk?" tanyaku
"Aku sudah tau tentang kisah asmara mu dan Pangeran Aiden. Aku harap kalian bisa menjalankannya dengan baik" Putri Aura
"Tidak seperti yang kau pikirkan Putri Aura" jawabku aku memberi salam dan kemudian berjalan untuk keluar dari istana Pejasone.
Sampai diluar istana, Putri Aura menghadang ku dan menatap mataku tajam.
"Ada apa putri?" tanyaku dengan tenang
"Aku tau kau bahagia bisa dicintai oleh pangeran tampan seperti Pangeran Aiden. Yang harus kau tau adalah, dia hanya milikku putri! Hanya milikku bukan yang lain ataupun kau!" ucap Putri Aura dengan pelan tapi terdengar tegas dan mengancam ku.
"Kau mengancam ku putri? Apa kata kata mu barusan adalah sebuah ancaman agar aku menjauhi Pangeran Aiden agar dia menjadi milikmu seutuhnya?" tanyaku
"Seperti yang kau pikirkan putri" Putri Aura
"Sebelum aku menjelaskan, aku akan bertanya. Apa yang kau inginkan dari Pangeran Aiden?" tanyaku kembali
"Kau tau, kerajaan ku baru saja memenangkan perang, tentu saja itu bukan kemenangan yang ke 100× seperti kerajaan lain. Bahkan ini kemenangan yang pertama, kerajaan ku mengalami krisis sebelumnya sampai saat ini. Untuk memperbaiki kerajaan ku tentu saja aku butuh kekayaan. Kerajaanmu yang pertama tapi setelah tau pangeran Harris telah bertunangan aku mengganti tujuanku untuk mendapatkan Pangeran Aiden. Aku selalu mengejarnya, kau pasti telah dengar kisah ku yang menyatakan perasaan pada Pangeran Aiden bukan? Itu semua bukan karena cinta murni tapi karena aku ingin kekuasaan dan kekayaan kerajaannya Putri Carla." jelasnya
Aku menatapnya datar dan tersenyum manis sebelum menjawab.
"Wah, aku takjub dengan pernyataan mu yang sangat jujur denganku. Bahkan, ini adalah kali pertama kau berbicara serius denganku bukan putri? Tapi justru ucapan pertama mu ini adalah sebuah ancaman untukku. Aku menghargai keberanian mu, tapi aku akan beritahu sesuatu padamu.. kau salah menceritakan ini denganku. Tenang saja! Aku tidak akan menyebarkan tentang tujuanmu.. sewaktu-waktu semua orang akan tahu putri, silahkan lanjutkan tujuanmu. Dan yang harus kau tau tentang ku adalah... Aku orang yang menyukai ancaman, bagiku ancaman adalah sebuah portal perintah dan untuk membuktikan kalau aku tidak ampuh diancam. Putri Aura dari kerajaan Yellow Crysan, mari berkompetisi untuk ini" jelasku
Aku menepuk pundaknya sekali dan meninggalkannya, tak lama pundak ku dirangkul. Aku tau kalau itu adalah Pangeran Harris.
"Kalian terlihat akrab" Pangeran Harris
"Tidak seperti yang kau pikirkan pangeran" jawabku tenang
(Mari lihat, siapa yang menang. Tujuan buruk mu atau aku) batinku membara saat ini.
...•...
...•...
.... to be continued ....
__ADS_1