
"Ini kan? Ini yang membuatmu marah padaku?!" Carla
"Bisakah kau diam? Aku tau kau tidak menyukai kegiatanku tapi diam saja sudah membantu." jawab Pangeran Aiden dengan nada dingin dan mengintimidasi kemudian dia kembali menarik anak panah lalu fokus membidik ke arah lain.
"Jawab aku!" Carla
Pangeran Aiden melepaskan anak panahnya tanpa arah kemudian kembali menatap Carla.
"Kalau iya, kau mau apa?" Pangeran Aiden
Deg
(Dia, dia bisa se kasar ini. Kenapa aku ingin menangis, tidak! Aku tidak boleh menangis! Ahh.. jantungku terus berdegup kencang, kenapa ini???) batin Carla
"Bisakah kau tidak seperti itu padaku?" ucap Carla pelan
"Kau tau kan aku mencintaimu? Jika kau jadi aku, kalau kau lihat orang yang kau cintai sangat bahagia mendapat barang pemberian dari orang lain dibandingkan bertemu dengan mu. Apa yang aku rasakan?" Pangeran Aiden
"Ini hanya pemberian, itu hak ku menerima nya atau tidak. Bahagia atau tidak" jawab Carla
"Kau menjawab seperti itu karena kau tidak merasakan posisi ku sekarang" Pangeran Aiden
"Aku mengerti perasaan mu tap-"
"Bagaimana perasaanku? Kalau memang kau mengerti?" Pangeran Aiden
"Se kasar ini kah kau denganku?" tanya Carla tiba-tiba yang membuat pandangan dingin Pangeran Aiden seketika menjadi sayu
"Kau se dingin ini denganku hanya karena kalung ini?" Carla menahan tangisnya yang entah kenapa sudah dia tahan
(Kenapa aku ingin menangis) batin Carla
"Kalau begitu-" Carla meraih tangan kanan Pangeran Aiden dan memberikan kalung itu
"Kau boleh mengambil ini dan terserah akan kau apakan. Aku tidak mau hari ini hancur hanya karena pertengkaran yang disebabkan oleh sebuah kalung" ucap Carla kemudian dia pergi ke tenda setelah mengatakan semua yang ada di otaknya.
"Putri Carla!" panggil Pangeran Aiden tapi Carla tidak menggubris itu dia masih terus berjalan dan sampai di area kemah.
Dia sedikit menjauh dari tenda kemudian air matanya jatuh tak sengaja. Dia sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi.
(Ternyata dia seperti itu padaku, tidak sepertinya itu salahku. Tapi, apakah aku salah menerima pemberian orang lain? Lagipula Pangeran Aiden bukan siapa-siapa ku, kenapa dia begitu padaku??) batin Carla
Di tempat tadi, Pangeran Aiden terdiam di tempatnya tak bergerak sama sekali. Kemudian dia terduduk dan merenungkan sikapnya tadi.
"Apakah aku terlalu kasar dengannya? Aku tidak tau kalau aku seperti itu karena aku... Cemburu! Iya aku cemburu! Memang tidak ada salahnya jika dia menerima pemberian orang lain, tapi dia menerima barang dari sainganku dengan perasaan bahagia. Sedangkan saat bersamaku aku tidak pernah melihat senyum seperti itu. Huh... Sepertinya aku benar-benar mencintainya" gumam Pangeran Aiden
Akhirnya Pangeran Aiden memutuskan untuk menyusul Carla ke area kemah. Dia melihat wanita itu sedang berjongkok dan menangis.
(Huh... Maaf, aku membuat mu menangis karena ini) batin Pangeran Aiden sambil melihat kalung yang dia pegang.
Pangeran Aiden mengambil air mineral yang dia bawa lalu mendekati Carla.
"Putri Carla?" panggil Pangeran Aiden tapi Carla tidak menjawab dia mencoba meredam suara tangisannya.
"Maafkan aku Carla, aku tidak sengaja seperti itu karena aku... Cemburu" Pangeran Aiden
__ADS_1
(Apa? Jadi dia cemburu? Yang benar saja) batin Carla
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. Jangan lah menangis" Pangeran Aiden
"Kenapa kau ke-sini?" Carla
"Minumlah ini, aku minta maaf" Pangeran Aiden
Carla mengambil air mineral yang ada ditangan Pangeran Aiden kemudian meminumnya. Lalu, dia mencoba untuk tenang.
"Maafkan aku, aku tidak ada niat seperti itu. Sungguh, ini semua karena aku cemburu jadi aku bersikap seperti itu padamu" Pangeran Aiden
"Tega sekali" jawab Carla
"Maafkan aku" Pangeran Aiden
"Sudahlah, lupakan kejadian tadi" Carla menatap pohon-pohon di sekitarnya
"Kau sudah memaafkan aku?" Pangeran Aiden
"Entah, biar aku pikirkan. Aku pun salah disini jadi kau tidak perlu minta maaf" Carla
"Kau tidak salah, kau benar ini memang hak mu untuk menerima pemberian Pangeran Gavin, tidak seharusnya aku cemburu dan kasar seperti tadi" Pangeran Aiden
Carla melirik Pangeran Aiden yang saat ini menatapnya. Kemudian kembali membuang muka.
"Aku salah dan kau salah, jadi jangan minta maaf" Carla
"Aku akan terus minta maaf sampai kau memaafkan ku, putri." Pangeran Aiden
Kemudian dia melirik kalung yang masih Pangeran Aiden pegang.
"Kau ingin apakan kalung itu?" Carla
"Entah, kau mau memakainya? Biar aku pakai kan lagi" Pangeran Aiden
"Tidak perlu, aku sudah bilang kan aku tidak mau hubungan kita hancur hanya karena kalung itu" Carla
"Memangnya hubungan kita apa?" goda Pangeran Aiden
"Pikirkan sendiri" Carla
"Pangeran dengan putri atau raja dan ratu?" Pangeran Aiden
"Ratu dan pengawal" jawab Carla
Pangeran Aiden tertawa kecil kemudian dia meraih tangan Carla dan mengembalikan kalung yang dia pegang.
"Aku kembalikan, maaf jika aku bersikap seperti tadi" Pangeran Aiden, kemudian dia melangkah menjauh untuk kembali ke area kemah
"Pangeran!" Carla menyusul Aiden kemudian mereka menatap mata satu sama lain.
(Matamu sembab, karena aku) batin Pangeran Aiden
"Maafkan sikapku saat kau ke istana kemarin" Carla
__ADS_1
"Yang mana?" Pangeran Aiden
"Saat kau meminta jawaban ku tentang pernikahan. Tidak seharusnya aku kasar kan? Setelah tau aslinya ternyata itu semua keputusan ibu dan kau sempat bilang untuk menunggu jawaban ku" Carla
"Lalu, apa jawabanmu?" Pangeran Aiden
"Kenapa kau bertanya sekarang?" Carla
"Karena aku, ingin tau" Pangeran Aiden
"Baiklah, jika aku menjawab tidak apa yang akan kau lakukan?" Carla
"Terus menyakinkan mu kalau aku sungguh mencintaimu" Pangeran Aiden
"Kalau aku menjawab iya, aku punya 1 permintaan" Carla
"Apa itu?" Pangeran Aiden
"Aku yang akan menentukan, tanggal pernikahan nya" Carla
"Baiklah, aku setuju." Pangeran Aiden
"Ya sudah, ku harap kau tidak memikirkan hal itu" Carla berjalan mendahului untuk berada di tenda.
...* * *...
>> At, Istana Flower Dainty <<
[Pukul 20.00]
Waktu terus berjalan, Carla sedang berada di istana Flower Dainty saat ini. Dan semua putri dari 7 kerajaan telah berkumpul untuk pelatihan Crown Princess.
Di acara ini semua putri di tuntut untuk menjawab soal soal jika di dalam kerjaannya terjadi masalah mereka harus menjawab dan memberikan solusi seperti apa baiknya. Jadi bisa dibilang semacam acara cerdas cermat putri kerajaan.
Semuanya terkejut saat pintu terbuka dan menampakkan wajah Carla dibaliknya, terutama Putri Aura.
(Dia sudah sadar rupanya) batin Putri Aura
"Putri Carla?? Kau sudah siuman?" Putri Ivy
"Sejak kapan kau siuman?" Putri Serena
"Sudah, aku sudah siuman sejak 1 hari yang lalu" Carla
"Semoga lekas sembuh dari luka mu putri" Putri Lily
"Aku senang kau kembali lagi" Putri Aura
"Aku juga senang bisa bertemu kalian lagi" Carla tersenyum manis
"Baiklah, silahkan duduk Putri Carla. Kita akan memulai acaranya sebentar lagi" Putri Karen
"Baiklah Putri Karen" Carla
Tak lama Putri Abella datang dan duduk karena acaranya akan dimulai.
__ADS_1
.... to be continued ....