Putri Carla

Putri Carla
Part 46


__ADS_3

Sepulangnya di istana, Carla langsung pergi menemui Raja Maverick dan mengatakan tentang kehamilannya tersebut.


Saat pintu singgasana telah terbuka, Carla menarik nafasnya dan berjalan dengan tenang ke tengah ruangan lalu memberi salam pada Raja Maverick.


"Salam raja" Carla membungkuk untuk memberi salam


"Salam Putri Carla, apa kau butuh sesuatu?" Raja Maverick


"Tidak raja, kedatanganku kesini ingin memberitahu satu informasi padamu" Carla


"Apa itu putri?" Raja Maverick


"Aku hamil raja.." Carla


Raja Maverick langsung berdiri dari singgasananya dan menatap Carla dengan tatapan intens.


"Kau hamil? Kau sungguh hamil anak Aiden? Dan dia cucuku?" Tanya Raja Maverick bertubi-tubi


Carla mengangguk dan tersenyum "Benar yang mulia raja"


Raja Maverick berjalan menghampiri Carla dan memeluk menantunya tersebut. Mereka saling memeluk kemudian Raja Maverick meletakkan tangannya di kepala Carla setelah pelukan itu terlepas.


"Ku berkati dirimu serta bayi yang kau kandung itu Carla. Jagalah diri, kesehatan dan jangan terlalu lelah. Saat kandunganmu sudah 7 bulan, Corvus akan mengadakan perayaan tentunya dengan persetujuan mu juga" Raja Maverick


"Perayaan? Apa itu harus raja?" Carla


"Tidak, seperti Putri Abella. Dia tidak ingin merayakan upacara 7 bulan kehamilannya bukan? Kau bisa melakukan hal itu juga" Raja Maverick


"Baik raja, karena itu masih lama aku tidak akan memikirkan hal itu lebih dahulu" Carla


"Baik, terserah dirimu putri… Silahkan istirahat" Raja Maverick


"Baik, salam raja…" Carla memberi salam kemudian keluar dari ruang singgasana.


Namun saat pintu terbuka, dibalik pintu besar dan megah ini menampilkan sosok Pangeran Aiden yang sedang berdiri dan tersenyum disana. Dia kemudian masuk dan melewati Carla begitu saja.


Carla terkejut saat Aiden tidak memperdulikan dirinya, dia merasa kesal. Carla langsung pergi begitu saja melanjutkan tujuan awalnya, Carla berencana untuk pergi ke istana Rumpelstiltskin menemui ayah, ibu, kakak dan bumil yang makin besar saat ini.


Sementara Pangeran Aiden memberi salam pada Raja Maverick dan Raja Maverick membalas salam tersebut.


"Ada perlu apa kau kemari anakku?" Raja Maverick


"Kau dengar kan ayah? Kau percaya kan? Aku tau wanita tadi pasti mengungkapkan kabar kehamilannya. Benar kan?" Aiden terus tersenyum lebar di bibirnya dan dia begitu bahagia.


Raja Maverick  mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Aiden seperti orang linglung yang bahagia.


"Iya iya, aku sudah melihatnya. Selamat untuk mu pangeran kau akan menggantikan posisiku dan anakmu ada penerus Corvus selanjutnya. Selamat…" Raja Maverick


Mereka berpelukan dan saling menepuk punggung satu sama lain.


"Jagalah Carla, dia mengandung penerus kerajaan Corvus. Aku akan mencarikan pengawal khusus dimasa kehamilannya dan pelayan yang lebih profesional lagi untuk membantunya" Raja Maverick


"Tapi ayah, kau tau? Dia sama sekali tidak ingin melihat wajahku. Lalu bagaimana aku bisa menjaganya?" Tanya Aiden dengan nada yang kesal


Sedangkan Raja Maverick tertawa puas mendengarnya.


"Biarkan saja, mungkin wajahmu memang membosankan" Raja Maverick


"Ayah tertawa, kapan terakhir kali aku melihat raja yang terkenal kejam ini tertawa? Aku lupa" Ucap Aiden


Raja Maverick meredakan tawanya dan menepuk pundak kiri Aiden.


"Hormon kehamilan bisa saja, turuti apa kemauannya. Sudah gitu aja" Raja Maverick


"Siap raja! Kalau begitu, salam" Aiden memberi salam dan keluar dari ruang singgasana dan berencana menemui sang istri.


Namun saat Aiden mengecek di kamarnya Carla tidak ada, Aiden bertanya pada pengawal di dekat kamarnya.


"Salam Pangeran Aiden" Pengawal


"Apa kau melihat Putri Carla?" Aiden


"Tidak yang mulia" Pengawal


Aiden langsung berlari keluar kerajaan dan bertanya dengan salah satu pengawal gedung istana depan.


"Salam Pangeran Aiden.." Pengawal


"Apa kau melihat Putri Carla?" Aiden


"Iya yang mulia, tuan Putri Carla belum lama keluar menaiki kereta kencana" Pengawal


"Kemana dia pergi?" Aiden


"Yang aku dengar tadi dia pergi menuju istana Rumpelstiltskin yang mulia" Pengawal


"Baiklah, terima kasih" Aiden langsung menuju kandang kuda dan menungganginya untuk menyusul Carla.


Aiden hanya ingin menemani Carla sejak awal kehamilan sampai dia melahirkan tak peduli berapa kali Carla memalingkan wajah, Aiden hanya ingin menjaga Carla dan bayi mungil yang ada di perut Carla.


...🍁...


>> Istana Rumpelstiltskin <<


Carla langsung masuk istana dan semua menyambutnya dengan hangat, semua pengawal dan pelayan membungkuk memberi salam. Dan kebetulan di istana Rumpelstiltskin sedang ramai.

__ADS_1


Semua pelayan sibuk kesana-kemari dan banyak yang mendekorasi istana menjadi sangat berwarna. Di tengah perjalanan Carla bertemu dengan Pangeran Harris kakak tercintanya.


"Kakaaaakk!!" Teriak Carla


Pangeran Harris yang merasa terpanggil langsung menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat adiknya sedang berlari menghampirinya. Pangeran Harris merentangkan tangannya dan mereka berpelukan.


"Kakak, aku merindukanmu. Apalagi kau sudah jarang ikut kegiatan kerajaan karena kehamilan Putri Abella" Oceh Carla di pelukan Pangeran Harris


Pangeran Harris melepas pelukannya dan mengusap kepala adiknya, Carla.


"Bagaimana kabarmu? Kenapa mendadak pulang? Ada perlu apa?" Pangeran Harris


"Aku baik-baik saja selama ini, aku hanya ingin pulang ke istana saja melihat kalian semua. Dan dimana Putri Abella?" Carla


"Putri Abella sedang dikamar, dia makan banyak sekali" Pangeran Harris


"Apa tabib sudah memprediksi kapan anakmu lahir yang mulia Raja Harris?" Goda Carla


"Aku belum sepenuhnya menjadi raja, jangan terlalu berlebihan. Tabib bilang perkiraan lahir Putri Abella 3 hari lagi, oleh karena itu kau melihat bagaimana kondisi istana yang berwarna ini?" Pangeran Harris


Carla melihat sekeliling dan mengangguk "Sepetinya aku akan memiliki keponakan yang sangat cantik. Benar bukan?" Carla


"Semoga saja" Pangeran Harris tersenyum manis


Dari arah berlawanan ada seorang pelayan yang berlari dan berhenti di samping Pangeran Harris.


"Salam Pangeran Harris… Putri Carla. Saya ingin memberitahu kalau Putri Abella akan melahirkan, dia sekarang sudah dibawa ke tabib. raja dan ratu memerintah agar pangeran menemani Putri Abella" 


Pangeran Harris langsung berlari, begitu juga Carla. Dia mengikuti kemana Pangeran Harris berlari, Pangeran Harris langsung masuk ke ruangan tabib sementara Carla berhenti di depan ruangan dan memeluk Ratu Ellena, sang ibu.


Sementara itu, Aiden sudah sampai di istana Rumpelstiltskin dan berjalan di koridor istana. Dia terus mengamati semua orang yang sibuk mendekorasi istana tersebut. Dan memutuskan untuk bertanya pada salah satu pelayan disana.


"Salam pangeran" Pelayan


"Salam, maaf apa kau tau dimana Putri Carla?" Aiden


"Tuan Putri Carla berada di ruang tabib karena Putri Abella sedang proses persalinan pangeran.." Jelas pelayan


"Baiklah, terima kasih"


Aiden langsung berjalan menuju ruangan tabib namun dia tidak menemukan orang di depan ruang tabib.


Jadi, Aiden memutuskan untuk melihat dekorasi istana Rumpelstiltskin yang megah ini, tentunya untuk menyambut kedatangan anggota baru istana Rumpelstiltskin.


"Apakah nanti istana Corvus akan seceria ini juga?" Gumam Aiden


Dan tak lama, Raja Vincent keluar dari ruangan. Aiden membalikkan tubuhnya dan memberi salam pada Raja Vincent.


"Salam yang mulia raja" Aiden


"Salam Pangeran Aiden, apa kau kesini mencari Putri Carla?" Raja Vincent


"Iya, dia ada di dalam sedang melihat bayi Putri Abella. Mungkin sebentar lagi dia akan keluar, didalam juga ada Ratu Ellena" Raja Vincent


"Baik raja, aku ingin mengucapkan selamat atas kelahiran cucu yang mulia raja" Aiden


"Terima kasih Aiden… Aku berharap kau dan Carla juga memiliki anak nanti" Raja Vincent


"Tentu raja, aku sedang mengusahakan hal itu" Ucap Aiden serta senyum yang dia tahan.


(Andai kau tau raja, kalau Carla hamil) batin Aiden


"Baiklah, kalau begitu. Oh iya, aku masih ada urusan untuk Putri Abella" Raja Vincent


"Baik raja, salam…" Aiden memberi salam dan Raja Vincent pun pergi meninggalkan Aiden


Tak lama Carla keluar dari ruangan tabib dan disusul Ratu Ellena dibelakang Carla.


"Aiden?" Carla membuka matanya lebar


"Pangeran Aiden? Sejak kapan kau menunggu disitu?" Ratu Ellena


"Salam yang mulia ratu, belum lama aku ada disini" Aiden


"Ada perlu apa kau kesini pangeran? Apa kau ingin menjenguk Putri Abella?" Ratu Ellena


Aiden senyum "Iya ratu, dan kedatanganku kesini juga ingin bertemu dengan Putri Carla"


Ratu Ellena mengerutkan dahi dan menatap Carla serta Aiden bergantian "Bertemu? Kalian sedang bertengkar? Carla? Apa kau kabur dari istana?" Ratu Ellena


"Tidak ratu, aku tidak kabur" Elak Carla segera sebelum Aiden mengatakan hal lain


"Kalau begitu, apa aku sudah diperbolehkan untuk menjenguk Putri Abella, yang mulia ratu?" Aiden


Ratu Ellena tersenyum dan menegang pundak kiri Aiden "Sudah, masuklah bersama Carla ke dalam. Aku harus mengurus keperluan Putri Abella saat ini" 


"Baik ratu" Aiden memberi salam


"Carla… Ibu masih punya urusan untuk Putri Abella, jadi kau masuk lah ke dalam bersama Pangeran Aiden. Kau mengerti?" Ratu Ellena


"Iya ibu.." Carla menghela nafas dengan berat hati 


"Ya sudah, ibu pergi dulu" Ratu Ellena


"Salam ratu…" Ucap Carla dan Aiden bersamaan

__ADS_1


Aiden langsung mendekati Carla dan menggenggam tangan kanan istrinya.


"Kenapa kau disini?" Carla


"Aku ingin menyusul mu, apa tidak boleh?" Aiden


"Belum lama kau mengabaikan ku, sekarang apa ini?" Carla menggerakkan tangan yang digenggam Aiden sedikit kemudian Aiden tertawa kecil.


"Kapan aku mengabaikan mu?" Aiden 


"Sudahlah, tidak penting juga" Carla


"Sangat penting bagiku" Aiden


Carla merasakan pipinya memerah, dalam hati dia merutuki dirinya sendiri, kenapa dia mengambil hati soal kata-kata itu? Bukankah itu terdengar biasa saja? Tidak seharusnya pipi Carla memerah begitu saja.


"Katakan, apa itu?" Aiden


"Baik… Tadi, saat kau ingin masuk ruang singgasana Raja Maverick. Kau melewatimu begitu saja, bahkan tidak melihatku" Carla


"Itu? Karena itu? Karena itu kau merasa kesal padaku?" Aiden


Carla mengangguk dan membuang muka dari Aiden.


"Aku juga merasa kesal ketika kau tidak mau melihatku, jadi seperti itulah rasanya. Aku kira kau tidak akan merasakan hal itu, ternyata kau merasakan juga. Ya sudah, kalau begitu aku mohon maaf soal tadi, karena itu memang sengaja aku lakukan" Aiden


"Sudahlah, kau mau melihat bayi Putri Abella bukan? Sana masuk" Carla


"Bersama mu" Aiden


"Tidak perlu, aku sudah tadi. Sendiri saja sana" Carla melepaskan genggaman tangan Aiden dan bersedekap.


Namun, Aiden kembali meraih tangan Carla dan menggenggamnya sambil tersenyum manis.


"Kau membiarkan aku sendiri di dalam?" Aiden


"Kau tidak sendiri, di dalam ada Pangeran Harris dan Putri Abella" Carla


"Tapi, aku kan juga ingin bersama istriku" Aiden


Carla mendengus, sementara Aiden tersenyum dan mereka berdua masuk ruangan tabib untuk mengunjungi Putri Abella.


"Pangeran Aiden?" Pangeran Harris


"Salam Pangeran Harris… Putri Abella." Aiden


"Salam Pangeran Aiden" Jawab Pangeran Harris dan Putri Abella bersamaan


"Selamat atas kelahiran anak pertama kalian, aku turut bahagia atas kehadirannya" Aiden tersenyum


"Terima kasih Pangeran Aiden, oh iya… Kalau Carla hamil aku akan menjenguknya membawa banyak makanan dan pakaian bayi" Oceh Putri Abella


"Kau masih saja mengoceh ya tuan putri" Goda Carla dan semua yang ada disana tertawa


"Aku harus melepas stress bukan? Anakku sudah lahir, dan aku ingin berbahagia bukan sedih" Putri Abella


"Dia bukan seperti Putri Abella yang aku kenal" Aiden


"Tapi, aku masih sangat mengenali mu" Putri Abella


"Terima kasih putri, oh iya! Apakah anakmu seorang pangeran yang tampan atau seorang perempuan yang tangguh?" Aiden


"Dia adalah seorang putri yang tangguh dan cantik" Pangeran Harris


"Carla mendapatkan keponakan perempuan, bukankah kau senang akan bertambah teman lagi?" Aiden, Carla hanya mengangguk


"Apa kalian sedang tidak akur? Ada apa ini?" Tanya Putri Abella sambil menggoda


"Hanya masalah.." 


"Tidak! Tidak ada masalah apapun putri, oh kalau begitu aku pamit mau ke toilet sebentar ya putri… Pangeran. Salam…" Carla keluar dari ruangan


Aiden pun melakukan hal sama setelah memberi Pangeran Harris dan Putri Abella salam. Dia mengejar Carla dan menahan tangan kiri Carla.


"Kau mau kemana?" Aiden


"Aku punya rencana kesini" Carla


"Apa itu?" Aiden


"Bukan urusanmu" Carla


Aiden menahan tangan Carla lagi dan berdiri di depan istrinya sambil menatapnya dengan intens.


"Aku kesini untuk menjagamu, itulah tugasku. Walaupun kau menolak ku ribuan kali aku akan tetap menjagamu. Apalagi kau sedang hamil, bukankah tampak aneh jika seorang istri yang mengandung tidak ada suami disampingnya? Lagipula, terlihat aneh kalau kau pergi sendirian, dan hubungan kita tampak renggang karena bayi ini" Aiden memegang perut datar Carla sambil tersenyum.


Carla merasakan kalau pipinya sudah memerah, dai berdehem sedikit dan menjawab ucapan Aiden.


"Baiklah, tapi jangan hancurkan rencana ku" Carla


"Tidak, aku akan melengkapi bukan menghancurkan" Aiden tersenyum


"Ya sudah, ayo ke ruang singgasana" Carla dan Aiden berjalan menuju ruang singgasana istana Rumpelstiltskin.


__ADS_1



. to be continued .


__ADS_2