Putri Carla

Putri Carla
Part 55


__ADS_3

Axain


Axain


Dialah orangnya


"Axain??" Carla terkejut membuka matanya saat sedang tidur nyenyak.


"Axain? Kenapa aku memimpikan dia? Apa maksudnya ini semua??" Carla


Bibi Aiv yang sedang tertidur di samping Carla pun membuka matanya perlahan dan mengganti posisinya menjadi duduk secara perlahan.


"Kau bermimpi buruk tuan putri?" Bibi Aiv


"Aku tidak tahu ini mimpi buruk atau tidak, tapi aku memimpikan satu nama." Carla


"Siapa itu?" Bibi Aiv


"Axain, dia adalah pelatih memanah di Istana Corvus" Carla


Bibi Aiv mengerutkan dahinya dan berusaha mencerna apa yang Carla katakan.


"Bagaimana mimpinya?" Bibi Aiv


"Axain, dialah orangnya. Hanya itu, lalu aku terbangun" Carla


Bibi Aiv menatap tangan Carla yang masih tertutup kain, kemudian bibi Aiv membuka kain itu dan menatap tanda itu dengan seksama.


"Kalau semua mimpi itu tidak masuk akal, maka ketahuilah itu semua hukuman tuan putri, dan itu benar." bibi Aiv mendongak menatap wajah Carla


"Cari tau kenapa harus Axain pelatih memanah istana mu." Bibi Aiv


"Terakhir kali sebelum aku hamil. Pria berjubah itu sempat meninggalkan pesan. Yang intinya aku akan menikahi seseorang, dan orang itu bukan Aiden." Carla


Bibi Aiv mengangguk mantap "Axain lah orangnya"


"Axain?? Aku harus menikahinya?" Carla


"Ini hukuman mu karena telah melanggar Castle and rule." Bibi Aiv


"Bagaimana dengan Aiden? Apa yang harus aku katakan pada ayah ibu dan Raja Maverick juga, bi?" Carla


"Tenanglah… Kau tidak boleh stress. Ingat! Ada anakmu di dalam sini, mari pikirkan setelah anakmu lahir di dunia ini" Ucap bibi Aiv sambil memegang perut Carla perlahan.


Carla mengangguk dan pikirannya bercampur menjadi satu, kalau dia memang harus menikahi Axain maka bagaimana nasib Aiden? Dia harus bercerai atau punya 2 suami? Bagaimana anaknya nanti? Apakah anaknya kelak akan memiliki 2 ayah? 


Carla tidak habis pikir dengan semua ini, dia tidak tahu harus bagaimana. Memang, hukumannya sudah tidak meregang nyawa namun, takdir lah yang diubah. Carla memilih merebahkan dirinya kembali dan memejamkan mata setelah sudah tenang.


Bibi Aiv menatap ke arah wajah Carla, dia lebih cemas dari ibu hamil tersebut. Apakah dia bisa menyelamatkan Carla atau tidak? Bagaimana caranya agar Carla selamat atau bebas dari semua hukuman ini? Inilah yang ada di dalam otaknya saat ini.

__ADS_1


Bibi Aiv menarik nafas dan kembali merebahkan dirinya di atas ranjang dan tertidur.


...🍁...


Pagi telah tiba, Carla terus memikirkan mimpi tadi malam. Sampai Ratu Ellena menegurnya dan Carla kembali memakan buah pisang walau hanya satu gigitan dan dia kembali melamun.


(Menikah dengan Axain? Bagaimana bisa aku melakukan itu sedangkan didalam rahimku ada anakku dengan Aiden? Bagaimana reaksi Aiden saat tau aku harus menikahi Axain? Bagaimana kalau nanti dia marah padaku? Apakah ini akhir dari semuanya?) Batin Carla.


Aiden menyentuh tangan Carla dan membuat dia tersadar dari lamunannya tersebut.


"Raja, ratu, pangeran, putri. Aku permisi sebentar" Carla berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang makan.


Carla berjalan santai menuju halaman istana dan dia berdiri di tengah halaman depan istana sambil memejamkan mata.


"Apa yang harus aku lakukan" Gumam Carla


"Bukankah ini semua sudah melebihi batas? Kalau memang hukuman ini berakhir dengan nyawaku akan aku berikan. Tapi tidak dengan anakku dan Aiden, mereka sangat berharga di dalam hidupku." Carla mengusap perutnya sambil menunduk menatap perutnya yang membesar.


"Ya! Aku ketakutan saat itu. Aku memang sangat ketakutan saat harimau itu hampir merenggut nyawaku, namun aku masih berusaha bertahan. Setelahnya aku siap, sampai aku lenyap pun aku siap. Aku kira hukuman ini hanya membutuhkan nyawa sang pelanggar. Ternyata takdir kau permainkan…


... Aku tau, ini memang salahku. Semua karena sifat keras kepalaku, aku menyesalinya. Aku tahu ini sudah terlambat namun, biarkan aku menebusnya sekarang. Tapi tidak dengan takdir hidupku. Bagaimana bisa aku menikahi Axain? Sedangkan ikatan pernikahan suciku dengan Aiden???" Gerutu Carla 


Dia meneteskan air matanya dan secepatnya dia menghapus semua air mata itu. 


"Akhh" 


Rintih Carla saat perutnya sudah terasa mulas. Di sisi lain, Aiden mendengar semua ucapan Carla karena memnag Aiden menyusul Carla saat dia meninggalkan ruang makan tadi.


Sampai Carla merintih Aiden langsung menghampiri istrinya dan memegang kedua lengan Carla akibat oleng sedikit ke belakang.


"Kau tak apa?" Aiden


"Perutku terasa mulas" Carla


"Biar aku bawa kau ke tabib" Aiden langsung membawa Carla menuju tabib istana secara perlahan.


Namun di tengah perjalanan, Carla merintih lebih keras karena perutnya terasa sangat mulas.


"Aiden..  Aiden.. Aku sudah tidak kiat berjalan lagi" Carla


"Baiklah, aku gendong saja" Aiden langsung menggendong Carla dan verjalan cepat menuju tabib.


Momen inilah yang Aiden tunggu, dia tau istrinya akan melahirkan saat ini namun dia merasa kasihan pada Carla yang harus menahan semua rasa sakit ini.


"Salam ya-"


"Carla akan melahirkan, tolong lakukan yang terbaik" Aiden meletakkan Carla di atas ranjang secara perlahan dan beralih berdiri di samping kepala Carla sambil memegang tangan kanannya.


"Aiden, perutku terasa mulas sekali" rintih Carla

__ADS_1


Aiden mencium kening dan punggung tangan Carla "Tenanglah… Aku ada disini" 


Carla mengatur nafasnya dan keringat bercucuran di keningnya.


"Baiklah, aku akan memulai persalinan nya saat ini" tabib itu berdiri di ujung kaki Carla dan proses persalinan pun dimulai.


Aiden tidak berhenti mengusap kepala sang istri dan menenangkannya, dia tahu betapa sakitnya melahirkan. Kalau dibayangkan pun mungkin tidak seperti yang sebenarnya.


Dia akan berterima kasih pada Carla karena sudah mengandung benih cinta dari mereka berdua, Aiden berharap Carla bisa bertahan sampai anaknya lahir. Itulah yang Aiden pikirkan.


...🍁...


Raja Maverick, Ratu Ellena, Pangeran Harris, Putri Abella dan bibi Aiv menunggu kabar Carla di depan ruangan tabib. Mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing. Mereka cemas namun tetap berpikir positif kalau Carla akan baik-baik saja.


Sampai keluarlah Aiden dari ruangan tabib dengan wajah datar yang tidak bisa di mengerti.


"Aiden? Apa Carla baik-baik saja? Bagaimana dengan cucu ku?" Raja Maverick


Aiden tersenyum lebar "Istri dan anakku, mereka baik-baik saja, yang mulia"


Raja Maverick langsung memeluk Aiden tanpa ragu dan mereka saling tersenyum satu sama lain mendengar kabar tersebut.


"Anak ku.." Ratu Ellena 


Pangeran Harris dan Putri Abella saling berpelukan dan bahagia mendengar kabar kalau Carla baik-baik saja begitu juga dengan bayinya.


"Syukurlah kalau Yang Mulia Putri Carla baik-baik saja" Bibi Aiv


Ratu Ellena menolah ke arah bibi Aiv dan memeluk bibi Aiv.


"Kami bahagia, bi." Ratu Ellena


"Iya, benar yang mulia. Ini kabar gembira untuk Rumpelstiltskin dan Corvus." Bibi Aiv


Ratu Ellena melepaskan pelukannya dan menghampiri salah satu prajurit di dekat ruang tabib.


"Pergilah ke ruang perpesanan, dan suruh mereka menuliskan pesan ke Istana Corvus bahwa Carla baik-baik saja dan bayinya lahir dengan selamat." Ratu Ellena


"Baik yang mulia ratu" Prajurit itu pergi melakukan perintah Ratu Ellena.


Kemudian setelah berpelukan satu sama lain, Aiden kembali masuk ke ruang tabib dan melihat Carla yang masih memejamkan mata diatas ranjang setelah persalinannya.


"Anak kita telah lahir sayang, aku akan menjaganya dan membesarkannya bersamamu sampai dia tumbuh menjadi raja yang bijaksana. Berjanjilah kita akan melakukan itu bersama-sama." Aiden mencium kening Carla lalu tersenyum menatap wajah istrinya itu.


(Aku harap mimpi mu tidak menjadi kenyataan) batin Aiden.


...•...


...•...

__ADS_1


.... to be continued ....


__ADS_2