Putri Carla

Putri Carla
Part 12


__ADS_3

Terdengar ricuh di area memanah saat aku hendak mendekati putri Hazel dan putri Karen.


"Salam putri" sapa ku


"Salam putri Carla" jawab putri Hazel dan putri Karen bersamaan.


"Seperti seru, boleh kah aku bergabung?" tanyaku


"Tentu, mari bergabung." putri Karen


"Kau mau mencoba putri? Aku sudah mencoba sejak tadi" putri Hazel


"Tentu, aku akan mencobanya" jawabku


Aku mengambil busur panah beserta 1 buahbanak panah, lalu menarik busur dan membidiknya. Lalu, aku lepaskan anak panah dan berhasil mendapatkan 1 bullseye.


"Wah, luar biasa. Kau baru pertama kali main dan sudah tepat di bullseye" putri Hazel


"Sulit mendapatkan bullseye dalam 1 percobaan jika tidak benar-benar fokus putri" jelas ku


"Benar! Aku juga pernah melakukan itu dalam 1× percobaan karna aku sangat fokus saat itu" jawab putri Karen


"Kau hebat kalau begitu putri Karen" jawabku


"Aku rasa, kalian berdua lebih handal daripada diriku" imbuh ku


"Kita sama-sama handal dalam memanah benar kan?" putri Hazel, lalu diiringi tawaku dan putri Karen.


"Wah wah... Ada yang seru sepertinya. Boleh aku bergabung putri putri cantik?" pangeran Gary


"Dengan senang hati pangeran" jawabku


"Aku sedari tadi ingin memanah, tapi putri-putri cantik ini tidak ingin mengajak ku. Kalian sungguh keterlaluan putri" kesal pangeran Gary


"Masalahnya itu kau pangeran, kenapa sejak tadi tidak bergabung?" Putri Karen


"Aku setuju dengan putri Karen" putri Hazel


Setelah melepas anak panah, pangeran Gary menoleh kepada kami ber 3 yang sedang menunggu jawabannya.


"Aku ingin kesini, hanya saja pangeran berbaju biru dongker disana terus mengajakku berbicara" tunjuk pangeran Gary.


Aku menoleh dan melihat bahwa pangeran berpakaian biru dongker adalah pangeran Sean.


"Ah, begitu alasannya" jawab putri Karen


"Jangan berpikir kalau aku tidak mau bergabung dengan putri putri cantik ini. Tapi, sedari tadi pangeran Sean terus mengajakku berbicara tentang bakat barunya" oceh pangeran Gary.


Pangeran Gary yang ku kenal adalah pangeran yang sering melontarkan candaan, dia suka mencairkan suasana, dia juga tidak segan bergabung dengan para putri dan dia terkenal dengan gombalannya pada putri mana pun.


"Kau terus menggombal pangeran, sepertinya kau sangat handal dalam bidang itu" ucapku


Pangeran Gary menoleh dan tersenyum.


"Putri Carla... Yang harus kau tau adalah seluruh putri kerajaan menyukai rayuan, tidak kah kau sadar akan hal itu?" tanya pangeran Gary aku langsung menggelengkan kepala


"Itulah mengapa, aku suka merayu putri kalian pasti juga suka bukan?" jawab pangeran Gary


"Ahahaha baiklah, aku hargai bakat mu ini" jawabku


"Putri, pangeran... Sepertinya aku akan pergi melihat ikan disana. Aku pergi dulu, salam..." ucapku


"Salam putri Carla" jawab mereka


Aku berjalan menuju kolam ikan dan air mancur, sebelum sampai seseorang menyamakan langkahku menuju kolam ikan, aku menoleh dan dia adalah pangeran Aiden.


"Salam putri Carla" pangeran Aiden


"Salam pangeran, kau ingin kemana?" tanyaku


"Kolam ikan" jawabnya


Lalu saat sampai, aku duduk di bibir kolam dan menatap ikan ikan di kolam ini. Sedangkan, pangeran Aiden berdiri di sampingku.


"Apa kabarmu pangeran?" tanyaku


"Baik, kau pasti sangat sangat baik bukan? Terlihat dari wajahmu yang berseri sore ini" pangeran Aiden


"Iya, ternyata kau pandai dalam membaca ekspresi wajah orang lain pangeran" ucapku


"Terlihat kalau kau sore ini sangat bahagia. Aku melihatnya sejak tadi" pangeran Aiden

__ADS_1


"Iya, aku memang sangat bahagia sore ini" ucapku dan tersenyum bahagia.


Angin datang menerpa membuat perasaanku lebih senang lagi.


"Hmm… putri Carla, ada yang ingin aku katakan pada mu" ucap pangeran Aiden


"Apa itu pangeran?" tanyaku dan aku menoleh ke arah pangeran Aiden yang saat ini menatap ku dengan lekat.


Dia membenarkan rambutku ke belakang telinga sambil tersenyum, pipiku merona seketika dan kembali melihat ke arah kolam ikan untuk menyembunyikan wajah merah ku saat ini.


"Sepertinya kau sudah paham, entah sudah paham atau tidak tapi jujur saja aku cemburu saat tau besok kau akan berkuda dengan pangeran Gavin" pangeran Aiden


Aku menoleh dan menatapnya dengan tatapan kebingungan.


"Kau bisa ikut pangeran, kalau kau mau" jawabku


Dia menggeleng dan tersenyum.


"Aku tidak ingin mengganggu waktu kalian berdua. Bersenang-senanglah putri" jawabnya


"Lagipula, aku juga tidak tau itu akan benar terjadi atau tidak. Besok adalah acara pernikahan pangeran Harris dan putri Abella" jawabku


"Jika tidak terjadi, apa yang akan kau lakukan putri?" tanyanya


"Aku? Tentu saja istirahat" jawabku


"Benar, kau harus istirahat." jawabnya


"Kau akan datang ke acara besok?" tanyaku, pangeran Aiden hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Kalau begitu aku akan menunggu" jawabku


"Kau menunggu ku?" tanya pangeran Aiden.


"Tentu saja" jawabku


(Aku harap aku benar benar mendengar ucapan ini putri Aura) batinku


Aku mengatakan itu agak keras, karna putri Aura tak jauh dibelakang pangeran Aiden sekarang. Entah sejak kapan putri Aura berdiri disana dan rela mendengarkan percakapan kami berdua.


"Dengan sangat hormat aku berterima kasih denganmu putri, karna mau menunggu ku" pangeran Aiden hormat denganku dengan cara membungkukkan badannya dengan tangan kanannya diletakkan di dadanya kirinya.


"Putri... Pangeran! Mari kita masuk ke dalam aula kembali!!!" seru pangeran Sean di depan gedung kerajaan.


Kami semua berjalan masuk ke dalam istana bersama-sama dan kembali duduk di kursi semula.


Wajah putri Aura sangat masam menatapku saat ini.


(Sepertinya dia sangat kesal, bukan seperti nya tapi memang begitu. Itulah akibatnya jika kau mengancam ku putri) batinku sambil menatapnya.


"Kau mau makanan ini putri?" tawar putri Karen


"Dengan senang hati putri Karen" jawabku dan tersenyum.


"Pangeran Aiden, dan putri Carla bisakah kalian ikuti raja Maverick?" ucap raja Vincent


"Baik raja" jawabku


Kami berdua pergi ke perpustakaan kerajaan, dan disuruh untuk duduk oleh raja. Setelah duduk, pangeran Aiden buka suara.


"Ada apa raja?" tanyanya


"Aku ingin memberitahu kalian soal perjodohan kalian berdua" raja Maverick


"Ada apa dengan perjodohannya?" tanyaku


"Raja Maverick dan ratu Ellena selesai berdiskusi dengan ku tadi. Dan, kami sepakat jika pernikahan kalian akan diadakan 1 bulan setelah pernikahan putri Abella" jelas raja Maverick


"Iya? 1 bulan lagi raja? Kau yakin?" tanyaku


"Iya, apa ada yang kau katakan pangeran, putri tentang hal ini?" raja Maverick


"Ayah... Aku mengerti kalian ingin aku dan putri Carla segera menikah. Tapi, itu terlalu cepat. 1 bulan? Bagaimana bisa kami hanya menjalani pendekatan 29 hari saja? Aku juga yakin putri Carla ingin saling mengenal lebih jauh lagi" jelas pangeran Aiden


Aku menoleh padanya dan tersenyum simpul mendengar perkataannya.


(Bukan mengenal lebih jauh, lebih tepatnya aku akan menyelesaikan kompetisi ini dulu dengan putri Aura. Lagipula aku juga belum ada perasaan denganmu pangeran) batinku


"Benar raja, kami butuh waktu lagi" jawabku


"Sampai kapan?" raja Maverick

__ADS_1


"Sampai putri Carla menyetujuinya dan bersedia" jawab pangeran Aiden


"Aku?" tanyaku pada pangeran Aiden


Dia menyenggol kaki ku di bawah meja dan aku dengan cepat menjawab.


"Benar raja, sampai aku menyetujuinya" jawabku


"Baiklah, aku menerima keputusan ini. Aku dan raja Vincent akan mendiskusikan ini kembali" raja Maverick


Raja Maverick keluar perpustakaan dan kami memberi penghormatan.


"Apa raja Maverick marah pangeran?" tanyaku


"Tidak, raja memang seperti itu putri" pangeran Aiden


"Putri..." pangeran Aiden


"Ada apa pangeran?" tanyaku


"Apa kau menyetujui perjodohan ini?" pangeran Aiden


"Aku menentang" jawabku


"Kenapa putri?" pangeran Aiden


"Kau tau, sejak awal aku tidak suka denganmu. Setelah tau aku akan dijodohkan denganmu aku menentang itu sampai sekarang. Karena apa? Aku tidak menyukaimu, aku tidak ada perasaan padamu pangeran." jawabku


"Hanya belum putri" jawabnya


"Jika memang tidak? Bagaimana?" tanyaku


Pangeran Aiden tertawa kecil dan menatapku


"Tidak mungkin kau tidak akan menyukaimu. Aku tau, perasaanmu sudah menyukaiku saat ini walaupun hanya 2%" jawab pangeran Aiden


"Bagaimana bisa kau berkata begitu" tanyaku


"Karena tidak mungkin kau akan repot menyelamatkan aku saat akan mendapatkan hukuman saat menemani mu turun ke rakyat saat itu..." jelas pangeran Aiden


Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku mundur sedikit karena spontan.


"Dan kau tau jarak antara kerajaan ku dan kerajaanmu sejauh 20 km. Dan kau berkuda demi menyelamatkan aku, jika dipikir putri yang tidak punya perasaan atau suka tidak akan melakukan hal yang merepotkan seperti itu." jelas pangeran Aiden


"Aku hanya membantu, apakah itu bisa dibilang menyukai ataupun memiliki perasaan. Pangeran Aiden?" tanyaku


"Dan lagi, kenapa kau mau menunggu besok?" tanya pangeran Aiden


"Hanya ingin saja" jawabku


"Berarti kau sudah ada niatan untuk menungguku kan? Padahal kau tidak perlu menunggu aku pasti akan datang" pangeran Aiden


"Terserah padamu pangeran" jawabku


Aku berdiri dan hendak keluar dari perpus tapi tanganku ditahan oleh pangeran Aiden. Dia mendekatkan dirinya denganku lalu mendekatkan wajahnya lagi.


(Apa dia akan mencium ku? Tidak!) batinku


Aku menjauh dan segera keluar dari perpustakaan, lalu kembali menuju aula perkumpulan lalu duduk disana.


"Kau sudah kembali ternyata" putri Karen


"I-iya putri Karen" jawabku


"Kenapa putri? Apa terjadi sesuatu?" tanya putri Karen


"Tidak putri" jawabku


Saat aku hendak mengambil minuman, pangeran Aiden mendahului ku dia mengambilkan minuman itu untukku. Dan dia megambil sesuatu di kepalaku dan membuangnya, lalu mendekatkan wajahnya ke telingaku.


"Ada serangga di kepalamu tadi. Aku ingin mengambil nya kau malah pergi" jelas pangeran Aiden


"Terima kasih pangeran" jawabku


(Ah bodohnya, kenapa aku bisa berpikiran seperti itu tadi. Carla bodoh..) batinku.


.... to be continued ....


jangan lupa untuk vote yaa.


Terima kasih 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2