Putri Carla

Putri Carla
Part 22


__ADS_3

Untuk : Putri Carla, Rumpelstiltskin


Salam juga putri,


Jujur aku terkejut saat menerima pesan darimu, bahkan setelah membacanya aku lebih terkejut lagi. Kalau kau bertanya apa kegiatan ku besok pada pukul 07.00-09.00 aku akan berkemah sambil berburu di hutan, dengan senang hati bila kau mau ikut. Akan aku jemput jika kau mau, agar kau tidak perlu ke istana ku.


Salam


Pangeran Aiden, Corvus


"Ha? Apa ini? Habislah aku!!" Carla


Yang tidak dia inginkan justru malah terjadi besok. Dia sudah terlanjur bilang apapun itu dia sudah siap dengan keputusan / kegiatan Pangeran Aiden besok.


"Apakah aku harus ikut ini? Sungguh? Aaa~ tidak bisaaa~" rengek Carla


Seketika dia diam dan mendapatkan ide untuk membalas surat itu. Carla mengambil kertas dan membalas surat Pangeran Aiden.


Untuk : Pangeran Aiden, Corvus


Baiklah langsung saja,


Kau sungguh besok akan berkemah dan berburu? Selain itu apakah tidak ada? Kau tau aku masih takut akan kejadian kemarin, lebih baik kita berkemah di istanamu saja. Istanamu sudah cukup menyeramkan bagiku, jadi kau berburu dari istana mu saja tidak perlu keluar.


Aku sudah berjanji untuk menerima apapun, tapi setelah tau kegiatan mu entah kenapa aku merasa takut lagi karena kejadian itu. Mengertilah pangeran...


Salam


Putri Carla, Rumpelstiltskin.


Carla kembali pergi kembali ke ruang pengiriman dan memberikan surat itu pada pak Vein untuk di kirim lagi ke istana Corvus.


...- - - -...


"Baiklah aku hanya perlu menunggu" Carla sudah menyiapkan tinta dan pena yang dia bawa ke perpustakaan saat ini.


Dia duduk di dekat jendela untuk melihat apakah sudah ada orang yang datang mengirimkan surat balasan untuknya.


Tak lama ada orang berkuda yang datang, Putri Carla langsung berjalan cepat menemui orang berkuda yang sudah sampai gerbang depan istana tadi.


"Itu pasti pengirim suratnya, iya pasti!" Carla


Saat sampai gerbang utama Carla berhenti mendadak saat tau yang datang adalah Pangeran Gavin.


Pangeran Gavin berjalan cepat agar cepat berdiri dihadapan Carla kemudian dia langsung bertanya.


"Salam Putri Carla, kenapa kau tergesa-gesa seperti itu? Kau sudah siuman? Sejak kapan?" Pangeran Gavin


"Salam Pangeran Gavin, bertanyalah satu-satu pangeran, aku hanya sedang... Melatih pahaku agar tidak sakit lagi, iya begitu... Aku sudah kembali sadar sejak 1 hari yang lalu." jawab Carla


"Oh begitu, kalau begitu apa kau sudah sembuh total dari rasa sakitnya?" Pangeran Gavin


"Belum sepenuhnya, terkadang sakitnya masih terasa" Carla


"Ku harap kau rutin mengobatinya, agar cepat sembuh dan kembali ikut kegiatan kerajaan kembali" Pangeran Gavin


"Iya aku juga berharap seperti itu" Carla


"Kau ingin menemui siapa? Tumben kesini" Carla


"Oh iya! Kedatangan ku kesini untuk bertemu dengan raja Vincent. Sebenarnya ayahku bisa saja mengirim surat tapi dia ingin aku sendiri yang ke istana mu." Pangeran Gavin


"Jadi seperti itu, kalau begitu... Biar aku antar" Carla hendak membalikkan bada tapi Pangeran Gavin menahannya.

__ADS_1


"Tidak perlu! Aku saja sendiri putri" Pangeran Gavin


"Baiklah kalau gitu pangeran, salam..." Carla membungkuk, kemudian Pangeran Gavin masuk untuk menemui Raja Vincent atas perintah Raja Jacob.


"Huuh... Kapan surat itu akan datang?" gumam Carla


Tak lama diujung sana, datanglah orang berkuda. Dan berhenti tepat 100 meter di depan Carla.


"Salam tuan putri, saya adalah orang yang diutus kerajaan Corvus untuk memberikan surat ini kepada tuan Putri Carla dari kerajaan Rumpelstiltskin. Apakah kau orangnya tuan putri?" tanya nya


"Iya! Iya benar itu aku!" Carla bersemangat


"Baiklah, ini suratnya tuan putri" orang itu memberikan suratnya


"Terima kasih" Carla tersenyum


"Kalau begitu, aku pamit pergi tuan putri. Salam Putri Carla.." ucapnya


"Salam..." Carla membalikkan tubuhnya untuk membaca surat itu di perpustakaan.


...- - -...


Untuk : Putri Carla, Rumpelstiltskin.


Baiklah, aku paham dengan kondisimu. Tapi, itu adalah kegiatan kesukaanku yang tidak pernah aku lewatkan 1 hari pun. Aku tidak memaksa untuk kau ikut putri... Jika kau tidak bisa, kau boleh tidak ikut kegiatanku besok.


Mungkin lain kali kau bisa ikut denganku, kalau kau sudah sembuh, terima kasih Putri.


Salam


Pangeran Aiden, Corvus


"Hei! Bagaimana bisa aku membaca surat ini dengan nada sedih seakan dia kecewa karena aku tidak ikut? Huh... Aku bingung, kalau aku ikut aku bisa saja gila disana." Carla


(Tapi, sejak kapan aku menjadi selemah ini?) batin Carla


Untuk : Pangeran Aiden, Corvus.


Baiklah, aku akan ikut. Apapun resikonya aku harus hadapi itu. Karena memang ini keputusanku. Sampai jumpa besok pangeran.


Salam


Putri Carla, Rumpelstiltskin


Carla kembali ke ruangan pengiriman dan menemui pak Vein.


"Salam Putri Carla, kau ingin mengirim surat lagi? Ini sudah yang ketiga kalinya putri" pak Vein


"Susahnya untuk berkomunikasi, aku harus bolak balik seperti ini. Hah...andai aku punya kekuatan super bisa menghilang dan yang lainnya." Carla


"Duduk dahulu putri.." pak Vein berdiri dari duduknya dan mengambil kan air mineral untuk Carla


"Ini, minumlah.." pak Vein


"Tidak pak, terima kasih. Aku akan langsung pergi ke perpustakaan saja. Salam pak Vein" Carla


Carla langsung keluar dari ruang pengiriman dan pergi ke perpustakaan untuk beristirahat sambil melihat pemandangan di luar.


Tak lama Pangeran Gavin datang dan menghampiri Carla.


"Salam Putri Carla?" Pangeran Gavin


"Salam Pangeran Gavin, apa urusan mu sudah selesai?" Carla

__ADS_1


"Sudah putri, hanya sebentar saja" Pangeran Gavin


"Sepertinya suatu hal penting" Carla memiringkan kepalanya


Pangeran Gavin tersenyum manis dan menatap Carla.


"Tidak, bukan hal yang penting" Pangeran Gavin


"Apa kegiatan mu hari ini pangeran?" Carla


"Aku dan Pangeran Gary memiliki agenda melukis hari ini dan nanti malam latihan pidato di depan raja" Pangeran Gavin


"Ternyata padat juga jadwal mu" Carla


"Yaa~ mau bagaimana lagi? Aku dan Gary harus melakukan nya" Pangeran Gavin


"Tapi bukankah itu menyenangkan?" Carla


"Hanya orang yang berpikir positif saja yang akan menganggap itu menyenangkan" Pangeran Gavin


"Benar juga apa kata mu pangeran.." Carla


"Hari ini, apa jadwal mu?" Pangeran Gavin


"Hari ini jadwalku hanya kumpul sebagai keluarga, tidak ada arti raja dan ratu. Yaa~ seperti rakyat biasa. Kekeluargaan" Carla


"Itu lebih bagus dari jadwal ku" Pangeran Gavin


"Itu keputusan yang aku ambil dan disetujui oleh Pangeran Harris" Carla


"Aku ingin seperti itu, hanya saja aku rasa Gary tidak menyukai nya." Pangeran Gavin


"Iya, tidak semua menyadari hal seperti ini aku rasa" Carla


"Kalau begitu, aku pamit pergi dulu. Semoga hari mu menyenangkan" Pangeran Gavin


"Terima kasih" Carla


"Oh iya! Sebelumnya bolehkah aku memberimu sesuatu?" Pangeran Gavin


"Apa itu?" Carla


Pangeran Gavin mengeluarkan sebuah kalung dan menunjukkan nya di depan Carla. Carla tersenyum melihatnya.



"Itu sangat indah" Carla


"Kau menerimanya?" Pangeran Gavin


"Kau yakin akan memberikan itu padaku?" Carla


"Sangat yakin-" Pangeran Gavin menggantungkan kata-katanya dan mendekati Carla hendak memasangkan kalung itu.


"-karena selain kehadiranku disini untuk menemui raja Vincent, aku juga tak sengaja membawa ini anggap saja ini hadiah karena kau sudah siuman kembali-" Pangeran Gavin mundur ke tempat semula setelah selesai.


"-aku harap kau menyukainya." Pangeran Gavin tersenyum manis lagi.


"Terima kasih, aku sangat senang menerima hadiah ini." Carla


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu. Salam Putri Carla" Pangeran Gavin


"Salam Pangeran Gavin" Carla tersenyum saat Pangeran Gavin keluar dari perpustakaan.

__ADS_1


"Kalung yang indah" Carla bergumam dan kembali ke dalam kamarnya.


.... to be continued ....


__ADS_2