
Pertandingan dimulai, yang pertama adalah Pangeran Gavin, Pangeran Lynx, Pangeran Sean dan aku. Saat bendera diangkat kami semua berpacu dengan kuda, aku terus fokus dengan kudaku dan mengontrolnya. Entah kenapa aku ingin sekali memang di pelajaran ini apa karena ucapan Pangeran Gavin tadi membuatku jadi bersemangat.
Saat sudah sampai di garis finish aku tersenyum lebar, firasatku benar aku yang pertama menyentuh garis finish bersama kudaku disusul Pangeran Gavin, Pangeran Sean dan Pangeran Lynx.
Carla bertepuk tangan ria, bahkan aku sempat melihat dia berpelukan dengan Putri Lily. Aku tersenyum lebar menghampiri mereka berdua.
"Wah… Ternyata kau keren sekali yaa" Putri Lily
"Kau terlalu merendahkan aku" jawabku
"Yang tadi bagus" seru Carla
Aku memeluknya dan dia menepuk punggungku dan melepas pelukannya sambil tersenyum.
"Lakukan yang terbaik, sebisa mu" aku
"Pasti" Carla
Pertandingan terus dilanjut sampai saatnya Carla disandingkan dengan Putri Aura, Putri Ivy dan Putri Karen. Aku menatapnya dari tempatku berdiri.
(Wajahnya begitu serius) batinku
Saat bendera diangkat, Carla memacu kudanya dengan cepat. Bahkan tanpa aku sadari aku tersenyum.
"Nikmatilah saat ini" Pangeran Gavin
"Sebenarnya apa mau mu?" tanyaku
"Sederhana, hanya Carla yang aku mau" Pangeran Gavin
"Apa kau baru saja meminta istri orang lain?" aku
"Kalau kau tidak keberatan" Pangeran Gavin
Aku mengepalkan tangan ingin sekali aku pukul wajahnya tapi, aku berpikir kalau aku dengan Gavin berkelahi disini sangatlah buruk.
"Aku menahan emosi sejak dulu kau ingin merebut Carla dariku. Mungkin suatu saat aku bisa melampiaskannya, sekarang… Lakukan apa yang kau rencanakan. Aku tidak akan berhenti membuat Carla terus mencintai ku" aku
"Iya, biarkan kesempatan itu ada. Sampai nanti kau akan menyesal mengatakan ini jika suatu saat Carla pindah hati" Pangeran Gavin
(Carla tidak seperti itu) batinku
"Kau melihatnya?"
Aku langsung menoleh pasalnya Carla sudah datang menghampiri aku dan Gavin yang sedang mengobrol berdua.
"Apa itu?" aku
"Aku memenangkan pertandingan" Carla
"Wahh… Selamat! Aku ikut bahagia Putri Carla. Aku akui kau sangat hebat! Benar bukan?" Pangeran Gavin
"Hm… Tidak sehebat itu pangeran" Carla senyum malu-malu
"Bagus, aku ikut senang atas kemenangan mu" aku
"Terima kasih. Oh iya! Ayo kita lihat pertarungan Putri Lily sekarang" Carla
"Baiklah" jawabku
Carla dan aku fokus dengan pertandingan Putri Lily yang akan dimulai saat ini dan mengacuhkan Pangeran Gavin.
...~ ~ ~...
Pertandingan selesai, aku dan yang lainnya memutuskan untuk makan siang karena hari sudah sangat terang bahkan matahari ada diatas kepala.
__ADS_1
Tapi di saat makan aku merasa ada hal yang tidak ingin aku liat bahkan terjadi. Disaat aku duduk di samping Carla, Pangeran Gavin duduk disebelahnya saat ini.
"Ku akui berkuda mu sangat handal" Pangeran Gavin
"Bukankah kau sudah mengatakan itu berkali-kali bahkan saat setelah Pangeran Harris menikah" Carla
(Setelah Pangeran Harris menikah? Apa itu berarti Carla sudah dekat dengan Gavin lebih dahulu tanpa aku ketahui?) batinku
"Yaa… Aku mengatakan hal yang sejujurnya" Pangeran Gavin
"Hm… Makanlah, semua sudah hampir habis" ucapku dengan datar, Carla menoleh padaku dan dia langsung menghabiskan makanannya
(Setidaknya aku menghentikan pembicaraanmu dengan Carla) batinku
"Baiklah… Setelah makan, langsung kembali ke istana saja. Lagipula setelah ini pasti kalian semua ada acara benar bukan?" Pangeran Gavin
"Baiklah.." jawab Putri Ivy
Aku menghabiskan makananku dan menunggu Carla menyelesaikan makanannya.
...~ ~ ~...
Waktu terus berjalan, saat ini kami sibuk berkuda untuk sampai di rumah. Bahkan karena aku sedikit kesal Carla dibelakang bersama Lily yang sudah ku tinggal. Sengaja aku melakukannya lagipula Carla juga bukan putri yang lemah yang harus aku jaga terus-menerus.
Sampai di istana aku langsung menuju ke kandang kuda dan pengurus kudaku meletakkan di kandang. Aku mengelus-elus kudaku lalu pergi masuk ke istana.Aku berniat untuk sendiri sementara agar emosiku hilang pada Carla.
Tapi, entah kenapa dia selalu datang saat aku sedang sendirian. Bahkan saat ini dia memegang pundak ku lalu memelukku.
"Kau marah denganku? Atau kau cemburu dengan Pangeran Gavin karena mengajakku berbicara?" Carla
"Tidak" jawabku
"Tidak? Tapi kau mengatakan sebaliknya padaku" Carla
"Sudahlah aku mau mandi dulu" saat aku berdiri Carla menahan tanganku
"Setelah ini" aku terus melanjutkan langkahku menuju kamar mandi.
...~ ~ ~...
Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku mencari dimana Carla berada.
"Apa dia sudah mandi? Saat ini kan jam membaca pangeran dan putri. Apa dia pergi membolos?" gumamku
Aku pergi ke perpustakaan untuk mengikuti jadwal saat ini, ternyata saat aku masuk perpustakaan sudah ada Putri Carla dan Putri Lily. Mereka sibuk membaca bahkan tak menoleh sama sekali saat aku tiba.
Tak perlu berlama-lama, aku mengambil buku yang ingin aku baca lalu menarik kursi didepan Carla, duduk dan membaca bukunya langsung.
(Aku tidak fokus, kenapa seakan dia yang marah bukan aku?) batinku
"CK" aku berdecak keras dan mengganti posisi yang nyaman untuk membaca, aku menoleh pada 2 insan perempuan di dalam perpustakaan. Mereka bahkan tidak bergerak bahkan menoleh.
Aku membuat sedikit kegaduhan, dengan menendang kaki meja, bergumam, dan bersenandung.
"Kau kenapa?" Putri Lily buka suara, aku menoleh padanya dan menatapnya
"Bukan masalahmu" aku
"Lalu apa masalahmu?" Carla angkat suara dengan suaranya yang datar membuat ku menoleh
"Sebenarnya kalian kenapa? Kenapa diam?" aku
"Ini perpustakaan bukan tempat untuk menyanyi kan? Jadi aku rasa kau tau kenapa kita diam" Putri Lily
"Biasanya kalian menoleh ketika ada orang masuk" aku
__ADS_1
"Untuk apa? Sekarang waktunya membaca" Putri Lily kembali fokus pada bacaannya, aku menoleh pada Carla dan dia menutup wajahnya dengan buku.
Aku menarik bukunya dia langsung menatapku dengan tatapan datar seakan ingin menerkam ku setelah ini.
"Kenapa kau diam? Bukankah seharusnya aku yang diam karena kesal denganmu?" aku
"Masih ingat Putri Lily bilang apa tadi?" Carla
"Kalian menyebalkan, ada apa sih?" aku
"Kakak yang kenapa?" Putri Lily buka suara bahkan dia berjalan mendekati aku dan Carla
"Apa maksudmu?" aku
"Kalau kakak punya masalah bilang saja dengan Putri Carla jangan diam saja, marah boleh, diam boleh setidaknya kau kasih tau Putri Carla agar dia tau dimana letak salahnya. Walaupun sebenarnya Putri Carla sudah tau nantinya" Putri Lily
"Kalau dia tahu kenapa tidak minta maaf?" singgung ku
"Bagaimana aku bisa minta maaf? Saat aku membujuk mu saja kau menghindar" Carla
"Kau bilang sudah tau salahnya dimana" aku
"Walau begitu, biarkan semuanya jelas. Aku mau kau mengatakannya sendiri bukan dari persepsi atau opini ku" Carla
"Tapi aku terlanjur kesal" aku
"Huh… Ternyata masih punya istri juga sifatnya sama" ledek Putri Lily
Aku berdiri dan mempiting lehernya, tidak kencang sih tapi berhasil membuat Putri Lily kesal.
"Kau bilang apa?? Kau berani meledekku sekarang ya?" aku
"Kau itu menyebalkan, masih seperti anak-anak rupanya." Putri Lily
"Wajar kan kalau lelaki itu jadi seperti anak-anak jika bersama orang yang dia sayang?" aku
"Ayah tidak begitu" elak Putri Lily
"Eh sudah sudah… Kasian Putri Lily" Carla berusaha mencegahku
"Biarkan anak ini kapok" aku
Brak
"Aiden? Apa yang kau lakukan? Ada apa ini?"
Aku menoleh mendengar suara berat itu, ayahku datang disaat yang tidak tepat.
"Hanya masalah kecil raja" Carla
"Bukankah seharusnya kalian membaca?" Raja Maverick
"Seharusnya, tapi pangeran satu ini membuat gara-gara" Putri Lily
"Kau yang buat gara-gara" elak ku
"Kalian ternyata masih suka bercanda yang tidak-tidak. Sudah! Aku kesini ingin mengecek kalian ternyata malah bertengkar disini. Lanjutkan membaca kalian!" tegas Raja Maverick
"Baik raja.." ucapku dan yang lainnya
"Sudah, ayo lanjut lagi" Carla
Aku kembali ke tempat duduk ku seperti semula dan membaca bukunya.
...•...
__ADS_1
...•...
.... to be continued ....