
Mentari pagi bersinar terang, Carla dan keluarga sedang sarapan bersama di meja makan saat ini.
"Makanlah ini" Putri Abella memberikan Carla potongan buah apel
"Terima kasih" Carla
"Ini juga, minumlah" Putri Abella
Carla hanya menatap perlakuan Putri Abella bisa dibilang dia lebih memperdulikan Carla ketimbang suami disampingnya saat ini.
"Tidak apa apa putri, aku bisa sendiri. Kasihan Pangeran Harris" Carla
"Aku hanya ingin memastikan kau makan dengan baik, karena ini masa pemulihan bukan?" Putri Abella
"Baiklah, terima kasih kalau begitu. Kau tidak perlu repot-repot putri" Carla
"Biar aku saja putri!" teriak seseorang
Semua menoleh kecuali raja dan ratu karena mereka sudah tau kalau orang itu akan datang, siapa lagi kalau bukan Pangeran Aiden.
"Salam raja, ratu, Putri Abella, pangeran, dan Putri Carla.." sapa Pangeran Aiden
"Salam, silahkan duduk pangeran. Bergabunglah" Raja Vincent
"Tumben kau kesini pagi sekali" Pangeran Harris
"Hanya ingin tetap memastikan kalau adikmu baik-baik saja" Pangeran Aiden
Semua tersenyum mendengar jawaban Pangeran Aiden, lalu Carla yang menyadari hal itu langsung mengalihkan suasana.
"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu kesini" Carla
"Apakah aku salah datang sepagi ini untuk menemui mu putri?" Pangeran Aiden
"Salah" Carla
Pangeran Aiden menaikan 1 alisnya dan tersenyum setelahnya.
"Kau datang saat jam sarapan. Bisakah setelahnya atau lain kali" Carla melanjutkan makannya kemudian, Pangeran Aiden menarik kursi untuk duduk di samping Carla.
"Aku kan datang kesini juga karena raja setuju" Pangeran Aiden
Carla menoleh pada ayahnya kemudian dia memberikan tatapan bertanya-tanya.
"Pelayan! Berikan calon menantu kita ini sarapan!" Raja Vincent
"Apa?! Calon menantu?" Carla
"Kenapa kau terkejut putri? Bukankah kalian memang akan menikah?" Putri Abella
"Sudahlah...aku sudah kenyang" Carla berdiri dari duduknya dan berjalan perlahan keluar istana untuk pergi ke kolam ikan kesayangannya, melihat Ofish.
"Oh lihatlah kalian harus sarapan pagi ini" Carla
__ADS_1
"Berikan aku makanan"
Pelayan langsung memberikan pakan ikan ditangan Carla untuk diberikan pada ikan-ikan kesayangan nya.
Saat memberikan makan, dia melihat ada ikan yang tak bergerak. Dia menyenggolnya ternyata salah satu ikannya sudah mati.
Ofish adalah nama panggilan untuk semua ikan yang ada didalam kolam kesayangan Carla. Jadi, dia tidak memberikan nama satu persatu pada ikannya hanya 1 nama untuk semua ikan.
"Bagaimana bisa ikan ku mati? Apa tidak ada yang merawatnya??" teriak Carla
"Maaf Putri Carla" jawab para pelayan istana yang ada disekitar kolam.
"Ambil ikan itu dan berikan padaku. Aku yang akan menguburnya." Carla
"Baik tuan putri!" pelayan
Setelah selesai diambil, Putri Carla meminta kain setelah sudah diambilkan dia pergi ke taman belakang istana untuk mengubur salah satu ikannya.
Carla menggali tanah sendiri dan menguburkannya, setelah itu langsung menutupnya dengan tanah. Dia mencari bunga kemudian diletakkan diatas kuburan ikan tersebut.
"Sayang sekali kenapa kau harus mati? Kau meninggalkan aku dan teman-teman mu yang lainnya. Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu dengan baik, Ofish." Carla
"Apa yang kau lakukan Putri Carla?" Pangeran Aiden
Carla berdiri kemudian membalikkan badannya ke belakang lalu Pangeran Aiden mendekat dan mereka berhadapan dengan jarak sekitar 50 cm saja.
"Apa urusanmu pangeran?" Carla
"Apa salah jika aku mengetahui apa yang dilakukan calon istriku?" Pangeran Aiden
"Aku tau kau tersipu malu, sudah terlihat. Jadi, tak perlu menghindar jika aku mengatakan hal seperti itu. Karena memang kenyataannya kaulah yang akan jadi istriku nanti" Pangeran Aiden
"Sejak kapan kau jadi banyak bicara seperti ini hah?" Carla
"Aku seperti ini karena dirimu, aku banyak omong karena dirimu. Kau menyiksaku sehingga aku menjadi seperti ini" Pangeran Aiden
"Terserah kau saja deh.." Carla hendak berjalan tapi tangannya ditahan oleh Pangeran Aiden masih dengan posisi yang sama.
"Kami semua sepakat, kalau pernikahan kita akan dilaksanakan 5 hari lagi." Pangeran Aiden
Carla terdiam sesaat lalu berbalik dan berdiri di depan pangeran Aiden
"Siapa yang menyetujui nya?!" tegas Carla
"Aku, keluargamu dan keluargaku" Pangeran Aiden
"Kau membuat keputusan yang bahkan aku belum tau seperti apa dan aku tidak menyetujui, jadi pernikahan itu belum bisa terjadi!" ketus Carla
Carla kembali berjalan tapi tangannya ditahan lagi.
"Untuk apa aku kesini menemui mu jika bukan untuk menanyakan tentang kesepakatan itu. Jadi, bagaimana kau setuju?" Pangeran Aiden
"Aku tidak tau apa yang terjadi padamu sekarang, kau tau aku sedang marah dan kesal tapi, kau malah menanyakan hal yang membuat aku marah. Kau tidak sadar?" Carla
__ADS_1
"Kalau boleh aku mengatakannya aku akan bilang, aku tidak sadar. Karena aku ingin pernikahan ini terjadi karena aku sungguh-sungguh mencintaimu putri" Pangeran Aiden
"Terserah! Biarkan aku pergi" Carla
"Tapi kau akan menjawabnya kan?" Pangeran Aiden
"Kalau aku ingat, berdoa saja agar aku lupa." Carla
Pangeran Aiden melepaskan tangan Carla yang berjalan menjauh. Dia terus tersenyum melihat Carla yang semakin lama menjauh itu.
(Jangan salahkan aku jika seperti ini, karena kehadiran mu lah aku seperti ini Putri Carla) batin Pangeran Aiden
"Lagipula kenapa Carla menolak pangeran tampan seperti ku?" gumam Pangeran Aiden tidak sengaja
"Pahamilah kalau wanita itu mudah berubah suasana hati, Pangeran Aiden. Dia belum menyadari kalau kau tampan saat ini karena tersulut emosi."
Bibi Aiv datang menjawab pertanyaan yang tak sengaja Pangeran Aiden ucap kan tadi.
"Salam pangeran…" bibi Aiv
"Salam bibi.." Pangeran Aiden
"Apakah benar kalau kalian akan menikah 5 hari lagi?" bibi Aiv
"Jika Carla setuju, maka pernikahan itu akan terjadi bi" Pangeran Aiden
"Aku percaya, kalian akan menikah pangeran..." bibi Aiv
"Semoga saja bi" Pangeran Aiden
"Jika memang kau menjadi suami Carla nantinya, apa kau sudah bersedia sejak sekarang untuk menerima kekurangan nya? Apapun itu pangeran?" bibi Aiv
"Iya bi, aku sudah menerima sejak perjodohan ini dimulai" Pangeran Aiden
(Bagaimanapun juga aku percaya kau bisa menjaga Carla) bibi Aiv
"Bolehkah aku bertanya 1 hal padamu pangeran? Mungkin agak aneh dan membuatmu tersinggung. Tapi aku harus menanyakan nya" bibi Aiv
"Apa itu bi?" Pangeran Aiden
"Jika kalian sudah menikah tapi bukan kau pangeran yang digariskan untuk Carla tetapi pangeran lain yang digariskan. Kau akan melakukan apa?" bibi Aiv
"Bi... Jika memang hal itu demi kebahagiaan Putri Carla, demi hidupnya... Aku akan merelakan itu walaupun dia harus bercerai denganku" Pangeran Aiden
"Kenapa kau mau melepaskan orang yang kau sayang?" bibi Aiv
"Aku tidak mau egois bi, aku tidak mau memikirkan perasaanku sendiri. Aku juga harus memikirkan kebahagiaan dan perasaan Carla. Karena begitu aku menikahinya hidup Carla menjadi tanggung jawabku sepenuhnya" Pangeran Aiden tersenyum tulus
(Tidak salah raja dan ratu memilihmu Pangeran Aiden) batin bibi Aiv
"Baiklah, aku sudah mendapatkan jawabannya. Maaf pangeran aku harus pergi karena ada urusan sebentar. Salam pangeran..." bibi Aiv
"Salam bi..." Pangeran Aiden
__ADS_1
.... to be continued ....