Putri Carla

Putri Carla
Part 47


__ADS_3

Carla dan Aiden sudah menghadap kepada raja dan ratu mereka hanya perlu mengatakan tentang kehamilan Carla namun tidak satupun dari mereka yang mengatakannya.


"Jadi kalian ingin mengatakan apa?" Tanya Raja Vincent


"Jadi raja…"


"Aku hamil" potong Carla


"Kau hamil? Sungguh?! Benarkah ini?" Tanya Ratu Ellena yang langsung berdiri dari kursi yang dia duduki


"Iya ibu, aku sedang mengandung saat ini" Ucap Carla


Ratu Ellena langsung memeluk Carla dengan erat dan Raja Vincent memeluk Aiden dan mereka saling berbahagia satu sama lain.


"Cucu kedua ku" Ucap Ratu Ellena


"Selamat untuk mu nak…" Raja Vincent


"Terima kasih raja…" Aiden


Kemudian Raja Vincent memeluk Carla dan Ratu Ellena memeluk Aiden.


"Jagalah kondisi tubuhmu, jangan terlalu lelah. Minta tolonglah pada Pangeran Aiden kalau kau merasa kesulitan. Ikuti perkataan Raja Maverick." Raja Vincent


Carla mengangguk dan mereka saling melepas pelukan masing-masing.


"Dan yang terpenting, ibu bangga karena akan ada penambahan anggota kerajaan lagi" Ratu Ellena


"Aku pun senang juga ratu, karena penerus ku dan Carla akan hadir" Aiden


"Semoga hubungan kalian terus akur" Raja Vincent


Mereka mengobrol ria dan dapat banyak saran dari Ratu Ellena dan Raja Vincent di ruang singgasana. Maklum karena ini anak pertama bagi Carla dan Aiden.


Saat keluar dari ruang singgasana, Carla berpikir kalau dia memang membutuhkan Aiden di kondisi kehamilannya saat ini. Namun, melihat wajah Aiden saja dia tidak mau. Jadi, Carla tidak bisa melawan hormon nya ini.


"Kalau aku membutuhkan mu kau mau membantu ku?" Tanya Carla pada Aiden yang sedang duduk di halaman tengah istana


"Tentu saja, kau istriku" Aiden 


"Walaupun aku tidak mau menatap wajahmu?" Tanya Carla lagi


Aiden mengangguk pasti "Ada apa? Aku paham dengan kondisimu, aku tidak memaksa. Namun, kalau kau membutuhkan ku aku akan tetap membantu. Walaupun sampai kau mendorong atau mengusirku" Aiden


"Aku tidak akan mengusirmu atau melakukan hal hal seperti itu. Tidak mungkin." Carla


"Aku hanya mengumpamakan saja, sejahat apapun kau nanti. Kalau kau memang butuh bantuan akan ku bantu, begitu istriku. Kau paham?" Aiden


"Istriku apanya" kesal Carla


"Jadi selain tidak melihat wajahku, kau juga tidak mau di rayu. Baiklah…" Aiden menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi dan melihat ke sekeliling istana Rumpelstiltskin yang sudah terlihat sangat ramai. 


"Apakah benar Putri Aura hamil?" Tanya Carla dan membuat Aiden terkejut dengan pertanyaan istrinya tersebut.

__ADS_1


"Kau percaya itu?" Aiden


Carla menggeleng tipis "Entah, aku bertanya padamu untuk memastikan"


"Bukankah aku selalu di dekatmu? Jadi bisakah kau menyimpulkan Putri Aura hamil sungguhan?" Aiden


Carla mengangkat kedua bahunya "Mana ku tahu, ular kan punya banyak cara untuk dirinya sendiri. Apapun itu akan di lakukan" Carla


"Ular? Aku suka sebutan itu" Aiden


(Selama aku mengandung apakah ada bahaya yang akan aku hadapi? Dan sampai sekarang aku belum mengetahui apa ini benar atau tidak. Aku menikahi Aiden dan sudah punya calon anak… Namun aku ingat, kalau aku menikahi orang yang salah, bukankah itu yang disampaikan jubah hitam saat itu?) batin Carla sambil memegangi perutnya yang datar.


Aiden yang melihat hal itu, memajukan tubuhnya dan hendak menyentuh perut Carla namun langsung ditepis Carla.


"Jangan sentuh!" Carla


"Aku ayahnya, aku tidak boleh menyapa dia?" Aiden


"Belum" Carla


"Belum? Lalu kapan?" Aiden


"Sampai aku mengizinkannya" Carla


"Ya sudah, iya istriku yang paling cantik" Goda Aiden


"Diamlah…" Ketus Carla


"Aku ingin pulang" Carla


"Pulang? Ya sudah, ayo pulang" Aiden menggandeng tangan Carla namun Carla langsung melepasnya


"Jangan di pegang!" Ancam Carla dan dia langsung pergi begitu saja


"Takdir seperti apa lagi ini…" Keluh Aiden dan berjalan menyusul Carla.


...🍁...


Sesampainya di istana, Carla langsung duduk di ranjang dan Aiden duduk di samping Carla. Dengan gerakan cepat, Carla meletakkan bantal di tengah dirinya dan Aiden duduk.


"Sebegitunya kah kau membenciku?" Aiden


"Entah, aku juga tidak tahu" Carla 


"Jelaskan apa yang kau rasakan" Aiden beralih duduk menghadap ke Carla dan memasang pendengaran dengan baik.


"Setiap aku melihat wajahmu aku merasa ingin memukul wajahmu, setiap kau menyentuhku rasanya aku seperti ingin mendorongmu, setiap kau merayuku rasanya aku ingin muntah. Dan setiap kau mendekatiku aku seperti ingin menendang mu agar kau menjauh. Begitu yang aku rasakan" Ucap Carla dengan nadabyang santai namun penuh penegasan yang membuat Aiden menghela nafas mendengar ucapan Carla.


"Kau menganggap aku seperti penjahat" Aiden


"Itulah yang diinginkan…" Carla mengusap perutnya dan memberikan senyum datar "…bayiku"


"Bayiku juga" Aiden

__ADS_1


"Terserahlah, aku akan menginap di kamar Putri Lily" Carla langsung keluar dari kamar meninggalkan Aiden dan berjalan ke kamar Putri Lily.


Saat sudah mengetuk pintu, keluarlah Putri Lily sambil memegang vas bunga ditangannya.


"Putri Carla?" Putri Lily


"Apa aku menggangu mu putri?" Carla


"Tidak, silahkan masuk…" Putri Lily


Carla masuk dan Putri Lily menutup pintu kamarnya.


"Oh iya! Selamat atas kehamilan mu Putri Carla, ayah memberitahu ku tadi siang. Namun kau sedang berada di Rumpelstiltskin jadi aku baru mengucapkan sekarang" Putri Lily tersenyum lebar


"Tidak apa-apa, terima kasih Putri Lily" Carla


"Wah… Tidak sabar menunggu keponakan ku yang cantik atau tampan ini" Putri Lily bertepuk tangan riang


"Cantik dan baik sepertimu" Carla


"Jangan terlalu berlebihan, aku tidak seperti itu. Oh iya, ada perlu apa kau kemari putri? Apa kau merasa kesulitan?" Putri Lily


"Apakah aku boleh mengajukan 1 permintaan padamu? Ini hanya sebentar saja sampai semua berjalan normal kembali" Carla


"Tentu saja, apa itu tuan putri?" Putri Lily


"Bolehkah aku tidur disini bersama mu?" Carla


"Tidur bersamaku? Kau yakin? Ada apa dengan kakak?" Putri Lily


"Kau tau, aku hamil dan yaa… Aku tidak ingin tidur bersama Aiden" Carla


"Ahh iya aku paham, tapi kenapa denganku? Bukannya aku tidak mengizinkan, tapi kenapa kau tidak mengambil kamar yang besar di istana ini?" Putri Lily


"Naluriku hanya mengatakan aku akan menginap denganmu tuan putri, apakah itu mengganggu mu?" Carla


"Tentu tidak, namun… Kau yakin?" Putri Lily


"Iya, aku yakin sekali" Carla


"Baiklah, silahkan. Kapan pun kau mau Putri Carla" Putri Lily


"Terima kasih Putri Lily" Carla tersenyum lebar pada Putri Lily.


Akhirnya Carla mantap dengan keputusannya untuk tidur bersama Putri Lily sampai Carla membaik pada suaminya. Carla tau perkataan tadi kejam namun memang seperti itu yang dia rasakan.


Aiden terasa menyebalkan baginya saat ini, Carla juga berharap hal ini tidak terjadi begitu lama. Dia juga menaruh rasa kasihan pada suaminya saat ini.


...•...


...•...


.... to be continued ....

__ADS_1


__ADS_2