
**Perhatian! ini penting banget jadi mohon dibaca. kalau kalian menemukan typo tolong komen ya, biar bisa aku revisi secepatnya. terima kasih.
...× × ×**...
"Salam Raja Harris… Ratu Abella" sapa Aiden
"Salam Pangeran Aiden" Jawab Raja Harris
"Kalian datang lebih cepat dari yang saya perkirakan Yang Mulia" Aiden
"Apa hal itu mengejutkan mu pangeran?" Ratu Abella
"Tentu saja tidak, aku hanya memperkirakan kedatangan kalian. Namun Elio memaksa menunggu kalian di depan istana kami tidak bisa menahannya" Aiden
"Elio adalah pangeran yang sempurna, kalian mendidiknya dengan sangat baik" Ratu Abella
"Terima kasih, Putri Quely juga sangat cerdas" Aiden
"Yaa… Aku masih harus mengajarkan banyak hal padanya" Ratu Abella
"Mereka akan mengerti dengan sendirinya" Aiden
"Dimana Carla? Aku tidak melihatnya sejak tadi" Raja Harris
"Dia sedang berada di ruang makan" Aiden
"Benarkah itu? Yang Mulia Ibu Carla ada di ruang makan?" Tanya Quely
"Iya tuan putri, dia sedang di ruang makan menyiapkan makanan yang banyak untuk mu" Ucap Aiden
"Sungguh?! Ibu… Aku ingin ke ruang makan menemui Yang Mulia ibu Carla, boleh ya?" Quely
"Tidak sayang, kita harus menemui Raja Maverick terlebih dahulu" Ratu Abella
"Benar kata ibu ratu, kau harus menemui kakek ku lebih dahulu Putri Quely" Sahut Pangeran Elio
"Namun, setelah aku bertemu dengan Raja Maverick aku diizinkan menemui Yang Mulia ibu?" Quely
"Iya, nanti kau boleh menemui Ibu Carla" Ratu Abella.
"Kau mau aku temani?" Pangeran Elio
"Tidak perlu, kalau kau bersamaku kau pasti melarangku makan apapun" Kesal Quely
"Agar kau tidak gemuk seperti ini" Pangeran Elio memekarkan kedua tangannya dan menggembungkan kedua pipinya sambil bertingkah seperti orang gemuk.
Quely tertawa kencang dan semua pun ikut tertawa.
"Kau pandai melucu Pangeran Elio" Raja Harris
"Ayah mengajariku Yang Mulia" Elio
Aiden langsung tersenyum kikuk sambil menatap Elio.
"Benarkah? Berterima kasihlah pada ayahmu karena kau bisa menjadi penghibur kejenuhan kami" Raja Harris
"Aku selalu berterima kasih dengan ayah" Elio
"Anak pintar. Baiklah, mari bertemu dengan Raja Maverick" Raja Harris
Semua berangkat menuju ruang singgasana dimana tempat Raja Maverick duduk. Sesampainya disana, keluarga Raja Harris memberi hormat pada Raja Maverick.
"Salam Raja Maverick" Raja Harris
"Salam Raja Harris, senang bertemu dengan kalian" Raja Maverick
"Bagaimana keadaan Corvus akhir-akhir ini Yang Mulia?" Raja Harris
"Ya mungkin terlihat baik-baik saja, namun banyak yang harus aku pikirkan. Bagaimana dengan Rumpelstiltskin?" Raja Maverick
__ADS_1
"Tidak berbeda dengan Corvus Yang Mulia" Raja Harris
"Lakukanlah tugas mu dengan benar" Raja Maverick
"Tentu Yang Mulia" Raja Harris
"Bagaimana kabar ayah dan ibumu Raja Harris?" Raja Maverick
"Mereka baik-baik saja, terlebih saat ini kami punya sang penghibur Quely. Dia banyak bertingkah" Jelas Raja Maverick
"Tak berbeda dengan Pangeran Elio, sepertinya kalian punya banyak kesamaan" Raja Maverick
"Dan mereka pun dekat satu sama lain" Raja Harris
"Bagus kalau begitu. Bagaimana kabar keluargamu di istana Catasthrope, Ratu Abella?" Raja Maverick
"Mereka baik-baik saja Yang Mulia, kami masih sering bertukar kabar dan mengunjungi istana sesekali" Ratu Abella
"Kami sudah semakin tua dan akan digantikan oleh kalian-kalian anak kami sendiri. Jadi, sudah jarang sekali untuk bertemu satu sama lain" Raja Maverick
"Kalau begitu, Yang Mulia berkunjung lah ke istana ibu" Sahut Quely membuat Raja Maverick tertawa
"Haruskah aku pergi?" Raja Maverick
"Tentu! Akhir-akhir ini di istana ibu banyak sekali makanan. Kau akan menyukainya Yang Mulia" Quely
"Baiklah, kalau aku punya banyak waktu. Akan kupastikan berkunjung ke istana ibu mu. Setuju?" Raja Maverick
"Setuju!!" Quely bertepuk tangan riang
"Hanya makanan yang dia pikirkan" Ratu Abella
"Anak-anak seperti mereka masih senang makan, jangan halangi apa yang mereka inginkan selagi itu baik" Raja Maverick
"Terima kasih sarannya Yang Mulia Raja Maverick" Ratu Abella
"Aku harus memberi saran untuk kalian ke depannya, walaupun aku bukan orang tua kandung kalian" Raja Maverick
"Yang Mulia Raja Maverick" Panggil Quely dengan halus
"Iya? Ada yang bisa aku bantu Putri Quely?" Raja Maverick
"Bolehkah aku pamit untuk bertemu Ibu Carla?" Quely
"Tentu saja, kau boleh pergi. Apa perlu aku menyuruh Pangeran Elio menemanimu?" Raja Maverick
Quely menggeleng dengan cepat dengan menampakkan wajah yang cukup masam.
"Pangeran Elio akan melarang ku makan makanan kesukaan ku Yang Mulia. Aku bisa pergi sendiri menemui Ibu Carla" Quely
"Hahaha… Baiklah. Kau boleh pergi tuan putri" Raja Maverick
"Terima kasih Yang Mulia Raja Maverick, aku pergi dahulu" Quely memberi hormat kemudian berjalan keluar ruang singgasana.
"Kalian bersantai lah" Raja Maverick
"Baik Yang Mulia, kami permisi dahulu" Raja Harris dan Putri Abella memberi salam kemudian mereka keluar dari ruang singgasana.
...🍁...
Sementara disisi lain, Quely berjalan menuju ruang makan. Namun di tengah perjalanannya Elio mengejutkannya, alhasil Quely menangis kencang karena keusilan Elio.
"Sstt... Jangan menangis. Kenapa kau menangis?" Elio
"Kau jahat!!" Quely
"Aku tidak menjahili mu, sungguh! Darimana jahat ku?"
Tanya Elio dengan polosnya, padahal mengejutkan Quely tadi termasuk hal yang jahil, namun dia tidak mengakui.
__ADS_1
"Kau baru saja mengejutkanku! Aku terkejut kemudian takut. HUAAAAA" Tangis Quely semakin membesar
Elio langsung memeluk Quely dan menepuk-nepuk punggungnya. Dia melakukan itu persis seperti yang sudah diajarkan kedua orang tuanya.
"Maafkan aku ya, aku tidak tahu kalau kau akan menangis karena hal itu. Jangan beritahu raja dan ratu. Nanti aku kena marah oleh ibuku dan ayahku, mengerti?" Ucap Elio
"Aku tetap akan memberitahu ibu dan ayahku! Kau jahat!" Quely
Elio panik seketika, dia melepas pelukannya kemudian menurunkan tangan Quely perlahan karena dia tutupi wajahnya saat menangis.
"Kau ingin bertemu ibuku bukan? Aku baru saja dari sana. Dia benar-benar menyiapkan banyak makanan untuk kita. Kau mau? Disana ada kue tart stroberi" Elio
"Sungguh??" Tanya Quely mengakhiri tangisannya
"Iya" jawab Elio dengan mantap, padahal dia belum ke ruang makan sejak tadi.
"Aku mau! Bisakah kita pergi kesana?" Quely
"Akan aku antar putri.." Elio mengantar Quely menuju ruang makan istana Corvus.
Sampai disana, tidak ada keberadaan Putri Carla dan itu membuat Quely kecewa. Menyadari hal itu Elio langsung menghiburnya lagi.
"Ayo duduk dan makan kue tart nya" Elio
Mereka berusaha untuk duduk di kursi tinggi ruang makan istana. Dan semua itu terbayar ketika sudah sampai di atas kursi menatap makanan yang begitu banyak.
Namun, masalah selanjutnya adalah... Kue tart stroberi itu tidak ada. Elio yang mengerti Quely akan bertanya sebentar lagi dia mencari cara untuk mengalihkan perhatian Quely dari tart stroberi.
"Aku tidak melihat kue tart nya. Kau berbohong padaku pangeran?" Quely
"Yaa jujur saja, aku tidak tahu kalau kue tart nya tidak ada. Kau mau yang lain?" Elio
"Tidak! Aku mau kue tart nya" Quely
"Kau tidak tahu? Buah stroberi sedang jarang aku temui akhir-akhir ini. Jadi, pelayan istana membuat...." Elio mengedarkan pandangan matanya menatap semua makanan yang sekiranya menarik dan enak untuk dimakan Quely.
Lalu, matanya tertuju pada makanan favoritnya, roti dengan selai vanila. Dia meraih piring itu dan menyodorkannya pada Quely dengan perasaan ragu karena takut Quely suka dan dia menghabiskan nya.
"Apa ini?" Quely
"Ini adalah roti vanila. Kau belum mencobanya? Rasanya lebih enak dari stroberi. Dia sangat manis" Elio
"Benarkah ini manis?" Quely
"Tentu? Aku menjamin ini lebih enak dari tart stroberi" Elio
"Baiklah... Akan aku coba" Quely
Dia mengambil satu lembar roti dan dimasukkan kedalam mulutnya. Quely tidak berhenti tersenyum karena apa yang dikatakan Elio itu benar. Ini lebih manis dari stoberi.
"Kau suka?" Tanya Elio, Quely mengangguk dan mengambil satu lebar roti lagi.
"Kau benar pangeran, aku rasa ini jadi makanan kesukaan ku." Quely
"Hmm... Boleh aku minta satu?" Elio
Quely mengangguk lalu berseru "Tentu, ayo makan bersama!!"
Ditengah-tengah keasyikan makan, Elio berinisiatif untuk menanyakan hal tadi.
"Kau tidak akan melaporkan aku pada raja dan ratu bukan?" Elio
"Tidak" Jawab Quely dengan cepat
Hal itu membuat Elio tenang karena dia selamat dari insiden pengaduan itu.
•
•
__ADS_1
. to be continued .