
Kegiatan pagi ini di Corvus adalah sarapan pagi dilanjutkan kemah diluar istana dan berburu, sedangkan kegiatan seluruh kerajaan hari ini adalah pelatihan Crown Princess.
Carla sudah bersiap menggunakan pakaian untuk berkemah dan berburunya dengan Aiden, sedangkan Putri Lily dengan kegiatannya sendiri.
"Kau yakin ingin ikut kegiatan ini?" Aiden
Carla mengangguk mantap "Emangnya kenapa?"
"Kau sedang hamil" Aiden
Carla menunjuk perutnya dan menatap Aiden dengan tatapan datar.
"Kau lihat? Masih rata" Ucap Carla dengan malas sedangkan Aiden hanya tersenyum
"Baiklah, katakan kalau kau butuh bantuan nantinya" Aiden
"Iya" Carla mengangguk
Aiden dan Carla berjalan memasuki hutan dan mencari tempat untuk mendirikan tenda. Namun, ditengah perjalanan Carla sudah tak beraturan nafasnya. Dia langsung duduk dan Aiden masih terus berjalan begitu saja.
"Aiden!" Panggil Carla
Aiden langsung menoleh dan menghampiri Carla yang sudah duduk di tanah.
"Lelah? Mau makan?" Aiden dan Carla mengangguk
"Cape, tau gitu aku ikut kegiatan Putri Lily saja tadi" Carla, Aiden tertawa mendengarnya
Carla memakan buah anggur dengan santai, dan Aiden ikut duduk melihat istrinya makan.
"Kau menyesal?" Aiden
Carla menggeleng "Tidak"
"Tadi kau bilang lebih baik ikut Putri Lily" Aiden
"Memang, namun... Aku berpikir bagaimana mungkin aku meninggalkan suamiku berkemah sendiri?" Carla
Aiden langsung mengusap kepala Carla dan tersenyum.
"Kapan kau bersikap seperti semula lagi?" Aiden
"Entahlah, aku tidak tahu. Kenapa?" Carla
"Aku merasa kesepian karena kau memilih tidur di kamar Putri Lily, ditambah kau tidak mau melihatku. Apakah bayi itu perempuan?" Tanya Aiden
"Entahlah, mungkin perempuan" Carla
"Dia pasti cantik" Aiden
"Tentu, seperti ku bukan?" Carla
Aiden menggeleng "Tidak, seperti adikku"
Carla hanya menghela nafas dan kembali makan anggur ditangannya. Namun, dia melirik Aiden yang hanya melihatnya makan, Carla mengambil 1 buah anggur dan menyuapi Aiden.
"Makan ini" Ucap Carla, dan Aiden langsung memakannya.
"Aku kasihan denganmu" Carla
Aiden hanya tersenyum manis melihat tingkah istrinya yang sibuk makan.
"Sudah?" Aiden
__ADS_1
Carla mengangguk dan berdiri tanpa bantuan Aiden, padahal Aiden sudah mengulurkan tangannya. Tak lama Aiden sudah mendapatkan tempat yang bagus untuk mendirikan tenda dan Carla mendekati Aiden tanpa sebab.
"Butuh sesuatu?" Tanya Aiden
Carla mengangguk "Makanan"
Aiden hanya senyum tipis dan memberikan Carla kentang rebus.
"Kau tidak makan?" Carla, dan Aiden menggeleng kemudian menyiapkan diri untuk berburu.
"Tunggu disini" Aiden pergi untuk berburu sedangkan Carla masih menyantap kentangnya
"Apa aku terlalu menjadi beban untuknya? Ku rasa iya, namun tidak. Karena aku memang begini bukan?" Gumam Carla
Carla mengambil busur panah yang ada di dalam tenda, dan berjalan menyusul Aiden.
"Aku... Harus... Hati-hati, karena... Ada... Calon... Anakku" Ucap Carla saat menuruni jalanan perlahan lahan
Dan saat sudah mantap berpijak, dia melihat hewan buruan dan langsung menarik busur panahnya dan langsung dia lepaskan anak panah tersebut telat mengenai sasaran.
"Wah... Aku mendadak ingin daging rusa" Gumam Carla
Seketika Carla berdiam diri, kemudian melihat pergelangan tangannya yang masih terbungkus kain dengan rapi.
"Tanda ini masih belum hilang, sementara ini aku tidak dalam bahaya. Apa karena bayiku ini?" Gumam Carla
Carla memutuskan untuk pergi ke tempat dulu ia bertemu dengan si jubah hitam. Carla duduk di pinggir sungai dengan perasaan was-was karena bahaya bisa datang kapan saja.
"Dia menepati janjinya, pertemuan terakhir kita adalah kala itu" Carla menatap ke sebrang sungai
"CARLA!!"
Carla menoleh saat Aiden memanggilnya, Carla langsung berlari kecil dan memeluk Aiden. Hal itu membuat Aiden bingung dan membalas pelukan Carla.
"Entah aku hanya khawatir dengan anak kita" Carla
"Khawatir karena apa?" Aiden
"Aku takut bahaya mendatanginya" Carla
"Dengar... Itu tidak akan terjadi pada anak kita. Jangan berpikir yang tidak-tidak" Aiden
"Aku berharap begitu juga" Carla
"Sekarang kita pulang saja" Aiden
Carla menjauhkan tubuhnya dari Aiden dan berjalan mendahului.
"Carla tunggu!" Aiden mengejar Carla dan berkemas untuk kembali pulang ke istana Corvus.
...🍁...
>> Istana Flower Dainty <<
Seluruh putri kerajaan sudah datang, dan Carla terkejut dengan bentuk tubuh Putri Aura dari samping. Perutnya tampak lebih besar yang membuat Carla tidak fokus dengan kegiatannya malam ini.
Dia memegang perutnya yang terlihat masih datar belum menonjol, Carla terus mengusapnya dan berusaha tenang.
(Kau sungguh ada didalam sini kan? Jangan sampai perusak itu mengganggu) batin Carla
Dan tiba waktu pulang, Putri Aura langsung mendekati Carla saat semua orang sudah keluar dari ruang kumpul.
"Bagaimana kondisi kehamilan palsu mu itu?" Tanya Putri Aura dengan menekankan kata "palsu" tersebut.
__ADS_1
Carla emosi dan berdiri sambil menampar pipi Putri Aura spontan.
"Jaga mulutmu!" Carla
"Kau! Kenapa kau mengacaukan semuanya?!" Putri Aura
"Kau yang merusak! Kenapa aku yang disalahkan?!" Carla mengatur emosinya dan berusaha berpikir jernih
"Aku? Sadarkah kau? Sejak awal kau menggangu hubunganku dengan Pangeran Aiden? Kau membuat kebohongan palsu tentang kehamilan agar Pangeran Aiden menjauhiku, iya kan?!!" Putri Aura
"Oh ya? Jadi aku yang salah? Ingat! Sebelum kau datang, aku dan Aiden baik-baik saja. Semua tampak baik, namun setelah kau datang entah apa yang kau perbuat pada Aiden sungguh memalukan." Carla
"Jadi menurutmu aku memalukan?" Putri Aura mengangkat kepalanya dengan sombong dihadapan Carla dan maju selangkah, namun belum sampai didepan Carla dia langsung terdorong ke belakang.
"Jangan pernah mendekatiku, aku tidak Sudi orang berniat buruk seperti mu mendekatiku. Apalagi kau dan mulutmu yang penuh kebohongan itu! Jangan harap aku percaya dengan mu, aku tau mana yang harus ku percaya!" Carla keluar dari ruangan dengan perasaan marah dan dia berhenti di koridor perpustakaan.
"Salam Putri Carla" Sapa Pangeran Gavin
"Salam Pangeran Gavin" Carla
"Ada apa? Kau mengejar sesuatu?" Pangeran Gavin
"Tidak, aku hanya ingin berjalan cepat saja. Apa yang kau lakukan di koridor ini?" Carla
"Tidak melakukan apapun" Pangeran Gavin
"Bolehkah aku bertanya padamu pangeran?" Carla
"Silahkan putri.." Pangeran Gavin
(Haruskah aku tanyakan pada Pangeran Gavin soal perlakuan Putri Aura? Kalau dia tidak tahu bagaimana? Masalah ini akan semakin rumit, belum lagi parasit itu memberiku fitnah) batin Carla
"Kau sudah tau tentang kelahiran keponakan ku?" Tanya Carla asal
"Iya, aku sudah tau. Bukankah nanti akan menjadi putri yang manis?" Pangeran Gavin
"Ku harap begitu" Carla
"Dan aku juga menunggu anak mu dan Pangeran Aiden, tuan putri.." Pangeran Gavin
"Pasti Raja Maverick membuat surat pemberitahuan bukan?" Carla
Pangeran Gavin mengangguk "Benar, dan aku selalu lupa untuk memberimu selamat. Selamat atas kehamilan mu tuan Putri Carla"
"Terima kasih pangeran, kalau begitu aku pulang dahulu. Putri Lily pasti menungguku" Carla
"Silahkan, salam Putri Carla" Pangeran Gavin
"Salam Pangeran Gavin" Carla langsung berjalan keluar istana dan masuk kereta kencana yang sudah ditunggu Putri Lily.
"Apa ada masalah?" Putri Lily
"Tidak, aku hanya membenarkan gaunku yang sudah mulai sesak. Dan sekarang lebih baik" Carla
"Pasti karena kehadiran keponakanku bukan? Gaun mu sepertinya harus lebih besar lagi" Jawab Putri Lily dan dia tertawa
"Kau benar putri, sepertinya gaun ku akan berukuran sangat besar karenanya" Carla
Mereka berdua tertawa dan kembali menikmati perjalanan masing-masing. Sedangkan Carla berpikir untuk menemui Aiden setelah ini.
...•...
...•...
__ADS_1
.... to be continued ....