Putri Carla

Putri Carla
Part 19


__ADS_3

"Putri Carla.. " Aiden


"Salam Pangeran Aiden" Carla


"Ka-kau sudah siuman? " Aiden


"Seperti yang kau lihat" Carla


Pangeran Aiden melangkah maju mendekati Putri Carla hendak memeluknya tapi dia mengurungkan niat dan berdiam diri menatap kedua mata Carla dia takut ketika memeluknya malah membuat Putri Carla kesakitan.


Putri Carla yang menyadari hal itu berjalan mendekati Pangeran Aiden dan merentangkan tangannya.


"Peluk saja, tidak apa-apa" Carla tersenyum


Pangeran Aiden langsung memeluk Carla perlahan dan merasakan ketenangan disana.


"Baguslah kalau kau sudah siuman, aku senang" Pangeran Aiden


"Terima kasih sudah khawatirkan aku" Carla


"Selalu" Pangeran Aiden


Carla melepas pelukannya dan mereka duduk masing-masing.


"Apa latihan perang intinya sudah selesai? " Carla


Pangeran Aiden menggeleng "Belum, aku izin untuk melihatmu disini"


"Aduhh~ kenapa begitu. " Carla


"Karena aku sudah tidak sabar ingin menjenguk mu, tuan putri" Pangeran Aiden


"Padahal kau tidak perlu melakukan itu, aku tidak apa-apa" Carla


"Dengar... Mulai sekarang, detik ini juga. Aku tidak akan percaya dengan ucapan tidak apa-apa mu itu. Aku akan selalu membantu dan melindungi mu meskipun nyawaku bayarannya. " Pangeran Aiden


"Jangan berlebihan begitu" Carla


"Lebih baik seperti itu, karena aku tidak mau kau terluka seperti ini lagi" Pangeran Aiden


"Baiklah terserah kau saja.. " Carla


Suasana canggung mendatangi mereka berdua, beberapa menit mereka hanya saling menatap mata dan melihat ke arah lain.


Tak lama, bibi Aiv masuk dan memberikan makanan juga minuman untuk Carla makan siang.


"Ini tuan putri" bibi Aiv


"Terima kasih bi" Carla


Bibi Aiv tersenyum, langsung keluar ruangan dan menutup pintu kembali.


"Perlu aku bantu?" Aiden


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" Carla menyuap makanannya perlahan


"Apakah keluargamu sudah tau kalau kau sudah siuman?" Aiden, Carla hanya menggelengkan kepalanya


"Kenapa?" Aiden


"Aku sengaja untuk merahasiakannya, agar aku bisa istirahat lebih lama. Tapi, aku berpikir sebaliknya" Carla


"Apa?" Aiden


Carla menatap Aiden seketika dan meletakkan sendoknya lalu menghela nafas.


"Ini rahasiaku, kau tidak perlu tau pangeran" Carla


"Jangan menyembunyikannya karena aku sudah tau" Aiden


"Apa yang kau tau?" Carla

__ADS_1


"Kau bermusuhan dengan Putri Aura bukan?" Aiden


"Iya" jawab Carla langsung


"Bermusuhan soal apa?" Aiden


"Kau" jawab Carla


"A-aku? Kenapa aku?" Aiden


Carla melanjutkan makannya, lalu beberapa saat kemudian dia menjawabnya.


"Orang seperti Aura tak pantas dipanggil putri, dia hanya menginginkan kekayaan darimu untuk kerajaannya sendiri" Carla


"Benarkah itu putri?" Aiden


"Untuk apa aku bohong? Aku sebenarnya tidak ingin memberitahu soal ini tapi aku rasa kau harus tau. Lagipula sekalian saja karena kau sudah tau kalau aku dan Aura bermusuhan." Carla


"Kenapa dia begitu?" Aiden


"Tidak tau, aku hanya ingin menjauhkan mu darinya, kami berkompetisi" Carla


"Kompetisi seperti apa?" Aiden


"Aku tidak akan memberitahu dirimu, karena jika kau tau pasti kau akan membuatku menang. Aku tidak suka, aku ingin melakukannya sendiri. Jadi... Pura-pura lah tak tahu apapun" Carla menghabiskan makanannya dan meminum air.


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Aiden


"Hmm... Belum ada, aku akan mencari tahu lebih dulu seperti apa cara main Aura" Carla


"Baiklah, apapun yang kau lakukan jika merasa kesulitan bilang saja padaku" Aiden


"Jika aku mau" Carla


"Tolong... Libatkan aku dalam hidupku, setidaknya sekali" Aiden


"Kau memaksa?" Carla


"Baiklah, sekali saja berarti" Carla


"Kenapa begitu?" Aiden


"Kau sendiri yang mengatakan itu" Carla


"Tapi itu kan minimalnya" Aiden


"Aku akan usahakan tak melebihi batas" Carla


Carla berdiri dan membuka pintu, semua orang yang berdiri di koridor istana langsung membungkuk hormat pada Carla.


Carla melanjutkan perjalanan nya menuju ke ruang singgasana raja dan ratu.


"Kau mau kemana putri?" Aiden


"Ruang singgasana" Carla


"Biar aku bantu" Aiden berdiri disamping Carla hendak merangkul tapi Carla menolaknya


"Cukup di sampingku saja" Carla senyum


"Baiklah" Aiden berjaga disamping Carla dan mereka berjalan menuju ruang singgasana.


Begitu pintu dibuka, raja dan ratu terkejut melihat Carla di ambang pintu, Carla berjalan masuk secara perlahan karena lukanya masih terasa sangat perih dan sakit.


"Carla" Ratu Ellena turun dari kursi tahtanya dan memeluk anak perempuan satu-satunya ini


"Kau sudah sadar, akhirnya..." ratu


"Carla, kau baik-baik saja? Kenapa berjalan-jalan begini?" raja ikut menghampiri Carla


"Aku tidak apa-apa dan ini kemauanku untuk berjalan" Carla

__ADS_1


Ratu Ellena melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Carla kemudian mencium kening Carla.


"Ibu menyayangimu nak, ibu tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi" ratu


"Terima kasih bu" Carla tersenyum


"Syukurlah, aku ikut senang kau sudah kembali seperti dulu" raja


"Aku juga senang bisa melihat kalian kembali" Carla senyum lebar


"Kalau begitu, izinkan aku keluar istana untuk melihat keadaan diluar" Carla


"Silahkan, hati-hati nak... Kalau Carla kenapa-kenapa bantu dia ya Pangeran Aiden" ratu


"Baik ibu ratu..." Aiden mengangguk


"Baik, hati-hatilah kalian" raja


Carla membalikkan badan untuk pergi menuju kolam ikan miliknya.


"Wahh~ bagaimana keadaan mu ofish? Sudah lama aku tidak menjenguk mu. Kalian pasti baik-baik saja kan? Aku senang dengan hal itu" ucap Carla


Pangeran Aiden yang melihat Carla tersenyum sendiri tanpa disadari. Dia merasakan bahagia seketika.


"Waah…aku harus sering menengok mu sepertinya." Carla memberi makan sebentar lalu mereka ke halaman depan istana.


"Kau tidak ingin duduk putri?" Aiden


"Tidak, aku harus latihan berjalan" Carla


"Tapi jangan terlalu berlebihan, lebih baik kau juga istirahat" Aiden


"Baiklah baiklah" Carla berusaha duduk di pinggir kolam di dekat air mancur.


"Sejak kapan kau jadi peduli padaku?" gumam Carla pelan


"Sejak dulu, tapi baru berani sekarang" Aiden menjawab


Carla mendongak dan diam sebentar


"Kenapa baru sekarang?" Carla


"Aku takut kehadiranku membuat kau benci" Aiden


"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Carla


"Kau tampak bahagia ketika bersama Gavin, tapi berbeda denganku. Kau tampak cuek" Aiden


"Begitukah aku?" Carla, Aiden mengangguk pasti


"Ya sudah, kalau begitu maafkan aku. Aku hanya tidak menerima kalau kita dijodohkan jadi aku berusaha menjauhiku" Carla


"Tapi sekarang, apakah kau masih tidak menyetujui hal itu?" Aiden


"Sedikit" Carla


"Sisanya?" Aiden


"Ku serahkan padamu" Carla


"Kalau aku setuju, apakah kau juga setuju?" Aiden


"Aku akan belajar untuk mencintai orang itu" Carla


"Terima kasih sudah mau mengambil keputusan seperti itu" Aiden


"Aku akan belajar jadi jangan senang dulu" Carla membuang pandangan ke arah lain sedangkan Pangeran Aiden senyum-senyum sendiri melihat Carla di depannya.


(Seperti itu saja sudah membuatku bahagia putri. Terima kasih) batin Aiden.


.... to be continued ....

__ADS_1


__ADS_2